"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

marketing online

Di postingan ilmair kali ini saya ingin menulis tentang marketing online. Eitss, tentunya bukan pengertiannya secara ilmu ekonomi loh, tapi seperti biasa, marketing online yang ingin dibahas adalah menurut tetesan kata dari pikiran dan hati saya (ya semoga aja dapat mengalir ilmu positif sejernih air alias ilmu inspirasi air ^_^). Selamat membaca reader ilmair dan para blogger lainnya.

Di dunia maya (internet) semua orang khususnya para pembisnis online, tentu mengenal istilah marketing online alias pemasaran online. Biasanya orang yang ingin menjual produknya, melakukan marketing online / pemasaran online alias memasarkan produk melalui internet untuk memperluas jangkauan target penjualan produknya. Kenapa melalui internet? ya tentunya karena internet itu dapat diakses oleh ribuan orang dari berbagai penjuru dunia.

Nah kali ini kita kaitkan antara marketing online dan kehidupan, dalam hal ini saya menarik sebuah inspirasi hidup positif dari istilah marketing online tuk cakupan kehidupan yang lebih luas. Dimana hidup itu bisa diibaratkan seperti marketing online. Lebih spesifiknya lagi bisa dikatakan bahwa manusia itu bisa menjalankan marketing online bukan hanya pada produk barang di internet yang bernilai materi semata, melainkan beragam produk kehidupan, khususnya produk ilmu-ilmu positif (baik itu ilmu pengetahuan maupun ilmu kehidupan yang lebih luas) yang tidak mesti berkaitan dengan materi. Pemasaran produk kehidupan ini juga tentunya berkaitan dengan profesi hidup manusia secara luas, dan juga dengan jaringan/hubungan sosialitas kehidupan selama kehidupan itu ada (atau pemasaran produk kehidupan itu on terus di line (saluran/hubungan) sosialitas antar sesama manusia, selama kehidupan di dunia ini ada dan pastinya selama Allah SWT meridhoi-nya).

Ya.. Allah SWT sebagai produsen/pencipta utama segala produk-produk kehidupan khususnya produk dalam bentuk ilmu tentu telah memberikan hak kepada hambaNya untuk memasarkan (melakukan kegiatan marketing online) atas semua produk ilmu positif-Nya itu di dunia. Dalam hal ini bisa dikatakan kalau manusia itu memang terikat keanggotaan seumur hidup di affiliasi marketing online dengan Allah SWT (alias manusia itu memasarkan produk yang sumber utamanya dari Allah ke sesamanya) selama ia meniti jalan hidupnya di dunia.

Ketika Allah SWT sang pencipta/pembuat ilmu, memberikan ilmu melalui baik secara formal atau non formal kepada manusia (entah itu melalui kitab suciNya, RasulNya (yang kini berupa hadist) - ini yang saya sebut pendidikan formal dari Allah SWT; atau melalui ilham di fikiran manusia, atau melalui talenta di dalam diri manusia, atau melalui alam dan segala yang terjadi di lingkungan kehidupan manusia - dan ini yang saya sebut pendidikan non formal), Allah SWT tentu menginginkan produk ilmu itu tidak sia-sia. Maka dari itu manusiapun kemudian berkewajiban sekaligus memiliki hak untuk melakukan marketing online alias memasarkan produk ilmu tersebut kepada sesamanya alias mengamalkan ilmu yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya, salah satunya dengan belajar dan mengajarkan ilmu itu kepada sesamanya.

Semua produk ilmu dari Allah SWT itu tentu saja gratis, manusia yang menjadi affiliater marketing online produk Allah SWTpun tidak dipungut biaya untuk keanggotaannya, ya ga? Ya, iyalah pastinya, karena Allah SWT memang tidak membutuhkan bayaran apapun dari hambanNya ketika Dia memberi segala karuniaNya termasuk produk ilmu kehidupan. Bahkan manusia bisa mendapatkan bonus keanggotaan dariNya yaitu bonus-bonus kehidupan (karuniaNya yang lebih banyak lagi) jika Allah SWT meridhoinya. Salah satu diantara bonus itu adalah berupa ilmu-ilmu positif lainnya juga yang akan didapat manusia ketika manusia memasarkan ilmu-ilmu positif dari Allah SWT itu.

Dalam memasaran produk ilmu dariNya itu, manusia memang diberikan keflesibelan, kebebasan dan juga banyak pilihan. Namun tentu ada syarat yang mesti manusia perhatikan dalam keanggotaan marketing online manusia dengan produk-produkNya itu, yaitu manusia harus menjadi affiliater yang baik, yang setia berjalan di jalanNya (memasarkan ilmu yang lurus sesuai tuntunanNya), menetapkan keimanan dan ketaqwaan kepadaNya dalam mengamalkan ilmu tersebut, memasarkan produk ilmu dariNya dengan cara yang baik, secara benar, dengan akidah yang baik, dan segala kebaikkan dan kepositifanpun harus manusia terapkan  jika ingin mendapatkan hasil yang terbaik pula diakhirnya

Akhir kata saya hanya ingin berdoa, semoga kita semua dapat menjadi affiliater marketing online produk kehidupan dari Allah SWT ini yang baik, alias kita bisa menjalankan amanah hidup ini dengan sebaik-baiknya, mengamalkan ilmu-ilmu positif dariNya dengan baik, sehingga mendapatkan catatan akhir yang baik pula.. amin.. Walau rasanya memang ga mudah ya.. (Wallahualam dengan catatan akhir marketing online setiap manusia di dunia dalam kaca mataNya, hanya Allah yang mengetahui segala kebenaran, termasuk dalam hal catatan amal manusia di dunia) .

Bagaimana pendapatmu tentang artikel marketing online yang di post ilmair kali ini? Share kritik, ilmu, inspirasi air-mu ya di blog ilmair.

pendidikan

Wuupppss, saya baru bisa update blog ilmair lagi niy. Wah aga kurang update ya artikel blog ini, sampai-sampai beberapa peristiwa dan special day terlewati mampir di artikel ilmair. Awal bulan Mei ini aja ada dua special day yang saling berhimpitan yang sudah terlewati, yaitu hari buruh sedunia (1 Mei) dan Hari Pendidikan Nasional (2 Mei). Kali ini blog ilmu_air ingin menulis dan mengulas sedikit tentang special day tersebut khususnya Hari Pendidikan Nasional dan inspirasi positifnya bagi kehidupan (semoga mengalir ilmu inspirasi air / inspirasi hidup positif  yang mengalir bagai air yang jernih, amin).

Mari kita sedikit mengulas sejarah dari hari pendidikan nasional. Special day ini diperingati di bumi pertiwi setiap tanggal 2 Mei, diambil dari hari lahirnya Tokoh Pendidikan di Indonesia (Bapak pendidikan Nasional) yaitu Ki Hajar Dewantara, 2 mei 1889. Mengapa Ki Hajar Dewantara yang bernama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat itu disebut sebagai bapak Pendidikan Nasional? Karena beliau merupakan pelopor dan pejuang pendidikan bagi para pribumi Indonesia di zaman penjajahan Belanda. Dimana di zaman itu rakyat Indonesia kurang mendapat kesempatan mendapatkan pendidikan, padahal rakyat juga memiliki hak asasi dalam bidang pendidikan yang sama dengan para priyayi dan penjajah Belanda. Perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam membela hak pendidikan rakyat indonesia, diantaranya adalah melalui tulisan-tulisan inspiratifnya yang komunikatif dan tajam dengan semangat antikolonial. Diantara tulisannya, artikel yang paling terkenal adalah "Seandainya Aku Seorang Belanda" (judul asli : Als ik eens Nederlander was) yang pernah dimuat dalam surat kabar de Expres milik Douwes Dekker tahun 1913. Beliau juga mendirikan Perguruan Naional Taman siswa, yaitu sebuah lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi rakyat memperoleh pendidikan yang layak.

Di zaman sekarang ini, dimana teknologi berkembang pesat, hari pendidikan nasional kemarin, seharusnya bermakna rasa syukur atas pendidikan yang zaman dahulu telah diperjuangkan oleh pejuang dan pahlawan pendidikan termasuk Ki Hajar Dewantara. Namun pada kenyataannya, Hari Pendidikan nasional kini, rasanya hanya bagai seremonial belaka yang seolah kurang berarti. Disamping, special day tersebut juga seolah bagai pemberi inspirasi hidup positif berupa semangat bagi para pejuang muda tuk bangkit kembali memperjuangkan hak pendidikan rakyat secara merata yang kenyataannya kini masih terjajah oleh banyak hal (terutama materi). Hari pendidikan Nasional di zaman kini mungkin bisa juga seolah berteriak mengingatkan pemerintah tuk memajukkan pendidikan di Indonesia tentu juga secara adil dan merata tuk seluruh kalangan. Tidak mengkomersialkan pendidikan, yang memunculkan batas/sekat kesempatan berpendidikan, seolah pendidikan yang layak hanya untuk orang yang memiliki materi berlebih saja, sementara rakyat yang tidak mampu (tidak memiliki materi yang cukup), ya tidak mampu sekolah, dan berkesempatan mendapat pendidikan yang layak.

Padahal pendidikan itu penting bagi kemajuan bangsa dan kehidupan di dunia ini. Maka sudah seharusnya setiap orang itu mendapatkan pendidikan yang sama tanpa dihalangi oleh kemampuan materi atau hal lainnya. Apalagi, Allah SWT, Sang Guru Utama kehidupan-pun telah mewajibkan hamba-hamba-Nya tuk belajar (berpendidikan) dan mencari serta menggali ilmu seluas, setinggi, sebanyak-banyaknya dalam hidup ini (tentu ilmu-ilmu yang positif). Ayat Al-Qur'an yang pertama kali diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW saja berbunyi "Iqra" yang berarti "bacalah" (QS Al-Alaq), sebuah perintah dari Allah melalui rasulNya untuk belajar (iqra juga berarti bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu; bacalah alam, tanda-tanda zaman, sejarah, maupun diri sendiri, yang tertulis maupun yang tidak). Surat Al-Alaq sendiri diawali oleh perintah Allah SWT melalui rasulNya tuk membaca lingkungan alam semesta untuk mengenal siapa sebenarnya Tuhan, Surat Al-Alaq ayat 1-5 juga menerangkan bahwa "Allah menciptakan manusia dari benda yang hina (segumpal darah) kemudian memuliakannya dengan mengajar membaca, menulis dan memberinya pengetahuan..."  Oleh karena itu, setiap manusia tentu harus berjuang mendapatkan pendidikan yang sebaik-baiknya, bukan hanya berjuang tuk dirinya tetapi juga tuk sesamanya, berjuang melepas sekat yang menghalangi setiap manusia memperoleh pendidikan yang layak, berjuang menghilangkan kekomersialan pendidikan formal termasuk di bumi pertiwi ini.

Bagaimana menurutmu, artikel sederhana ilmair tentang pendidikan (dengan segala kekurangan ilmu saya dalam menulis) kali ini? Share pendapat, ilmu, inspirasi air-mu ya di blog ilmair ya.

Sumber kutipan: 

Translate