"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

6 Amalan Di Bulan Dzuhijjah - Meraih Cinta Allah

    Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan (istimewa) dalam islam ya sahabat, karena termasuk diantara 4 bulan haram, seperti yang disebutkan dalam Al Quran

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi dirimu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kalian semuanya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.” (QS. At Taubah ayat 36).


    Banyak dalil juga yang mengatakan bahwa melakukan amalan sholeh di Bulan Dzulhiljjah itu akan dilipatgandakan nilai di mata-Nya (pahalanya).

    Keistimewaan Bulan Dzulhijjah itu utamanya di 10 hari pertama ya sahabat, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Imam at Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».

Artinya: "Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai Allah SWT melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah SWT?" Rasulullah SAW menjawab, "Tidak pula jihad di jalan Allah SWT, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun."

    Seperti yang ilmair pernah share sebelumnya di postingan "Keutamaan Bulan Dzulhijjah", bulan ini adalah saat yang tepat untuk kita meraih Cinta Allah, tentu saja dengan melakukan amalan-amalan yang disyariatkan dan dicintai oleh Allah.

    Lalu apa saja Amalan yang disyariatkan di bulan ini? Berikut ilmair sharing ya

6 Amalan Di Bulan Dzulhijjah dalam Meraih Cinta Allah

1. Ibadah Haji dan Umroh

    Amalan ini merupakan yang utama di bilan ini. Haji merupakan ibadah wajib bagi umat islam yang mampu melaksanakannya, umroh merupakan ibadah yang mengikuti ibadah haji sebagai penghapus (tebusan) dosa.

    Sesuai sabda sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة

Artinya: "Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga.“ [HR. Bukhori dan Muslim]


2. Puasa

    Berpuasa merupakan amalan yang dicintai oleh Allah, termasuk pada awal bulan Dzulhijjah, utamanya Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dan dianjurkan juga berpuasa pada hari-hari sebelumnya (1-8 Dzulhijjah).

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والتي بعده . 

Artinya: "Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya."

    Dalam kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab Imam An-Nawawi juga memberikan dalil shahih mengenai syariat puasa, yaitu hadits yang diriwayatkan Imam Abu Daud dari Hunaidah ibn Khalid dan istri-istri Nabi SAW berikut:

تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ

Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari Asyura (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis." [HR Abu Daud].


3. Kurban di Hari Raya Idul Adha

    Kurban merupakan ibadah yang disyariatkan kepada setiap muslim (yang mampu melaksanakannya), yaitu menyembelih hewan ternak  dengan niat mendekatkan diri kepada Allah pada hari Idul Adha dan hari-hari tasyriq.

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al Quran surat Al Hajj ayat 34 yang berbunyi,

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

Artinya: "Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (qurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya, dan berilah kabar gembira pada orang-orang yang tunduk (patuh) pada Allah."


4. Takbir dan Dzikir

    Amalan yang diajurkan dilakukan di Bulan Dzulhijjah selanjutnya adalah memperbanyak takbir dan dzikir, utamanya di 10 hari pertama dan di hari-hari tasyrik. Sesuai hadist:

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ .

Artinya: Ibnu Abbas berkata, "Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq." Ibnu 'Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin 'Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah. [HR Bukhari].


5. Taubat dan Meninggalkan Segala Maksiat serta Dosa

    Di Bulan Dzulhijjah cinta Allah bisa diraih juga dengan cara bertaubat dan meninggalkan segala maksiat serta dosa. 

    Salah satu efek dosa yang ditakuti adalah menyebabkan hati menjadi keras dan tertutup oleh noda hitam, sehingga mana yang benar dan buruk serta mana yang baik dan jelek akan sulit dibedakan.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ، فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ، صُقِلَ قَلْبُهُ، فَإِنْ زَادَ، زَادَتْ، فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَهُ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ { كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ 

"Sesungguhnya seorang hamba jika berbuat dosa maka akan dibubuhkan satu titik hitam di (permukaan) hatinya. Kalau dia (segera) bertaubat, meninggalkan (dosa tersebut) dan memohon ampun (kepada Allâh Azza wa Jalla), maka hatinya akan bening (kembali), (tetapi) jika dosanya bertambah maka akan bertambah pula titik hitam tersebut. Itulah (makna) ar-rân (penutup hati) yang Allâh sebutkan dalam al-Qur’an, (yang artinya-red), “Sekali-kali tidak (demikian), bahkan menutupi hati mereka perbuatan (dosa) yang selalu mereka lakukan” [Al-Muthaffifin/83: 14]

    Dosa dan maksiat juga bisa menjadi racun yang menggerogoti tubuh, hati dan kehidupan. Oleh karena itu di bulan yang mulia ini sudah semestinya kita bertaubat dan menjauhi semua dosa dan maksiat ya sahabat, agar cinta Allah hadir menghiasi hati dan hari-hari kita.

Allah Ta’ala berfirman

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيْرٍ

Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” [QS. Asy-Syuuraa: 30]


6. Memperbanyak Amal Sholeh Lainnya

    Cinta Allah bisa diraih dengan memperbanyak melakukan amal sholeh di Bulan Dzulhijjah ini, seperti sedekah, sholat sunnah, membaca Al Qur'an dan mentadaburinya, amar ma'ruf nahi munkar serta menjalin silaturahmi dan ukhuwah.

    Sudah semestinya kita bersemangat untuk melakukannya ya sahabat, agar Allah selalu mencurahkan kebaikkan, keberkahan hidup dan kesehatan yang baik, serta dihindari kita dari covid-19.


Hummm ... dari ilmair hanya itu info amalan di Bulan Dzulhijjah untuk meraih cinta Allah sahabat, silahkan share di kolom komentar jika ada tambahan lainnya ya.

Semoga kita semua bisa melakukan amalan-amalan itu di bulan ini ya, Allah terima juga semua amal ibadah kita aamiin.


note: dari berbagai sumber


Bersemangatlah Raih Ridho-Nya dan Peka pada-Nya - Nasehat Untuk Diri

    Bersemangatlah selalu, bersemangatlah untuk menjadi hamba-Nya yang lebih baik, lebih baik dari diri yang kemarin, setiap hari, setiap detiknya, mencari ridho-Nya, mengejar cinta-Nya.

    Dunia itu fana, roda hidup itu pasti akan berputar, takkan abadi apa yang dimiliki saat ini, baik itu kemudahan ataupun kesusahan. Ya ... susah atau senang hanya sementara. Selalu ada pelajaran syukur dan sabar dalam hidup kita.



    Ikhtiar dalam hidup itu harus, dan kamu .tentu saja boleh berikhtiar dengan sekuat tenaga meraih mimpimu. Itu bagus! Mendapatkan apa yang kamu mau, mencapai puncak dari pendakian ikhtiarmu. Tapi ... jangan jadikan itu sebatas tujuan untuk duniamu saja karena dunia itu fana, apapun yang kamu raih hanya titipan dari-Nya saja. Kapanpun Allah mau, semua yang kamu miliki bisa hilang, pergi atau diminta-Nya kembali, Entah itu karena kesalahanmu atau bukan, entah itu ujian atau teguran.

    Lalu takkan ada yang tersisa jika kemudian hanya dunia yang menjadi tujuanmu. Jadikan ridho Allah sebagai tujuan dan kebaikkan di akhirat menjadi arah yang kamu tuju. Maka ikhtiarmu itu takkan menjadi sia-sia dan bernilai dimata-Nya.

    Jangan berprasangka buruk pada-Nya, begitupun pada hamba-Nya. Berhati-hati pada hamba-Nya? Tentu saja boleh, tapi coba lihatlah dari setiap sudut, cari makna baiknya. Apa yang Allah pilihkan untukmu pasti baik bagimu, apa yang sampai kepadamu pasti atas ijin-Nya dan itu juga baik bagimu.

    Dan hei! Apa yang kamu lihatpun bisa jadi tak seperti begitu nyatanya, bisa jadi kamu menghadapi hal yang tak kamu sukai, merasakan yang tak seperti inginmu, tapi itu bisa jadi ada makna kebaikkan untukmu dibaliknya, sebagai bentuk kasih sayang-Nya.

Seperti firman-Nya dalam QS. Al Baqarah: 216
وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ 

    Artinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” 

    Kamu bisa saja patah, kecewa, atau semua rasanya tak seperti yang kamu inginkan. Tapi kamu tahu? Belum tentu apa yang kamu rasa itu benar, bisa jadi semua yang kamu rasa itu hanya karena kamu tidak peka, bukan pada siapa-siapa, tapi pada cinta dan kasih sayang-Nya. Pada apa yang Dia mau, pada kebaikkan-kebaikkan yang ingin disampaikan-Nya padamu.

    Ya ... Allah-lah yang begitu peduli padamu, bisa melalui hamba-Nya, tapi itu hanya sebagian kecil yang takkan bisa sempurna kecuali kamu melihat semuanya secara utuh. Semua itu pun takkan bisa sampai kepadamu juga, jika kamu tak peka. Maka pekalah pada-Nya, buka hatimu untuk merasakan kasih sayang-Nya

    Menulis lagi di blog ilmair, meneruskan kata yang pernah mengalir di kepala ke medsos tahun lalu, sebagai muhasabah untuk diri, semoga menginspirasi.

Jadikan Sabar dan Sholat Sebagai Penolongmu

    Hai diri, kamu sedang apa saat ini? Sedih, susah, atau sakitkah? Atau justru tengah senang, bahagia dan semua dalam hidupmu terasa mudah? Apapun yang kamu rasa saat ini, selalulah untuk menetapkan kesabaran di hatimu ya.

    Iya ... sabar itu harus selalu ada di hatimu bukan saat kamu ditimpa kesulitan saja. Tapi bahkan ketika duniamu rasanya penuh rona, sabaaar itu harus selalu ada, dimana kamu harus sabar menjaga ketaatanmu pada-Nya, juga menjaga hati, pikiran dan sikapmu agar tak salah arah.

    Kamu yang sedang hijrah? Sabarlah dalam keistiqomahan. Kamu yang sedang melihat dunia yang penuh dengan kemilaunya? Sabarlah dengan mejaga imanmu selalu. Kamu yang sedang mendapatkan pujian? Sabarlah dengan selalu sadar bahwa yang layak mendapat pujian itu hanyalah Allah. Atau kamu yang sedang sedih, susah, kecewa, patah, bahkan merasa diri penuh kesalahan dan keburukkan?

    Sabarlah dengan semua yang kamu hadapi itu, lalu bersabar pula melangkah terus pada-Nya. Bersabar pula untuk selalu yakin pada Allah bahwa akan ada bahagia setelah sedihmu, mudah setelah sulitmu, kebaikkan setelah keburukkan, jika kamu benar-benar bersabar untuk terus mendekat pada-Nya.    Begitupun dengan sholat, jangan pernah tinggalkan ya, utamanya yang wajib, lebih baik lagi tambahkan dengan sunnahnya. Ah sungguh sholat itu bisa saja terasa begitu berat jika tak disertai dengan kekhusuan.

Diapun berkata itu dalam surat cinta-Nya.


    Sungguh sabar dan sholat itu akan menolongmu saat kamu berjalan meniti hidup ini. Karena kamu memang membutuhkannya untuk mendapat petunjuk dari-Nya, pengabulan doa yang kamu pinta pada-Nya, penyerahan dirimu setelah kamu berikhtiar, penjagaan imanmu, hingga pada titik menggapai ridho-Nya dengan sabar dan sholat itu.

    Yuk jadikan sabar dan sholat sebagai penolong, semoga Allah berikan kamu kebahagiaan dan manisnya hidup terutama di akhirat kelak ya aamiin.

Translate