"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

Cara Membuat Spoiler atau Tombol Show Hide di Blog

     Trik meringankan dan mempercepat loading blog - ilmair kali ini ingin sharing tentang "Cara Membuat Spoiler atau Tombol Show Hide di Blog"

     Sahabat ada yang sudah pernah pakai spoiler di blognya? Bagi agan dan aganwati pengguna kaskus pastinya kenal banget sama si spoiler ini ya, karena spoiler ini memang sering ada di thread kaskus. Iya, si spoiler itu yang biasa dipakai untuk menyembunyikan gambar atau tulisan. Bentuknya seperti tombol yang kalau kita klik maka gambar atau tulisannya baru bisa dilihat.

    Spoiler sendiri sudah cukup lama dipakai para blogger ya, pengaplikasiannya bisa di dalam postingan maupun di sidebar blog. Dan spoiler ini bisa jadi trik untuk meringankan dan mempercepat loading blog. Karena gambar disembunyikan dan tak langsung tampak di tampilan blog, jadi beban loadingnya bisa lebih ringan.

    Coba sahabat intip di sidebar blog ilmair, sebelah kiri ada tombol orange yang bertuliskan "buka" pada Setetes Karya Endah Nurzaira dan di footer yang bertuliskan "show data Blog dan Komunitas" itu dia si spoiler. 

    Untuk blogspot, perlu menggunakan kode html untuk menampilkan spoiler dan ada beragam jenis juga untuk tampilan yang berbeda.

    Terus gimana Cara Membuat Spoiler di blog? Kali ini saya share beberapa kode html dan tutorialnya ya, semoga bermanfaat ...

1. Pilih salah satu kode html berikut, lalu copy

<center><div style="border: 1px inset black; padding: 1px;"><div id="spoiler"><div><input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')['show'].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')['show'].style.display = ''; this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')['hide'].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'NAMA TOMBOL UNTUK DI HIDE'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')['show'].style.display = 'none'; this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')['hide'].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'NAMA TOMBOL SHOW LAGI'; }" style="color: #ff6600; font-size: 11px; font-weight: bold; margin: 2px; padding: 0px;" type="button" value="NAMA TOMBOL SHOW SPOILER" /><div id="show" style="border: 1px solid white; display: none; margin: 2px; padding: 2px; width: 98%;"><span style="color: #ff6600; font-weight: bold;"><div style="border: 1px solid rgb(153, 153, 153); height: 300px; overflow: auto; text-align: center; width: 270px;"><div class="separator" style="clear: both;"><div class="separator" style="clear: both;">Letakkan teks atau kode script (gambar atau video) di sini</div></div></div></span></div></div><div id="hide"></div></div></div></center>


Tampilannya akan seperti:


<div style="margin: 5px 20px 20px;"><div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"><b>Judul Spoiler</b>: <input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'NAMA TOMBOL HIDE SPOILER '; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Buka'; }" style="font-size: 12px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="NAMA TOMBOL SHOW SPOILER" /></div><div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"><div style="display: none;">Letakkan teks atau kode script (gambar atau video) di sini</div></div></div>

Kode tersebut tampilannya seperti:
spoiler:



<div style="margin: 5px;"><div class="normalfont" style="margin-bottom: 2px;"><input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'NAMA TOMBOL HIDE SPOILER'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'NAMA TOMBOL SHOW LAGI'; }" style="-moz-border-radius-bottomleft: 15px; -moz-border-radius-topright: 15px; background: none 0% 0% repeat scroll orange; color: white; font-size: 11px; margin: 0px; padding: 5px; width: 30%;" type="button" value="NAMA TOMBOL SHOW SPOILER" /></div><div class="alt2"><div style="display: none;"><div style="color: yellow; padding: 10px; text-align: justify;"><span style="color: #ff6600; font-weight: bold;"><div style="border: 1px solid rgb(153, 153, 153); height: 100px; overflow: auto; text-align: center; width: 270px;"><div class="separator" style="clear: both;"><div class="separator" style="clear: both;">Letakkan teks atau kode script (gambar atau video) di sini</div></div></div></span></div></div></div></div>

Tampilannya akan seperti:

Assalamu'alaikum sahabat semua

Semoga harimu dilimpahi kebaikkan, keberkahan dan kebahagiaan ya

Dimudahkan semua urusanmu

Diwujudkan semua mimpimu

Semoga ada cinta dan ridho Allah dalam tiap langkahmu

2. Paste kode tersebut ke postingan atau sidebar blogmu

- Pada postingan, pastekan dalam posisi "HTML view" ya

spoiler di postingan:


- Untuk sidebar ke "layout", lalu "add a gadget", klik "HTML/javascript" dan pastekan kode nya di sana, edit lalu save

spoiler di sidebar:


- Penambahan gambar di sidebar tinggal menambah kode "<img src="LINK GAMBAR" height="250" width="250" border="0"/>"

- Silahkan edit script spoiler sesuai kebutuhan dan keinginan sahabat
  • NAMA TOMBOL SHOW SPOILER : ganti kata ini dengan nama tombol spoiler sesuai kebutuhan dan keinginanmu,  contohnya seperti "ssst ada tulisan apa ya di sini" atau " klik boleh" atau "buka"
  • NAMA TOMBOL UNTUK DI HIDE : ini nama tombol untuk menutup kembali spoilernya.
  • NAMA TOMBOL SHOW LAGI: ini nama tombol ketika sudah di tutup.
  • style="color: #ff6600 : merupakan kode warna, bisa diganti warna tombol dan warna tulisan di dalam spoiler. Bisa sahabat ganti kodenya sesuai warna yang diinginkan, kodenya bisa sahabat cek di bagian warna text color di kolom postingan blogspot ya (A)
    Saya share beberapa kode warna yang umum :
     #000000 = warna hitam,
     #002fff = warna biru,
     
    #ff0000 = warna merah,
     
    #ff6600 = warna orange
    atau sahabat juga bisa pakai kata warna nya, misal "red", "orange"
  • font-size: 11px;  atau 12px  : Ukuran tulisan
  • height: 300px; dan width: 270px : ukuran kotak scrolling overflow nya
    Silahkan sahabat utak atik sendiri ya.
Gimana, mudahkan membuat spoiler di blog? Kalau ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar di bawah ya ... Happy blogging!

Jangan sia-siakan Waktu, Sibukkan Diri dengan Kebaikkan

    Waktu terus berputar ya sahabat, ia nggak pernah berhenti sejenak atau istirahat dulu sebentar hingga detiknya terdiam. Ah ... nggak mungkin juga waktu menunggu gerak diri yang lagi melambat, atau menemani kemalasan, santai-santai dulu detiknya berjalan pelan menunggu yang lagi rebahan. 

    Humm ... memangnya waktu bisa diajak kompromi? Bisik-bisik aja kita bilang, "sssst ... aku membutuhkan kamu, jalannya pelan-pelan ya, jangan cepet-cepet, jangan tinggalin aku!"

    Ish ... nggak bisa begitu kan ya? Memangnya si waktu sama seperti orang spesial yang manjain kamu? "Uhuks," ya ... slow motion-an dulu gitu, memaklumi kamu yang masih suka asik nonton drakor atau main game? Ya nggak mungkin, si waktu kan sibuk bergerak terus, diteriakin supaya berhenti juga dia nggak akan mau.

    Lalu ... saat waktu terus berjalan dan berputar, kamu masih mau mager dan duduk diam saja atau rebahan lagi sambil bergelung di balik selimut? Eh ... atau kamu justru sibuk menangisi masa lalu dan takut menghadapi masa depan ya? Rugi banget kalau begitu, waktu jadi terbuang sia-sia kan.

    Padahal kita hidup saat ini untuk bergerak ke depan, move on-lah. Boleh saja melihat ke belakang sebentar, tapi hanya untuk mengambil pelajaran. Masa lalu itu bukan untuk disesali terus menerus, karena sudah menjadi takdir yang nggak bisa diubah lagi.

    Jadi ... ayoo semangat begerak lakukan yang terbaik saat ini! Pantaskan diri untuk mendapatkan yang terbaik juga di masa depan! Yakinlah kamu pasti bisa, karena apa yang dilalui saat ini sudah tepat sesuai perhitungan-Nya, takkan melebihi batas kemampuan. Sebegitu percayanya ya Allah sama kamu, jadi jangan sia-siakan kepercayaan itu juga dong.




    Kejar mimpimu! Tapi ingat jangan hanya sebatas dunia ya, luaskan lagi pandangamu ke depan, jadikan kebahagiaan di akhirat sebagai tujuan alias goals-mu. Rugi banget kalau hanya dunia yang dikejar, lelahnya sih dapat tapi suksesnya belum tentu. Kalau akhirnya kamu bisa meraih sukses, tetap saja rasa bahagianya nggak akan bertahan lama-lama, pasti ada batasnya. Ingat loh roda hidup akan selalu berputar! Dan hei! Dunia ini fana maka janganlah terperdaya! Jika kamu hanya sibuk mengejar dunia, sama saja dengan kamu membuang waktu sia-sia.

    Maka jika kamu ingin benar-benar merasakan bahagia, ya jangan sia-siakan waktu, sibukkan diri dengan kebaikkan! Isilah waktumu dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat dan akan membuatmu bahagia sampai ke akhirat.

    Tolak ukur kebaikkan itu nggak perlu kamu lihat terlalu jauh kok, cukup dengan mengingat bahwa tujuan kita hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah. Jadi setiap hal yang kita lakukan bisa juga bernilai ibadah dan baik dimata-Nya ya, ketika niat kita adalah untuk mencari ridho Allah semata. Ikhlas ya kuncinya.

    Tapi jangan lupa untuk cari ilmu dulu sebelum beramal pastinya ya, karena amal tanpa ilmu akan sia-sia juga pada akhirnya. Jadi lengkapi kesibukkanmu itu dengan belajar ilmu syar'i juga ya sahabat, semangat!

    Terus-terus ... saat kamu melangkah nanti, kamu juga harus sudah siap ya. Karena mungkin akan ada ragam hal yang mengganggumu di depan. Dari suara-suara yang melemahkan, pandangan menelisik yang membuatmu jadi nggak nyaman, bahkan mungkin kamu akan berhadapan juga dengan hal-hal yang tak menyenangkan, disamping masalah lainnya yang bisa datang kapan saja tanpa diundang. *Ups ini jangan dianggap bayangan negatif yang membuat kamu jadi takut ya. Setiap perjalanan mengejar mimpi pasti akan ada ujiannya, rasa sakit juga biasanya ada di saat kita didorong untuk tumbuh.

    Ah, tapi jangan biarkan semua itu menghentikan langkahmu ya. Jangan biarkan energimu habis karena sibuk memikirkan hal yang mengganggu itu, sia-sia juga waktumu terbuang kalau begitu. Lihat saja sisi positifnya sambil jadikan cermin untuk berbenah diri, hadapi semuanya dengan senyuman, berikan respon yang baik, lalu sibukkan diri lagi dengan kebaikkan tanpa lupa untuk pegangan sama Allah terus.

    Yakin sama Allah, minta penjagaan pada-Nya dengan penuh, serahkan seluruh urusanmu juga kepada-Nya. In syaa Allah kamu pasti bisa melewati semua masalahmu dengan baik, perjuanganmu pun nggak akan sia-sia, asal fokus ya pada tujuan utamamu, cari ridho Allah dan kejar bahagia di akhirat.

    Humm ... ilmair lagi ingin menulis itu aja kali ini, judulnya terkesan agak kaku ya, walau isi tulisannya justru santai banget, hehe ... Apapun pandangan pembaca terhadap tulisan ini, yang penting saya harap tulisan ini bisa bermanfaat dan menginsprasi ya.

    Selamat bersibuk-sibuk ria dengan kebaikkan ya sahabat semuanya ... semangat!!




Mengubah Ide Jadi Artikel Menarik dan Viral, Jago Bikin Artikel

    Ilmair di update lagi ... humm ... harus bisa bagi waktu lagi ini saya, biar lebih konsisten posting di sini ya. Walau terkadang saat lagi sempat-sempatnya menulis, pernah juga rasanya nge-blank kehilangan ide. Atau justru sebaliknya, kepala sudah dipenuhi dengan ide, eh pas mau ngetik, kata-katanya kok ya nggak mengalir seperti yang saya inginkan. Duhh ... BT kan jadinya.

    Ah pengalaman itu juga pernah terjadi saat saya mau mengerjakan projek konten. Gemes rasanya kalau ide yang sudah menumpuk di kepala ini nggak juga mengalir. Apalagi kalau hal itu sampai membuat saya melepaskan kesempatan yang sudah datang, humm ... menyesal kan akhirnya.


    Sahabat pernah mengalami hal itu juga? Kesel ya rasanya mencari ide yang tak kujung datang, seperti menanti seseorang di ujung jalan yang tak kunjung tiba, bikin lelah ("uhuks" jangan ada yang baper, masih sabar menanti jodoh pilihan-Nya datang ya yang masih jomblo). Atau jari tuh sampai pegel banget rasanya buat ketik-hapus-ketik-hapus,  ide kok nggak mudah ya buat dikembangin. Uggh ... bikin pingin nangis.

    Padahal maunya sih ya cepat-cepat posting artikel di blog ilmair, terus trafficnya jadi naiiiik wuuuz. Humm ... kan kualitas tulisan memang nyatanya mempengaruhi traffic banget ya? Iya apalagi kalau artikelnya SEO friendly makin mantap pastinya. Ah kapan ya saya bisa bikin artikel yang menarik dan viral sampai pengunjung blog ini jadi luber?

    Eh kalau ide saya mengalir deras dan jemari ini bisa lincah banget menari di atas keyboard, hingga artikel berkualitas pun banyak dihasilkan, tentu bukan hanya blog ilmair aja yang jadi tempat terbitnya. 

    Hummm ... asiknya ngebayangin bisa kirim banyak artikel ke media cetak besar dan portal media online atau bahkan dapat job-job menulis artikel dimana-mana. Wiih laris manis tulisannya, di baca banyak orang dan bermanfaat (aamiinin dulu aja ya, semoga Allah ijinin dan wujudkan aamiin).

    Terus, gimana caranya ya biar bisa jadi "Jago Bikin Artikel? Bisa dengan mudah Mengubah Ide Jadi Artikel Menarik dan Viral?" Ah kalau untuk yang satu ini, bukan kapasitas saya buat menjawabnya. Ya iyalah ... saya kan masih seorang newbie, masih perlu banyak belajar dalam dunia tulis menulis hehehe.

    Yup, jadi pertanyaan itu sebenarnya paling tepat kalau ditanyakan kepada ahlinya, ke Redaktur Senior media cetak nih bagusnya. Eh postingan saya kali ini bukan sekedar curhat ya, tapi beneran mau kasih solusi, gimana caranya agar kita bisa jadi Jago Bikin Artikel, mudahnya Mengubah Ide Jadi Artikel Menarik dan Viral.

    Solusinya? Ya beneran tanya langsung dong ya ke Redaktur Senior Republika, ke Pak Irwan Kelana yang akan mengisi materi di kelas Jago Bikin Artikel-nya KMO Indonesia.

    Hah dapat ilmu daging tentang "Menulis Artikel" dan bisa tanya-tanya langsung ke ahlinya? Wiih siip pakai banget pastinya.

    Dengan mengikuti Kelas Jago Bikin Artikel batch 5 (update Maret 2021) ini, kita bisa belajar tentang

1. Apa itu artikel?

2. Merancang artikel dari sebuah ide yang sederhana

3. Tips dan trik mencari referensi artikel

4. Rahasia artikel viral

5. Sesi latihan dan tanya-jawab

*Materi akan disampaikan dalam 2 kali pertemua, dan 2 kali pertemuan untuk latihan pembuatan artikel serta 1 kali pertemuan untuk tanya jawab.

    Ah nggak mau pakai tunggu lama, maunya langsung daftar aja ke "Nyaman Best - Kelas Jago Bikin Artikel batch 5 KMO Indonesia," atau klik banner berikut:


    Siip ... kalau sahabat mau ikut langsung aja ya ke linknya dan semoga beruntung bisa daftar di masa promonya.
    Udah ah cuma mau sharing itu aja, semoga bermanfaat dan menginspirasi aamiin.

Cara Transfer Domain dari Namecheap ke Namesilo

     Ilmair mau sharing tentang domain lagi kali ini,  transfer domain dari Namecheap ke Namesilo lebih tepatnya. Berdasarkan pengalaman ilmair mentransfer domain tentunya.

    Sebenarnya sudah dari awal tahun lalu ilmair udah pindah domain, tapi baru sempat sekarang saya sharing di sini. Ah iya, masih setia sama registrar luar ini ya ilmair. Humm ... bukan apa-apa, tapi mumpung paypal saya masih ada isinya aja. Walau memang dari dulu banyak yang bilang kalau registrar luar itu masih lebih bagus daripada lokal, tapi di jaman sekarang ini registar lokal sudah banyak yang bagus ya katanya.

    Terus kenapa sih domain ilmair dipindahkan dari namecheap ke namesilo? Selain buat pengalaman, juga tentu aja biar lebih hemat ya, daripada saya harus perpanjangan di registrar yang sama. Dengan ini sudah 2x juga ilmair melakukan perpindahan domain, setelah sebelumnya loncat dari godaddy ke namecheap.

    Hihi ... bukannya pelit ya, tapi harga perpanjangan domain itukan memang suka melesat harganya, mumpung masih bisa dapat registrar yang bagus plus harga lebih murah, ya kenapa juga nggak saya lakuin? Itu juga mengikuti trik yang dilakukan beberapa webber juga nyatanya hihi.

    Terus pengaruh transfer domain juga rasanya nggak ada, ilmair dalam kondisi yang selalu baik-baik aja setiap transfer domain, nggak berpengaruh pada pergantian registrar, trafiict juga tak kena imbas.

    Eiya jadi panjang lebar nih pembukanya ya, sekarang langsung disimak aja ya tutorial "Cara Transfer Domain dari Namecheap ke Namesilo"nya, semoga bermanfaat ...

Cara Transfer Domain dari Namecheap ke Namesilo

1. Login ke akun Namecheap, tempat domainmu berada dulu tentunya, lalu ke "domain list" dan klik "manage" pada domain yang ingin kamu transfer




2. Kemudian klik "Sharing & Transfer" pada bagian atas, lanjut klik "Auth Code" pada bagian bawah.


3. Akan ada kolom yang muncul, kamu akan ditanya mengapa melakukan transfer domain keluar dari namecheap, isi bebas sesuai kehendakmu saja pastinya.


4. Silahkan cek email yang kamu gunakan untuk mendaftar di namecheap, akan ada email yang berisi kode autorisasi untuk transfer domain, nantinya kode ini kamu masukan ke akun namesilo.


5. Langkah berikutnya adalah login ke akun namesilomu, lalu klik "transfer"


6. Masukkan nama domain yang ingin kamu transfer, lalu klik "search"


7. Masukkan kode autorisasi lalu klik "transfer domains"


8. Lakukan proses pembayarannya sampai selesai. Lakukan konfigurasi sesuai yang kamu butuhkan pada bagian Curent Cart Content. Saya sendiri memilih "No" pada "Auto Renew" dan mengambil "WHOIS PRIVACY" yang memang gratis 1 tahun dari namesilo.

Klik "Continue", lalu ceck list bagian persetujuan term & condition (i accept ....) dan "place my order".

Biaya yang saya keluarkan saat itu sekitar $7 koma sekian, setelah dikurangi diskon dari namesilo sebesar $1, dan pembayarannya via paypal. Lumayan banget kan ^_^

9. Setelah itu kamu akan dikirim email oleh namesilo yang isinya memberitahukan bahwa proses transfer domain telah diterima dan dibutuhkan masa tunggu sekitar 5-6 hari, sampai mendapat persetujuan dari registrar sebelumnya (namecheap).


Dan alhamdulillah selesai deh transfer domain dari Namecheap ke Namesilonya, mudah bukan?
Jika ada pertanyaan, komentar, inspirasi dan saran silahkan langsung di kolom komentar aja ya 

Oiya jangan lupa setting DNS nya juga tentu ya setelah proses transfer domainnya berhasil, untuk custom blogspot mudah kok settingnya di namesilo ini, nggak pakai ribet pokoknya.

Sekian dulu postingan ilmair kali ini, semoga bermanfaat ...




Tanya Pagi pada Ketidakpastian, Si Satu-satunya yang Pasti dalam Hidup

    Postingan ilmair kali ini setetes cerita lagi, judulnya "Tanya Pagi pada Ketidakpastian, Si Satu-satunya yang Pasti dalam Hidup." Humm ... sebenarnya ini sebagiannya mengutip dari tulisan di weblog ilmair pada masa lampau yang dikembangkan dalam bentuk cerita ya. Kalau ada pembaca setia ilmair, mungkin akan inget sama tulisan "Satu-satunya yang Pasti Di Dunia adalah Ketidakpastian." Dan sudah pernah diposting juga di media sosial admin ilmair.

    Semoga sahabat tak bosan ya membaca tulisan di ilmair, semoga manfaat serta inspirasi pun mengalir untuk semua aamiin.

Selamat membaca ...




    Udara pagi yang dingin begitu terasa menyentuh kulit, padahal mentari sudah sedari tadi membagikan hangat pancaran sinarnya. Ah, rupanya sisa hujan semalam masih menyisakan dingin, yang belum mampu dikalahkan oleh energi panas dari si bulat besar di langit itu.

Tubuh rasanya terdorong ingin kembali bergelung di bawah selimut, jika saja semangat dari dalam diri ini tak segera melompat menyadarkan pikiran untuk bergerak. Hummm ... terlalu sayang jika pagi hanya dilewati dengan kembali bermimpi. Bermimpi dengan mata tertutup dan tubuh terbaring? Ah tidak, lebih baik bermimpi dengan mata terbuka dan melangkah, lalu akan ada sebuah jalan yang terbentang untuk sampai pada kemungkinan mimpi itu teraih atau terganti dengan mimpi yang lain.

Kutengok jendela kamar dan tampak cuaca hari ini cukup cerah. Maka kukatakan dengan lantang pada 'semangat', "Kamu tak boleh kalah ya! Kamu harus terus terikat kuat di dalam diri dan menemani langkahku di hari ini," bersama senyum ucapku begitu yakin. 

Lalu ... ribuan tanya pun mencuat di benak, seakan pagi tengah bertanya dan mengintrogasi diri.

"Apa yang akan kulalui hari ini?"

"Apa saja yang akan kutemui dalam tiap langkah kaki?"

"Apa ada sesuatu yang berat dan menyesakkan yang akan datang?"

"Apa aku bisa melewatinya?"

"Apa kecerian akan menyambut hariku kali ini?"

"Apa ada kesempatan baik untukku hari ini?" 

    Ah, pertanyaan itu begitu berdesakkan di kepala, bahkan bukan hanya itu, karena ia datang bersama pertanyaan lain yang juga mengantri di belakang.

Sementara aku hanya bisa menjawabnya dengan sebuah jawaban, bahwa jalan yang akan dilalui di depan adalah ketidakpastian. Ya, aku tak pernah tahu dengan pasti apa yang akan terjadi nanti, walau sesungguhnya sudah ada jalan takdir dari Allah yang tercatat untukku. Mungkin lebih tepatnya bisa dikatakan bahwa apa yang ada di depan itu adalah sebuah ketidakpastian yang pasti, atau bisa juga disebutkan bahwa satu-satunya yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian.

Ya ... hidup memang seperti itu bukan? Tak ada yang pasti dalam hidup ini, selain kepastian yang pasti tentunya yaitu Allah Subhanahu Wata'ala. Ketidakpastian itu sendiri terjadi karena adanya dimensi waktu, dimana waktu itu bergerak atau berubah, bahkan sangat cepat. Contohnya jika ada yang bertanya jam berapa saat ini, sungguh tak ada yang dapat menjawab secara pasti jam berapa saat pertanyaan itu diutarakan, karena setiap detik waktu itu bergerak (bahkan 1/10000000 detik lebih waktu bergerak) dan saat satu kata atau bahkan satu huruf saja terucap, sudah 1/10000000 detik waktu bergerak. Jadi takkan bisa tepat mulut berucap jam berapa saat ini, walau pada akhitnya kita sering menyebutkan waktu tanpa mengutarakan detiknya yang terus bergerak.

Dalam menetukan yang tepat saat ini saja ada ketikdapastian, apalagi untuk mengetahui yang akan terjadi di masa depan, akan ada banyak kemungkinan. Kemungkinan itu juga tak pasti seperti apa, tapi ia pasti ada. Termasuk jika yang datang adalah kematian, ia juga ketidakpastian yang pasti, karena tak ada satupun yang tahu kapan, dimana dan bagaimana datangnya, tapi ia pasti datang atau terjadi.

"Ketidakpastian ... apa itu buruk dalam kehidupan?" pertanyaan itu pun muncul kemudian.

Jawabannya tentu saja tidak, karena justru adanya ketidakpastian itu memberi warna dalam kehidupan, membuat hidup penuh rona, memberikan ragam pilihan dalam hidup. Jika saja ketidakpastian itu tak ada, maka manusia tak bisa memilih, bahkan tak bisa punya mimpi.

    Ya.. sesuatu yang tak pasti di depanlah membuat aku, kamu dan kita bisa bermimpi dan sejuta harapan bisa datang, mendorong diri untuk bergerak, mencoba dan berusaha. Walau hasil akhirnya tak pernah kita tahu, kecuali dengan melewatinya.

    Dan jika ingin mendapatkan hasil yang baik, haruslah ada dorongan dari dalam diri untuk melakukan yang terbaik, hingga mimpi pun akhirnya bisa diraih.

    Ah, sungguh yang kurasakan saat ini adalah begitu baiknya Allah, karena Dia menciptakan ketidakpastian dalam hidup. Walau sesungguhnya Dia tahu pasti tentang semua hal, termasuk apa yang akan terjadi nanti. Ya, semua jalan kehidupan telah tertulis dalam catatan disisi-Nya, tapi tersimpan dengan apik, hanya Dia yang tahu pasti tentang semua hal dan itu adalah bentuk kasih sayang-Nya. 

    Karena dengan ketidakpastian itulah manusia hidup, ketidakpastianlah yang membuat doa dan harapan itu ada, ikhtiar terjadi, hikmah dan pelajaran hiduppun datang, semua rasa pun tercipta. Bahkan kejutan-kejutan bisa menghampiri karena adanya ketidakpastian dalam hidup, entah itu kejutan yang bagi kita menyenangkan atau justru menyedihkan, tapi tetap bisa membuat kita bisa bergerak, sambil menanti dengan hati berdegup, tentang apa yang akan diberikan-Nya nanti. 

    Ya, kita hidup bukan berdiam diri saja di satu titik, lalu beku berjalan saja tanpa rasa, atau kaku lurus saja tanpa ada kelokan yang lain, ketika ketidakpastian itu tak ada. Karena jika semua hal telah kita ketahui dengan pasti, ketakutan yang memuncak akan hadir jika kita tahu besok akan jatuh, sakit dan terluka. Atau malas bisa terbiarkan menetap jika kita tahu dengan pasti bahwa takdir mimpi-mimpi akan diraih didepan. Lalu? Apa itu hidup? Tentu bukan, karena hidup itu adalah ketidakpastian yang pasti dan itu patut disyukuri.

    Aku tersadar dari lamuananku, dinginnya pagi kini sudah tak terlalu terasa di kulit, ia seakan telah merayap pergi perlahan, ia hanya bersisa di pipi dan ujung jemariku kini. Ah dinginnya pagi ini pun ternyata masih bisa dikalahkan oleh hangatnya kasih sayang dan cinta, dari Dia yang selalu memberi kehangatan cinta-Nya pada seluruh penjuru. Hangat yang menciptakan rasa syukur dan keyakinan bahwa akan ada kebaikkan-kebaikkan di depan sana, tentu jika jalan kebaikkan-Nyalah yang hati pilih.

    Senyum dengan penuh yakin kemudian yang tergurat di bibirku, semangat harus terus tumbuh, tumbuh untuk bisa melewati ketidakpastian yang terhampar di depan sana, menunggu kejutan-kejutan terbaik dari--Nya yang akan datang. Tentu bukan hanya dengan terduduk diam, tapi bergerak dengan langkah kaki yang harus dipenuhi keyakinan, bukan pada diri sendiri tapi kepada-Nya.

    Kuharap ada senyum juga yang melengkung di bibimu kini, bersama semangat yang terus menjalar di dalam tubuh. Bukan untuk aku, tapi untuk dirimu sendiri, untuk mimpi-mimpimu. Lalu jawablah semua pertanyaan pagi pada ketidakpastian dengan senyummu itu, bersama hangat cinta kepada-Nya yaitu cerahnya iman.

Nggak Tahu Itu Nggak Dosa, Tapi Dampaknya? Seperti Minum Racun Tapi Nggak Tahu

    Ilmair kali ini ingin posting tentang "Nggak Tahu Itu Nggak Dosa, Tapi Dampaknya Tetap Saja Kena, Seperti Minum Racun Tapi Nggak Tahu" (pada judul saya potong sedikit karena terlalu panjang).
    Tapi tulisannya saya buat jadi cerita faksi ya, tentang dua kakak beradik, sebut saja Balada Puan dan Nona.'
    Semoga bermanfaat dan menginspirasi ...



        Apakah sahabat pernah merasa galau waktu berada di tempat penjual nasi goreng? Galau seperti Puan dan Nona yang baper sama si Mamang penjual nasi goreng, humm.

    Eit itu bukan karena si Mamangnya ganteng ya, atau sempat-sempatnya kedipkan mata sambil goreng nasinya. Hihi ... Itu bukan mereka banget. Si Mamang justru baik-baik saja, bahkan asiik banget goreng nasinya, sampai nggak sadar kalau ada mata-mata yang memperhatikannya dengan seksama. Uhuksss.

    Eh Puan dan Nona juga bukan baper karena lagi jatuh cinta ya. Tapi bapernya berawal dari mata si Puan yang nggak sengaja menatap sebuah botol bertuliskan "angciu" yang berada tepat di dekat Mamang.

    Nona yang sempet dapet kode dari Puan, kakaknya, dengan segera bergerak mendekati Mamang, mulutnya juga nggak kuat untuk nggak berucap,
"Mang itu angciu?"
"Eh iya Neng, kenapa? Mau ditambah angciunya?" jawab si Mamang terdengar polos.

    Tapi mulut Nona kemudian terasa kaku, padahal hatinya udah deg-deg seeer.
'Ya Allah, astaghfirullah, harus gimana ini?' kalimat itu cuma tersimpan di dalam hati Nona.
    
    Begitupun dengan hati Puan yang nggak kalah gemuruhnya, saat melihat si Mamang begitu ceria dengan wajan dan nasi yang di gorengnya.

    Saat nasi goreng lagi dibungkus, sempat terlintas di benak kakak beradik itu untuk keluar dari sana dan langsung kabur. Tapi ... hati keduanya ternyata nggak tega, apalagi kemudian melihat wajah sumringah si Mamang waktu ngasih bungkusan nasi gorengnya. Mulut mereka seperti terkunci rapat, tangan Puan juga bergerak saja ambil bungkusannya, terus refleks memberikan uang ke si Mamang. Hummm ... Bukan lagi dihipnotis ya ini, si Mamang baik, uang Rp.50.000 saja di berikan kembaliannya, nggak kurang seperakpun.

    Waktu Nona menyalakan motor, masih sempat matanya melirik si Mamang, sambil kemudian tepat beradu pandang juga dengan Puan.
    
    "Ayooo ah, ke tempat penjual sate Nona!" ucap Puan terdengar lesu. Motor mereka langsung melesat maju dan tiba di gerobak penjual sate di ujung jalan.
    
    "Aaahh Kak Puan tadi kenapa nggak bilang sama si Mamang, kalau angciu itu haram Kak?" Nona tampak menyesal, cemas dan gemas.

    "Yeee ... Kamu sendiri kenapa akhirnya cuma diem aja setelah nanya botol angciu? Kalau nasinya mah biarlah, nanti kita buang ajaaa, hummm." ucap Puan.

    "Ya kan, ya kan nasgornya udah dibuat, mana ada pembeli lain juga di situ, si Mamang juga mukanya bikin mulut jadi pingin diem. Tapikan kasian si Mamang kalau pakai terus angciunya, rezekinya gimana itu Kak?" Nona membela diri, sambil masih teringat juga wajah si Mamang.

    "Ya Kakak juga ngerasain yang sama kaya kamu Nonaaa, duuuuuh masih kepikiran ini juga mesti gimana. Si Mamang emang nggak tahu ya, nggak tahu ya nggak dosa, tapikan kita tahu ya? Haduuuh." Gelisah hati Puan kian tampak.

    "Iyaaa, mestinya kita tadi bilang Kak. Hummm ... Duuuhhh," ucap Nona sambil membuka Hp-nya kemudian, mengalihkan pikirannya dari si Mamang.

    Eh bukannya teralihkan, matanya kini malah tepat melihat sederet tulisan status di medsosnya.
'Nggak tahu nggak dosa tapi dampaknya tetep aja kena, seperti minum racun tapi nggak tahu!'
Zlebbb.

    "Kak Puan, ayoo balik ke sana, huhu si Mamang mah tetep kena dampaknya itu Kak, kaya minum racun tapi nggak tahu." Nona kali ini semakin dilanda galau.

    "Aaah iya, astaghilfirullah. Kaya minum racun tapi nggak tahu, tetep aja racunnya gerogotin tubuh ya. Kalau si Mamang nggak tahu kalau angciu itu haram, ya nggak dosa, tapi tetep rezeki nggak halal masuk ke tubuhnya, ke keluarganya, dampaknya tetep ngaruh ke hidup si Mamang, nggak berkah, doanya juga bisa tertolak. Astaghfirullah." Puan pun jadi ingat sama kata-kata ustadz yang pernah bahas tentang riba, leasing, kartu kredit, asuransi, halal haram skin care dan makanan.

    'Harta tak halal yang masuk ke tubuh kita itu bisa mengalir ke darah dan menjadi daging, berpengaruh juga sama akhlak. Bisa bikin hidup menjadi tidak berkah dan doa pun bisa tertolak. Walau tak tahu, tetap pengaruhnya ada, seperti minum racun tapi tak tahu. Sudah semestinya kita harus cari tahu, apa yang kita makan dan pakai, serta asal muasal rezeki. Harus belajar ilmu syar'i terus, agar tak terlewat ilmunya termasuk tentang yang mana  halal dan juga haram.' Terlintas kalimat itu dibenak Puan, membuat dirinya semakin dilanda galau.

    Sementara asap arang yang membakar sate masih mengepul, Nona dengan segera bergegas menarik tangan Puan.

    "Hayuu ah balik ke si Mamang dulu Kak, bisik-bisik aja bilang ke si Mamang, jelasin pelan-pelan, Kakak kan biasanya bisa ngomongnya, aku mah bisi nggak bisa jelasin. Urusan diterima atau nggak ucapan kita, terserah Mamang ah, yang penting kita udah nyampein."

    Kakak beradik itupun kemudian bergegas mau kembali ke tempat si Mamang nasi goreng. Sementara si Mamang sate hanya bengong saja melihat tingkah keduanya, hampir melas wajahnya merasa akan di PHP in. 

    Tapi sedetik kemudian Puan pun berucap setengah berteriak ke arahnya, "Sebentar ya Mang, nanti kita ke sini lagi, satenya jadi dibeli kok Mang." Membuat Mamang Sate pun jadi ikut tenang.

Selesai

*Tulisan ini terinspirasi dari kisah nyata yang dibuat faksi - di kasih bumbu sana sini dari awal, isi dan endingnya. Jalan ceritanya memang dibuat sedikit lebay, tapi semoga lebih lebay manfaat dan inspirasinya buat sahabat semua. 😀 Aamiin

Berusaha Produktif di Masa Pandemi Lahirlah Buku Antologi

    Masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini, aktifitas kita semua selama berbulan-bulan jadi dipaksa untuk berubah ya sahabat?  Jadi lebih sering di rumah aja, nggak bisa bebas pergi keluar rumah. Hummm ... rasanya gimana? Pasti beragam rasa nggak nyaman numpuk juga ya di hati.

    Nggak mau berlama-lama bergelung dengan emosi negatif, saya pun akhirnya lebih banyak menulis, biar lebih produktif. Nggak cuma menulis di blog atau menyimpannya di arsip laptop seperti biasanya, saya mendorong diri untuk mengikuti beberapa kelas menulis online selama psbb, biar semangat di dalam diri ini mencuat. Alhamdulillah hasil dari belajar itu, lahirlah beberapa buku antologi saya dan teman-teman.

    Setelah awal tahun lalu buku antologi pertama lahir, disusul kemudian dengan buku antologi ke dua beberapa bulan setelahnya. Saya sempat seakan duduk diam sebentar, walau dibalik layar sebenernya ada kelas online juga yang saya ikuti.

    Belum bisa seproduktif sahabat-sahabat lain yang udah pada keren tentunya, karena rasanya masih banyak hal di dalam diri ini yang harus ditata lagi. Apalagi soal manajemen waktu, waduuuhh, "mager" dalam diri ini harus segera ditendang nih, jangan dibiarkan ia dengan manja meluk diri lama-lama. Begitu pun dengan sampah pikiran dan hati, nggak baik dibiarkan menumpuk, agar bisa jalan lebih tenang dalam meraih masa depan.

    Sambil berjalan tertatih-tatih, saya merasa dipeluk Allah sebenarnya. Di saat ada sedikit masalah yang datang tanpa diundang, ditambah insecure yang sempat juga ikutan nempel, eh jemari ini justru bisa terus bergerak menautkan kata demi kata. Hingga tertuanglah sedikit kisah perjalanan hidup saya, bersama ragam kalimat juga tentang kasih sayang-Nya.




    Sampai akhirnya lahirlah lagi  buku antologi saya yang ke 3,4 dan 5 bareng teman-teman penulis di akhir bulan September sampai awal bulan Oktober kemarin. Alhamdulillah 3 buku antologi open PO sekaligus! Yaitu "Menabung Sabar dan Ikhlas" dan "Jomblo Kaya Karya" yang diterbitkan oleh Motivaksi Inspira serta "Pandemi Menghampiri Berkarya Tanpa Henti" terbitan KMO Indonesia. 

    Bersyukur sekaligus nggak menyangka sebenarnya saya aslinya. Ya ... diantara mager dan sedikit disibukkan oleh pergulatan dengan diri sendiri, saya memang nggak menyangka kalau sekarang sudah jadi kontributor dari 5 buku antologi.  Padahal awal mulanya, saya mengikuti kelas menulis online itu hanya untuk self healing,  namun ternyata ada proyek buku antologi juga di dalamnya.

   Ya ... tulisan saya di buku "Self Talk" (antologi pertama dari kelas nulisyuk) berjudul "Terus Melangkah dan Tersenyum" memang sebenarnya salah satu upaya saya untuk mengobati luka batin. Ada tangisan saya di sana, baik itu dalam kata-katanya maupun dalam proses menulisnya. Duuuh ... mengandung bawang deh pokoknya, alias ada air mata saya yang mengalir di sana.

    Terus dari satu buku itu, saya ketagihan juga ikut kelas menulis lainnya, hingga lahirlah buku antologi "Muslimah Zaman Now". Kalau di buku ini tulisan saya memang nggak lolos secara full dalam satu judul, tapi saya tetap mau bersyukur dan appreciate diri, dengan memasukkannya ke dalam list setetes karya saya. Apalagi kalau ingat usaha jemari ini dalam mengejar dead line, duuuh proses yang nggak mudah untuk dilupakan itu.

    Hihi ... iya saya ini memang si pejuang dead line, yang tulisannya sering mengalir kalau sudah deket-deket batas akhir. Hampir semua tulisan saya di buku antologi ya mendekati dead line banget terciptaya. Humm ... mungkin itu terbentuk dari habbits kali ya, jadi bukan untuk ditiru ya itu :D tapi tetap mau saya syukuri, sambil terus berbenah diri.

    Humm ... kayanya postingan ilmair kali ini jadi sesi curhat saya ya, 3 minggu nggak update artikel di blog ini, keluar-keluar malah curhat :D. Semoga sahabat yang baca mendapat inspirasi, semangat, motivasi dan manfaat lainnya ya. Intinya, tetap produktif yuk walau pun kondisinya lagi seperti ini.

    Ah iya saya kutip juga motivasi semangat dari buku-buku antologi saya untuk sahabat, semoga kebaikkan tercurah ya untuk semua aamiin.

    "Pandemi jangan dihadapi dengan galau atau gelisah, tak boleh juga dengan abai dan terserah. Tapi hadapilah dengan senyum dan semangat untuk terus melangkah, tanpa lupa untuk selalu bergantung kepada Allah." (Pandemi Menghampiri Berkarya Tanpa Henti)

    "Jomblo itu pilihan yang asyik dan sungguh memuliakan. Karena tak mengumbar cinta sesaat yang nyatanya hanyalah buaian syetan, hingga bisa merusak masa depan." (Jomblo Kaya Karya)
    
    “Peluk erat sabar dan ikhlas dalam setiap gerak langkah kakimu, yakini dengan iman bahwa Allah takkan membiarkan perjuangan hidupmu sia-sia. Terus berbenah dan melangkah, lalu temukan kebahagianmu di ujung jalan.” (Menabung Sabar dan Ikhlas)

    "Muslimah… pakaianmu adalah takwa, mahkotamu adalah rasa malu dan kecantikanmu ada dalam akhlakmu" (Muslimah Zaman Now)

    "Teruslah melangkah karena Allah selalu punya cara untuk menghapus lukamu dan menggantinya dengan senyum." (Self Talk)


    

My Goals, Kamu Di Mana? part 7

    Cerita "My Goals, Kamu Di Mana?" udah sampai part 7 ya. Semoga sahabat semua suka bacanya, bermanfaat dan menginspirasi ya, aamiin. Oiya, setelah ini part 8-nya nggak akan dilanjut posting dulu ya di ilmair , karena seperti saya bilang di postingan "My Goals, Kamu Di Mana? part 6"  kalau cerita faksi saya ni masih banyak yang perlu diedit dan rombak lagi.

    Ok, langsung aja ya ke ceritanya, selamat membaca ...



Sehari, dua hari hingga sampai berhari-hari, akhirnya si satu-satunya gadis ini pun bisa membaur dengan para ibu. Ah, rasanya sungguh menyenangkan, karena silaturahmi itu mengalir saja tanpa dipaksa untuk terjalin, hingga ada banyak tawa dan canda yang mewarnai hubungan antara aku dan para ibu.

Ya … aku memang mencari peluang di sana, tapi tujuanku ‘pdkt’ tentu saja bukan hanya sebatas mencari target prospek atau mendekat karena ada ‘modus’. Melainkan untuk berteman, dengan atau tanpa ‘closing-an’ pun tak apa.

Walaupun begitu ada juga beberapa ibu yang akhirnya memberikan data diri dan keluarganya, untuk aku buatkan ilustrasi manfaat asuransi dan investasi. Ah, senang rasanya, karena itu berarti mereka mempunyai kepercayaan padaku untuk melayani pengelolaan keuangan dan kesehatan mereka.

Mulanya aku begitu bersemangat, hingga kata-kata yang begitu mengejutkan pun aku dengar kemudian ...

“Asuransi itu kan riba Mbak, ada unsur ghoror dan maisir-nya di sana. Ada ketikdakpastian, ketidakjelaskan dan spekulasi kan Mbak. Bayar premi setiap bulan, uang akan cair kalau kita sakit, kecelakaan atau meninggal dunia, yang sifatnya nggak pasti kemungkinan terjadinya, lalu kalau nggak? Uangnya hangus? Kalaupun ada uang yang diinvestasikan, itu juga jadi dua bagian yang terpisah kan ya? Bagian yang diasuransikannya tetap saja mengandung unsur riba,” ucap salah satu guru yang sempat kutawarkan membuka polis asuransi dan investasi.

Aku terdiam dan tak tahu harus berkata apa, karena mendengar pernyataan itu rasanya seakan ditampar.

'Ah benarkah yang kujalani selama ini adalah riba?' pertanyaan itu mencuat di benakku, membuat keraguan mengikat di hati ini bersama gelisah. 

Karena riba yang aku tahu selama ini hanya sebatas bunga bank, kartu kredit dan uang berlebih pada pinjaman. Aku benar-benar tak tahu kalau asuransi itu juga termasuk ke dalam riba, apalagi banyak juga teman muslimku yang berkecimpung di dalamnya, bahkan sampai memiliki polis.

[Kita kan ada produk syariahnya Nay, coba kamu pelajari lagi di training pusat …] jawab Mbak Tifani menanggapi cerita ku melalui pesan singkat.

Sejak saat itu aku terus berusaha mencari beragam informasi, tentang riba dan juga asurransi. Aku benar-benar gelisah, hingga bertanya-tanya apa perjalanan berjuangku selama ini telah salah jalan? Ah dunia asuransi ini rasanya seperti sebuah kesempatan yang datang di saat aku butuhkan, dengan beberapa kemudahan dan ragam nasehat kehidupan yang baik di dalamnya.

****

Di saat hati ini sedang dilanda galau, kepanikan pun datang tanpa diundang. Ayah mengalami serangan stroke ke tiganya, seluruh tubuhnya lumpuh total, untuk berbicara beliau tak bisa, bahkan pandangan matanya pun hanya bisa melihat pada satu arah saja, aku dan Ibu yang hanya berdua saja meghadapi kondisi Ayah begitu panik, dengan segera kami pun membawa Ayah ke rumah sakit.

Ayah diangkat dari tempat tidurnya oleh beberapa orang ke dalam taksi, karena aku dan Ibu tak mampu untuk memapahnya.

Tangisku tak bisa dibendung sama sekali, mengalir saja air mata ini melihat kondisi Ayah, dari sepanjang perjalanan ke rumah sakit hingga beliau diperiksa oleh dokter jaga di ruang UGD.

“Ayah Mbak sudah mendapat pertolongan pertama, sepertinya ada pembuluh darah yang pecah di kepalanya, harus masuk ruang ICU …” kata dokter memberi tahu.

Hati ini semakin digelayuti rasa sedih, dengan segera kuhubungi Mas Dion yang saat itu sedang berkerja, memintanya untuk segera datang menyusul kami. Mbak Giyapun kuhubungi, walau kondisinya tak memungkinkan untuk segera menyusul ke Rumah Sakit.

“Silahkan diurus di depan dulu ya Mbak, ke ruang pendaftaran rawat inap,“ kata seorang suster kepadaku sambil menyerahkan selembar kertas. Aku kemudian bergegas melangkah menuju ruangan yang ditunjukkan.

“Ada asuransinya Mbak? Atau bayar pribadi?” tanya seseorang di meja pendaftaran.

Segera kuambil kartu Askes milik Ayah yang dipegang Ibu. Ayah merupakan seorang pensiunan pegawai negeri sipil golongan atas, Askes Ayah termasuk  kelas atas, hingga kupikir semuanya akan mudah untuk diurus.

Satu jam, dua jam, sampai beberapa jam kemudian aku dan Ibu hanya diminta untuk menunggu, kata pihak rumah sakit ruangan ICU nya sedang penuh. Kami lalu duduk di ruang tunggu umum yang jaraknya tak terlalu jauh dari ruang UGD, tak bisa berlama-lama menunggu Ayah di dalam, karena ruangan sudah penuh dengan pasien dan tempat tidurnya di dalam.

“Mbak kenapa Ayahnya?” tanya seseorang yang baru saja keluar dari ruang UGD dan duduk disebelahku, sepertinya ia juga sedang menunggu keluarganya yang sedang sakit.

“Kena serangan stroke Mbak …” jawabku.

“Ah kasihan, ini Ibu saya juga udah seminggu di sini, susah dapat ruang rawat inapnya Mbak, kata pihak rumah sakit ruangannya penuh. Tapi ya gitu, saya nggak ngerti juga sistem disini  gimana, karena ada juga beberapa pasien yang baru dateng, masuk ke UGD sebentar terus kayanya langsung dipindah dapet ruangan.” kali ini ucapannya membuatku semakin gelisah. Kutatap ruangan UGD Rumah Sakit umum dari balik pintu kacanya, tampak sekali kalau ruangan itu begitu tak layak untuk Ayah berlama-lama ada di sana.

Bersambung ...

Yaa ... sampai di sini dulu aja ya sahabat. Cerita selanjutnya gimana?  In syaa Allah nanti akan saya sambung lagi ya, entah dalam bentuk postingan lagi atau buku (*aamiinin dulu aja hihi, ini juga masih banyak yang perlu dibenahi dulu buat sampai menjadi buku :D ).

Oiya kalau ada kritik dan sarannya silahkan di kolom komentar ya sahabat

Jangan Alergi Sama Nasehat! Itu Tandanya Kamu Lagi Disayang Loh!

   Postingan ilmair kali ini judulnya sedikit membuat "baper" nggak sih? Uhuks ... hihi iya saya lagi mau bahas soal nasehat dan sayang-sayangan. Humm ... siapapun yang baca boleh banget baper, nggak dilarang, pokonya semoga tulisan kali ini bisa memberi manfaat dan menginspirasi aamiin.

Alergi Nasehat

    Ngomongin soal nasehat, coba ingat-ingat .... sahabat ilmair pernah nggak merasakan telinga panas, hati kesal, badan gemeteran (eh nahan marah ya maksudnya hihi), kepala cenut-cenut dan sederet perasaan nggak nyaman lainnya ketika sahabat mendengar nasehat atau membaca pesan yang berisi nasehat? Hayoo ngaku pernah alami itu nggak? Atau ngerasa malees banget dengerin omongan yang berisi nasehat? Ingin tutup kuping ajaa atau bahkan ngebantah dengan berjuta alasan ketika ada yang kasih nasehat, pernah? Hayoo ... jadi elergi sama nasehatkah kita?

    Humm ... kalau admin ilmair sendiri ngaku deh, iyuupss saya pernah hihi, waktu masih kecil terutama, kalau lagi dimarahin (dinasehatin) pasti pernahlah pinginnya tutup kuping dan nggak mau dengerin, disamping biasanya ujungnya nangis juga kalau dimarahin mah hihi. 

    Kalau udah seumur gini? Ya sama aja, pernah juga waktu dengerin nasehat terus bergejala sedikit alergi (sedikit aja ah *bilangnya hihi), nggak se-full rentetan gejala yang tersebut di atas juga ah kayanya (pembelaan diri :D), pokoknya lebih nggak nyaman aja rasanya. Apalagi kalau orang yang nasehatin itu ngomongnya pedes banget atau kaya yang lagi menunjuk diri salah, atau seperti yang nggak memberi kesempatan buat diri jelasin - padahal di dalam hati sudah ada ribuan unek-unek buat nangkis semua kata-kata orang yang kesannya menunjuk itu.

    Ya sebenernya hampir semua manusia juga seperti itu nggak sih? Punya ego, suka merasa benar dan enggan mau dilihat salahnya. Bisa merasakan ketidaknyamanan ketika ada orang yang bilang diri salah atau menunjuk diri salah. Lebih sering merasa, "aku kayanya baik-baik aja ya," atau jadi bertanya, "emangnya aku salah ya?" atau menampik "aku tuh gini ada alasannya juga kali", atau "ah dia aja yang nggak ngertiin aku."

    Apalagi kalau yang ngomong 'salah' aka menasehati itu juga di mata kita nggak sempurna, alias punya kekurangan, bahkan bisa dibilang kalau nasehatnya lebih cocok buat dirinya sendiri.

    Humm ... ya memang sebenernya gitu ya, kalau sebuah nasehat itu selayaknya sebuah ucapan ya ... yang bisa jadi cermin bagi pengucapnya juga untuk menasehati dirinya sendiri.

    Tapi hal itu nggak bisa juga dijadikan alasan untuk membuat kita jadi alergi sama nasehat. Ya ... selama nasehat itu baik dan nggak melanggar syariat, dari siapapun, diterima saja dulu, dipahami, dicerna dan dilihat sisi baiknya.

    Soal niat dan caranya, kembalikan saja tanggung jawabnya sama si pemberi nasehat, biar itu jadi bahan pikiran dia saja. Kita yang menerima nasehat seharusnya nggak perlu terlalu mikirin hal itu, jangan membuat timbunan emosi negatif juga di hati kita, rugi ah. Banyak pikiran dan menimbun emosi negatif itu berat, kamu nggak akan kuat! :D



Dapat Nasehat Itu Tandanya Kamu Lagi Disayang loh!

    "Uhuks" kita masuk ke sesi bapernya ya ... Yups betul banget! Ini dia yang mestinya kita pahami! Sahabat tahu nggak sih kalau kita dapat nasehat itu tandanya kita lagi disayang? Ya sayang, beneran loh kamu lagi disayang! Karena nasehat itu artinya peduli! Ada yang peduli banget loh sama kamu! 

    Hayooo dipeduliin itu rasanya gimana? Senang atuh ya daripada dicuekin! Kebayang kalau hidup sendirian dan nggak ada yang peduliin, ditinggalin aja di lorong gelap sendirian, jatuh terjerembab dan luka-luka pun nggak ada yang perhatiin, apalagi bantuin. Hilang arah dan nggak tahu tujuan, ujungnya nangis dipojokkan ... hiks ... hiks. Kamu mau merasakan seperti itu? Ya nggak mau dong ya, diperhatiin dan disayang pastinya lebih menyenangkan. Maka begitulah mestinya kamu melihat saat sedang dinasehatin, "aku tuh lagi diperhatiin loh, aku tuh lagi disayang." Ah iya beneran kamu nggak lagi halu kok, serius kamu lagi disayang!

    Coba deh kamu rasain, kalau nasehat itu selayaknya uluran tangan yang membantu pegangin diri agar nggak jatuh, atau menarik diri ketika sudah jatuh, atau seperti sahabat yang menggenggam dan menemani langkah, kalau salah arah juga ditimpuk biar sadar, terus biar bareng-bareng jalannya satu arah, lurus dan sampai tujuan akhir yang bahagia. Bahkan bisa jadi nasehat itu kaya rangkulan dan pelukkan eraaaat, aduuuh sayang.

     Humm ...  Tapi kalau kamu lihat dari sudut siapa yang 'menasehati dan caranya menasehati' mungkin akan membuat kamu pilih-pilih ya. "Ah kalau papa, mama, saudara dan sahabat baik yang kasih nasehat sih, ya memang bisa dimaklumi itu karena mereka peduli dan sayang, tapi kalau orang lain yang tahu persis keadaan kamu saja nggak, gimana? Bahkan kalau ada yang nasehat yang arahnya malah nyinyir, ngeliat salahnya kamuuuu aja, seperti orang yang hobinya mencari aib terus. Lih masa iya itu juga pertanda peduli dan sayang?"

    Ah iyaya, kalau lihat siapa, niatnya apa dan cara menasehatinya gimana, kok rasanya nggak bisa ya  kita sama ratakan semua. Karena ada juga yang rasanya memang nggak suka, cuma pingin nunjuk kita salah, terus sok-sokan nasehatin, merasa paling bener dan kita salah? Hummm ... kamu yang salah kalau bepikir seperi itu, "ups maaf" bukan cuma kamu, tapi aku juga salah kalau berpikir seperti itu.

    Karena apapun bentuknya nasehat, diucap oleh siapapun, dengan niat apapun, bagaimanapun cara menyampaikannya, tetep aja nasehat itu sampai jugakan ke telinga (terbaca oleh dua mata kalau bentuknya tulisan). Dan apapun itu tetep aja artinya sayang, iya sayang artinya kamu itu lagi disayang!

    Kok bisa gitu? Sayangnya dimana?

    Pertama, orang yang sempurna itu nggak ada kan ya? Orang dekat yang beneran sayang seperti orang tua, pasangan, keluarga dan sahabat aja bisa salah dalam niat dan cara. Bahkan yang punya niat baik aja bisa salah cara, ada juga yang niat dan caranya udah baik ... eh kamunya yang bisa salah mengerti. Nah loh nggak ada yang sempurnakan? Untuk hal ini aja hati bisa nggak peka ya ...

    Kedua, lagi-lagi yang mestinya kita pikirin itu bukan lagi soal luar diri dulu, tapi coba lihat ke dalam diri, nasehat yang sampai itu jadikan cermin, pahami dengan baik sisi baiknya, untuk kebaikkan diri, untuk hidup lebih baik. 

    Kalau misalnya nasehat itu terasa nggak pas sama keadaan diri, atau ada omongan penyampainya yang bikin hati nyelekit, atau terkesan lebih menunjuk tanpa tahu kondisi diri? Ya nggak apa-apa, nggak usah baper lama-lama sama si penyampainya, maafin lalu lupain aja. Nggak usah pendam emosi negatif dan dipikirin lama-lama, itu berat, aku dan kamu nggak akan kuat, ya kan?

    Tapi nasehatnya, bolehlah kita ambil, buat muhasabah diri, taruh dulu biasanya di ujung ingatan atau hati kalau hatinya masih panas gara-gara inget si penyampainya.  Terus kalau udah dingin suasana hatinya ya pakai buat bercermin juga itu nasehat, buat berbenah.

    Tapi... kalau denger atau lihat nasehat ada ucapan di hati, "eh itu nasehat jleb banget deh kata-katanyaseperti menusuk tapi nggak berdarah, aduuuh aku ketampar!" sebenernya itu berarti hati kita udah tersentuh loh, humm ... iya tersentuh oleh kasih sayang yang paling dalam.

    "Uhuks ..." hayooo peka nggak hati kalau ada yang sebegitu sayangnya sama kamu? Iya ada terlalu peduli sama kamu loh, bahkan di saat semuanya terasa nggak peduli. Ada yang selalu jagain kamu biar nggak jatuh, atau kalau udah jatuh ya maunya bantuin kamu, bahkan di saat semuanya rasanya pergi menjauh. Ada yang mau meluk kamu dengan erat, membuat hatimu selalu terasa hangat. Apapun kondisimu ya tetep disayang ...

    Siapa coba yang begitu? Ya siapa lagi kalau bukan Allah ya, Sang Maha Penyayang. Dia yang membuat kita ada di dunia, Dia yang paling ngertiin kita seutuhnya, Dia yang paling sayang apapun dan gimanapun diri. Hayoo peka nggak hati sama kasih sayang Allah? Salah satu bentuk kasih sayang Allah ya sampainya nasehat ke telinga, mata dan hati kita. Iya nggak?

    Nasehat yang terucap dari mulut seseorang terus didengar atau dilihat sama idera kita pasti atas ijin dari-Nya, karena kepedulian dan rasa sayang-Nya. Allah mau kita bahagia loh! Bukan cuma di dunia tapi sampai ke akhirat. Dia mau menemani kita terus di perjalanan hidup ini dan nggak akan pernah ninggalin diri sendirian. Kalau kita mau jatuh ... ya Allah yang pegangin, kalau kitanya bandel terus jatuh ... ya ditarik lagi sama Allah. Duuuh sayang banget ya Allah sama kita ...

    Jadi jangan alergi ya sama nasehat! Karena itu tandanya aku, kamu dan kita semua lagi disayang Allah ... 

    Humm... tulisan ini sebenernya nasehat buat diri saya sendiri. Terkadang mudah nulis panjang kali lebar kali tinggi, tapi jalaninnya ya masih harus berusaha banget juga. Nggak apa-apa ya, kita semua memang harus terus belajar untuk peka sama kasih sayang Allah, belajar berbenah dan jadi hamba yang diinginkan-Nya.  

    Kalau sahabat ilmair ada yang terinspirasi dan mau ikutan baper juga sama Allah, ya boleh banget ...

Semoga Allah lembutkan  hati kita semua ya, biar peka terus sama kasih sayang-Nya aamiin.

Cara Cek Kecepatan Website dengan Tools Google Gratis

     Di artikel sebelumnya ilmair pernah menyebut-nyebut tentang kecepatan loading website (web speed) ya. Yups waktu saya lagi "galau untuk ganti template", karena memang banyak template yang waktu dicek dan diaplikasikan pada web ilmair, ternyata bikin loadingnya jadi terasa berat. Humm ... ya memang, template itu berpengaruh banget kan sama web speed.

    Terus kenapa juga saya harus mikirin kecepatan website? Ya jelas karena itu penting banget buat kebaikkan imair pastinya - untuk kepentingan SEO  (Search Engine Optimization) dan kepuasan pengunjung juga.





- Website yang lambat loadingnya itu bisa "Ditinggalkan Pengunjung alias Kehilangan Trafiict"

    Weblog ilmair jelas dibuat untuk dikunjungi, biar artikelnya bisa dibaca orang, menginspirasi dan juga bermanfaat. Ya ... kalau loading ilmair lambat, membuat orang yang mau berkunjungnya jadi nggak sabar juga, terus cari informasi yang dibutuhkan di tempat lain yaa. 

    Ada yang bilang, hasil riset google menyatakan bahwa sebanyak 53% pengguna internet akan  meninggalkan web yang loadingnya lebih dari 3 detik. Humm ... sebegitunya ya, sepenting itu waktu mereka.

    Bukan hanya kehilangan pengunjung baru, tapi bisa jadi pengunjung lama alias yang sudah pernah datang pun jadi malas masuk lagi ke web kita kalau loadingnya terlalu lama.


- Website yang cepat loadingnya akan semakin bagus rankingnya di Google

    Kecepatan website itu berpengaruh juga loh ternyata dengan penilaian Google untuk menentukan ranking. Tentu saja itu karena google amat sangat memperhatikan para pengguna internet yang mencari informasi di perambannya.

    Ya ... itu artinya kalau mau websitenya berada di halaman pertama, kita harus peduli juga sama pengguna internet yang mau berkunjung ke weblog kita, peduli sama kecepatan website atau blog kita ya sahabat.


    Terus gimana cara cek kecepatan website?

    Di internet sendiri ada banyak tools yang bisa digunakan, seperti Google PageSpeed Insight, Pingdom, Google Mobile Website Speed Testing Tool, Load Impact, WebPage Test, Chrome DevTool dan lain-lain.

    Kali ini ilmair pingin bahas tentang Cara Cek Kecepatan Website dengan Google PageSpeed Insight ya, Tools Google Gratis ... Berikut penjelasannya:

1. Kunjungi Google PageSpeed Insight

2. Masukkan alamat website atau blogmu sahabat, di kotak yang tersedia

3. Klik analisis

4. Tunggu proses analisis hingga selesai

5. Sahabat bisa lihat hasil laporan analisis website nya jika sudah muncul. 

    - Ada dua tampilan untuk "Seluler" dan "Deskop", tinggal klik aja ya dua tulisan itu di kiri atas.

    - Pada halaman analisis itu, gulir ke bawah untuk lihat analisis lengkap dan tips mempercepat loadingnya ya.

Untuk ilmair sendiri dengan template sekarang ini hasilnya:


    Terus apa yang mempengaruhi kecepatan website? 

    Ada beberapa hal yang mempengaruhi kecepatan website, tentunya selain kecepatan koneksi internet pengunjungnya ya, yaitu: 

- hosting yang dipakai, 

- ukuran file gambar, video dan multimedia lainnya yang menempel, 

- widget dan plugin yang digunakan,

- code sourche yang terdapat pada template.

    Nah si template ini berpengaruh juga kan pada kecepatan website, ada beragam kode di dalamnya yang nggak mudah bagi kita sebagai pengguna template untuk utak atik lagi, kecuali kalau kita ini ahli pembuat template ya.

    Jadi gimana kecepatan websitemu? Apa template yang kamu pakai sudah mendukung SEO websitemu? Kalau ilmair kayanya mau segera diutak-atik lagi ini, biar lebih wuuuzzz ... wuuuzzzz ... wuzzzz ... biar sahabat semua betah ada di website ini, mendapatkan inspirasi dan manfaat yang banyak, barakallahu aamiin.

    Semangat ngeblog sahabat semua!

My Goals, Kamu Di Mana? part 6

    Posting lanjutan kisah "My Goals, Kamu Di Mana?" lagi ini ya ... Yuhuuu ... udah part 6 aja ya sekarang. Sebenarnya  saya lagi agak bingung sama update postingan ilmair, ada beberapa tulisan di draft yang belum tuntas tulisannya, mau lanjut nulis juga masih agak nge-blank, jadi lanjut pos cerita inspiratif ini dulu aja ya. Semoga ada inspirasi yang mengalir ke sahabat semua ya ... Untuk sahabat yang belum baca dari awal bisa ke "My Goals, Kamu Di Mana? part 1", "My Goals, Kamu Di Mana? part 2",  "My Goals, Kamu Di Mana? part 3", "My Goals, Kamu Di Mana? part 4", "My Goals, Kamu Di Mana? part 5" ya.

    Sekarang selamat membaca part 6 nya, share kritik dan sarannya di kolom komentar juga dipersilahkan ...

 


    Ada satu hari dimana aku merasa begitu lelah, hingga aku pun berteriak dalam bisikan, 'Ah Allah kenapa menjemput rezeki-Mu sesulit ini? Aku kan sudah berusaha Allah, semampu aku bisa, berdiri di atas kaki sendiri, tak meminta-minta atau bermaksud menyusahkan siapapun!'

    Saat itu tubuh ini terguyur hujan di atas motor, dinginnya tetes air pun terasa seperti menusuk kulit. Hari itu aku lupa membawa jas hujan, hingga kuyup hampir seluruh badan tak bisa dihindarkan. Kupacu motor semakin kencang, karena magrib hampir segera datang, hingga enggan diri untuk menepikan motor, meneduh walau sebentar.

    Dari pagi aku telah berkeliling seperti biasanya, berkunjung ke beberapa tempat untuk mencari nasabah, namun lagi-lagi yang kudapat hanya penolakan dan penolakan. Bahkan hari itu tak ada sesi curhat seperti biasanya, berkali-kali wajah tak bersahabat justru yang aku temukan.

    Hujan saat itu menjadi tumpahan rasa kesal, tetesan air yang tak bersalah itu pun berkali-kali menerima gerutuan dari mulut ini. Padahal jika kuingat, sudah beberapa kali aku berkeliling ditemani hujan selama ini, yang terkadang justru membuat pertemuan dengan prospek di tempat berteduh terjadi.

    Namun sepertinya hari itu aku begitu lelah, energi tubuh pun seakan melemah, harapan yang aku genggam saat berangkat tadi seakan menjadi serpihan yang kemudian terbang terbawa angin, lalu tersapu hujan.

    Hummm … apa kabar dengan semua motivasi perjuangan yang aku dapatkan selama ini? Memang masih menempel di kepala, bahkan bagai slide video satu persatu bergantian terbayang di pikiran saat itu. Baik itu motivasi yang kudapat saat mengikuti training, kata-kata Mbak Tifani yang selalu menyemangati, cerita teman satu tim di agency hingga sesi curhat yang selama ini aku dengar. 

    Tapi di saat perjalanan berjuangku rasanya belum juga mendapatkan hasil, sementara pikiran ini mulai membandingkan diri dengan kesuksesan orang-lain, diri ini tiba-tiba jadi merasa kecil, tertinggal jatuh dan gagal.

    Ah, semua motivasi perjuangan yang aku dapat pun seakan hilang tak berarti, tak memberi tambahan energi semangat saat dibutuhkan. Diri ini seakan tersudut oleh pikiran negatif yang berkumpul di kepala, tak punya harapan rasanya bahkan hampir putus asa.

    Lalu ‘goals’ku kemana? Entah, belum juga rasanya aku temukan di sini, tak mampu aku mencarinya pada sudut hati dan pikiranku. Perjalanan berjuang yang tanpa energi maksimal ini memang terasa begitu sia-sia.

    Hingga akhirnya arah langkahku pun kemudian seakan di buat berubah oleh Sang Pemilik skenario kehidupan. Ya … di hari-hari berikutnya aku tak lagi punya waktu banyak untuk berkeliling mencari prospek, karena aku diminta mengantar dan menunggui Faya, keponakanku, pergi ke sekolah. Kebetulan Mbak Giya, mamanya, yang biasanya mengatarnya lagi perlu banyak istrirahat, karena gelaja penyakit types yang dideritanya.

    Tapi … keadaan itu justru jadi sebuah peluang bagiku, karena di TK tempat Faya sekolah aku bertemu dengan ibu-ibu yang juga menunggui anaknya sekolah.

***

    Aku duduk di ruang kelas mendampingi Faya yang tak mau ditinggal, memperhatikan bagaimana sang guru paud itu mengajar. Dari mengajak bermain sambil menghafal doa dan hadist, serta melatih motorik halus anak-anak didiknya. Terkadang sang guru pun bercerita, disamping kesigapannya mendengarkan celoteh anak-anak yang selalu maunya diperhatikan.

    Saat jam istirahat tiba aku pun mulai beraksi, dari mulai lirik kanan dan kiri sambil menebar senyum, kemudian duduk merapat di antara barisan ibu-ibu … ‘pdkt’ ceritanya. Begitu pun saat pulang sekolah, aksi ‘pdkt’ itu pun berlanjut. 

Bersambung ...  ke "My Goals, Kamu Di Mana? part 7"


    Part 6 nya sampai di sini dulu aja, nggak panjang-panjang ya, soalnya kisah "My Goals, Kamu Di Mana?" nantinya mau saya revisi juga, mengikuti masukkan kurator di sebuah kelas online yang pernah saya ikuti.

    Ah iya bagi sahabat yang mau join kelas menulis online dan naskahnya di kurasi, boleh langsung kontak ilmair ya, di halaman kontak.

Translate