"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

MINTA AMPUN AKU

by D'Masiv

minta ampun aku
jika aku bersalah
mohon ampun aku
jika aku berdosa

aku bukan siapa-siapa
aku hanya manusia
yang tak lepas dari.. kesalahan..

kuserahkan hidupku padaMU
Tuhan ampuni aku
ku memohon padaMU
tunjukkan jalanMu

Postingan ilmu_air kali ini sekedar ingin menarik sejumput inspirasi hidup positif dari lirik lagu sederhana D’Masiv ini. Menurut saya lagu D'masiv di atas seperti sebuah cermin, cermin kerendahatian dan diri manusia pada Tuhannya (Allah SWT). Manusia yang merasa sebagai hambaNya, yang pasti pernah salah, khilaf, berbuat dosa (dari dosa kecil hingga besar, dari dosa yang tersembunyi maupun yang terkuak). Dan dengan kerendahhatian serta diri pada Allah SWT itupun manusia perlu  memohon pada robbnya untuk diampuni dan untuk ditunjukkan jalan lurusNya agar dijauhi dari kesalahan, khilaf, dan dosa.

Manusia memang bukan siapa-siapa kecuali dirinya adalah hamba Allah SWT. Kalau dalam shalat rasanya semua kerendahhatian dan diri manusia kepada Rabbnya serta segala permohonan itu lengkap tertuang dari takbir hingga salam. Takbir menyatakan Allah SWT maha besar, berarti merasa diri hanya manusia yang bukan apa-apa, sedangkan dalam salam juga terdapat permohonan keselamatan. Belum lagi segala yang berada dalam shalat, ada penyerahan diri manusia pada Allah SWT. Termasuk yang utama adalah dalam bacaan Al-fatihah dan sujud, dimana manusia meminta jalan lurus dalam surat utama shalat yaitu Al-Fatihah, dan manusia juga merasa tidak suci karena hanya Allah SWT yang maha suci dan hal ini terlafas dalam sujud.

Dalam postingan ini juga ada sebuah perenungan diri, yaaa... semoga dapat menjadi renungan juga bagi kehidupan, renungan bagi cermin diri tiap manusia sebagai hambaNya. Juga turut merenungi masalah dan peristiwa yang terjadi di muka bumi ini, merenungi segala macam permasalahan hidup, dari yang disebabkan oleh manusia itu sendiri, seperti tragedi Trisakti yang terjadi 12 tahun lalu (12 Mei 2008), atau yang teranyar adalah tragedi Tanjung Priuk, belum lagi beberapa keributan lainnya dari yang terjadi di daerah, di jalanan, hingga di gedung DPR yang juga menunjukkan adanya dampak negatif dari perbuatan-perbuatan manusia yang negatif. Atau juga masalah dan peristiwa dari bencana alam, musibah dan kecelakaan.

Dari kesemua masalah dan peristiwa itu, manusia seharusnya kembali bercermin, bercermin dengan segala tingkah dan perbuatannya, baik yang terkuak maupun yang tersembunyi. Sebagai manusia yang bukan apa-apa, tiada sempurna termasuk dalam hal kesucian, cermin diri itu harus dipajang dalam hati. Kemudian manusia itu harus kembali menata diri, setelah menyadari kesalahannya, memenuhi DUIT dan S2-nya dengan yang terbaik. Termasuk juga D (Doa) dengan Sholat, dan juga tentu T dalam DUIT, yaitu Tawakal pada Allah SWT, berserah diri pada Allah SWT atas jalan lurusNya, (seperti dalam bait lagu Minta Ampun Aku -nya D’Masiv). Tentu setelah DUI juga terpenuhi dengan baik dan dibarengi dengan yang tiada berbatas yaitu S2 terbaik.

Bagaimana postingan ilmu_air kali ini? Share ilmu, inspirasi hidup positifmu yha.. ^_^

Pagi yang cerah selalu ada dibalik gelapnya malam

Pagi yang cerah selalu ada dibalik gelapnya malam, begitupun dengan cerahnya kemudahan selalu ada dibalik gelapnya kesulitan. Tulisan diatas adalah merupakan kalimat inspirasi huruf P, di tag food for soul saya pada postingan lalu. Kali ini blog ilmair ingi membahas tentang hal itu.

Di dunia ini ‘pagi yang cerah selalu ada di balik gelapnya malam’, selama bumi masih berputar pada matahari sesuai ukurannya, maka sehabis malam pasti pagi. Walau terkadang ada kalanya pagi itu mendung, tapi mendung pagipun tidak pernah selamanya bukan, masih ada siang yang cerah. Dan jika siang mendung? Masih ada sore dan bahkan malampun bisa tetap cerah, walau tiada mentari jika Tuhan jadikan indah. Seperti sunset yang indah di sore hari atau kerlip bintang dan bulan yang bersinar indah tampak di langit. Apalagi mendung juga tiada selamanya murung, pelangi biasanya ada di balik hujan. Dan satu hal lagi, jika hari ini pagi tidak cerah, masih ada hari esok yang cerah, ya selama bumi masih mengintari matahari…

Begitupun seharusnya hidup, spirit hidup semestinya seperti spirit menatap cerahnya hari. Ya.. manusia itu memang harusnya belajar (belajar dan kehidupan itu memang erat), belajar dengan ilmu berputarnya hari, menggali inspirasi dan spirit dari ilmu alam semesta, ilmu kehidupan alam yang alami, disamping segala ilmu yang terhampar luas di bumi. Dan kala manusia menatap hidupnya, ia tentu akan memandang bahwa hidup itu penuh dengan kesulitan dan masalah, ya.. itu pasti, karena memang hidup adalah serangkaian masalah. Selama manusia masih hidup di dunia, pasti akan menemukan kesulitan dan masalah, dari kesulitan dan masalah kecil hingga besar. Namun ketika Tuhan mempertemukan manusia dengan kesulitan dan masalah, tentu Tuhan juga memiliki penyelesaiannya (kemudahan), hal itu juga pasti, karena Tuhan Maha sempurna, termasuk sempurna akan pemberiannya pada manusia dalam dua sisi, jadi kalau ada kesulitan dan masalah pasti adan kemudahan atau penyelesaiannya. Maka spirit hidup itu memang harus seperti optimisnya hari, dimana pagi yang cerah selalu ada dibalik gelapnya malam.

Tinggal dikembalikan pada manusia, dimana manusia itu mesti berihtiar (berusaha dengan baik sesuai jalanNya) untuk mendapatkan penyelesaian masalah hidup dan kemudahan dalam hidup. Tidak mudah.. tentu, hidup itu tidak semudah mengedipkan mata…

Bagaimana pendapatmu tentang postingan ilmair kali ini? Share pendapat, ilmu, dan inspirasi hidup positifmu ya…

Translate