"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

Kebenaran Sejati dan Logika Manusia...

Serangkaian kata terkadang menggambarkan makna jiwa saat terucap atau tersirat, namun kadang entah pula diujung mana makna itu bersembunyi. Seperti puisi, curahan hati penulisnya pasti, tapi apakah bisa terlukiskan persis semakna dengan jiwa pembacanya atau orang lain, dengan penulisnya sendiri, tentu semua hal tergantung Sang Maha Tahu segala (Allah SWT), menyampaikan pada pikiran tiap manusia segala hal didunia ini pada siapa dan bagaimana, semua adalah ketentuanNya, karena kebenaran dan hidup manusia adalah ketentuan Allah SWT merupakan kuasa Ilahi Ilah . Sementara manusia sendiri dapat tercetus dalam pikirannya akan apapun adalah bukan semampunya diri, tapi tentu karenaNya yaitu Allah SWT. Karena kebenaran sejati hanya berada di genggamanNya (Allah SWT).

Setiap hal yang difikirkan dan dirasakan oleh manusia sebagai sebuah kebenaranpun masih tidak sempurna kepastiannya. Namun bukan suatu alasan untuk tidak meyakini apapun, karena hidup adalah sebuah pilihan, termasuk dengan pilihan untuk meyakini sesuai yang melekat di jiwa. Agama salah satu contohnya, di bumi ini beragam agama telah diyakini oleh berbeda jiwa, semua orang dapat saja berkata bahwa agama yang dianutnya adalah yang paling benar namun kebenaran agama yang paling benar hanya di tanganNya. Manusia hanya dapat dibantu oleh pemikiran (logika) dan nurani serta fakta-fakta ketika menentukan keyakinan, serta Tuhanpun selalu memberikan berbagai hal yang membuat manusia berjalan dijalanNya, itu pasti, karena Tuhan sayang pada makhlukNya. Namun apakah manusia dapat meraba hal itu atau tidak, tergantung hati manusia, dan Iman tentunya, dan terutama tergantung RidhaNya. Dan semua itu bertumpu pada kebaikkan, kepositifan hati dan fikiran manusia juga, adilkah jika kenegatifan dan keburukkan membawa kebenaran, tidak bukan? Walau siapapun manusianya jika Tuhan izinkan dapat saja menerima kebenaran, dimana manusia itu dibukaan pintu hati dan fikirannya.

Namun jika disandingkan dengan apa yang terjadi pada pribadi, tentu yang paling tahu keadaan sebenarnya (kebenaran) diri dibandingkan orang lain adalah diri sendiri... apa yang dialaminya, dilaluinya, dilakukannya, adalah hal yang teramat penting dan menjadi rahasia pribadi pada masing-masing diri yang dalam tiap detiknya adalah berjuta hal, karena ada jutaan gerak dalam tiap waktu dalam hidup manusia. Dan tetap Tuhan yang lebih tahu segalanya, karena Tuhan itu bahkan sedekat urat nadi kita, Dialah yang lebih tahu diri kita dari pada diri kita sendiri.

Semua hal di dunia ini biasanya diukur dari logika manusia, namun adakalanya manusia dapat berkata tidak berlogika pada suatu hal, karena manusia selalu mengukur logika adalah apa yang sampai pada fikirannya itu teraba dan nyata di depan mata. Padahal bukankah adanya Tuhan saja tidak teraba dan nyata di depan mata? Tapi Tuhan itu ada, dan memang nyata dan berlogika. Karena adanya dunia dan alam semesta serta makhluk di dalamnya adalah logika akan adanya sang Maha yang menciptakan yaitu Tuhan. Begitupun dengan takdir (jodoh, kematian dll) atau qhada dan qhadar, tidak sampai logika manusia tuk menentukan dan memastikan (sepasti-pastinya, dan sebenar-benarnya), tapi Tuhan pasti telah menggariskanya.. Maka kebenaran sejati tidak selalu harus diukur dengan logika dalam pemikiran manusia, tapi pasti berlogika dalam kuasa Tuhan dan tercurah pada pemikiran manusia tergantung keridhaanNya dan izinNya.

Saya sendiri bukanlah manusia yang berada pada titik kebenara sejati, bahkan masih jauh dari kesempurnaan kepositifan dan bukan pula orang yang memiliki iman yang tinggi. Maka masih perlu belajar meraba hati dan fikiran untuk semua kebenaran.. bagaimana dengan tulisan saya kali ini pendapatmu? Share kritiknya di blog ini...

Profesi, diri dan kehidupan

Di dunia ini begitu banyak profesi hidup dan pekerjaan yang bisa dijalani oleh setiap manusia untuk melengkapi hidupnya, memanfaatkan waktu, beraktivitas dan tentu saja menafkahi hidup. Jika kita hubungkan profesi-profesi itu dengan diri maka sesungguhnya setiap manusia dapat menjadi apapun untuk dirinya sendiri, dapat menjalani berbagai macam profesi sekaligus untuk hidupnya. Diantaranya adalah dokter, manusia itu adalah dokter untuk dirinya, dimana ia harus mampu menentukan resep obat untuk mengobati penyakit-penyakit dirinya, seperti penyakit yang bersarang di hati dan pikiran, ataupun jalan keluar yang merupakan obat dari penyakit bernama masalah. Selain itu manusia juga adalah seorang insinyur yang membangun pondasi diri hingga menjadi bangunan jiwa yang kokoh dan indah dalam karya perilakunya. Manusia juga seorang nahkoda kapal yang harus mampu menjalankan kapal kehidupannya, dalam mengarungi samudera hidup, hingga berada pada arah yang tidak membuatnya karam tetapi sampai di pelabuhan kebahagiaan hidup dan cita. Dan manusia juga seorang petani, yang menanam benih perilaku dan tindakan serta pemikiran dan keputusan sehingga dapat memetik buah kehidupan pada akhirnya, yang semuanya tergantung dari apa yang ditanam dan dilalui dalam prosesnya sehingga memperoleh hasil yang diinginkan. Manusia itu juga seorang astronot yang akan pergi ke ruang angkasa luar diri, kemudian mendarat di planet-planet unik manusia lainnya dengan cinta dan hubungan social. Semua manusiapun adalah guru, yang harus mampu mengajari diri tentang kehidupan dengan berkaca pada pengalaman atau apapun yang ada di dunia ini untuk membuatnya menjadi bertitel S.M.B (sarjana manusia berkualitas) yang memiliki potensi. Selain itu manusiapun adalah seorang pilot yang harus mampu mengendalikan angan, asa dan cita dan menyeimbangkan baling-baling dan mesin tindakan agar asa, angan, cita bersesuaian dengan usaha, tidak melayang jauh hingga terlepas kendali dan jatuh tanpa kendali. Manusia juga seorang koki yang selalu punya cita rasa tinggi untuk meraba nurani, kesempatan, potensi diri, peluang, dan mampu membuat atau mengolah semua bahan kehidupan menjadi hal-hal yang berguna dan memberi manfaat dan kebahagiaan. Manusia juga selalu menjadi penulis, yang setiap harinya menorehkan tinta-tinta kehidupannya dengan beragam warna perilaku dan sikap serta mengahasilkan berjuta buku amalnya setiap waktu. Manusia juga adalah presiden, yaitu orang yang memimpin dirinya menjadi apa, yang semuanya tergantung bagaimana ia memimpin hati, fikiran dan perbuatannya. Dan masih banyak lagi profesi-profesi yang dijalani semua manusia untuk dirinya, maka ketika manusia itu telah berhasil menjalankan profesi-profesi itu untuk dirinya dengan menjadikannya manusia berkualitas, maka manusiapun dapat menjalani profesi-profesi itu secara sosial.

Untuk menjadi manusia sukses secara sempurna meraih semua titel kehidupan (S.M.B tadi) dan sukses menjalani semua profesi diri (menjadi ahli kebahagiaan) dalam kehidupan tentu sulit, saya sendiri bukanlah orang yang telah bisa mencapainya... 

Bagaimana denganmu? Sudahkah berada pada kesuksesan itu? Share di blog saya tentang semua profesi diri dalam kehidupanmu yang pernah kau lalui, atau yang kau cita...

Translate