"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

Hidup Itu Pilihan, Bebas Terbatas dengan Segala Konsekuensinya

     Hidup Itu Pilihan - Sahabat ilmair juga pasti setuju kan dengan hal itu? Karena memang dalam hidup ini kita semua diberikan begitu banyak pilihan ya oleh Allah, didampingi dengan apik oleh ketetapan-Nya dan menghasilkan dampak atau konsekuensi juga tentunya.

    Ya, bisa dibilang bebas terbataslah hidup kita di dunia ini. Di satu sisi ada hamparan kesempatan yang bebas untuk kita pilih dan kendalikan, sementara di sisi lainnya ada juga yang membatasinya, sesuatu yang bukanlah ranah kuasa kita. Iya, itu dia yang namanya ketentuan dan ketetapan Allah, termasuk takdir untuk kita yang sudah tercatat di lauful mahfuz.

    Setelah bergulat bebas dengan pilihan, akan ada si konsekuensi juga yang menanti kita. Setia dia menunggu deh pokoknya, enggak akan bisa dihindari. Walau bentuk dan waktunya terkadang pada tiap orang bisa berbeda ya. Ada yang segera tuh si konsekuensi dirasakan langsung setelah kita mengambil sebuah keputusan (memilih), ada juga yang ditunda nanti, tergantung sama penilaian-Nya ya tentu. Adilah pastinya kalau itu.

    Seperti saat kita terbangun di pagi hari tadi misalnya, bebas kita memilih mau melakukan apa saat membuka mata. Mau membaca doa bangun tidur dahulu atau langsung asyik dengan si handphone? Bengong saja di atas kasur, membaca buku atau bangun dan melangkah ke kamar mandi? Sholat atau tertidur saja lagi? Ya, terserah kita deh bebas mau ngapain, tapi bermanfaat atau enggaknya waktu yang digunakan itu adalah bagian dari dampak yang harus diterima, plus ada pertanggung jawaban juga ya yang menanti kita di depan

    Terus ... kalau misalnya kepala ini tiba-tiba rasanya sakit cenut-cenut, atau pintu kamar macet enggak bisa dibuka, atau air di kamar mandi mati enggak mengalir. Nah, itu dia keadaan yang terjadi tanpa kita bisa memilih alias takdir ya.

     Walau terkadang, bisa juga si takdir ini merupakan dampak dari perbuatan kita sebelumnya atau justru perbuatan orang lain.

    Kalau ngomongin soal perbuatan orang lain, itu masuknya ke dalam ranah yang bukan kuasa kita juga ya. Enggak bisa bebas kita mengatur orang lain mau ngapain, termasuk ketika orang itu mau berpikir dan bersikap baik atau buruk sama kita, ya, terserah dan pilihannya orang itu ya. Sedangkan kita, masih bisa bebas memilih lagi, mau merespon setiap takdir yang datang itu seperti apa.

    Ya, sama juga seperti orang lain yang bebas mau bersikap dan berpikir apa, kita pun begitu. Lalu dampak dan konsekuensinya tentu harus masing-masing diri terima pada akhirnya.

     Apapun yang datang dan masuk ke dalam hidup, entah itu orang, masalah, kesempatan dan hal lainnya, merupakan bagian dari takdir, enggak bisa sesukanya ya kita atur, tapi bisa kita pilih bagaimana memaknainya dan bersikap dalam menghadapinya.

     Walau ada kalanya kita juga bisa memilih sebelumnya, akan menuju ke arah mana langkah ini. Sehingga nantinya akan dipertemukan dengan apa dan siapa. Walau bukan kita juga akhirnya yang menentukan, hanya berusaha memilih, hasilnya bukanlah ranah kita. 

    Ah, luas ya sebenarnya pembahasan soal pilihan di dalam hidup, karena di setiap sudut kehidupan ini pilihan akan selalu ada.

    Dalam urusan menjemput rezeki saja misalnya, kita bebas ya memilih mau berikhtiar seperti apa, walau takarannya pada tiap diri  sudah Allah tetapkan. Enggak pernah kita tahu itu besaran keseluruhannya berapa, karena ranah kita cuma pada usaha, bukan pada hasilnya. 

    Ya, usaha bisa saja kan ya menghianati hasil, enggak akan selalu sesuai semuanya, karena hidup juga merupakan ketikdakpastian. Rezeki tiap orang saja berbeda, maka sekalipun usaha yang dilakukan oleh dua orang itu sama, hasilnya bisa saja berbeda, tergantung takdir yang ditetapkan oleh Allah juga kan ya?

    Walau pastinya Allah itu adil, enggak akan terlewat dalam menilai setiap usaha kita. Pasti enggak akan meleset semua takdir yang Allah telah tetapkan. Pas sesuai sama apa yang seharusnya diterima oleh setiap orang. 

    Rencana Allah pasti lebih baik ya dari rencananya manusia. Dia yang paling tahu apa yang terbaik bagi setiap orang dan seluruh kehidupan di dunia. Setiap keadaan dan kejadian, seperti pertemuan dan perpisahan, masalah dan kebaikkan hidup, kesenangan dan kesedihan, semuanya sudah tepat diijinkan-Nya terjadi sesuai dengan yang seharusnya terjadi. 

    Walau ada bagian dari ketetapan-Nya yang merupakan dampak dari perbuatan (pilihan) manusia. Lalu manusia jugalah yang akan mendapatkan konsekuensinya (mempertanggung jawabkan pilihannya), terutama yang abadi nanti di akhirat. 

    Humm ... Jadi kalau kita mau mendapatkan hasil baik dalam setiap pilihan yang kita ambil di dalam hidup, ya, yang harus kita perhatikan adalah bukan sekedar kemauan kita saja ya suka-suka. Namun, harus berkaitan juga dengan maunya Allah, ridho-Nya. Hingga dampak (konsekuensi) yang baik pun kita dapatkan.

    

     Setuju sahabat? Menurutmu gimana nih soal hidup adalah pilihan? Pernahkah kamu galau dalam memilih? Pilihan apa yang telah diambil dan berdampak besar dalam hidupmu? Sharing di kolom komentarnya boleh banget ya.  


*Ah, akhirnya saya pun memilih untuk update ilmair lagi nih setelah sekitar lima minggu ini sempat absen. Hihi tema "pilih" dari komunitas blogger 1minggu1cerita pun saya pilih.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menginspirasi sahabat semua aamiin

Translate