"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

Jojon Meninggal Dunia

Innalillahi wa inna illaihi raji'un.. Berita duka datang dari dunia hiburan tanah air, Djuhri Masdjan sang pelawak senior yang lebih dikenal dengan nama Jojon, meninggal dunia pada usia 66 tahun, di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis, 6 Maret 2014, pukul 06:10 WIB, karena komplikasi antara penyakit asma dan jantung.

Menurut berita yang saya baca, Pa Jojon akan dimakamkan siang hari ini di TPU Kebon Pedes Bogor, dimana sebelumnya beliau akan disemayamkan di rumah duka di Sentul, Bogor.



Berita "wafatnya sang pelawak, Jojon" tentu menyisakan kedukaan bagi para pencinta seni, terutama keluarga, teman, dan kerabatnya. Walau beliau sudah aga jarang hadir di acara-acara televisi (sempat saya menontonnya di acara OVJ beberapa waktu lalu), namun tentu lawakan-lawakan beliau cukup menempel di hati para pecinta seni. Ya, Pa Jojon memang mempunyai karakter yang khas dalam lawakannya, sederhana tapi mudah mengundang tawa, bisa dibilang juga gokil (membuat orang tertawa tapi wajahnya yang inonsense atau tanpa dirinya ikut tertawa), dan rasanya semua kalangan, baik yang tua maupun yang muda juga mampu dihiburnya. Apalagi peran Pa Jojon sebagai pelawak sudah dikenal sejak tahun 1970an, dimana beliau pada saat itu dikenal bersama grup lawak yang bernama Jayakarta Group (bersama U'u (Hasanuddin), Joice (Djoni) dan Cahyono).


Perjalanan karier Pa Jojon, sang pelawak dengan ciri khas kumis mirip Charlie Chaplin dan celananya yang dipakai tinggi sampai ke perut bersama bretel ini juga tentu penuh liku. Pa Jojon yang lahir di Karawang, 5 Juni 1947 ini mengawali kariernya sebagai pemain di Reog Komwil 75 di Jakarta Timur tahun1967. Beliau juga pernah beberapa kali pindah dari satu grup lawak satu ke grup lawak lainnya, hingga akhirnya membentuk Jayakarta Group. Bahkan sebelumnya yaitu tahun 1959-1960, Pa Jojon pernah mengikuti group sandiwara yang mengadakan pertunjukkan keliling kampung, sewaktu beliau di Karawang.

Alm Pa jojon juga pernah membintangi beberapa acara dan sinetron di televisi serta film layar lebar, yaitu Santai Bareng Yuk, OKB, Tiga Dara Mencari Cinta, Apa Ini Apa Itu, Ok Bos, Barang Antik, Vina Bilang Cinta, Setannya Kok Beneran, Doa Yang Mengancam, Mau Dong Ah. Selain itu Pa Jojon juga sempat mengeluarkan album lagu pop sunda yang berjudul Pamali.

Hidup dan mati manusia memang sudah ditentukan oleh Allah SWT, kita tidak pernah tahu kapan kematian datang menjemput. Semua hal baik (terutama amal baik)lah yang berarti untuk ditinggalkan di dunia ketika waktu tuk kembali pulang kepada Sang Pencipta itu datang, yang mungkin kan melahirkan inspirasi hidup positif bagi semua orang yang mendengar atau melihatnya. Pelawak senior, Pa Jojon yang telah meninggal dunia inipun tentu menyisakan banyak kenangan baik dimata orang-orang terdekatnya, tidak pernah ada kabar miring yang terdengar tentang Pa Jojon selama beliau dikenal di dunia hiburan tanah air. Dari yang saya tonton di televisi dan baca di media, beliau dikenal sebagai suami, ayah dan kakek yang baik bagi keluarganya, juga tentu saja teman yang baik bagi orang disekelilingnya. Pa Jojon juga telah menjadi salah seorang pembawa hidayah untuk teman satu grup lawaknya yaitu, Pa Cahyono, yang menjadi mualaf pada tahun 1992.

Ya... Sang Pelawak legendaris itu kini telah berpulang ke tempat yang abadi.. Pa Jojon telah meninggalkan 1 orang istri, 7 orang anak, 6 cucu, dan seorang cicit, semoga mereka semua diberikan kesabaran, dan semoga Alm Pa Jojon diterima di sisi Allah, diampuni segala dosanya dan diterima seluruh amal ibadahnya.. aamiin.


sumber: candatawa, jakartawikipedia, news.liputan6, bloghidayah, tribunnews
foto: searching di internet

0 sharing inspirasi :

Post a Comment

Silahkan share saran, kritik, ilmu, inspirasi positifmu di ilmair. Berkomentarlah dengan bijak. Spam akan saya hapus..
Terimakasih..

Translate