"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

Terjebak oleh fikiran sendiri dan prasangka

Manusia itu diberi otak oleh Tuhan, dan menjadikan manusia itu lebih baik dari makhluk Tuhan lainnya. Dengan otak itulah manusia bebas berfikir, karena manusia itu memang diberikan hak untuk berfikir, walau pasti hak berfikir itu tentu dibatasi oleh kewajiban berfikir yang baik, kalaupun kewajiban fikiran manusia itu dilanggar, itu juga hak manusia untuk menentukan fikirannya, namun Tuhanpun berhak atas permintaan tanggung jawab manusia atas fikirannya masing-masing (alias Tuhan pastikan meminta manusia bertanggung jawab atas fikirannya masing-masing). Dan pelanggaran atas kewajiban manusia itu berfikir baik, tentu akan membawa manusia pada situasi terjebak oleh fikiran sendiri dan prasangka. Kenapa saya katakan ‘tentu’? Karena manusia itu kan meyakini setiap hal dalam hidupnya sesuai dengan apa yang difikirkannya, dan ketika kerasnya hati membuat manusia tetap teguh dengan keyakinannya, maka ketika manusia itu berfikir salah, selama itu pula ia akan bersikap sesuai keyakinannya yang salah. Dan kenapa saya bilang terjebak oleh fikiran sendiri dan prasangka? Karena yang memilki hak atas fikiran manusia itu ya dirinya, dan setiap manusia itu harusnya bercermin dahulu sebelum kemudian memandang pada faktor-faktor selain dirinya, dan karena penentu keyakinan manusiapun adalah diri manusia itu sendiri, apalagi yang namanya prasangka, itu ada dalam otak manusia karena keinginan manusia itu sendiri bukan?

Contoh sederhananya adalah keyakinan beragama (dalam hal ini saya tidak mau membahas panjang tentang hal itu, karena hak meyakini agama adalah hak asasi, namun tentu kebenaran sejati agama yang paling benar tentu di sisi Tuhan, dan jika ternyata manusia telah berkeyakinan agama yang salah, maka manusia itu adalah manusia yang terjebak dengan fikiran sendiri dan prasangkanya terhadap agama). Contoh lainnya adalah orang yang menilai sesuatu tanpa tanggung jawab, dalam hal ini maksudnya adalah orang yang setelah menilai suatu hal kemudian begitu yakin dengan penilaiannya tanpa bisa menunjukkan kebenarannya, padahal tidak pernah pasti kebenaran sejatinya, itu adalah penilaian tanpa tanggung jawab, belum pasti tapi merasa paling pasti, dan orang seperti ini juga tentu adalah orang yang terjebak fikiran sendiri dan penilaian serta prasangkanya terhadap sesuatu.

Kalau setiap manusia telah merasa pasti dengan apa yang difikirkan dan disangkanya, tentu menjadi hak pribadi masing-masing, dan ‘silahkan masing-masing berfikir sesuai yang diinginkan’. Namun tentu dari kebebasan berfikir itu ada tanggung jawab, dan setiap diri manusia juga harus menunjukkan kepastian secara pasti apa yang difikirkannya. Dan jika orang sudah merasa telah berfikir dan melakukan hal yang benar, maka keseluruhan perbuatannya seharusnya benar sesuai agama dan nurani secara utuh.

Apakah dibenarkan oleh agama manapun orang yang berprasangka? Dalam islam sih sebagian prasangka itu dosa. Memang rasanya tidak mudah meluruskan tiap fikiran untuk selalu positif, bahkan pada Tuhan sekalipun. Tapi diatara hal yang membuat sesak adalah berfikir dengan begitu yakin pada suatu yang sesungguhnya salah, dan berprasangka buruk terhadap apapun (yang ternyata entah apapun kenyataanya, entah itu benar atau salah) juga sungguh menyesakkan dada, karena bergelung dengan fikiran yang buruk adalah seperti tercekat pada fikiran-fikiran buruk selanjutnya. Dan sesak inilah salah satu keadaan dimana manusia terjebak dengan fikiran sendiri dan prasangka.

Apakah tidak merasa sia-sia karena telah bersikap sesuai keyakinan, fikiran dan prasangkanya jika apa yang diyakini, difikirkan, dan diprasangkai ternyata salah, atau ketika hanya sibuk dengan apa yang diyakininya secara buruk tanpa ilmu (entah kebenaran sejatinya, wallahualam, tapi ketika manusia itu telah mengimani prasangkanya, tentu setiap keputusan, ucap, sikap dan fikirannya selanjutnya adalah sesuai dengan prasangkanya itu, dan selama itu pulalah hidup manusia kan berjalan sesuai fikirannya sendiri dan prasangkanya, dan ketika kenyataannya tidak sesuai itulah yang menggambarkan bahwa manusia itu pasti terjebak oleh fikiran sendiri dan prasangka)

Seperti ketidakpastian hidup yang terkadang membawa manusia kepada kesalahan-kesalahan, maka satu-satunya yang terbaik adalah menyerahkan semua hal termasuk fikiran pada yang Maha baik, Maha benar, Maha kuasa, Maha adil, Maha pemegang kebenaran sejati, dan Maha diantara Maha dan siapa lagi kalau bukan pada Tuhan. Karena Tuhan pulalah yang mempunyai hak ketentuan dan ridhoNya apakah manusia itu di beri jalan lurus atas fikirannya atau tidak.

Semoga saya dan semua manusia lainnya bukanlah manusia yang terjebak dengan fikiran sendiri dan prasangka, dan bersia-sia dalam hidup… amin…

Pengajar ahli kehidupan

Dalam hidup di dunia manusia tentu selalu diberikan masalah atau persoalan oleh Tuhan, karena hidup adalah perjalanan dari masalah satu ke masalah lainnya. Dan dengan masalah itu pulalah manusiakan belajar, belajar mengenai hidup, dan pastinya belajar menjadi lebih baik. Dan tentunya dalam hal ini manusia itu mestinya belajar dengan ahlinya, dengan pengajar ahli kehidupan, yang dapat mengajari manusia hingga mampu menjalani kehidupannya dan menghadapi serta menyelesaikan persoalan atau masalah hidup secara baik, dan juga yang dapat memberikan inspirasi hidup positif.

Rasanya memang mesti manusia dalam hidup itu belajar dengan ahlinya. Dan mungkin tidak sulit untuk mendapatkan ahli pengajar kehidupan yang berkualisifikasi bagus, jika semua berpegang pada Iman tentunya, dan juga menempatkan setiap hal pada yang semestinya.

Kalau begitu, siapa ya pengajar ahli kehidupan itu? Kalau menurut saya sih, yang utama adalah Allah SWT, yang tentu pengajarannya melaui Kitab Suci Al-Qur’an yang dicipta sebagai pedoman hidup. Lalu kemudian Rasulullah SAW, yang saat ini tentu melalui tauladan dari hadist serta sunahnya, (Kalau beliau masih hidup, beliaulah manusia yang langsung menjadi pengajar ahli kehidupan yang paling baik dan berkualitas). Pengajar ahli kehidupan lainnya adalah diri sendiri melaui pengalaman hidup dan cermin diri, serta sikap diri yang selalu mengambil inspirasi positif dari setiap hal (pondasinya tentu keimanan—selalu bersumber pada Allah SWT). Lalu Orang lain, terutama yang sudah mengalami pelajaran berharga dalam hidup, bentuknya berupa nasehat; Atau orang tanpa pengalaman namun diberi pemikiran yang baik untuk di share juga dapat pengajar ahli kehidupan. Pengajar ahli kehidupan juga adalah orang-orang yang ahli dalam bidangnya masing-masing, seperti jika mempunyai masalah dengan bidang hukum, maka membutuhkan bantuan dari ahli hukum, kalau menyangkut agama berarti ahli agama, ahli sunah, dan lain-lain sesuai bidangnya masing-masing. Walau rasanya tetap tidak mudah menjadi siswa pelajar kehidupan yang baik, dan tidak mudah juga menjadi pribadi yang dapat dikatakan sebagai pengajar ahli kehidupan tersebut, saya sendiri rasanya belum mampu.

Dan semua pelajaran-pelajaran hidup itu tentunya harus selalu online dan terloading secara mudah ke otak, fikiran dan hati manusia. Walau mungkin setiap hal ikhtiar hidup itu terkadang sulit dan berat, namun Tuhan itu pastinya memberikan setiap hal pada manusia sesuai kemampuan manusia, bahkan terkadang Tuhan memberikan karunia kebahagiaan (bonus) hidup secara gratis, maka harusnya manusia dapat belajar kehidupan secara benar, dan mampu menjadi sahabat jiwa, waktu dan hikmah dengan baik. Ya ga?

Postingan ini sebenarnya ditulis karena terinspirasi oleh sebuah situs online dan sebelumnya pernah saya posting, tapi kemudian saya simpan di draf blog saya sementara, dan sekarang saya posting kembali dengan beberapa editing, semoga setelah di edit menjadi lebih baik dari sebelumnya… Dan saya juga memepersilahkan bro dan sis yang mengunjungi blog saya untuk sharing ilmu, inspirasi positif, kritik, dan komentarnya di blog ilmu inspirasi air ini…

Satu-satunya yang pasti di dunia adalah ketidakpastian

Dunia huruf elektrikpun tercipta kala jari ini ingin menghentak di atas keybord komputer, hingga sayapun dapat memposting sebuah tulisan di blog ilmu inspirasi air kali ini tentang ‘satu-satunya yang pasti di dunia adalah ketidakpastian’.

Sebenernya tulisan ini tertuang setelah saya membaca sebuah novel yang kini telah menjadi sebuah novel best seller, yaitu ‘5cm’ by Dhonny dirgantoro, beberapa bulan yang lalu. Dari novel tersebut saya mendapatkan sebuah inspirasi hidup, bahwa satu-satunya yang pasti di dunia adalah ketidakpastian (bagi manusia tentunya..). Hal tersebut tentu selain dari kepastian Allah SWT dengan segala kemahaanNya yang pasti.. ---- Kalau dalam novel yang saya baca, pembahasan tentang ketidakpastian itu ditarik juga dari sebuah teori relativitas Einstain, yang berhubungan dengan energi, masa, kecepatan dan tentu saja satuan waktu. ----

Hidup itu berikatan dengan yang namanya waktu, dan yang namanya waktu itu bergerak atau berubah (bahkan sangat cepat), sehingga dengan bergeraknya waktu yang sangat cepat itu maka hidup di dunia itu menjadi tidak pasti (ketidakpastian ada karena adanya dimensi waktu). Contohnya, ketika seseorang bertanya :”jam berapa sekarang?” maka tidak akan ada jawaban yang pasti untuk menjawab jam berapa saat pertanyaan itu diutarakan, karena setiap detik (bahkan 1/10000000000 detik lebih) waktu bergerak, dan saat satu kata bahkan satu huruf terucap saja sudah 1/10000000 detik waktu bergerak). Dan ketidakpastian waktu itu ‘pasti’ bukan? Karena ‘waktu’ itu pasti ada dalam hidup, ‘waktu’ itu pasti bergerak, dan dengan bergeraknya ‘waktu’ itulah yang membuat waktu tidak dapat dipastikan tepatnya alias waktu adalah ketidakpastian yang pasti.

Ketidakpasitian itupun dapat ditujukan seperti manusia akan berfikir apa di detik nanti, manusia akan menggerakkan urat geraknya bagaimana kemudian, atau lebih umumnya adalah apa yang akan terjadi esok adalah sejuta detik ketidakpastian bagi manusia. Matinya manusiapun tidak pasti kapan bagi manusia, bahkan apa yang baik dan buruk, yang benar dan yang salahpun adalah ketidakpastian bagi manusia, (siapa yang benar-benar tahu secara pasti suatu hal itu benar atau salah? Rasanya tidak ada 1 manusiapun yang hingga akhir hidupnya mengetahui secara pasti kebenaran sejati dalam hidup, secara keseluruhan apalagi, karena kebenaran sejati hanya Tuhan yang pegang bukan?). Dan hal itulah yang menunjukkan bahwa ketidakpastian itu pasti, bahkan satu-satunya yang pasti di dunia adalah ketidakpastian itu sendiri.

Yupz, selain Allah SWT, dalam hidup ini satu-satunya yang pasti adalah ketidakpastian. Namun ketidakpastian itu bukanlah hal yang buruk sesungguhnya dalam hidup. Karena ketidakpastian hidup bagi manusia itu justru memberi warna dalam kehidupan, membuat hidup penuh rona, hitam, putih, atau mungkin abu-abu, adanya iman dan ingkar, baik dan buruk , dan lain-lain. Ketidakpastgian hidup itu memberi manusia berjuta pilihan dalam hidupnya masing-masing, karena jika tidak ada ketidakpastian, tentu hidup ini tidak akan memberi manusia pilihan sedikitpun. Ketidakpastian itu melahirkan berjuta pelajaran hidup dan hikmah, karena ketidakpastian itu juga melahirkan kesalahan yang seharusnya dapat menjadi guru terbaik dalam menjalani hidup lebih baik. Ketidakpastian juga yang membuat manusia bermimpi lalu kemudian berikhtiar dan berjuang menjalani semua profesinya dalam hidup Karena hasil di akhir tidak pasti bagi manusia, maka manusiakan berusaha semampunya untuk meraih semua mimpi dan asa yang ingin dicapainya. Ketidakpastian itu membuat manusia menggali semua ilmu yang ada dalam hidup. Dan yang pasti, ketidakpastian iu membuat manusia hidup. Ya ga?

Kalau menurutmu bagaimana? Saya sendiri tidak tahu secara pasti, apalagi detil, apa pendapatmu tentang tulisan saya di postingan blog ilmu inspirasi air kali ini. (Karena satu-satunya yang pasti di dunia adalah ketidakpastian… ^_^). Jadi share inspirasi dan pendapatmu yupz…

Penghargaan dan cinta

Sebelumnya saya pernah memposting tentang penghargaan dalam kehidupan dan arti cinta, kali ini saya ingin membahas tentang penghargaan dan cinta.

Jika berbicara tentang cinta, cinta yang sempurna dalam hidup di dunia ini tentunya adalah cinta Tuhan (Allah SWT) kepada makhluknya. Tiada satu manusiapun yang mampu mencintai seperti sempurnanya Tuhan mencintai makhlukNya, apalagi cinta manusiapun juga adalah kuasaNya bukan?. Dan karena Tuhan itu sang pecipta cinta yang juga Maha Pecinta, maka dengan cinta pulalah Dia menghargai manusia. Seperti bagaimana manusia di ciptakan olehNya lebih sempurna dibandingkan semua makhluk ciptaan Tuhan lainnya, adalah salah satu bentuk penghargaan Tuhan kepada manusia. Begitupun denga semua aturan hidup manusia yang termaktub dalam kitab suciNya, Tuhan ciptakan karena penghargaan dan cintaNya pada manusia.

Allah SWT tidak pernah menganiaya hambaNya, maka apapun yang diberikan pada manusia, adalah yang terbaik bagiNya untuk manusia, dan tentu karena Allah SWT menghargai dan mencintai hambaNya. Jika penghargaan dan cintaNya terkadang dianggap berat, atau bahkan buruk oleh manusia, tentu hal itu karena belum sampai ilmu dan pengertian yang penuh kepada manusia tentang maksud Tuhan memberikan suatu hal tersebut pada manusia, yang sebenarnya adalah karena Allah SWT menghargai dan mencintai manusia. Karena tidak semua yang terbaik bagi manusia adalah yang terbaik bagi Tuhan, dan yang terbaik bagi Tuhan sering dianggap buruk oleh manusia. Dan itu juga bisa berarti bahwa manusia belum mencintaiNya dan menghargai keputusan Tuhan.

Seperti masalah hidup yang Tuhan berikan dalam hidup manusia contohnya. Pasti semua masalah hidup manusia itu terjadi atas izinNya. Dan pasti Tuhan tidak mencipta dan memberikan suatu hal yang sia-sia. Maka dibalik semua masalah hidup manusia itu ada tentu ada hikmah, ada cinta atas masalah yang diberikan Tuhan pada manusia dan terjadi atas izinNya (karena Tuhan tahu secara utuh bagaimana manusia yang diberikannya masalah tersebut, dimana Tuhan mungkin ingin meningkatkan kualitas iman manusia dengan masalah, memberikan pelajaran hidup, meringankan hukum akhirat dengan memberi hukum dunia dan lain-lain). Dan tentu saja ada penghargaan dari Tuhan pada manusia dibalik setiap masalah yang Tuhan berikan, apalagi ketika manusia itu mampu menyelesaikan semua permasalahnnya tanpa keluar dari jalan lurusNya (manusia mampu bersahabat dengan hikmah atas semua masalah hidup dengan memiliki DUIT dan S2 terbaiknya).

Seharusnya sih manusia itu mampu mencintai Tuhan sepenuh hati, dan sampai batasan hati terdalam dengan mengokohkan keimanan padaNya. Dan menghargai Tuhan dalam bentuk keimanan, doa, usaha, ikhlas, sabar dan syukur, termasuk juga menghargai kehidupan yang merupakan ciptaanNya juga. Hingga hidup manusia itu seharusnya dijalani karena cinta pada Allah SWT, dan manusia mencintai apapun di dunia harus karena cinta pada Allah SWT. Bagi saya itu tidaklah mudah, apalagi jika sempurna. Tapi rasanya mesti menjadi manusia yang mampu memberikan penghargaan dan cinta pada Allah SWT. Bagaimana menurutmu? Share inspirasimu dib log ilmu inspirasi air ini yupz..

Oya terlepas dari postingan saya diatas, blog ilmu_air kali ini ingin memposting sebuah blogger award yang di berikan oleh seorang teman blogger, yaitu: laksamana embun yang memperkenankan saya memilih blogger award untuk di posting di blog saya, kemudian saya pilih blogger award yang bertema ‘award penghargaan dan cinta’ di blognya (soalnya saya langsung terinspirasi tuk menulis posting penghargaan dan cinta di blog saya--- 'penghargaan dan cinta Allah SWT terhadap makhluknya' lho ^_^):



Terimakasih yyupz Laksamana embun... Semoga dalam tiap detak hati semua blogger terparti ketulusan penghargaan dan cinta (cinta sesama dan semua manusia yang ada karena cinta kepada Allah SWT) selalu, sehingga tali silahturahmi tetap terjalin… amin..

Oya berikut komentar bro laksamana embun atas perkenanannya mempost blogger award dari blognya :

Ketika semua masalah dapat teratasi

Semua manusia pasti memiliki masalah dalam hidup, karena seperti yang pernah saya tulis, bahwa hidup adalah serangkaian dari masalah yang mesti manusia hadapi. Semua masalah hidup manusia di dunia itu tentu harus diatasi dengan ikhtiar manusia sebaik mungkin. Sehingga dengan ikhtiar yang terbaik itulah maka kelegaan, ketenangan, dan kebahagiaan dapat dirasakan oleh manusia ketika semua masalah dapat teratasi dengan baik..

Berbicara tentang masalah hidup, ada satu hal, diantara banyak hal, yang sering dijumpai manusia dalam hidupnya sebagai masalah, yaitu masalah keuangan atau finansial. Dan diantara berbagai jenis masalah keuangan, masalah yang banyak dijumpai saat ini dan banyak pula dihadapi oleh orang-orang yang hidup di kota besar adalah masalah-masalah kredit (pinjaman pada bank atau debt kolektor lainnya), permasalahan kartu kredit dan tagihannya yang bertumpuk dan mengganggu, catatan hutang kredit yang tidak tertata dan terkelola dengan baik, menghadapi penipuan kredit dan lainnya. Semua masalah kredit tersebut, tentu harus dapat diatasi dengan baik. Dan salah satu cara atau ikhtiar yang baik yang dapat dilakukan oleh orang yang memiliki permasalahan kredit adalah dengan menggunakan layanan perbaikkan kredit atau credit repair service.

Nah saya akan bahas sedikit tentang credit repair atau fix credit service, inspirasi-inpirasi hidup positif juga semoga mengalir di postingan saya kali ini. Saat saya browsing di jang google tentang fix credit atau credit repair, saya menemukan dan telah mengunjungi sebuah situs fix credit yang ada di halaman pertama google search engine, dan situs tersebut juga ingin saya rekomendasikan pada pembaca blog saya ini. Situs yang saya kunjungi itu adalah ovationcredit.com. Kenapa saya rekomendasikan situs ovationcredit.com? Karena situs tersebut memiliki beberapa kelebihan, yaitu diantaranya situs ini didirikan oleh pengacara yang keahliannya tidak dapat diragukan; tidak ada biaya pendaftaran saat kreditur sign up di ovationcredit.com alias tidak ada biaya awal; menggunakan layanan di ovationcredit itu bebas resiko; biaya yang dikeluarkan oleh kreditur dalam menggunakan layanan konselor ovationcredit.com mulai dari $37 per bulan, sementara untuk program Fast Tract-nya $25,00., cukup besar sih, tapi itu hanya untuk satu kali pembayaran. Ketika semua masalah kredit dapat diatasi dengan cepat dan baik maka tidak masalah menggunakan program Fast Tract di ovationcredit.com bukan?

Ketika saya baca di halaman depan situs layanan credit repair itu, saya juga terenyuh, dan ingin memberikan sambutan yang meriah pada situs itu (sesuai sekali dengan nama situsnya yaitu ovation = sambutan/ tepuk tangan yang meriah ya..), karena ovationcredit.com, selain membantu menyelesaikan masalah kredit juga ternyata melakukan kegiatan amal, yaitu dengan menyumbangkan sebagian pendapatan tahunannya ke banyak yayasan amal di seluruh dunia. Maka dengan menjadi pengguna layanan di ovationcredit.com, selain semua masalah kreditur dapat teratasi, kreditur juga dapat menjadi donatur pada berbagai kegiatan amal . Woow begitu berderet bukan kelebihan situs tersebut, maka coba saja kunjungi credit repair ovationcredit.com jika kamu memiliki masalah kredit, kalau perlu ajak serta pasanganmu atau keluargamu, karena ovatoncredit.com juga memberikan diskon bagi pasangan yang mendaftar bersama.

Dari tulisan saya diatas, inspirasi positif yang dapat saya petik adalah bahwa dalam setiap menyelesaikan dan mengatasi masalah hidup, manusia memang saling bergantungan dengan manusia lainnya, karena manusia itu makhluk sosial. Seperti juga seorang kreditur yang membutuhkan konselor dalam mengatasi permasalahan kreditnya. Dan seharusnya sih dalam membantu penyelesaian masalah itu tidak ada pamrih dari hati manusia, seperti ovationcredit.com yang juga bebas biaya pendaftaran, walau tentu saja ada biaya konselornya kemudian. Sementara dalam permasalahan hidup secara luasnya, maka orang yang berniat berkontribusi positif pada masalah orang lain juga akan mendapatkan pahala dan imbalan dari Allah SWT kemudian. Lalu manusia itu juga mesti bertindak sesuai keahlinya, kemampuannya, ilmunya, atau jika ada sebuah perkara maka harus diselesaikan juga oleh ahlinya, tidak bisa sembarangan atau tanpa ilmu dalam bertindak bukan. Seperti juga ovationcredit.com yang merupakan layanan jasa yang didirikan oleh pengacara, orang yang ahli dalam konseling permasalahan kredit. Dan yang utama juga adalah, manusia itu harus bisa menyisihkan sebagian hal (bisa harta, karya, tenaga) yang didapat dan dimilikinya dalam hidup untuk beramal, untuk bersedekah, untuk berzaqat, memberikan pada yang berhak, membantu yang tidak mampu, beramal di jalanNya. Dan yang terakhir adalah ketika semua masalah dapat diatasi atas izin dan ridho-Nya, dimana Allah SWT memberikan diskon-diskon pada masalah-masalah hidup manusia, manusia tidak boleh melupakan DUIT dan S2-nya secara sempurna, dalam arti melakukan do’a, usaha, ikhlas, tawakal, sabar, dan syukur yang ber-realisasi seutuhnya dalam hidup.

Pilihan yang baik, kesempatan, dan saat yang tepat

Kali ini saya ingin memposting tentang pilihan yang baik, kesempatan, dan saat yang tepat. Dan hal ini terinspirasi dari berbagai iklan lapangan kerja dan peluang kerja di berbagai media termasuk juga di internet.

Dalam hidup ini manusia selalu di berikan pilihan hidup dan kesempatan oleh Allah SWT. Namun semua pilihan dan kesempatan itu bukanlah hal yang mudah untuk di pilih dan ambil oleh tiap diri, bahkan tekadang dalam hidup itu terdapat pilihan yang menjadi dilema dalam diri manusia sendiri, begitupun dengan kesempatan, sulit di dapatnya, karena semua kesempatan yang diberikan pada manusia itu tergantung izin Allah SWT tentunya. Kalau berbicara tentang kesempatan, manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, dan menghidupi diri dan tanggungannya, tentu mebutuhkan kesempatan, sehingga manusia tersebut pada saatnya kemudian mendapatkan pekerjaan di tempat yang layak, yang menghasilkan uang halal, yang berkah dan diridhoi Allah SWT. Dan mengenai lapangan pekerjaan itu sendiri, tentu bertaburan banyak tempat yang memberikan kesempatan kerja bagi semua orang, namun terkadang ga semudah mengedipkan mata untuk mendapatkan pekerjaan itu sendiri, perlu usaha dan ikhtiar yang baik, yang gigih, dan tentu kualitas diri yang sesuai.

Saat saya browsing di google mengenai kerja dan lapangan pekerjaan, bertaburan peluang kerja di tawarkan di halaman google yang menuju berbagai situs, yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Lalu saya kemudian berkunjung pada sebuah situs climber.com, sepintas dari namanya mungkin seperti situs tempat berkumpulnya para pendaki gunung, tapi ternyata bukan, saat saya bekunjung ke halaman situs climber.com, yang saya dapatkan bahwa situs ini merupakan sebuah situs manajemen karir, dimana situs ini akan memberikan kesempatan bagi para anggotanya untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan, dan mengembangkan karirnya menjadi semakin baik. Di climber orang dapat mencari pilihan-pilihan pekerjaan yang bagus di seluruh penjuru dunia, termasuk juga lowongan pekerjaan di Indonesia.

Saat saya membaca halaman awal di Climber.com, saya menemukan sebuah keunikan, karena situs ini juga dapat dijadikan hadiah, yaitu dengan membantu orang terkasih menemukan pekerjaan yang bermakna, melalui climber.com. Hadiah disini adalah dengan memberikan orang terkasih sebuah keanggotaan atau langganan di climber.com, dan terdapat 3 pilihan dalam keanggota di climber yaitu per bulannya 29.99 dolar, per 3 bulannya 75.99 dolar hingga 199.99 dolar per tahun. Saat saya kemudian menuju halaman situs climber.com yang saya dapat adalah bahwa mungkin hadiah climber ini merupakan kesempatan yang bagus untuk diberikan pada orang terkasih, untuk dapat mengembangkan kualitas professionalitas pribadi dalam mencari karir, melalui climber.com orang juga dapat membuat sebuah online seperti Search-Engine-Optimized Career Profile, untuk membantu menunjukkan keahliannya agar perekrut dapat merekrutnya pada pekerjaan yang sesuai, kemudian climber.compun memasarkan secara ekslusif kualitas profesionalitasnya tersebut pada perekrut tenaga kerja yang ideal, dan ketika kemungkinan kesempatan bekerja belum didapat alias jika keahlian yang telah ditunjukkan ditolak perusahaan, tapi semua hal diatas merupakan hal yang sempurna untuk pengembangan karir yang unik ke depannya.

Semua hal tentu tidaklah mudah, termasuk juga dalam menentukan pilihan-pilihan pekerjaan, dan mendapatkan kesempatan bekerja. Semua hal yang ada di climber.com-pun adalah sebuah ikhtiar dan pilihan dalam mencari kerja, dan kesempatan mendapatkan perkerjaan yang sesuai tentu hanya akan didapat jika Allah mengizinkannya, namun ketika keridhoanNya hadir tentu hal akan menjadi saat yang tepat untuk mendapatkan berkerjaan yang terbaik.

Inspirasi hidup positif postingan kali ini apa? Bahwa sebagai manusia harus dapat menentukan pilihan hidup yang baik, beriktiar yang terbaik, membangun kualitas diri terbaik, dan tata semua talenta dalam catatan profile perjalanan hidup terbaik diri, kemudian tunjukan talenta diri pada dunia untuk memperoleh kesempatan hidup yang baik, dan tentunya di saat yang tepat, saat Allah SWT meridhoi kebahagiaan di dapat, impian di raih, asa di genggaman. Namun jika impian belum tercapai maka semua titian yang telah dilalui prosesnya tadi akan menjadi pelajaran berharga untuk mengembangkan hidup lebih baik.. Ya seperti poin-poin yang ada di climber.com tadi bukan? Lalu bagaimana dengan pilihan yang baik, kesempatan dan saat yang tepat dalam hidupmu?

senyum dari tulisan inspiratif

Sudah 1 tahun lebih saya ngeblog, dan sudah berpuluh bahkan mungkin ratus kali langkah elektrik membawa saya blogwalking ke blog-blog lain yang bertebar di dunia maya. Berkunjung ke halaman website yang beragam, menatap seluruh alam dunia maya yang penuh warna, membaca bermacam-macam rentetan huruf yang berjajar di setiap alenia-alenia beragam postingan blog, yang beragam pula isi dan tema-nya. Mendapatkan ilmu dan pengetahuan serta pengalaman baru dari setiap penjelajahan blogging di dunia maya.

Namun dari semua hal yang saya temukan di dunia maya, 1 hal diantara hal yang menyenangkan bagi saya adalah mendapati tulisan-tulisan nan apik, penuh keindahan seni jiwa, yang juga mengandung inspirasi hidup positif, tulisan edukatif tanpa menggurui, atau bahkan yang mempunyai ruh spirit kepositifan namun berbaur dengan polesan tinta pemberi rona garisan lembut (senyum) di bibir pembacanya. Yah menyenangkan rasanya dapat menjumpai tulisan-tulisan Anak Adam A.S yang mampu membuat senyum dari tulisan inspiratif, yang penuh ilmu kepositifan hidup.

Bagi saya sendiri rasanya menulis itu tidak mudah, tentunya yang tak mudah itu adalah menulis yang bukan sekedar tulisan. Tapi menulis yang mampu membuat senyum dari tulisan inspiratif -lah yang tidak mudah. Yang tak mudah itu adalah ketika keindahan jiwa itu mampu membagi ilmu positif hidup dalam ketulusan, dan tentu saja di saat Allah SWT mengizinkan sederetan kalimat meluncur dari fikiran seorang manusia, yang kemudian mengalir dalam tulisan yang bukan sekedar tulisan, namun tulisan inspiratif, pemberi spirit positif, atau penjitak laku yang salah, pembawa cermin diri tuk berbenah, yang sederhana, yang tentu saja dibalut kelembutan bahasa, keindahan huruf, tanpa mejerat ke tempat yang salah, namun mampu membuat senyum setiap yang membacanya.

Dan entah kemudian senyum itu maknanya, bagi tiap diri mungkin berbeda, ada yang tersenyum karena terjitak, atau ada yang tersenyum karena tersemangati, atau tersentuh dengan keindahan bahasa yang begitu bijak dan lain-lain. Namun tentunya semua senyum yang tergaris dari tulisan inspiratif tadi, bukanlah senyum hambar yang bercuka (alias senyum kecut), tetapi senyum yang tergaris secara tulus juga setulus penulisnya menulis. Dan bagi saya hal-tersebut tidak mudah, karena saya mungkin bukanlah orang yang sudah mampu membuat senyum dari tulisan inspiratif.... bagaimana denganmu?

oya, ngomongin senyum, blog ilmu_air juga kali ini tersenyum karena mendapat blogger award lagi dari nuansa pena, yang di blognya merupakan blogger award ke 32:

dan ini blogger award-na yang juga ber-tema senyum : "your blog make us smile"



terimakasih tuk nuansa pena yang telah memperkenankan saya memboyong blogger award ini ke blog ilmu inspirasi air, semoga senyum selalu terhias dalam jalinan silahturahmi para blogger, dan senyumpun selalu hadir pada setiap postingan di semua blog, termasuk blogmu ya bro.. amin... ^_^

Doa dan yang kembali pada diri

Dalam hentakan tuts keybord, ingin saya tulis tentang doa dan yang kembali pada diri manusia, semoga dapat memberi inspirasi hidup positif bagi siapapun di awal tahun 2010 ini…

Setiap perbuatan manusia tentunya akan kembali pada diri manusia sendiri, perbuatan itu termasuk ucap, tingkah laku, pikiran, kata dalam hati dll. Kali ini saya ingin sedikit bahas tentang doa. Bahwa doa yang terucap baik langsung melalui mulut maupun dalam hati tentulah sebuah hal yang diperbuat oleh manusia, gerakan ucap lidah atau hati, yang berharap pada sang khaliq (Ilahi Rabbi, Allah SWT). Menurut saya, dan dari yang saya ingat pernah saya dengar, bahwa doa manusia itu sesungguhnya akan kembali pada manusia yang berdoa sendiri, karena kalau terkabulnya atau tidak, hanya Tuhan yang menetukan, terkabulkannya cepat atau ditangguhkan nanti kemudian di dunia... atau bahkan mungkin bisa juga ditangguhkan hingga di akhirat kelak (karena kalau tidak salah juga, tidak ada doa yang tidak dikabulkan, hanya wujudnya dan waktunya tergantung Ridha dan kekuasaan Ilahi Rabbi). Namun terkadang manusia seing merasa Tuhan tiada adil dalam doa untuk diri, seperti ketika manusia yang pernah berdoa buruk bagi dirinya sendiri, saat merasa marah pada kehidupan, dan dia kemudian kan merasa bahwa Tuhan hanya mengabulkan doa-nya yang buruk saja pada dirinya, sementara ketika dia berdoa mendapatkan yang baik, rasanya sejuta waktu dirasanya tidak dijamah oleh Tuhan. Padahal sesungguhnya tentu tidaklah seperti itu bukan, karena di saat doa buruk tadi, manusia akan begitu merasakan akibat buruknya, sementara kebaikkan Allah SWT itu terkadang sulit untuk disyukuri... ya ga? Dan sepeti tulisan saya diatas, bahwa rasanya Tuhan pernah berkata dalam kitab-Nya bahwa semua doa manusia itu akan dikabulkan, hanya wujud dan waktunya adalah ketentuan dan Ridho-Nya..

Uya, bahas lagi tentang doa dan yang kembali pada yang berdoa. Alangkah baiknya bahwa setiap doa manusia pada Rabb-nya adalah hal yang bagus-bagus, karena sebaik-baiknya perkataan adalah perkataan yang baik, dan doa sendiri adalah perkataan juga. Walau termaktub juga dalam kitab suci atau hadis bahwa diantara doa yang cepat dikabulkannya adalah orang yang teraniaya yang beriman dan berakhlak mulia dalam pandangan Allah (yang mengetahui iman dan akhlak manusia sesungguhnya hanya Tuhan). Bahwa kemudian orang yang teraniaya itu mengucap doa yang buruk, karena merasa dianiaya, maka mungkin saja doa itu terkabulkan, misalnya ia berdo’a untuk membuat yang menganiaya (yang berlaku tidak baik) mengalami hal yang buruk dsb dan terkabulkan. Apa yang kemudian kembali pada yang berdo’a tadi? Adalah sebuah penyesalan, dan penyesalan itu adalah perasaan yang tiada menyenangkan, karena orang beriman dan berakhlak mulia tentunya punya hati yang terjaga kelembutan nuraninya. Sementara dengan doa yang terkabulkan tadi, itu adalah ketentuan dan hak illahi, tapi yang pastinya adalah apabila yang buruk itu terjadi pada yang telah berbuat tidak baik, maka itu adalah yang kembali pada setiap manusia atas perbuatannya, jadi dengan atau tanpa si teraniaya berdoa, akan ada hal yang akan kembali pada orang yang telah berlaku tidak baik tadi.

Begitupun dengan sejuta doa manusia lainnya, tentu akan kembali pada manusia itu sendiri. Semua hal di dunia ini hanya Tuhan yang paling mengetahui kebenarannya, maka jika ada seseorang yang merasa paling benar kemudian merasa disakiti padahal belum tentu disakiti (bisa saja salah faham dsb) atau merasa paling tahu semua hal, kemudian berdoa dengan sebuah kata “hancurkan siapapun yang salah...” , Maka jika ternyata kebenaran di sisi Tuhan si pendoa tadi justru yang salah, apa yang kemudiankan didapat oleh si pendoa jika langsung terkabulkan doanya sebelum ia menyadari kesalahannya? Atau bahkan ketika seseorang itu mungkin benar, tapi Tuhan tidak ridho atas doa buruknya, atau karena disisiNya ada hal lebih benar lagi, maka yang kemudian kembali pada pendoa adalah yang buruk juga. Maka baikknya tentulah berdoa dengan doa yang baik sehingga yang kembali pada diri juga adalah yang baik… Setuju ga?

Dalam setiap emosi diri juga mungkin terkadang terselip kalimat yang kasar (walau dalam hati)pada orang yang dirasa telah menyakiti, dan bisa jadi itupun diizinkan menjadi sebuah doa oleh sang Illahi, tapi apakah hal itu juga dapat memberikan kebaikkan dalam hidup, bagaimana dengan yang dikembalikan oleh Allah SWT pada tiap diri kemudian, jika setiap diri hanya bergelung dengan emosi? Maka kesabaran rasanya jauh lebih berarti dibandingkan mengikuti kemaran hati yang kebenarannyapun belum jelas terbentang (karena biasanya dalam tiap kemarahan bisa tersisip lintasan setan yang menutupi keridhoan Allah SWT untuk memberi kebenaranNya.. ya ga?) Walau ga bisa sempurna diri tuk berdoa sejuta kebaikkan, berucap seribu kebaikkan… Namun ikhtiar tuk menjadi bijaksana itu juga penting bukan? Menurutmu bagaimana? Share pendapat dan inspirasimu di postingan ilmu inspirasi air kali ini yupz…

Sejumput doa untuk semua hamba Allah hari ini (semoga dapat menjadi inspirasi hidup positif ^_^) : “Semoga setiap manusia diberikan kesucian dan kejernihan hati, fikir, dan sikap untuk selalu berucap, berlaku, bahkan berdoa yang baik dan terbaik, serta tentunya mendapatkan yang terbaik dari Allah SWT dalam hidup, dan dijadikan menjadi hamba yang pantas menerima semua yang terbaik dariNya…. Amin…” Happy new year 2010…

daftar isi

Silahkan baca-baca dan saling share ilmu, inspirasi hidup positif yang mengalir seperti air di blog ilmu_air, ini daftar isinya ^_^:

Translate