"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

Cara Mengatasi Overthinking, Kuncinya 'Sadar'


    Apa itu
overthinking? - Overthinking 
merupakan suatu kondisi saat diri sedang memikirkan sesuatu secara berlebihan dan terus menerus. Lebih singkatnya bisa disebut kalau 'overthinking adalah berlebihan dalam berpikir'.

    Sahabat ilmair pernah mengalaminya? Humm ... bagaimana rasanya jadi seorang overthinker? Tentu saja lelah ya, energi yang ada di dalam tubuh terkuras karena diri bergelut dengan pikiran. 

    Enggak nyaman pastinya kalau kita sedang mengalami overthinking. Fokus terpecah karena pikiran sibuk dengan bayangan masa lalu atau pun masa depan, memikirkan sesuatu yang telah terjadi dan akan terjadi, tapi itu bukan sekedar muhasabah (refleksi diri) atau pun melakukan perencanaan.

    Seorang yag mengalami overthinking tidak punya tujuan dengan pikirannya, berbeda jika kita sedang bermuhasabah (merefleksi diri) atau merencanakan langkah di dalam hidup. 

    Beragam pertanyaan juga biasanya muncul di pikiran seorang overthinker. Jawabannya terasa sulit untuk didapat, hingga pikiran pun terus berusaha mencarinya. Kalau pun muncul jawabannya di kepala, biasanya berupa bayangan atau prasangka buruk. Solusinya justru enggak hadir di kepala, sehingga orang yang mengalaminya akan merasa frustasi, gelisah dan cemas.


    Tanda-tanda Seseorang Mengalami Overthinking

 Beberapa diantaranya :

- Mengingat dan memikirkan kegagalan dan kesalahan di masa lalu secara berulang. Terus menerus merasa menyesal dan bersalah atau merasa marah pada orang yang baginya salah.

- Terlalu memikirkan pandangan, penilaian dan pikiran orang lain terhadap diri, membuat diri merasa gelisah dan cemas.

- Membayangkan hal-hal buruk di masa depan, hingga terus kepikiran.

- Terlalu khawatir pada hal-hal yang bukan ranah kuasa diri

- Khawatir dan takut salah membuat keputusan, bertindak atau bersikap. Penyebabnya bisa karena trauma, ke-prefecsionist-an diri, atau hal lainnya. 

- Memikirkan perasaan dan pikirannya sendiri, misalnya timbul pertanyaan, "Kenapa saya merasa begini? "Kenapa pikiran saya seperti ini?" dan sejenisnya.

- Memikirkan dirinya terkena penyakit berat, walau pun sudah dicek kesehatannya dan tidak terdiagnosis seperti yang dipikirkan nya. 

- Insomnia (sulit tidur) karena pikirannya terus on melanglang buana bersama ragam bayangan dan pertanyaan.

   Humm... Apalagi ya tandanya? 

   Sahabat gimana, mengalami salah satu tanda atau bahkan seluruhnya?



Cara Mengatasi Overthinking

    Lalu bagaimana caranya mengatasi overthinking? Dari pengalaman dan kesimpulan saya setelah membaca beberapa referensi, kunci dalam mengatasi overthinking ini sebenarnya cuma sadar

Sadar? Ya, berikut ilmair share ya sahabat,  Cara Mengatasi Overthinking Menggunakan Kunci 'Sadar' :

1. Sadari saat diri sedang mengalami overthinking, terima, akui dan jangan ditampik. Peluk diri dan pahami dengan baik. Jangan disalahkan pikirannya, tapi juga jangan dibiarkan overthinking-nya lama-lama. Lebih baik enggak langsung mengalihkan pikiran, tapi kita harus menghadapinya dengan sadar, kecuali saat situasinya mengharuskan diri bersegera dalam bertindak.

2. Sadari penyebabnya apa, tapi jangan sampai kita tenggelam juga dalam mencari penyebab, hingga overthinking-nya malah semakin bertambah. 

Ketika sudah sadar penyebab nya apa, akan lebih mudah men-treatment-nya.

Misalnya, pikiran lagi sibuk mengingat kesalahan diri atau orang lain, lalu menerka-nerka penyebabnya apa dan membayangkan dampak dari kesalahan itu. Maka kita harus sadar kalau kita tuh manusia yang pasti punya salah, begitu pun orang yang kita anggap salah. Kita harus bisa memaafkan, sehingga akhirnya kita sadar, enggak ada gunanya memikirkan kesalahan itu terus menerus. 

Atau saat diri trauma dan pikiran terus mengingat keadaan yang buruk, kegagalan dan kesalahan yang pernah terjadi. Maka kita perlu sadar, bahwa selalu ada lembaran baru untuk kita melangkah dan berusaha, keadaan di depan juga enggak akan sama, orang yang salah bisa berubah, orang-orang yang kita temui akan berbeda dan kesempatan kita untuk memperbaiki diri dan hidup akan selalu ada, selama kita masih hidup di dunia. 

Begitu pun saat kita berpikir semuanya harus serba sempurna, seperti mem-push diri agar jangan sampai salah atau pun gagal. Harus segera sadar, bahwa kita tuh manusia yang enggak mungkin bisa sempurna. Jadi jangan takut gagal atau pun salah. Lakukan saja sesuai kemampuan, kalau pun salah tinggal diperbaiki, asal bukan sengaja untuk berbuat salah. 

3. Sadar, apa yang sedang kita pikirkan itu penting atau enggak? Perlu atau enggak kita memikirkan hal itu secara terus menerus?  Pilah juga mana yang termasuk ranah kuasa diri dan bukan. Di sini bisa juga dibantu dengan menulis, agar kita bisa mengurai benang kusut yang ada di kepala.

4. Sadar untuk enggak terlalu fokus pada masalah. Karena memikirkan masalah itu hanya akan menambah masalah. Ubah fokusnya pada solusi.

5. Sadar dengan keadaan dan aktifitas saat ini. Berusahalah untuk fokus dan terapkan kesadaran penuh alias mindfulness. Hal ini bisa dilatih hingga menjadi kebiasaan. Selayaknya overthinking yang katanya juga terbentuk karena kebiasaan, walau itu bukan pilihan atau keinginan kita. Kita cuma terbiasa membiarkan pikiran berlebih hingga menjadi kebiasaan.

6. Sadari jika diri enggak sanggup lagi menghadapi overthinking itu sendirian. Segera cari bantuan, bisa dengan curhat kepada orang terdekat,  guru mengaji atau ustadz/ah, bahkan psikolog dan psikiater.

7. Sadar kalau kita manusia lemah dan pasti butuh Allah, bahkan di setiap waktu.

    Poin ke 7 ini sebenarnya harus diterapkan sejak awal dan di setiap kesadaran (poin 1 sampai 6) ya sahabat. 

    Karena kita memang butuh Allah yang bisa membuat kita sadar sama kondisi diri, memahami diri, serta mendapatkan solusi dan terbebas dari si overthinking ini. Ya, hanya Allah juga kan yang bisa menyelesaikan setiap masalah dan tahu yang terbaik untuk kita.

    Jadi saat pikiran mulai keruh dan hati gelisah, segera ingat Allah, istighfar. Lalu minta Allah bantu dan mampukan diri untuk menghadapi dan mengatasi ke-overthinking-an yang dialami. Minta juga didekatkan dengan orang-orang baik yang bisa memberi support dan pengantar solusi dari-Nya.

    Serahkan pada Allah semua yang bukan menjadi ranah kuasa kita dan menjadi penyebab overthinking terjadi, seperti, 

- Kegagalan dan kesalahan di masa lalu yang enggak mungkin bisa diputar kembali, 

- Keadaan di masa depan yang kita enggak tahu dan engga bisa kita jangkau,

- Menjaga secara utuh diri dan orang-orang terdekat dari keburukkan apapun. Ya enggak akan mampu kita, karena memang yang bisa lakukan itu hanyalah Allah. 

- Pikiran dan prasangka orang lain yang enggak bisa kita baca dengan pasti dari jarak terdekat sekalipun. Penilaian orang lain (termasuk komentarnya) pun bukan ranah kita, ranahnya orang itu dan hanya Allah yang bisa membalikkan dan melembutkan hatinya, lalu mengubahnya.

    Penilaian yang penting kita perhatikan juga seharusnya adalah penilaian Allah ya, bukan manusia yang bisa saja salah dalam menilai. 

    Kemudian minta sama Allah juga agar kita bisa fokus pada ranah kuasa diri, memikirkan apa yang penting dan perlu dipikirkan.


Dampak Overthinking

    Kondisi overthinking memang perlu  ya diatasi. Karena jika dibiarkan, akan menimbulkan dampak buruk bagi penderitanya terutama. Baik itu mengganggu produktifitas dan kualitas hidup, serta mengganggu kesehatan mental maupun fisik.

    Ya, overthinking jika tidak diatasi dan dibiarkan berlarut-larut bisa membuat diri jadi insecurestress, depresi dan menghadirkan penyakit mental lainnya.

     Selain itu, overthinking juga membuat penderitanya mengalami gangguan pencernaan, terkena penyakit jantung, bahkan kalau parah bisa sampai mengalami kerusakan otak. 

    Walau ada kalanya kondisi overthinking bisa memberi dampak yang positif  juga ya sahabat. Diantaranya adalah, 

- Membuat diri menjadi lebih mudah untuk berintropeksi, 

- Membuat diri lebih peka dan waspada pada keadaan, 

- Bahkan bisa juga memacu diri untuk melakukan yang terbaik. Ya, pada kondisi tertentu perasaan cemas dan takut yang hadir karena overthinking justru bisa jadi pemecut yang menggerakkan diri. Walau enggak selalu begitu dan pada tiap orang akan berbeda-beda.

     Humm... Itu dia pembahasan ilmair seputar overthinking, berdasarkan kesimpulan saya dari berbagai referensi dan pengalaman. 

Ya, saya juga sebenarnya seorang overthinker sahabat :'). Sedikit kisah ke-overthinking-an diri ini pernah saya tuangin di buku antologi terbaru saya, 'Patah untuk Tumbuh'. - Buat sahabat yang sudah pesan terima kasih ya, ditunggu testimoninya kalau sudah baca 😊. Buat sahabat yang mau ikut nulis bareng buku antologi, saya punya event-nya, bisa langsung ke kontak ilmair ya 😊. 


     Semoga artikel ilmair kali ini bisa memberikan manfaat dan inspirasi untuk sahabat semua ya, aamiin.

    Sahabat sendiri bagaimana? Pernah atau sedang mengalami kondisi overthinking juga? Sudah bisa mengatasinya? Boleh share di kolom komentar ya. 

Sumber referensi: Pengalaman pribadi, webinar kesehatan mental, satupersen.net, orami.co.id

Translate