"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

Waluh Hijau alias Labu Siam Ampuh Mengobati Ambeian alias Wasir

Wah waluh hijau alias labu siam yang sering dibuat sayur, ternyata kaya akan kandungan serat, vitamin, mineral dan air. Dengan kandungan gizi yang tinggi, sayuran hijau merambat ini mempunyai banyak khasiat untuk menyehatkan tubuh. Salah satu khasiat dari sayuran yang tumbuhnya merambat ini adalah mengobati ambeyeian alias wasir. Ilmair kali ini membahas tentang kesehatan dan obat alami ya brotha dan sista, semoga tulisan ilmair dapat memberi inspirasi kesehatan dan bermanfaat bagi para netter semua.



Oiya, khasiat waluh hijau alias labu siam yang ampuh mengobati ambeian alias wasir ini telah terbukti loh bro dan sist, dimana banyak orang yang telah merasakan khasiatnya (silahkan cek di google, akan ada berderet pengalaman orang tentang hal ini). Sedikit saya share salah satu pengalaman tentang khasiat waluh hijau (labu siam) dalam mengobati ambeian (wasir):
"Seseorang yang punya wasir luar (hemoroid ekstrna), sebut saja si Z, bergitu resah dengan wasir yang dideritanya, badannya juga sampai demam karena wasir sudah meradang. Duduk susah, jalan ga nyaman, hadooohh pokonya wasirnya begitu teramat menyiksanya.. Si Z-pun lalu ke dokter, dan si Z di kasih obat dengan dosis tinggi, yang kalau sehari ga diminum radang wasirnya terasa sekali. Pengobatan alternatif seperti pijat refleksi dan akupuntur plus minuman herbal juga sudah dilewati si Z, tapi ampuuun itu wasir masih saja bercokol membawa derita. Eipppsss hingga akhirnya seseorang memberi si Z sebuah resep alami yang alhamdulillah begitu mujarab mengobati wasirnya.."

Apa itu resepnya? Berikut ilmair share tentang "Resep alami mengobati wasir atau ambeian".

Resep alami mengobati wasir atau ambeian:

Bahan: 2 buah labu siam (waluh)
Alat: Parutan kelapa, saringan dan gelas

Cara:
Cuci bersih labu siam (waluh), lalu parut (dalam kondisi mentah atau belum dimasak sama sekali), kemudian saring, air sari labu (waluh) ini lalu diminum 2x sehari (pagi hari sebelum makan dan malam hari sebelum tidur)..

Insya Allah wasir (ambeian) yang di derita akan berangsur-angsur sembuh dengan minuman alami sari waluh hijau alias labu siam itu (berapa lamanya tergantung kondisi wasir yang diderita ya..)

Catatan:
- Sari waluh ini kadang membuat perut mual, jadi bagi yang punya maag agar berhati-hati. Sebenarnya selain di ambil sarinya dalam kondisi mentah, penderita ambeian atau wasir juga bisa mengkonsumsinya dalam kondisi matang (dikukus terlebih dahulu), khasiatnya mengobati ambeian atau wasir juga masih ada, tapi mungkin tidak secepat si sari waluh tadi.

Catatan Tambahan:

-Tentang wasir:

Walaupun tidak berbahaya, wasir(ambeian) merupakan salah satu penyakit yang cukup mengganggu (meresahkan) bagi penderitanya. Terlebih jika keluar tonjolan wasir di muara dubur (anus). Demikian pula ketika darah segar menetes-netes dari dubur, adakalanya mengakibatkan si penderita wasir menjadi pucat pasi.

Wasir atau hemoroid adalah membengkaknya jaringan dinding dubur (anus) yang mengandung pembuluh darah balik (vena). Penyakit ini tidak membahayakan jiwa dan adakalanya tidak menunjukkan keluhan. Berdasarkan letaknya, wasir terbagi menjadi 2 jenis, yakni hemoroid interna dan hemoroid eksterna.

Faktor Pencetus:
Pada dasarnya wasir ditimbulkan oleh tekanan rongga perut (abdomen) berkepanjangan yang mengakibatkan pelebaran pembuluh darah balik (vena) dan pembengkakan jaringan di dinding dubur. Kondisi ini biasanya dialami oleh orang yang sering mengejan, wanita hamil dan pekerja berat (angkat-angkat berat).

-Tentang Waluh

Labu siam (waluh) mengandung beberapa vitamin dan nutrisi penting lainnya. Satu setengah cangkir porsi menyediakan sekitar 17% dari kebutuhan vitamin C harian Anda. Selain itu, buah sayuran ini juga mengandung vitamin B kompleks, seperti folat sejumlah 61 mcg dan sejumlah kecil niacin, thiamin, riboflavin, asam pantotenat dan vitamin B6. Vitamin B berperan penting dalam proses metabolisme tubuh. Selain itu buah labu ini juga mengandung zat mineral seperti zat besi, mangan, fosfor, seng, dan tembaga.

Prof. Hembing Wijayakusuma pernah mengungkapkan bahwa waluh dapat mengobati tekanan darah tinggi, diabetes, menurunkan panas, dan memperlancar pencernaan. Selain itu dalam sebuah buku religi dengan tema cara diet yang baik, Ibnul Qayim Al Jauzi mengatakan bahwa waluh sangat berguna untuk orang yang sakit panas, karena dapat menurunkan panas dengan reaksi yang cepat.

Sumber: berbagai sumber, dan rewrite dari facebook admin ilmair.

Jalan Yang Terbentang di Depan Sana

Langkah kaki gontai menapaki jalan yang berdebu, kepala terasa begitu penat, dan tubuh ini juga dilingkupi berbagai rasa dari lemas, pegal dan rasa tak nyaman lainnya. Nafas tak sesak tapi juga lapangnya rongga dada tak terasa, hanya entah bagaimana oksigen yang terhirup oleh hidung ini tak mampu membuat helaan terasa lega walau tak juga tersumbat.

Berjuta tanya menyerbu di kepala, dari apa? Kenapa? Bagaimana? Siapa? Kapan? Dan berbagai tanya lainnya berkumpul menjadi satu membuat kepala justru yang terasa sesak oleh penat. Mata ini masih tertuju pada jalan yang terbentang. Tampak tak jelas didepan, entah apa yang terbentang di depan, tak mampu hati ini menebaknya. Hanya tahu waktu terus berputar, bahkan ketika kaki ini terdiampun waktukan terus berjalan.


Di antara perjalanan ini kadang mungkin tampak fatamorgana, tampak sesuatu yang indah membuat ingin berlari mendekat, tapi kemudian semu yang ada, karena nyatanya hamparan indah itu hanya bayangan semata. Namun adakalanya juga sesaat mata berkedip cahaya pelangi menghias indah di langit, nyata keindahannya tertuang, tentu itu jika Sang Maha Indah itu mengijinkan warna warni itu terlukis. Dan tentu saja itu semua hanya gambaran dari yang telah lalu, sementara jalan yang terbentang di depan, tetap masih tak jelas seperti apa, bahkan bayangannya pun tak nampak.

Jalan setapak ini layaknya jalan kehidupan, entah masa depan seperti apa, tak ada satupun manusia yang mengetahuinya. Tentu hanya Allah Sang Maha Tahu yang mengetahui seperti apa di depan sana dengan jelas. Apakah cerah berona atau hitam kelabu yang tertuang di depan sana? Tak ada satu manusiapun yang mampu menjawabnya, karena memang hanya Allah yang tahu.

Tertegun kembali pada jalanan yang terbentang, apapun yang ada di depan sana, kaki ini harus terus melangkah, karena tak mungkin terdiam saja, karena tanah belum membenamkan seluruh tubuh. Melangkah dan terus melangkah walau entah langkah kaki inikan dipertemukan dengan jalan yang seperti apa nantinya. Ya.. diri ini tak pernah tahu hingga melewatinya, hanya tahu tujuan akhir dari semua perjalanan ini, tentu adalah bertemu dengan Allah, Sang Pecipta. Dan yang diinginkan hati tentu adalah bertemu denganNya dalam keadaan terbaik, ya akhir yang baik, husnul khotimah... Aamiin ya Rob, kabulkanlah..

Jalan panjang masih terbentang, dan diri ini masih melangkah, lalu tersirat dalam hati, jika diri ini hanya hambaNya yang masih jauh dari kata sempurna, masih harus terus dan terus belajar menjalani kehidupan ini dengan baik, memahami setiap hal yang terjadi, menyadari kesalahan diri, dan ikhlas menerima semua yang Dia ijinkan terjadi walaupun itu buruk rasanya bagi diri. Dan tentu saja belajar menjadi hambaNya yang di ridhoiNya, bahkan bukan sekedar dalam beribadah padaNya atau hal-hal yang berkaitan dengan hubungan pribadi antara hamba dengan Sang Peciptanya, tapi juga dalam berukuwah yang baik dengan hambaNya yang lain.

Astagfirullah.. hanya kata itu yang bisa terucap di ujung kata....


Translate