"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software
Home » , » Tanya Pagi pada Ketidakpastian, Si Satu-satunya yang Pasti dalam Hidup

Tanya Pagi pada Ketidakpastian, Si Satu-satunya yang Pasti dalam Hidup

    Postingan ilmair kali ini setetes cerita lagi, judulnya "Tanya Pagi pada Ketidakpastian, Si Satu-satunya yang Pasti dalam Hidup." Humm ... sebenarnya ini sebagiannya mengutip dari tulisan di weblog ilmair pada masa lampau yang dikembangkan dalam bentuk cerita ya. Kalau ada pembaca setia ilmair, mungkin akan inget sama tulisan "Satu-satunya yang Pasti Di Dunia adalah Ketidakpastian." Dan sudah pernah diposting juga di media sosial admin ilmair.

    Semoga sahabat tak bosan ya membaca tulisan di ilmair, semoga manfaat serta inspirasi pun mengalir untuk semua aamiin.

Selamat membaca ...




    Udara pagi yang dingin begitu terasa menyentuh kulit, padahal mentari sudah sedari tadi membagikan hangat pancaran sinarnya. Ah, rupanya sisa hujan semalam masih menyisakan dingin, yang belum mampu dikalahkan oleh energi panas dari si bulat besar di langit itu.

Tubuh rasanya terdorong ingin kembali bergelung di bawah selimut, jika saja semangat dari dalam diri ini tak segera melompat menyadarkan pikiran untuk bergerak. Hummm ... terlalu sayang jika pagi hanya dilewati dengan kembali bermimpi. Bermimpi dengan mata tertutup dan tubuh terbaring? Ah tidak, lebih baik bermimpi dengan mata terbuka dan melangkah, lalu akan ada sebuah jalan yang terbentang untuk sampai pada kemungkinan mimpi itu teraih atau terganti dengan mimpi yang lain.

Kutengok jendela kamar dan tampak cuaca hari ini cukup cerah. Maka kukatakan dengan lantang pada 'semangat', "Kamu tak boleh kalah ya! Kamu harus terus terikat kuat di dalam diri dan menemani langkahku di hari ini," bersama senyum ucapku begitu yakin. 

Lalu ... ribuan tanya pun mencuat di benak, seakan pagi tengah bertanya dan mengintrogasi diri.

"Apa yang akan kulalui hari ini?"

"Apa saja yang akan kutemui dalam tiap langkah kaki?"

"Apa ada sesuatu yang berat dan menyesakkan yang akan datang?"

"Apa aku bisa melewatinya?"

"Apa kecerian akan menyambut hariku kali ini?"

"Apa ada kesempatan baik untukku hari ini?" 

    Ah, pertanyaan itu begitu berdesakkan di kepala, bahkan bukan hanya itu, karena ia datang bersama pertanyaan lain yang juga mengantri di belakang.

Sementara aku hanya bisa menjawabnya dengan sebuah jawaban, bahwa jalan yang akan dilalui di depan adalah ketidakpastian. Ya, aku tak pernah tahu dengan pasti apa yang akan terjadi nanti, walau sesungguhnya sudah ada jalan takdir dari Allah yang tercatat untukku. Mungkin lebih tepatnya bisa dikatakan bahwa apa yang ada di depan itu adalah sebuah ketidakpastian yang pasti, atau bisa juga disebutkan bahwa satu-satunya yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian.

Ya ... hidup memang seperti itu bukan? Tak ada yang pasti dalam hidup ini, selain kepastian yang pasti tentunya yaitu Allah Subhanahu Wata'ala. Ketidakpastian itu sendiri terjadi karena adanya dimensi waktu, dimana waktu itu bergerak atau berubah, bahkan sangat cepat. Contohnya jika ada yang bertanya jam berapa saat ini, sungguh tak ada yang dapat menjawab secara pasti jam berapa saat pertanyaan itu diutarakan, karena setiap detik waktu itu bergerak (bahkan 1/10000000 detik lebih waktu bergerak) dan saat satu kata atau bahkan satu huruf saja terucap, sudah 1/10000000 detik waktu bergerak. Jadi takkan bisa tepat mulut berucap jam berapa saat ini, walau pada akhitnya kita sering menyebutkan waktu tanpa mengutarakan detiknya yang terus bergerak.

Dalam menetukan yang tepat saat ini saja ada ketikdapastian, apalagi untuk mengetahui yang akan terjadi di masa depan, akan ada banyak kemungkinan. Kemungkinan itu juga tak pasti seperti apa, tapi ia pasti ada. Termasuk jika yang datang adalah kematian, ia juga ketidakpastian yang pasti, karena tak ada satupun yang tahu kapan, dimana dan bagaimana datangnya, tapi ia pasti datang atau terjadi.

"Ketidakpastian ... apa itu buruk dalam kehidupan?" pertanyaan itu pun muncul kemudian.

Jawabannya tentu saja tidak, karena justru adanya ketidakpastian itu memberi warna dalam kehidupan, membuat hidup penuh rona, memberikan ragam pilihan dalam hidup. Jika saja ketidakpastian itu tak ada, maka manusia tak bisa memilih, bahkan tak bisa punya mimpi.

    Ya.. sesuatu yang tak pasti di depanlah membuat aku, kamu dan kita bisa bermimpi dan sejuta harapan bisa datang, mendorong diri untuk bergerak, mencoba dan berusaha. Walau hasil akhirnya tak pernah kita tahu, kecuali dengan melewatinya.

    Dan jika ingin mendapatkan hasil yang baik, haruslah ada dorongan dari dalam diri untuk melakukan yang terbaik, hingga mimpi pun akhirnya bisa diraih.

    Ah, sungguh yang kurasakan saat ini adalah begitu baiknya Allah, karena Dia menciptakan ketidakpastian dalam hidup. Walau sesungguhnya Dia tahu pasti tentang semua hal, termasuk apa yang akan terjadi nanti. Ya, semua jalan kehidupan telah tertulis dalam catatan disisi-Nya, tapi tersimpan dengan apik, hanya Dia yang tahu pasti tentang semua hal dan itu adalah bentuk kasih sayang-Nya. 

    Karena dengan ketidakpastian itulah manusia hidup, ketidakpastianlah yang membuat doa dan harapan itu ada, ikhtiar terjadi, hikmah dan pelajaran hiduppun datang, semua rasa pun tercipta. Bahkan kejutan-kejutan bisa menghampiri karena adanya ketidakpastian dalam hidup, entah itu kejutan yang bagi kita menyenangkan atau justru menyedihkan, tapi tetap bisa membuat kita bisa bergerak, sambil menanti dengan hati berdegup, tentang apa yang akan diberikan-Nya nanti. 

    Ya, kita hidup bukan berdiam diri saja di satu titik, lalu beku berjalan saja tanpa rasa, atau kaku lurus saja tanpa ada kelokan yang lain, ketika ketidakpastian itu tak ada. Karena jika semua hal telah kita ketahui dengan pasti, ketakutan yang memuncak akan hadir jika kita tahu besok akan jatuh, sakit dan terluka. Atau malas bisa terbiarkan menetap jika kita tahu dengan pasti bahwa takdir mimpi-mimpi akan diraih didepan. Lalu? Apa itu hidup? Tentu bukan, karena hidup itu adalah ketidakpastian yang pasti dan itu patut disyukuri.

    Aku tersadar dari lamuananku, dinginnya pagi kini sudah tak terlalu terasa di kulit, ia seakan telah merayap pergi perlahan, ia hanya bersisa di pipi dan ujung jemariku kini. Ah dinginnya pagi ini pun ternyata masih bisa dikalahkan oleh hangatnya kasih sayang dan cinta, dari Dia yang selalu memberi kehangatan cinta-Nya pada seluruh penjuru. Hangat yang menciptakan rasa syukur dan keyakinan bahwa akan ada kebaikkan-kebaikkan di depan sana, tentu jika jalan kebaikkan-Nyalah yang hati pilih.

    Senyum dengan penuh yakin kemudian yang tergurat di bibirku, semangat harus terus tumbuh, tumbuh untuk bisa melewati ketidakpastian yang terhampar di depan sana, menunggu kejutan-kejutan terbaik dari--Nya yang akan datang. Tentu bukan hanya dengan terduduk diam, tapi bergerak dengan langkah kaki yang harus dipenuhi keyakinan, bukan pada diri sendiri tapi kepada-Nya.

    Kuharap ada senyum juga yang melengkung di bibimu kini, bersama semangat yang terus menjalar di dalam tubuh. Bukan untuk aku, tapi untuk dirimu sendiri, untuk mimpi-mimpimu. Lalu jawablah semua pertanyaan pagi pada ketidakpastian dengan senyummu itu, bersama hangat cinta kepada-Nya yaitu cerahnya iman.

0 sharing inspirasi :

Posting Komentar

Silahkan share saran, kritik, ilmu, inspirasi positifmu di ilmair. Berkomentarlah dengan bijak. Spam akan saya hapus..
Terimakasih..

Translate