"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software
Home » » lebih baik cepat tetapi salah daripada lambat walaupun benar (part 2)

lebih baik cepat tetapi salah daripada lambat walaupun benar (part 2)

Di postingan yang lalu, saya tulis tentang kalimat seorang motivator yaitu “lebih baik cepat tetapi salah daripada lambat walaupun benar”, namun saya bahas sebelumnya pada sudut kesalahan yang negatif… kali ini akan saya tulis bahwa kalimat seorang motivator di televisi tersebut seharusnya memang terkadang digunakan oleh manusia dalam hidupnya… memetik inspirasi hidup positif dari kalimat “lebih baik cepat tetapi salah daripada lambat walaupun benar” menurut pendapat saya :

•Manusia itu dalam hidupnya seharusnya memang bersegera, dalam mengambil keputusan, menentukan niat, dan bertindak, dan itu yang dimaksud dengan kata ‘cepat’ pada kalimat ‘lebih baik cepat tetapi salah’.. Sementara hasil dari bersegera dalam berikhtiar tadi, Allah SWT yang tentukan, dan jika tidak sesuai dengan yang dicitakan, tidak tepat dari yang seharusnya dicapai, itulah yang dimaksud dengan kata ‘salah’ … Dan ‘salah’ dalam arti tersebut tidak mengapa, karena manusia memang tidak sempurna… Sementara jika seperti di postingan yang lalu, yaitu ’cepat’ dalam arti tergesa-gesa hingga tanpa mempedulikan lurusnya niat, keputusan yang baik, dan tindakan yang positif, serta ‘salah’ dalam arti menghancurkan, atau tidak sesuai kaidah agama, tidak sesuai hukum, negatif... tentu tidak dapat dan tidak baik kalimat ’lebih baik cepat tetapi salah’ itu digunakan… Maka yang seharusnya adalah ’lebih baik cepat menyadari kesalahan dan kemudian cepat pula memperbaiki diri, daripada lambat menyadari kebenaran, kalau menyadari kebenaran saja lama apalagi menyadari kesalahan (terutama kesalahan diri)…’

•Sementara ‘lambat walaupun benar’ adalah menyia-nyiakan waktu, walaupun karena ingin benar hasil diakhirnya. Dan pemikiran-pemikiran yang lama tanpa tindakan itu, seperti khayalan-khayalan yang tanpa wujud, karena tidak ada ikhtiar, namun harapan akan hasil yang baik diingini… Atau pikiran sibuk membayangkan berjuta kegagalan, sehingga lamban pula bertindak, atau justru berakhir pada keengganan bertindak… Dan hal ini tidak seperti pada berfikir yang direnungkan, diperhitungkan, kemudian dipustuskan hingga keputusannya benar dan tepat, namun kelamaan… atau bukan pula contohnya jika seorang supir tidak tergesa-gesa dan tidak melanggar tata tertib sehingga selamat sampai tujuan... Tetapi ’lambat walaupun benar’ yang ‘tidak lebih baik dari cepat tetapi salah’ ini adalah jika supir justru lama bahkan untuk menyalakan mesin kendaraanya, lama memutuskan untuk menginjak gasnya, lama untuk maju pada posisi kendaraan melaju dengan baiknya... bahkan walaupun dalam pikirannya ia akan sampai pada tujuan, dan kalaupun memang sampai di tujuan, rambut sudah ubanan mungkin…

•Maka memang lebih baik cepat atau bersegera dalam memutuskan untuk berfikir dengan sebaik mungkin, kemudian cepat atau bersegera mengambil keputusan yang tepat, dan cepat atau bersegera dalam luruskan niat serta cepat atau bersegera dalam bertindak dan berikhtiar menuju yang dicita dengan sebaik mungkin, daripada lama atau menyia-nyiakan waktu untuk berfikir kelamaan, berkhayal ingin yang terbaik, tanpa sungguh-sungguh mengambil keputusan, meluruskan niat, dan tanpa berikhtiar dan bertindak sama sekali…

Bagaimana postingan ilmair kali ini? Share pendapatmu dan inspirasimu yup...

2 sharing inspirasi :

  1. Kalimat ini hanya untuk kalangan tertentu bisa paham terutama yang mendengarkan secara langsung keseluruhan yang diterangkan motivator, bagi kebanyakan orang (saya) tidak nyambung kalau tidak dijelaskan ! Jadi alangkah baiknya pakai kalimat sederhana dan umum yang bisa diterima semua orang, biar tidak jadi salah paham !

    ReplyDelete
  2. Biar lambat asal selamat, jadi ga begitu laku nih?!

    ReplyDelete

Silahkan share saran, kritik, ilmu, inspirasi positifmu di ilmair. Berkomentarlah dengan bijak. Spam akan saya hapus..
Terimakasih..

Translate