"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

Yang tiada berbatas

Di dunia ini rasanya semua hal memiliki batasan, terutama bila berkaitan dengan yang manusia miliki. Yang abadi dan tiada batasan sempurnanya tentulah apa yang dimiliki ALLAH SWT serta seluruh kasih sayangnya pada hambaNya. Hidup manusia di dunia berbatas, karena hidup di dunia itu fana, tidaklah abadi... Dan yang dimiliki manusiapun terbatas, seperti rizki (kaya dibatasi kemiskinan), kesehatan(sehat dibatasi sakit), kemampuan (manusia tentu tidak selalu mampu dalam setiap bidang kehidupan), akal pikiran(ilmu yang dimilikipun terbatas, otak manusiapun terukur dan berbatas), daya dengar, dan daya pandang/lihat (ada batasan tertentu dimana manusia tidak dapat mendengar dan melihat) dll.. Maka semua hal di dunia hampir semuanya berbatas, termasuk dengan keinginan dan asa harus dibatasi dengan jangkauan yang tersampai, hak harus dibatasi dengan kewajiban dll... Namun dari semua hal yang berbatas itu, ada 2 hal seharusnya dimililiki manusia yang tiada berbatas... dan apakah itu? 2 hal itu adalah kesabaran dan rasa syukur, S2 yang diperlukan dalam hidup dan sebelumnya juga telah ilmair posting di DUIT dan S2. Sebuah inspirasi hidup positif dalam postingan ilmu air kali ini tentang sabar dan syukur yang seharusnya tiada berbatas…

Sering di ucap oleh banyak bibir ketika menghadapi berbagai hal di dunia ini sebuah kalimat ‘kesabaranku ada batasnya’. Padahal sesungguhnya dan semestinya yang bernama ‘sabar’ itu tiada batasnya (bukan si Sabarudin, atau Sabarinah lho ^_^... tapi kesabaran dalam hati manusia). Karena manusia dalam hidup pasti berjuta kali akan menghadapi masalah, dan setiap bertemu dengan masalah itu pasti dibutuhkan kesabaran... Dari masalah kecil ataupun besar. Dan jika kesabaran itu tidak ditetapkan dalam diri, tentu kerugian yang pasti didapati, contoh kecilnya, berkendara di jalan, ketika supir tidak sabar, maka akan seradak-seruduk yang bahkan bisa menimbulkan kecelakaan dan lain-lain. Walau terkadang tiada mudah tentu menetapkan kesabaran itu, saya sendiri juga bukan orang yang telah sempurna menetapkan kesabaran dalam diri... bagaimna denganmu?

Selain sabar, hal yang tiada berbatas juga adalah rasa syukur pada Ilahi Rabbi. Dalam setiap keadaan, susah ataupun senang, manusia semestinya selalu dan selalu memiliki rasa syukur. Syukur disini tentu bukanlah hanya sebuah kalimat ‘ALHAMDULILLAH’ apalagi jika diucapkan setelah melakukan hal yang salah, itu siyh bukan bersyukur, tapi khufur namun berselimut kalimat syukur. Atau bukan pula mensyukurin orang yang terjatuh atau berduka juga tentunya. Karena yang bernama syukur itu juga berarti bahwa manusia tetap meneguhkan Imannya pada sang Khalik dalam kondisi apapun bukan? Dan selalu mengingat Allah, melakukan amalan yang baik, menjalankan perintah agama dengan baik, serta termasuk didalamnya berterimakasih pada ilahi rabbi atas karunia yang di beri dalam hidup. Dan rasa syukur itu harusnya dimiliki dengan tiada batasnya oleh tiap diri manusia... walau kesusahan dan kesedihan melanda, mengingat Allah dan tetap meneguhkan Iman serta terus berikhtiar adalah salah satu bentuk syukur juga. Apalagi bahwa pandangan kebawah itu juga biasanya tiada berbatas, maksudnya adalah tidak ada manusia yang sempurna susahhhh sekali, ketika menatap kebawah tentu ada yang lebih susah. Seperti seorang yang buta, maka ia bersyukur karena tidak buta sekaligus tuli... Oang yang buta dan tuli, ia bersyukur karena tidak buta,tuli dan pincang... Orang buta, tuli dan pincang, bersyukur karena tidak buta, tuli, pincang dan lumpuh... Dan orang yang buta. tuli, pincang, dan lumpuh, bersyukur karena ruh masih di jasad... Dan batasan semuanya pada akhirnya hanyalah kematian. Sementara dalam hidup syukur tentu tetap tiada berbatas, begitupun dengan kesabaran...

Contoh lainnya juga dengan musibah yang terjadi di bumi pertiwi ini, seperti bencana gempa di Tasikmalaya dan gempa di Sumatera, setiap jiwa terutama yang mengalaminya perlu menetapkan kesabaran dan tetap bersyukur tanpa khufur pada Ilahi Rabbi dalam menghadapi musibah tersebut...

Dalam menatap masalah diri sendiri dalam cermin, terkadang tidaklah mudah menjadi pribadi yang begitu sempurna dalam menetapkan kesabaran dan rasa syukur hingga tiada berbatas, namun dalam asa terucap semoga diri ini dan setiap jiwa diberikan selalu kesabaran dan rasa syukur selalu oleh Allah SWT bergelung dengan keimanan padaNya yang tinggi... amin... share pendapat dan inspirasi hidup positifmu di postingan blog ilmu inspirasi air kali ini...

Hari sumpah pemuda dan inspirasi

28 Oktober atau tepatnya hari ini, merupakan spedial day bagi seluruh rakyat Indonesia, karena di hari ini diperingati sebagai hari sumpah pemuda… dimana seluruh pemuda Indonesia telah berikrar untuk menjaga persatuan tanah air, bangsa, dan bahasa… Dan kali ini saya ingin memposting tentang Hari Sumpah Pemuda dan Inspirasinya dalam kehidupan…

Sumpah pemuda itu sendiri berbunyi:

• kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
• kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
• kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Sudah berpuluh tahun lamanya ikrar itu terucap, namun apakah segenap jiwa masih mematri ikrar tersebut dalam dada, khususnya bagi putra dan putri Indonesia, dan merealisasikannya dalam hidup?
Karena seharunya Hari Sumpah Pemuda ini Tidak hanya sekedar gegap gempita anniversary-annya saja yang tercuat, namun seperti mengalirnya air Inspirasi hidup positif harus selalu dapat dipetik dari setiap hal, termasuk special day ini… Dan menurut pendapat saya siyh, sebagai orang yang berada di usia muda dengan sepenuh tenaga dan spirit hidup yang masih dikandung badan, maka haruslah:
• mencintai Tanah Air Indonesia, menjaga Tanah kelahiran, melestarikan alam, serta kekayaan yang terkandung di dalamnya. Jangan sampai Tanah Air Indonesia itu dijarah dalam berbagai bentuk oleh bangsa lain, baik itu wilayah teritorial (Negara Malaysia pernah memasuki perbatasan wilayah perairan beberapa bulan lalu contohnya), kekayaan alam dan hasil bumi (jangan sampai investor asing dan negara lain mengambil alih dan mengontrol perekonomian hingga kekayaan milik bangsa yang sebagian dari alam itupun terjarah—maka stop neoliberal! ^_^)… Atau jangan pula alam ini dibiarkan rusak (diantaranya dengan membiarkan perkembangan kecanggihan technologi tidak terkontrol sehingga menghasilkan radiasi dan dampak negative hingga merusak alam)… dan lain-lain…
• mencintai Bangsa, banyak hal bentuknya seperti dengan menjaga keutuhan persatuan bangsa, menjaga setiap ikatan silahturahmi sesama bangsa, menjaga kebersamaan dalam menghadapi berbagai masalah yang terjadi dalam hidup, menjaga saling respect (menghargai antar sesama manusia, hasil karya cipta, kebudayaan/ warisan budaya bangsa, dan produk karya bangsa,), dan menghapus segala kenegatifan bersosialitas terutama dengan satu bangsa dan lain-lain…
• mencintai bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan… di zaman kini tentu telah banyak bahasa yang tercampur baur dalam pergaulan, sosialitas.. seperti bahasa asing dan bahasa gaul/ sehari-hari, ataupun juga bahasa daerah (yang terkadang juga masih menjadi jurang pemisah berkomunikasi sesama bangsa), dan kesemuanya itu dapat mengikis kecintaan terhadap bahasa Indonesia yang baku dan benar yang telah mempersatukan bangsa ini… Semestinya setiap diri tidak menyepelekan bahasa persatuan, karena bahasa itu sendirikan sebagai alat komunikasi yang juga dapat mempengaruhi kebersamaan bertanah air dan berbangsa satu… Boleh saja melestarikan bahasa daerah, atau mempelajari bahasa asing, dan juga mengikuti pergaulan yang ada, namun bahasa pemersatu bangsapun janganlah terlupakan… ya ga?

Tentu tiada yang sempurna di dunia ini, maka walau apapun yang terjadi di bumi pertiwi, dan dengan begitu banyak hal yang mesti dibenahi dalam hidup berbangsa dan bernegara… Setiap jiwa terutama yang masih muda mesti menjaga persatuan (dan janganlah baru terantuk kesadaran akan persatuan itu, disaat musibah, seperti gempa, Tuhan kirimkan).. setiap jiwapun mesti menjaga kecintaan terhadap hak milik (termasuk tanah air, bangsa, dan bahasa)… karena bukankah semua yang dimiliki manusia di dunia adalah amanah dari sang Maha Pemberi karunia, Allah SWT… Disamping kemudian ikhtiar perbaikkan menuju lebih baik dan legih baik lagi yang juga mesti dilakukan…
Bagaimana menurutmu postingan blog Ilmu inspirasi air tentang Hari Sumpah Pemuda? Dan inspirasi hidup apa lagi yupz yang dapat dipetik dalam special day kali ini? Share pendapatmu di blog ini jika berkenan yupz…

lirik lagu parasit dan inspirasi bagi kehidupan

kali ini saya ingin memposting lirik lagu parasit dan inspirasi bagi kehidupan dalam pandangan saya...

lirik lagu : parasit by gita gutawa

petir membangunkanku
dari mimpi burukku
selama ini ku hanya terperangkap
dalam medan magnetmu

baru kusadari
kau seperti parasit
minta ini itu
kau minta padaku dengan semaumu

cukup sudah
ku kini mulai gerah
ku perlu oksigen
untuk aku bernafas
tanpamu..


**pergi kau keujung dunia
dehidrasi di gunung sahara
hilang di segitiga bermuda

pergi kau keluar angkasa
hipotermia di kutub utara
hilang di samudera antartika
dan jangan kembali

mulanya malu-malu
lalu jadi benalu
minta ini itu
kau minta padaku
dengan semaumu

cukup sudah...
kupun mulai naik darah
ku s'perti bom atom
yang siap meledak
kar'na-mu...

kau memang parasit...
parasit..
minta dibayarin
minta ditraktirin
minta dianterin
minta dijemputin
minta ditelfonin
minta di-sms-in
minta di beliin


Lagu parasit-nya gita gutawa ini termasuk lagu yang bearoma pelajaran sekolah, dari kata-kata liriknya aja ada bahasa-bahasa biologi, geologi, kimia, fisika, dll...
Parasit... mungkin kalau gita gutawa sendiri menciptakan karyanya ini untuk insan kepada insan, bisa teman, atau pacar-pacaran... dan ekspresi anak muda.. klu untuk hal itu siyyhh sebaiknya masing-masing diri berkaca (jadi hanya tiap diri dan Tuhan yang tahu pernah atau ga jadi parasit dengan sesama manusia)... saya hanya mencoba untuk tidak men-judge, stop judge sebelum berpegang pada cermin diri dulu deyhh yup, tuk semuanya... ^_^

Klu saya ga mau bahas itu, tapi saya ingin bahas sedikit tentang lagu ini dalam kaca mata yang umum.. inspirasi hidup positif yang lebih luas... (just share inspirastion, isyaallah tanpa berniat mengambil hak makna pencipta lagu ini lho yup ^_^)... Menurut saya semua manusia itu parasit... merasa ga? klu saya merasa... entah terkadang atau selalu... pada siapa? pada penciptanya... Tuhan yang maha kuasa... Allah SWT... ini juga mestinya siyhhh tiap diri juga berpegang pada cermin diri yang panjangg...

Mungkin Tuhan tidak pernah menganggap makhluk-Nya parasit, karena apapun yang makhluk-Nya perbuat tidak akan mengurangi KEMAHA-AN Tuhan... apapun yang Tuhan berikan tidak akan memiskinkan Tuhan, apapun yang manusia lakukan tidak akan memperkaya Tuhan... Tuhan itu selalu memberi pada manusia, semetara manusia memang tidak akan mampu memberi juga tentunya pada Tuhan... Bahkan terkadang manusia malah sering meninggalkan Tuhan, padahal sering minta dibayarin dosa-dosanya, ditraktirin hidup dengan kebahagiaan, dianterin pada mimpi dan harapannya, dijemputin rizqinya, di telfonin dan di sms-in (klu punya asa, impian dan berdo'a minta dijawab, dikabulkan, tanpa modal, bahkan terkadang tanpa do'a, usaha, iktiar, bersyukur dan kesabaran), sering pula minta dibeliin pahala, dibeliin semua kesenangan sama Tuhan...

Itulah manusia... parasit... padahal klu Tuhan bilang 'KUN FAYA KUN' bisa aja manusia di "simsalabim adakadabra" ada di ujung dunia, dehidrasi di kutub utara, hilang di segitiga bermuda, atau pergi ke luar angkasa, hipotermia di kutub utara, hilang di samudera antartika, Tuhan juga dapat saja menarik seluruh oksigen di dunia, walau tentunya Tuhan ga butuh oksigen untuk bernafas, tapi manusia bisa saja dijadikan tanpa oksigen di bumi... siapa pula yang dapat menempatkan manusia seperti lagu itu selain Tuhan? manusia tidak akan bisa.. paling hanya kata dan asa hiperbola kepada insan oleh insan.. seperti, pergi aja sana... tanpa bisa mebuat benar-benar pergi...

manusia.. manusia... bahkan perlu kaca panjang pada tiap diri untuk menyadari betapa kecilnya manusia dihadapan Tuhan... gunung berapi meledak atas kuasa Tuhan, bahkan bisa juga dunia meledak melebihi bom atom (kiamat).. Jadi segala bencana yang terjadi di bumi seharusnya dapat dijadikan kritik... perenungan atas perbuatan manusia terutama terhadap penyepelean imannya, pada Tuhan, sebelum kiamat tiba... setuju ga? share inspirasimu di blog ilmu inspirasi air yupz...

Hari mencuci tangan pakai sabun sedunia

Kali ini saya ingin memposting tentang special day yaitu ‘hari mencuci tangan pakai sabun sedunia’, yang tepatnya di peringati pada tanggal 15 Oktober kemarin... Dari browsing-browsing di jang google dan baca di wikipedia, dituliskan bahwa hari itu merupakan kampanye global yang dicanangkan oleh PBB bersama organisasi-organisasi lainnya, yang bertujuan untuk mengurangi tingkat kematian balita, dan pencegahan terhadap berbagai penyakit yang berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia... Pengumuman penunjukkan tanggal 15 Oktober sebagai ‘hari mencuci tangan dengan sabun sedunia’’ tersebut sudah dari tahun 2008 kemarin, yaitu pada Pertemuan Tahunan Air Sedunia (Annual world water week), tanggal 17-23 Agustus di Stockholm... Beriringan dengan ditetapkannya tahun 2008 sebagai Tahun Internasional Sanitasi oleh Rapat Umum PBB... Kampanye tersebut atas inisiatif dari PPWH , Public Private Partnership for Handwshing (Kemitraan Swasta dan publik untuk cuci tangan) dan didukung oleh PBB...

Positif sekali yup kampanye global tersebut, yang memobilisasi jutaan orang untuk mencuci tangan dengan sabun dan tentunya mendorong tiap orang untuk menjaga kesehatan dirinya... Dan hal itu tentu akan berdampak positif juga untuk kesehatan global... Hal yang selalu disepelekan dan dianggap kecil namun memberikan dampak positif yang besar... karena klu menjaga kesehatan diri saja tidak bisa bagaimana menjaga kesehatan bumi dan kehidupan ini... ya ga? Apalagi tangan adalah bagian tubuh yang penting juga dalam menjaga kesehatan, dimana tangan adalah sebuah media yang akan membawa zat-zat untuk memasuki bagian dalam tubuh manusia... Dan tentunya penting sekali menjaga kebersihan tangan, dan secara umumnya penting juga menjaga kebersihan diri dan hidup... Karena kebersihan sendiri juga adalah sebagian dari Iman bukan? Berarti bahwa menjaga kebersihan itu juga merupakan bentuk dari menjaga keimanan... iya ga?

Disaat bumi terutama pertiwi ini lagi bergelung dengan berbagai masalah, dan kontrofersi dari musibah gempa, kontrofersi kedatangan miyabi, penyebaran video penganiayaan pelajar oleh pelajar di tasik, penggerebekan yang menewaskan kelompok yang terlibat peristiwa pengeboman, serta diantara kesibukan pemerintah dalam pembentukkan kabinet... Maka 'special day mencuci tangan dengan sabun sedunia’ seharusnya dapat menginspirasi hidup positif dan membenturkan setiap kepala untuk ingat akan pentingnya kesehatan, apalagi beberapa bulan lalu penyakit A-H1N1 sempat menjadi pandemi... Bukan hanya sekedar berlalu saja ‘hari mencuci tangan dengan sabun’ itu maka kesehatan-pun dilupakan untuk dihargai... Dan inspirasinya juga bukan hanya pada kesehatan fisik saja, tapi juga kesehatan batinpun harus bisa selalu terbasuh oleh sabun kebaikkan, keimanan pada Sang Khalik... jangan seperti sebagian umat muslim yang berjalan meniti hari tanpa menoleh pada bulan suci yang telah berlalu, hingga yang tersaji dalam kehidupanpun tidak seapik saat bulan penuh afwah Ramadhan itu hadir... Tinggal cermin panjang saja yang harus kembali dipajang pada tiap diri...

Bagaimana denganmu saat ‘hari mencuci tangan dengan sabun sedunia’ kemarin? Inspirasi hidup positif apa yang kau dapatkan? Dan apa pendapatmu tentang postingan ilmu air kali ini? Share komentarmu yup jika berkenan...

lebih baik cepat tetapi salah daripada lambat walaupun benar (part 2)

Di postingan yang lalu, saya tulis tentang kalimat seorang motivator yaitu “lebih baik cepat tetapi salah daripada lambat walaupun benar”, namun saya bahas sebelumnya pada sudut kesalahan yang negatif… kali ini akan saya tulis bahwa kalimat seorang motivator di televisi tersebut seharusnya memang terkadang digunakan oleh manusia dalam hidupnya… memetik inspirasi hidup positif dari kalimat “lebih baik cepat tetapi salah daripada lambat walaupun benar” menurut pendapat saya :

•Manusia itu dalam hidupnya seharusnya memang bersegera, dalam mengambil keputusan, menentukan niat, dan bertindak, dan itu yang dimaksud dengan kata ‘cepat’ pada kalimat ‘lebih baik cepat tetapi salah’.. Sementara hasil dari bersegera dalam berikhtiar tadi, Allah SWT yang tentukan, dan jika tidak sesuai dengan yang dicitakan, tidak tepat dari yang seharusnya dicapai, itulah yang dimaksud dengan kata ‘salah’ … Dan ‘salah’ dalam arti tersebut tidak mengapa, karena manusia memang tidak sempurna… Sementara jika seperti di postingan yang lalu, yaitu ’cepat’ dalam arti tergesa-gesa hingga tanpa mempedulikan lurusnya niat, keputusan yang baik, dan tindakan yang positif, serta ‘salah’ dalam arti menghancurkan, atau tidak sesuai kaidah agama, tidak sesuai hukum, negatif... tentu tidak dapat dan tidak baik kalimat ’lebih baik cepat tetapi salah’ itu digunakan… Maka yang seharusnya adalah ’lebih baik cepat menyadari kesalahan dan kemudian cepat pula memperbaiki diri, daripada lambat menyadari kebenaran, kalau menyadari kebenaran saja lama apalagi menyadari kesalahan (terutama kesalahan diri)…’

•Sementara ‘lambat walaupun benar’ adalah menyia-nyiakan waktu, walaupun karena ingin benar hasil diakhirnya. Dan pemikiran-pemikiran yang lama tanpa tindakan itu, seperti khayalan-khayalan yang tanpa wujud, karena tidak ada ikhtiar, namun harapan akan hasil yang baik diingini… Atau pikiran sibuk membayangkan berjuta kegagalan, sehingga lamban pula bertindak, atau justru berakhir pada keengganan bertindak… Dan hal ini tidak seperti pada berfikir yang direnungkan, diperhitungkan, kemudian dipustuskan hingga keputusannya benar dan tepat, namun kelamaan… atau bukan pula contohnya jika seorang supir tidak tergesa-gesa dan tidak melanggar tata tertib sehingga selamat sampai tujuan... Tetapi ’lambat walaupun benar’ yang ‘tidak lebih baik dari cepat tetapi salah’ ini adalah jika supir justru lama bahkan untuk menyalakan mesin kendaraanya, lama memutuskan untuk menginjak gasnya, lama untuk maju pada posisi kendaraan melaju dengan baiknya... bahkan walaupun dalam pikirannya ia akan sampai pada tujuan, dan kalaupun memang sampai di tujuan, rambut sudah ubanan mungkin…

•Maka memang lebih baik cepat atau bersegera dalam memutuskan untuk berfikir dengan sebaik mungkin, kemudian cepat atau bersegera mengambil keputusan yang tepat, dan cepat atau bersegera dalam luruskan niat serta cepat atau bersegera dalam bertindak dan berikhtiar menuju yang dicita dengan sebaik mungkin, daripada lama atau menyia-nyiakan waktu untuk berfikir kelamaan, berkhayal ingin yang terbaik, tanpa sungguh-sungguh mengambil keputusan, meluruskan niat, dan tanpa berikhtiar dan bertindak sama sekali…

Bagaimana postingan ilmair kali ini? Share pendapatmu dan inspirasimu yup...

lebih baik cepat tetapi salah daripada lama walaupun benar (part 1)

Saya pernah tonton di televisi seorang motivator berbicara tentang “lebih baik cepat tetapi salah daripada lama walaupun benar…” Saya mungkin orang yang tidak pintar mencerna kalimat itu… dan menjadikannya inspirasi hidup positif... karena sebelumnya tidak mengerti maksudnya sama sekali… Karena jika dipandang dari satu sudut, setiap hal itu membutuhkan pemikiran… dan tidak ada istilah pemikiran cepat tapi salah dan asal-asalan itu lebih baik dari pada berfikir lama, direnungkan, diperhitungkan, kemudian dipustuskan dan keputusannya benar dan tepat….

Atau contoh kecilnya tentu kalimat itu tidak dapat digunakan ketika seorang supir mengendarai kendaraanya… apakah cepat tetapi menyaalahi tata tertib lalu lintas itu lebih baik dari lambat tapi tidak melanggar, atau cepat tapi salah belokan stir, salah injak rem jadi injak gas, dan akhirnya nabrak itu lebih baik dari lambat tapi jalannya selamat…

Dalam hal apapun sepertinya tidak bisa bukan.. jika orang memilih yang cepat tetapi salah, dalam arti cepat = tergesa dan salah = negatif, misal seorang ingin mendapatkan penghasilan yang cepat yaitu mencuri… dan itu cepat, tapi salah… Dan kalimat diatas itupun tidak bisa di pegang ketika seorang dokterpun misalnya cepat menganalisa, menyatakan (memfonis) penyakit pasien lalu salah memberi obat. Tidak bisa pula seorang insinyur arsitek cepat menghitung pondasi bangunan berapa tetapi salah dan bangunan yang jadi ambruk Tidak bisa juga seseorang hakim cepat memutuskan sebuah perkara dan salah mengetukkan palunya serta melakukan tindakan hukuman yang salah. Tidak bisa pula seorang koki memilih cepat memasukkan semua bahan kue dan salah urutan hingga kue bantat, atau malah pewarna kue yang semestinya dimasukkan malah salah dan masukan cat, jadi racun kuenya… Dan tidak bisa pula seseorang memilih cepat untuk menjudge negative orang dan cepat menghakimi tanpa bukti, dan cepat juga mengahancurkan hidupnya kemudian kesalahan demi kesalahan fatal akan di temui di akhir… Atau seseorang yang cepat menaikkan emosinya tapi karena terdorong emosi itu kalimat menyerta dengan semerta-merta hingga salah bersikap… Bahkan jika itu diletakkan pada kondisi yang teramat gawat dan mengejar waktu, seperti ketika seorang penjinak bom harus menentukan kabel yang harus diputus pada bom, apakan keputusan cepat tapi salah itu jauh lebih berarti daripada lama habis waktu pula, dalam kasus ini sih rasanya tidak ada kata lama dan benar… karena cepat walau salah dan lamapun akan hancur berkeping…

Dan yang paling baik tentunya lebih baik cepat dan tepat dari pada salah dan lama (dan keputusan disaat tergawatpun membutuhkan harapan cepat dan tepat, atau pandangan positif cepat dan tepat... bukan cepat tetapi salah....). walaupun karena manusia itu tidak ada yang sempurna, maka apa yang lebih baik? Tentu bukan sebuah pilihan cepat tapi salah lebih baik daripada lama walaupun benar.... jika kecepatan yang dimaksud adalah ketergesaan dan kesalahan itu adalah hal-hal negatif...

Maka kalimat “lebih baik cepat tetapi salah daripada lambat walaupun benar” itu akan diletakan pada kasus apa? Atau apa maksudnya lebih baik cepat menyadari kesalahan, kemudian cepat pula memperbaiki diri, daripada lambat menyadari kebenaran, kalau menyadari kebenaran saja lama apalagi menyadari kesalahan (terutama kesalahan diri)… menurut kamu bagaimana? Share pendapat dan inspirasimu di blog ilmu inspirasi air… di postingan selanjutnya akan saya bahas tentang penggunaan kalimat tersebut dari sudut yang lain dan inspirasinya…

gempa di Sumatera barat dan spirit hidup “Jangan Menyerah”

Dalam posting kali ini saya tuliskan peristiwa bencana alam gempa di Sumatera barat dan spirit hidup “Jangan Menyerah” bagi jiwa-jiwa yang sedang berduka karenanya....

Inalilahi wa inalilahi rajiun.... musibah itu kembali menghampiri bumi pertiwi, pada hari Rabu, 30 September 2009 kemarin, sore hari sekitar pukul 17.15 WIB... Gempa yang mengguncang Sumatera Barat itu berkekuatan 7,6 Scala Richter... Dari berita di televisi, gempa itu berdurasi sekitar 1 menit, namun telah mengakibatkan berpuluh, bahkan ratusan jiwa melayang, ratusan rumah rubuh dan juga terbakar, hotel rubuh, dan luka fisik dan batin-pun tersisa bersama isak yang me-miris-kan hati...

Hmmh... lelah hati rasanya menyaksikan berbagai masalah dan peristiwa di bumi pertiwi... dari berbagai bencana alam seperti gempa, pandemi penyakit, bom, jatuhnya pesawat dan lain-lain menghampiri setiap lembar hidup manusia di bumi yang sudah semakin tua ini... Dan kala menatap diri pada berbagai masalah diri, satu hembusan syukur mestinya tetap terpatri kala diri tidak berada di TKP... begitupun dengan empati...

Bersama do’a yang kembali terucap dari empati diri, semoga hamba Allah Swt yang telah meninggal dalam bencana alam Gempa di Sumatera Barat amal dan ibadahnya di terima disisi Allah, dan bumi ini bangkit semakin baik bersama spirit manusia yang masih tersisa di bumi bersama kesabaran, serta setiap jiwa mendapatkan hikmah dari berbagai masalah hidup termasuk bencana gempa ini... amin... saya tulis pula sebuah lirik lagu dari band ternama, semoga dapat menjadi spirit hidup, dan inspirasi hidup positif :

Jangan Menyerah (by d'masiv)

tak ada manusia...
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali..
segala yang telah terjadi
kita pasti pernah..
dapatkan cobaan yang berat
seakan hidup ini...
tak ada artinya lagi

syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik

Tuhan pastikan menujukkan
kebesaran dan kuasaNya
bagi hambaNya yang sabar
dan tak kenal putus asa

jangan menyerah...
jangan menyerah...
jangan menyerah..

pecahnya lempengan bumi memang telah membuat berbagai daerah bergetar oleh gempa, diantaranya gempa di Tasikmalaya dan kini gempa mengguncang Sumatera Barat, namun spirit hidup “Jangan Menyerah” mesti terpatri tanpa pecahan.. Agar setiap hamba Allah jangan menyerah untuk selalu mengingat dan mendekat pada sang Penguasa Hidup (Allah SWT) dengan ibadah dan do’a, Jangan Menyerah untuk berusaha dengan baik atau ikhtiar dalam hidupnya, memperjuangkan hak hidup yang telah dianugerahkan oleh Allah dengan perbaikkan menjadi semakin dan semakin baik, jangan menyerah untuk menata diri dan hidup, serta memajang cermin panjang, dan juga jangan menyerah untuk menjemput hikmah... Walau cobaan berat menerpa dalam hidup namun sesal tiada berarti jika dibandingkan spirit serta keimanan pada Allah yang tetap terpatri dalam hati... Karena di dunia ini tidaklah ada yang sempurna, termasuk manusia dan kehidupannya, hanya perbaikkanlah yang layaknya di bangun bersama spirit hidup yang tidak pernah teputus bersama kesabaran...

Dari setiap jiwa yang tidak mengalami musibah gempa tersebut mungkin hanya do’a yang dapat diberi sebagai empati, selain jika mampu maka terulur tangan dan raga, serta sebagian pemberian yang mungkin tiada seberapa dibandingkan yang telah terlepas dari milik... Namun sejuta atau bahkan setriliun do’a jika terucap untuk kedamaian, kebaikkan hidup yang dipintakan pada Allah SWT, disertai dengan spirit dan ikhtiar menata diri dan hidup kembali menjadi lebih baik, mungkin kan menggetarkan Rahmat-Nya untuk dicurahkan pada hambaNya dengan kebahagiaan yang terbaik... amin...

Share pendapatmu dan inspirasimu tentang postingan ilmu inspirasi air kali ini...

Translate