"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

Self-Talk, Seni Berdialog Dengan Diri Sendiri

    Sahabat ilmair pernah kan ya berdialog dengan diri sendiri? Humm ... seperti ngomong sendiri gitu ya, tapi bukan yang sifatnya halusinasi atau pun berbau mistis ya ini, bukan berdialog sama bayangan yang kasat mata atau dengan suara yang cuma bisa kita dengar sendirian, lihhh bukan :). Tapi komunikasi kita dengan diri sendiri atau biasa juga disebut dengan self-talk. Ah, ilmair mau bahas itu ya sekarang, semoga bermanfaat dan menginspirasi.
Self-talk adalah dialog internal dengan diri sendiri yang dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar dengan mengungkapkan pikiran, pertanyaan, serta gagasan - yang diucapkan dalam hati atau disuarakan secara lantang sehingga menjadi sugesti bagi diri sendiri, (healthline.com).
    Setiap orang pasti pernah atau bahkan sering ya melakukan self-talk, terutama yang tak terucap atau dilakukan di dalam hati. Dari lintasan-lintasan pertanyaan yang muncul di kepala saja misalnya, biasanya hati kita akan menyahutnya dengan jawaban, terkadang bahkan jadi kaya diskusi tanya-jawab gitu ya di dalam diri.

    Atau pernah juga kan ya di dalam hati, kita mengucapkan kata-kata nasehat, kritikan, motivasi, atau bahkan makian dan keluhan terhadap diri sendiri? Nah, semua kata-kata itu termasuk juga ke dalam self-talk alias berdialog dengan diri sendiri. Ah, ayo ingat-ingat pasti sahabat pernah kan ya melakukannya?

    Humm ... saya sendiri sebenarnya baru kenal dengan istilah self-talk ini, sekitar 2 tahun yang lalu, tepat saat saya menulis buku antologi pertama saya bareng teman-teman, kebetulan judulnya juga "Self Talk, Upaya Menyembuhkan Luka Batin."

    Padahal pada prakteknya, sudah sering ya si self talk ini saya lakukan. Bahkan di ilmair pun pernah saya tulis cerita fiksi berjudul "Cring Tongkat Ibu Peri" yang penggambaran suasananya adalah berdialog dengan diri sendiri alias self-talk.

    Terus dari hasil baca-baca, saya pun baru tahu kalau self-talk ternyata punya banyak manfaat, bahkan terbukti memiliki peranan yang cukup besar terhadap kehidupan seseorang yang melakukannya.

    Eh, tapi, seperti banyak hal yang ada di dunia ini ya sahabat, self-talk ini memiliki dua sisi, yaitu ada positive self-talk dan juga negative self-talk. 

    Kalau kita mau dapat manfaatnya, tentu saja si positive self-talk-lah yang harus kita pilih, karena si positive self-talk ini mengandung kata-kata yang positif. Berkebalikan dengan si negative self-talk yang bisanya membuat kita jadi pesimis, sedih, benci sama diri sendiri, menjatuhkan mental bahkan sampai membuat kita jadi putus asa karena isinya negatif.

    Tapi, tentu saja si positive self-talk ini bukan kata-kata berlebihan menyanjung diri sendiri yang bisa menghadirkan rasa ujub dan kesombongan ya, bukan juga penampikan diri pada sebenarnya keadaan diri. Apalagi kalau itu pembelaan diri terhadap perbuatan dan perilaku diri yang salah, ya bukan jugalah. Tapi ya sebenar-benarnya ucapan yang positif dan baik bagi diri, termasuk muhasabah dan nasehat yang meruntuhkan kerasnya hati.

    Jadi melakukan positive self-talk itu seperti kita lagi peduli sama diri sendiri gitu ya, peduli yang karena Allah ya, bukan sekedar mengikuti ego diri.

    Ya, dalam melangkah di perjalanan hidup ini, sebagian besarnya memang kita lalui sendirian kan ya? Berbagi sama manusia lain itu paling juga enggak sampai setengah dari bagian hidup kita kan ya? Orang yang paling dekat sama kita saja enggak bisa mengenal kita secara utuh, apalagi mengerti kita dengan penuh. Duuh, selain Allah, ya cuma kita sendirilah yang harus peduli sama kondisi diri, salah satunya dengan mengajak diri sendiri berdialog secara positif alias melakuakan positive self-talk. 

    Terus-terus, apa sih manfaatnya positive self-talk? 

    Mengutip situs tirto.com, dalam sebuah studi yang dihimpun dalam Journal of Personality and Social Psychology, ada lima manfaat yang bisa kita dapatkan melalui positive self-talk, yaitu:
(1) Membantu berdamai dengan situasi yang tidak bisa dikontrol; 
(2) Membantu meredakan stes; 
(3) Meningkatkan perfomansi diri; 
(4) Menjadi pribadi yang senantiasa ‘beraura’ positif; dan 
(5) Membantu diri melakukan self-reflection.

    Ma syaa Allah ya manfaatnya, yuk kita latih diri untuk bisa melakukan positive self-talk sahabat, tentu dibarengi juga dengan dialog kita pada Allah ya, lewat dzikir dan berdoa. 

   Membiasakan Diri dengan Positive Self-Talk, Hingga Terbiasa

   Positive self-talk ini bisa terbentuk dengan cara dilatih ya sahabat, dibiasakan hingga menjadi sebuah kebiasaan. Walau kalau menurut saya, kata-kata positif yang ada di pikiran dan diucapkan hati itu, ya dipengaruhi juga oleh informasi yang masuk ke dalam diri kita ya. Seperti apa yang sering kita lihat dan dengar, bisa terekam oleh pikiran, hingga akhirnya bisa diucapkan juga oleh hati hingga jadi terbiasa.

    Jadi kalau yang sering kita dengar dan tonton adalah hal-hal yang positif seperti kajian, hal yang memotivasi dan menginspirasi, bahkan ayat-ayat dari surat cinta-Nya, tentu kata-kata yang banyak tersimpan di dalam diri ya dari semua hal itu. Sehingga positive self-talk pun sebenarnya bisa mencuat dari hal-hal positif yang kita dapatkan tadi. Begitu pun sebaliknya ya sahabat.

    Ah, yuk kita biasakan diri dengan positif self-talk, hingga kita jadi terbiasa untuk berkata-kata baik dengan diri sendiri. Disertai juga dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan positif lainnya yang bisa membuat si positif self-talk itu bisa terikat di dalam diri.

    Semoga Allah mampukan kita ya sahabat, agar kita bisa positif saja selalu, terutama positif sama Allah dan di mata-Nya aamiin

Translate