Memuji dan dipuji...
Ketika dipuji setan di hatikan melambung, tapi nurani terdalam kan tersiksa, karena orang yang melambung pastikan terjatuh jika melupakan Tuhan yang menentukkan manusia tampak bagus, baik dll oleh manusia lainnya atau tidak.
Contoh: ketika ada seorang manusia yang dikatakan pahlawan dari suatu peristiwa, disanjung, dipuja, apakah di hatinya merasa begitu wah jika sesungguhnya ia bukanlah pahlawan dari peristiwa itu, setan(sifat buruk yang ingkar pada Allah SWT) di hati manusia yang pasti ada akan menggelayut dan bisa saja membuat terhanyut dalam penyanjungan, tapi tidak akan dengan hati nurani, akan dan akan lebih tersiksa jika semakin tergelayut dengan pujian, karena mungkin saja kemudian Tuhan menganggapnya tiada pantas dan menjatuhkannya bertubi, semakin melambung, maka semakin terjerembab... jika hal itupun termiliki atau terbenarkan secara tampak seperti misalnya fisik manusia, maka sebuah pujianpun kan terasa tiada bernilai jika mengingat segala fisik dan yang di punya di dunia hanya titipan. Maka jika berlebihan sebuah pujian termaktub atas izin Tuhan dari manapun, kemudian yang dipuji melambung berlebihan apakah itu hal yang baik, tentu tidak, dan justru hanya perasaan tiada menyenangkan yang hati nurani rasakan.
pernahkah kau rasa itu? Atau justru kau pernah menilai berlebihan orang sehingga menggelayutkannya dalam perasaan tiada menyenangkan yang sesungguhnya?
Soal menghargai manusia itu mesti, tapi berlebihan itu tidak dibenarkan.
Belajar hidup menjadi lebih baik itu sulit, dan berkaca setiap hari dalam-dalam mematut diripun begitu, termasuk saya, yang juga bukan orang yang bisa setiap saat mematut diri dalam cermin yang panjang, kemudian memperbaiki diri untuk hidup lebih baik dan baik lagi, bagaimana denganmu? share di blog ilmu air...

artikelnya bagus. makasih sharingnya.
BalasHapusSetiap Manusia InsyaAllah pernah dipuji dan Memuji. Tetapi Ketika Kita Mendapat Pujian Sebaiknya Kita Mengkoreksi Diri, Benarkah Pujian Itu? Kita Harus bersyukur karena Allah Masih Menutupi Aib Kita. Dan Sebagai Manusia Hendaknya Jangan Bangga Dengan Pujian Manusia, Karena Hanya Allah Yang Maha Terpuji dan Patut Di Puji dan Memuji. InsyaAllah..
BalasHapus:) No Body Perfect!
gimana keadaan anda malam ini? apa weekend anda bahagia?
BalasHapussalam knl
@narti... terimakasih juga...
BalasHapus@chan.. setuju... comment ustad selalu berkualitas yup-kan ustad chan ^_^
@awal soleh... keadaan saya baik-baik saja... bahagia itu relatif... klu saya setidaknya bahagia hembusan nafas ini masih berderu di dada, darah masih mengalir di tubuh... syukur pada ilhi karena ruh saya masih ada di jasad... ^_^ tx atas kunjungannya ke ilmair dan komennya..
@ all... tx atas comment dan untuk ga nye-pam-nya...