"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

Bersemangatlah Raih Ridho-Nya dan Peka pada-Nya - Nasheat Untuk Diri

    Bersemangatlah selalu, bersemangatlah untuk menjadi hamba-Nya yang lebih baik, lebih baik dari diri yang kemarin, setiap hari, setiap detiknya, mencari ridho-Nya, mengejar cinta-Nya.

    Dunia itu fana, roda hidup itu pasti akan berputar, takkan abadi apa yang dimiliki saat ini, baik itu kemudahan ataupun kesusahan. Ya ... susah atau senang hanya sementara ... Selalu ada pelajaran syukur dan sabar dalam hidup kita.

    Ikhtiar dalam hidup itu harus, dan kamu ... tentu saja boleh berikhtiar dengan sekuat tenaga meraih mimpimu, itu bagus. Mendapatkan apa yang kamu mau, mencapai puncak dari pendakian ikhtiarmu. Tapi ... jangan jadikan itu sebatas tujuan untuk duniamu saja, karena dunia itu fana, apapun yang kamu raih hanya titipan dari-Nya saja, kapanpun Allah mau, semua yang kamu miliki bisa hilang, pergi, diminta-Nya kembali... entah itu karena kesalahanmu atau bukan, entah itu ujian atau teguran.

    Lalu? Takkan ada yang tersisa jika kemudian hanya dunia yang menjadi tujuanmu. Jadikan ridho Allah sebagai tujuan, dan kebaikkan di akhirat menjadi arah yang kamu tuju. Maka ikhtiarmu itu takkan menjadi sia-sia, bernilai dimata-Nya. Jangan berprasangka buruk pada-Nya, begitupun pada hamba-Nya.

    Berhati-hati pada hamba-Nya? Tentu saja boleh, tapi coba lihatlah dari setiap sudut, cari makna baiknya. Apa yang Allah pilihkan untukmu pasti baik bagimu, apa yang sampai kepadamu pasti atas ijin-Nya dan itu juga baik bagimu.

    Dan hei! Apa yang kamu lihatpun bisa jadi tak seperti begitu nyatanya, bisa jadi kamu menghadapi hal yang tak kamu sukai, merasakan yang tak seperti inginmu, tapi itu bisa jadi ada makna kebaikkan untukmu dibaliknya, sebagai bentuk kasih sayang-Nya.

Seperti firman-Nya dalam QS. Al Baqarah: 216
وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ 

    Artinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” 

    Kamu bisa saja patah, kecewa, atau semua rasanya tak seperti yang kamu inginkan. Tapi kamu tahu? Belum tentu apa yang kamu rasa itu benar, bisa jadi semua yang kamu rasa itu hanya karena kamu tidak peka, bukan pada siapa-siapa, tapi pada cinta dan kasih sayang-Nya. Pada apa yang Dia mau, pada kebaikkan-kebaikkan yang ingin disampaikan-Nya padamu.

    Ya ... Allah-lah yang peduli padamu, bisa melalui hamba-Nya ... tapi takkan pernah sempurna. Dan itu takkan bisa sampai kepadamu, jika kamu tak peka, maka pekalah pada-Nya, buka hatimu untuk merasakan kasih sayang-Nya

    Menulis lagi di blog ilmair, meneruskan kata yang pernah mengalir di kepala ke medsos tahun lalu, sebagai muhasabah untuk diri, semoga menginspirasi.

Jadikan Sabar dan Sholat Sebagai Penolongmu

    Hai diri, kamu sedang apa saat ini? Sedih, susah, atau sakitkah? Atau justru tengah senang, bahagia dan semua dalam hidupmu terasa mudah? Apapun yang kamu rasa saat ini, selalulah untuk menetapkan kesabaran di hatimu ya.

    Iya ... sabar itu harus selalu ada di hatimu bukan saat kamu ditimpa kesulitan saja. Tapi bahkan ketika duniamu rasanya penuh rona, sabaaar itu harus selalu ada, dimana kamu harus sabar menjaga ketaatanmu pada-Nya, juga menjaga hati, pikiran dan sikapmu agar tak salah arah.

    Kamu yang sedang hijrah? Sabarlah dalam keistiqomahan. Kamu yang sedang melihat dunia yang penuh dengan kemilaunya? Sabarlah dengan mejaga imanmu selalu. Kamu yang sedang mendapatkan pujian? Sabarlah dengan selalu sadar bahwa yang layak mendapat pujian itu hanyalah Allah. Atau kamu yang sedang sedih, susah, kecewa, patah, bahkan merasa diri penuh kesalahan dan keburukkan?

    Sabarlah dengan semua yang kamu hadapi itu, lalu bersabar pula melangkah terus pada-Nya. Bersabar pula untuk selalu yakin pada Allah bahwa akan ada bahagia setelah sedihmu, mudah setelah sulitmu, kebaikkan setelah keburukkan, jika kamu benar-benar bersabar untuk terus mendekat pada-Nya.    Begitupun dengan sholat, jangan pernah tinggalkan ya, utamanya yang wajib, lebih baik lagi tambahkan dengan sunnahnya. Ah sungguh sholat itu bisa saja terasa begitu berat jika tak disertai dengan kekhusuan.

Diapun berkata itu dalam surat cinta-Nya.


    Sungguh sabar dan sholat itu akan menolongmu saat kamu berjalan meniti hidup ini. Karena kamu memang membutuhkannya untuk mendapat petunjuk dari-Nya, pengabulan doa yang kamu pinta pada-Nya, penyerahan dirimu setelah kamu berikhtiar, penjagaan imanmu, hingga pada titik menggapai ridho-Nya dengan sabar dan sholat itu.

    Yuk jadikan sabar dan sholat sebagai penolong, semoga Allah berikan kamu kebahagiaan dan manisnya hidup terutama di akhirat kelak ya aamiin.

Translate