"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

Nutrilemon 100% Sari Lemon Asli dan Manfaatnya Bagi Kesehatan, Diet dan Kecantikan

    Ilmair hari ini mau share tentang "Nutrilemon 100% Sari Lemon Asli dan Manfaatnya Bagi Kesehatan, Diet dan Kecantikan". Yes artikel kesehatan lagi ini! Cukup lama juga ya jemari ini nggak nulis soal yang sehat-sehat alami, humm ... terakhir ada si waluh sayur sebagai obat wasir ya yang diposting. Sekarang waktunya ilmair bahas jeruk lemon ah di sini, semoga menginspirasi semua ya aamiin.

    Sahabat semua pasti udah tahukan ya kalau buah lemon punya segudang manfaat yang baik untuk kesehatan dan kecantikan. Iya buah kecil berwarna kuning cerah dan rasa yang masam ini memang memiliki kandungan yang kaya akan nutrisi, diantaranya adalah vitamin C, asam sitrat, kalsium, asam folat, vitamin B5, B3, B1, B2, zat besi, magnesium, fosfor, potassium, niasin, asam askorbat dan kalium. Wiiih banyak juga ya!


    Menjaga kesehatan tubuh di masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini pasti  penting banget ya dan mengkonsumsi lemon bisa jadi pilihannya.

    Yups setiap hari minum sari jeruk lemon yang dicampur air bersama madu ataupun gula, entah itu yang hangat ataupun dingin enak banget pastinya, bukan hanya rasanya di mulut tapi juga di badan. Eh selain diminum manfaat lemon juga bisa dioles di kulit wajah maupun kepala ya, fungsinya untuk menutrisi kulit dari luar, bikin makin cantik ya.

    Tapi peras-peras lemon beberapa kali dalam sehari rasanya lumayan ribet juga ya, apalagi kalau beli buah lemon kiloan, kalau menyimpannya nggak benar, sebagian lemon suka terbuang juga karena busuk, aduuh sayang banget kan jadinya.

    Ah itu sih cerita lama, sebelum saya kenal sama Nutrilemon, si sari lemon asli yang dikemas di dalam botol secara higienis. Iya nutrilemon ini 100% lemon asli yang dipetik dari kebun buah di Sumatera, produksinya juga diawasi oleh ahli pangan, sudah memiliki ijin edar dan juga sertifikat halal. Pastinya terjamin banget mutunya!

   Jadi kalau mau minum lemon ya tinggal buka botol aja sekarang, tinggal tuang dua sendok makan ke dalam gelas lalu dicampur air plus madu atau gula deh, bisa ditambah es batu makin seger rasanya. Eh bikin resep ramuan obat juga tinggal tuang aja, begitupun kalau mau masak dan perlu jeruk lemon, praktis banget dengan adanya nutrilemon ini. Terus-terus perawatan kulit wajah dan kepala juga pakai lemon nggak perlu ribet peras-peraas lagi. Ah pokonya saya seneng banget ada si sari lemon asli ini ...

    Eiya saya mau sharing juga ini beberapa Manfaat Nutrilemon, 100% Sari Lemon Asli ini bagi kesehatan dan kecantikan, apa aja ya? Ini dia ...

1. Meningkatkan Imunitas alias Sistem Kekebalan Tubuh

    Lemon mengandung Vitamin C yang bisa meningkatkan kadar glutation di dalam tubuh. Glutatioan merupakan antioksidan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Rutin mengkonsumsi lemon setiap hari bisa mencegah infeksi penyakit masuk ke dalam tubuh.

2. Melancarkan Sistem Pencernaan

    Kandungan yang terdapat di dalam lemon dapat merangsang hati untuk meghasilkan empedu yang lebih banyak, sehingga pencernaan menjadi lebih sehat. Dalam hal ini lemon juga berarti membantu sistem pencernaan dalam membuang racun atau toksik dari dalam tubuh yang diekresi melalui empedu.

    Nutrisi pada jeruk lemon juga bisa merangsang pergerakan usus (peristaltik), sehingga buang air besar pun menjadi lebih mudah dan teratur. Gangguan pencernaan seperti sembelit, kembung dan diare pun dapat dicegah, karena lemon dapat membantuk kinerja usu halus. 

3. Mencegah Penyakit dan Membantu Proses Penyembuhan

    Lemon juga ternyata kaya akan nutrisi dan zat-zat yang bisa mencegah beberapa penyakit dan membantu proses penyembuhan ya sahabat. Beberapa diantaranya:

- Menstabilkan tekanan darah

- Menurunkan resiko stroke

- Mencegah kanker

- Menghentikan pendarahan internal

- Menetralisir kadar kolesterol

- Mengobati asam urat

- Mengatasi sakit tenggorokan

- Mencegah anemia

- Menyembuhkan flu

- Mencegah asma

- Mencegah batu ginjal

- Mengatasi rematik

- Membantu mengurangi stress

4. Menurunkan Berat Badan (membantu program diet)

    Buat sahabat yang lagi menjalankan program diet, bagus banget ini minum sari lemon hangat secara rutin, karena zat polifenol yang terdapat dalam buah lemon dapat membantu menurunkan berat badan. Tenttu saja dibarengi dengan olah raga yang teratur dan pola makan yang sehat.

5. Merawat Kecantikan

    Manfaat lemon untuk kecantikan juga ternyata banyak, terutama karena kandungan Vitamin C yang terkandung di dalamnya. Dan manfaat lemon ini bisa didapat dengan meminumnya maupun mengoleskannya di kulit. Berikut beberapa manfaat lemon untuk merawat kecantikan:

- Mengecilkan pori-pori

- Mencerahkan kulit

- Memudarkan bekas jerawat

Menghilangkan keriput

- Menghilangkan flek hitam dan komedo

- Mengatasi kulit belang akibat terpapar sinar matahari

- Meremajakan kulit

- Mengatasi ketombe

- Mengatasi bibir pecah-pecah

- Menyegarkan nafas (menghilangkan bau mulut)


Wah ternyata banyak juga ya manfaat si buah kecil kuning masam ini! Dan semua manfaatnya itu bisa sahabat dapatkan pada sebotol Nutrilemon, yang setara dengan 2,5kg lemon. lebih tepatnya ada 500ml perasan sari lemon asli perbotolnya.

Ada sahabat yang mau nyetok Nutrilemon juga? Bisa langsung ke "kontak saya" ya, semoga artikel  ini bermanfaat dan bisa bantu sahabat semua buat menjaga kesehatan dan merawat kulit cantiknya aamiin.

Share di kolom komentar boleh kalau sahabat punya pertanyaan atau masukan seputar lemon ya ... 

My Goals, Kamu Dimana? part 5

    Ilmair sambung lagi cerita My Goals, Kamu Dimana? Udah sampai part 5 ya (sebelumnya My Goals, Kamu Dimana? part 4), semoga menginspirasi sahabat pembaca ilmair semua ya aamiin. Humm ... sebenernya ini naskah cerita faksi (campuran fiksi dan non fiksi) saya, tertulis di facebook saya sekitar 1 tahun lalu, saat rutin menulis setiap hari sebagai tugas komunitas menulis online. Baru dapat kurasi dari kakak editor kelas menulis juga, dapat kritik serta masukan yang banyak banget, tentu aja perlu perombakan lagi biar lebih menarik ceritanya. Hihi ... iya saya berharapnya cerita ini bisa di bukukan, ah masih perlu banyak belajarlah untuk saya nerbitin buku solo.

    Eiya buat sahabat yang mau ikut kelas menulis online cerita fiksi, non fiksi, artikel, copywriting, skenario dan lain-lain bisa kontak admin ilmair aja ya, atau ke nomor saya langsung boleh.

    Etsss sekarang kita langsung lanjutin tulisan "My Goals, Kamu Dimana? part 5" nya ya. Eh sahabat juga boleh share pendapat, kritik dan nasehatnya ya di kolom komentar, amat sangat senang saya kalau ada yang mau kritik tulisan ini :) Selamat membaca ...



    Ah, sayangnya pintunya baru kubuka sedikit saja, karena kata-kata itu belum terasa tepat menyentuh bongkahan beku di dalam hati. Hanya seperti mengambang walau tersimpan dalam ingatan, dan sebatas membuat aku mengerti tentang keadaan Pak Ardian.

    Aku pamit pulang ketika adzan ashar berkumandang, bukan dengan tangan kosong walau tanpa closing-an, karena dari pertemuan itu aku menerima semangat dan juga nasehat baik dari Pak Ardian. Apalagi beliau juga masih membuka peluang untuk bisa aku follow up di kemudian hari, “ya … masih ada kesempatan closing di hari nanti,” pikirku dengan percaya diri. 

****

    Hari-hariku berikutnya masih diisi dengan kegiatan mencari prospek. Mengunjungi toko, pasar dan juga mall, menyapa orang-orang baru, memperkenalkan diri serta menjelaskan produk.

    Ah, sungguh kegiatan ini tak pernah terpikirkan sebelumnya olehku, seorang Nayra yang pendiam ini sedikit demi sedikit bisa belajar juga untuk membuka diri, berbicara dengan orang-orang baru.

    Secara teori aku mungkin belajar hal itu di beberapa training yang aku ikuti, tapi secara prakteknya aku belajar langsung dari Mbak Tifani. Ya … sudah beberapa kali Mbak Tifani mengajakku untuk mencari prospek di tempat-tempat umum, dari berbasa-basi, berkenalan, hingga bertukar nomor handphone dan juga kartu nama.
    
    Tapi menjalani bisnis ini memang bukanlah suatu hal yang mudah, karena bisa dibilang seribu penolakkanlah yang aku terima di sini. Dari muka masam yang tampak saat aku mulai memperkenalkan diri, sampai penjelasan panjang lebar yang berakhir dengan jawaban “tidak” walau diawali dengan alasan “tanya istri atau suami dulu” serta “saya pikir-pikir dulu”. Ada juga prospek yang sampai minta dibuatkan ilustrasi perhitungan premi dan manfaat, tapi setelah aku “follow up” kesekian kalinya tetap saja berujung gagal “closing”dengan berbagai alasanya.

    Berbulan-bulan aku lakukan rutinitas itu, kupelajari juga bagaimana cara menghadapi keberatan calon nasabah dengan mengikuti training yang diadakan kantor agency maupun kantor pusat. Tapi entah kenapa begitu sulit rasanya untuk aku “pecah telor” mendapatkan nasabah.

    “Usaha kamu belum maksimal Nay! Kamu belum menemukan goals kamu kan Nay? Perhitungan yang Mbak pernah ajarin itu belum kamu bikin kan? Masih prospek mengikuti kata hati? Kalau hampir seharian hujan, kamu nggak berangkat keluar untuk cari prospekkan? Ah, masih mengikuti aliran air mu itu ya Nay?” Mbak Tifani justru mencecar dengan rentetan pertanyaan saat aku mengeluhkan susahnya mendapatkan nasabah.

    Ah, mungkin Mbak Tifani benar, karena memang selama ini aku menjalani bisnis ini masih dengan energi yang setengah-setengah, tidak seratus persen jiwaku berada di sini, terkadang masih ada juga alasan-alasan untuk tidak melakukan prospek dalam satu hari. Walau kata ‘menyerah’ tak pernah tersebut juga dalam ucapan, selalu ada saja dorongan untuk mengangkah, selemah apapun aku bergerak.

    “Kamu juga, jangan sering-sering habisin waktumu itu untuk dengerin curhat prospek dong, segera pamit pulang, batasi waktu follow up-mu itu Nay! Untuk pendekatan boleh, tapi liat kondisi juga, kalau sekiranya nggak mengarah pada closing ya lewatin aja Nay …” sambung Mbak Tifani.

    Ah iya, diantara kegiatan mencari prospek ini, cukup sering juga aku mendengar curahan hati dari para calon nasabah, baik itu prospek yang sudah kesekian kalinya aku temui maupun orang baru. Entah kenapa, mungkin memang karena pada dasarnya aku ini suka mendengarkan, hingga perbincangan yang semula bertujuan untuk menghasilkan ‘closing’-an itu pun berubah menjadi sesi ‘curhat’.

    Cerita yang aku dengar tentu saja beragam, dari mulai keluhan seputar klaim asuransi, kenakalan beberapa oknum agennya, hingga masuk ke ranah pribadi.

    Di sini mataku seperti seolah dibuat terbuka, melihat luasnya kehidupan yang dilalui beragam manusia. Jika selama ini aku sering mengeluh seakan diri sendirilah yang paling menderita, nyatanya setiap orang pun dalam hidupnya pernah memiliki rasa yang sama, ya … sama-sama beranggapan bahwa masalah hidupnyalah yang paling besar. Walau diantaranya ada juga yang berhasil keluar dari rasa itu, lalu menggantikannya dengan rasa syukur, ketika mereka mampu mengambil hikmah dari semua hal yang telah dilaluinya, serta mampu berempati dengan masalah-masalah orang lain.

    Selain itu aku juga mendapatkan banyak nasehat dan pelajaran di sini, utamanya adalah tentang perjuangan hidup. Ya … nyatanya hidup itu memang sebuah perjuangan bukan? Semua orang memiliki masalah dan semua itu dihadapi dengan berjuang, semua orang punya mimpi juga harapan, lalu menggapainya dengan berjuang.

    “Ah Dek nasib Adek jangan seperti saya ya, jangan sampai Adek salah dalam memilih pasangan hidup. Cari pasangan yang sholeh, yang paham agama dan mampu menghargai wanita,” salah satu pesan seorang Ibu yang kata-katanya selalu melekat di kepala ini. Seorang Ibu yang pernah mengalami kekerasan di dalam rumah tangganya, mendapat pelakuan kasar secara fisik dan psikis dari sang suami yang kini telah menjadi mantannya.
    “Saya mah sekarang fokus ngurusin malaikat-malaikat kecil saya aja Dek, biar bisa mengantarkan Ibunya ini ke syurga. Walau nggak mudah juga berjuang sendirian Dek, tapi ya harus bisa, lagipula Allah nggak akan kasih ujian melebihi batas kemampuan hamba-Nya bukan? Jadi in syaa Allah saya pasti bisa,” ucap Ibu itu dengan mata berkaca-kaca.

    Aku yang duduk di depanya hanya bisa terdiam dengan genangan air di kedua mata ini, sungguh tak tahu harus berucap apa untuk meresponnya. Karena rasanya di sesi curhat ini, akulah yang diberi nasehat dan juga hikmah, bukan sebaliknya. Seorang Ibu dengan segala masalah hidupnya itu telah menemukan sendiri kekuatan dan kebijaksanaan dalam dirinya, yang tentu saja itu berdasarkan pada iman kepada-Nya.

    Ya … memang seringnya begitu, setiap kali aku memasuki sesi curhat dari para calon nasabah, nyatanya diri inilah yang mendapatkan sesuatu, entah itu berupa hikmah, pelajaran dan juga nasehat. Telinga ini memang hanya cukup medengarkan saja, mulutku pun hanya mampu memberikan sedikit semangat dan juga berberapa kalimat empati, tapi selebihnya mereka semualah yang nyatanya berbagi kebaikkan kepadaku.

    Itulah salah satu hal yang aku sukai saat menjadi seorang agen asuransi, bisa bertemu banyak orang, kenal dengan orang-orang baru, mendapatkan berbagai cerita pengalaman dan juga motivasi kehidupan secara nyata. Walau disamping itu ada juga ketidaknyamanan yang aku dapat ketika berkenalan dengan beberapa orang baru, terutama karena aku merupakan seorang perempuan yang masih single, modus pendekatan yang kulakukan demi untuk mengejar target closing-an terkadang mendapat sambutan modus juga dari beberapa pria yang mengakunya masih single, ya… tak tahu juga kenyataannya dibelakang seperti apa.

8 Cara Memulai Bisnis dan Bertumbuh Untuk Sukses

    Kali ini ilmair ingin sharing tulisan tentang "8 cara memulai bisnis dan bertumbuh untuk sukses", sebuah tips untuk sahabat semua yang baru ingin atau bahkan sudah mulai berbisnis di masa pandemi covid ini.

    Mulai melangkah di dunia bisnis tentu bukanlah hal yang mudah, biasanya ada saja hambatannya ketika kita ingin melakukan langkah pertama, baik itu dari diri sendiri yang masih suka ragu-ragu dan takut salah langkah, maupun hambatan dari luar diri, seperti tak ada dukungan dari orang terdekat atau sulitnya mencari yang kita inginkan untuk mewujudkan ide.

    Begitupun saat kita sudah menjalani bisnis dan berusaha bertumbuh untuk sukses, pasti akan ada ujian-ujian yang menghadang langkah ini, masalah yang datang menggoyahkan mental. Semua itu harus bisa kita hadapi dengan baik jika kita mau sukses dalam berbisnis.

    Admin ilmair sendiri sebenarnya bukanlah seorang pembisnis yang sudah sukses saat ini. Tapi hanya ingin berbagi pengalaman saja tentang bagaimana memulai bisnis, sambil terus belajar juga dari kesalahan-kesalahan yang pernah diri lakukan di dunia bisnis dan berharap bisa bertumbuh hingga mencapai sukses dalam berbisnis.

    Semoga tulisan ini jadi tempat belajar buat semuanya (terutama saya sendiri), menginspirasi dan selamat membaca ...

 8 Cara Memulai Bisnis dan Bertumbuh Untuk Sukses

1. Jangan Ragu-Ragu, Yakinlah!

    Ketika kita akan memulai bisnis, hal nomer satu yang harus diperhatikan adalah kita harus yakin dengan apa yang akan kita jalani. Ya ... jangan sampai ada keraguan, jangan kebanyakan galau, baik itu terhadap diri sendiri (pesimis dan merasa tak mampu) maupun dalam memutuskan produk apa yang ingin kita jual. Jangan hanya terus bertanya, "bisnis apa yang yang bagus untuk dijalani?" "produk apa yang paling laris di pasaran dan bisa bikin aku sukses?" "bisnis apa yang cocok denganku?" tapi kemudian hanya diam di tempat tak mulai-mulai untuk melangkah, hanya menghabiskan waktu.

    Bob Sadino Rahimahumullah saja pernah berpesan, ketika ada orang yang bertanya, "bisnis apa yang
BAGUS?" jawabannya, "bisnis yang DIBUKA bukan yang ditanyakan terus."

    Maka untuk memulai bisnis, kita harus yakin, segera putuskan apa yang mau kita jual, jangan terlalu banyak mikir tapi nggak jalan-jalan.

    Perkuat keyakinan itu juga dengan DUIT dan S2 (Doa, Usaha, Ikhlas dan Tawakal - Sabar dan Syukur), agar sukses bisnisnya

2. Pilih Produk Yang Dekat Dengan Diri

   Saat memustuskan untuk menjual produk, pilihlah produk yang dekat dengan diri. Maksudnya adalah produk yang kita jual itu sebaiknya produk yang kita sukai atau diri mau untuk memakainya, bahkan sudah terbiasa untuk menggunakannya. Tips kedua ini bisa juga dibilang "cintailah produk yang kita jual".

    Ya ... kalau kita menjual  produk yang kita pakai, sukai dan cintai, maka ikatan dengan produk akan terjalin lebih kuat, terasa lebih mudah juga kita untuk menawarkannya. Selain itu akan terdorong dari hati juga diri untuk berbagi manfaatnya, bahkan ada testimoni pribadi yang akan memperkuat dan meyakinkan hati pembeli.

    Jangan sampai kita menjual produk yang bertentangan dengan hati atau diri sendiri tak suka untuk memakainya. Karena hal itu akan menjadi beban dan hambatan nantinya saat kita menawarkan produk. Mental kita ketika ditolak pembeli pun akan jatuh ketika ikatan hati dengan produk tak kuat.

3. Jadilah Solusi dan Lihatlah Peluang

    Masih seputar memilih produk, saat akan memulai bisnis sebaiknya kita pintar-pintar melihat peluang. Ya ... jualah produk yang bisa menjadi solusi bagi orang lain, produk yang sedang dibutuhkan orang banyak, produk yang disukai pasar.

    Kalau kita mau sukses dalam berbisnis, ya ... kita harus bisa peka, buka mata, lihat ke sekeliling produk apa yang bisa kita jual untuk membantu kebutuhan orang lain, segera tarik ide lalu jalankan segera dan jangan menunda.

    Bisa juga kita jual produk yang sedang viral, asal jangan sekedar ikut-ikutan tanpa perencanaan yang matang. Karena produk viral itu tentu banyak pesaingnya dan terkadang hanya berlangsung sesaat kemudian tenggelam.

    Atau sering-seringlah bertemu dengan teman alias menjalin ukhuwah, karena bisa jadi kita mendapatkan kesempatan dan inspirasi dari pertemuan yang terjadi.

    Ya apapun yang penting satu, harus selalu jadikan niat di hati bahwa tujuan kita berjualan adalah untuk membantu orang lain, tentu saja karena Allah agar berkahnya sampai ke akhirat.

4. Belajar dan Jangan Banyak Alasan

    Jika mau bertumbuh dan sukses berbisnis kunci utamanya adalah kita harus mau belajar dan jangan banyak alasan.

    Misalnya jangan bilang tak ada modal saat kita baru mau mulai berbisnis, karena kalau kita mau belajar dan lihat kesekeliling, banyak juga orang yang awalnya jualan tanpa modal. Cukup jadi reseller produk teman aja dulu, modalnya hanya kuota internet untuk promosi, atau modal dengkul untuk jalan tawarin produk.

    Atau ketika ingin jualan secara online, lalu merasa diri gaptek, jangan terus mundur dan jadi malas-malasan melakukan promosi online karena merasa tak bisa. Tapi segeralah belajar! Bisa dimulai dengan memperhatikan bagaimana orang lain berjualan secara online, bertanya pada teman yang tahu ilmunya, atau bisa juga cari ilmunnya dengan browsing  di internet dan baca buku-buku bisnis, bahkan kalau mau lebih mantap lagi ya ikuti kelas-kelas belajar berbisnis dengan ahlinya (investasi leher ke atas).    

6. Harus Punya Mental Preparation dan Bermental Baja
    
    Dalam berjualan atau berbisnis itu kita harus punya persiapan mental (mental preparation), karena rintangan dan hambatan di depan itu pastilah akan ada,

    Salah satu pesan dari Kang Rendy Saputra tentang mental untuk para saudagar (pembisnis), juga bisa jadi pegangan untuk kita yang baru memulai bisnis ...
Mentalmu seperti apa Saudagar? Apakah mentalmu bisa membuat dunia berpihak padamu? Keruwetan pasti akan datang dalam perjalanan bisnis setiap saudagar, tapi saat ditengah keruwetan itu kita memutuskan untuk tidak berhenti, jalani terus, jalani terus, maju terus, akhirnya kita bisa menjadi luar biasa. Seperti orang-orang yang telah lebih dahulu menjadi luar biasa karena tidak mau berhenti dalam langkahnya. Hantu dan tantangannya pengusaha kecil adalah mental, maka dari itu seharusnya kita punya mental preparation (persiapan mental), yaitu mental yang siap ditolak, siap tidak laku, siap diremehkan, dan mental menerima sesuatu yang tidak diharapkan. Taapi dengan mental preparation kita juga akan siap untuk tak berhenti hingga sukses menghampiri."

    Humm ... saya pun teringat pesannya Coach DR. Imam Muhajirin El Fahmi tentang mental yang mengatakan bahwa “Jadilah baja, jangan jadi kayu yang mudah patah, jangan jadi kertas yang mudah sobek. Walau selalu ada rasa sakit, tapi itu tidak akan mematikan. Rasa sakit untuk belajar bertumbuh, rasa sakit yang tidak akan membuatmu menyesal, rasa sakit karena mengejar impianmu, memperjuangkan cita-cita yang besar dan layak untuk kamu perjuangkan." 

    Ya ... memang dalam perjalanannya, bertumbuh dalam berbisnis juga pasti akan banyak rintangan dan hambatannya, dari menerima penolakkan saat kita menawarkan produk, nyinyiran orang-orang yang tak suka, komplainan dari pembeli dan masalah-masalah lainnya. Semua hal itu harus bisa kita lalui dengan baik, jangan membuat diri menyerah dan berhenti melangkah.

    Kita harus punya persiapan mental yang kuat seperti baja yang takkan mudah patah seperti kayu, tak mudah sobek seperti kertas. Sehingga kita akan berjalan terus menekuni bisnis kita, menghadapi masalah dalam bisnis kita, bertumbuh dan sukses.
   
7. Fokus, Tekun dan Konsisten
    
    Saat menjalani bisnis kita harus bisa fokus, tekun dan konsisten menjalaninya, jangan setengah-setengah apalagi bermalas-malasan.  Ketika kita sudah memutuskan untuk menjual produk apa, jalani dan pelajari dengan baik agar bisa terus bertumbuh, fokus pada apa yang kita lakukan, buat target, lalu tekun dan konsisten dalam menjalaninya.

    Sekali lagi, jangan mudah menyerah dan harus punya mental preparation yang baik, mental baja dalam menggapai kesuksesan.

    Untuk masalah fokus, ada yang bilang bahwa saat menjadi penjual pemula sebaiknya fokus pada satu produk dulu aja, jangan menjual produk 'palugada' (apa lu minta gua ada, alias banyak produk yang kita jual). Fungsinya selain agar kita lebih mudah menjalaninya dan bisa menguasai produk dengan mantap, fokus pada satu produk pun bisa membuat pembeli lebih mudah mengingat kita. Sehingga kita bisa bangun personal branding melalui produk dan ketika ada orang yang butuh produknya bisa langsung ingat kita.

    Itu cocok sekali jika kita ingin membuat personal branding dari produk yang kita jual, dikenal sebagai si penjual produk A misalnya, jadi ahli yang sesuai dengan produk.

    Tapi tak salah juga nyatanya kalau kita jual produk 'palugada', asalkan kita bisa memegang semua produk itu dengan baik dan tetap fokus menjalankan bisnis yang kita jalani. Lalu buat seperti halnya warung  atau minimarket dan suermarket, lalu branding nya bisa dari toko atau dari keahlian kita dalam menjual seperti halnya dewa selling (Kang Dewa Eka Prayoga).

    Ya ... apapun itu tergantung bagaimana kita bisa menjalaninya, yang penting tetap fokus, tekun dan konsisten.


8 . Jangan Sombong, Jangan Merasa Sudah Di Atas dan Harus Mau Dikritik

    Dalam menjalankan bisnis kita harus menjalin hubungan dengan orang lain, masuk ke komunitas dan juga berukhuwah. Di sini kita harus bisa menjadi orang yang menyenangkan, rendah hati, tidak merasa diri di atas dan memandang rendah orang lain. Ya ... jangan sombong! Sikap kita terhadap orang lain akan berpengaruh pada proses perjalanan memulai bisnis, belajar pun akan lebih mudah dilakukan dengan sikap yang merasa bodoh, sebaliknya orang yang merasa sudah tahu dan sombong akan sulit menerima ilmu.

    Ketika sudah menjalankan bisnis pun jangan mudah puas dengan pencapaian yang kita, jangan merasa bahwa bisnis kita sudah cukup baik saat ini, lalu menutup mata dan telinga hingga tak mau mendengar masukkan yang datang, enggan melihat kesalahan karena merasa diri telah sempurna menjalaninya. Jangan meremehkan apapun! Jangan sombong! 

    Karena dalam bisnis itu pasti ada masa naik dan turunnya, takkan selalu kosisten perjalanan kita. Akan selalu ada kemungkinan yang tak bisa kita duga terjadi di depan. Seperti saat pandemi covid-19 ini misalnya, sebuah keadaan yang tiba-tiba saja datangnya, membuat banyak bisnis di negeri ini, bahkan dunia jatuh.

    Maka dari itu jangan terlena dengan pencapaian bisnis kita, harus punya pegangan, utamanya tentu saja berpegang kepada Allah.

    Begitu ada masalah dalam bisnis segera cari solusi, segera liat apa yang salah dan apa yang bisa dilakuakan. Selalu siap juga terima kritik dari siapapun, lalu segera berbenah untuk kembali bertumbuh. 

Hummm ... apalagi ya tips cara untuk memulai bisnis dan bertumbuh untuk sukses? Sahabat semua boleh tambahin inspirasinya di kolom komentar bawah ya buat sharing. Semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah aamiin. Selalu semangat!!

Galau Mau Ganti Template Blog - Move On Ternyata Nggak Mudah Ya

    Ada-ada aja ya admin blog ini alias saya, mau ganti template blog aja pakai acara galau segala, hummm... move on ternyata nggak mudah ya... hihi berasa udah nyaman aja sama template ini walau sebenernya termasuk jadul. Kemarin ini sempat ganti sebentar, tapi pas tahu head image nya nggak bisa dihapus dan dijadikan tulisan aja kaya template yang saya pakai ini, jadilah saya urungkan, kembali lagi deh ke template ini.

    Hummm... kenapa ya saya sampai galau buat ganti blogger template? Sedikit saya share boleh kan ya disini
1. Saya itu termasuk yang paling ribet urusan template dari dulu, punya template pinginnya yang responsive, bagus buat SEO, warnanya sesuai dengan yang saya mau, toolsnya sesuai yang saya ingin, dan cepat loadingnya dan lain-lain yang kadang nggak mudah ditemuin di pilihan template yang ada.

2. Karena alasan nomer satu itu, maka template yang ada sekarang udah mengalami berbagai editan otodidak saya (yang htmlnya saya ubek sendiri searching di google). Dan pengeditan otodidak itu seringnya langsung saya terapin mengikuti tutorial yang ada, nggak saya save lagi poin-poinnya, dan karena itu saya nggak inget dengan jelas semua kode html nya itu (termasuk  letak kodenya). 

3. Terus ada juga kode lainnya yang saya masukin, seperti google analitycs, feed burner, alexa, kode advertiser dan lain-lain yang saya juga nggak catat apa ajanya (yang tertullis itu yang saya ingat dan mudah menemukan kode htmlnya, yang terlupakan itulah yang bikin khawatir).

- Kapan-kapan saya mau share ah ilmu hasil pengeditan yang saya inget, in syaa Allah, semoga bermanfaat nantinya aamiin.

    Terus solusi kegalauan dan biar saya move on dari template jadul ini? Sebenernya mudah ya untuk yang nomer satu, tinggal beli aja template premiunnya, pesan template ke mastah design template.

    Tapi... untuk sekarang ini kayanya saya masih milih template gratisan dulu aja deh. Humm... bukan bermaksud jadi orang bermental gratisan ya, tapi karena memang blog ini juga jarang di update dan belum menghasilkan, jadi cukup sayang aja uangnya kalau harus keluar untuk keperluan yang belum terlalu urgent.

    Untuk poin nomer dua dan tiga, ya PR banget buat saya kalau mau ganti template nih, harus otak-atik lagi html nya, menemukan apa-apa aja tambahan editannya dulu, sambil cari juga ingatannya di kepala ini.

    Jadi sekarang? Ya tetep pakai template ini aja dulu, sambil terus cari template blogger gratisan yang sesuai dengan yang saya mau, tapi saya harus buang jauh-jauh galau nya, tetap move on, karena template inipun akan di update juga, ya mari jemari kita utak-atik lagi kode html template blog ini.

    Ah udah ah curhat tentang template blognya segitu dulu aja ya. Eh tapi sebenarnya jadi kepikiran inspirasinya juga ini, kebiasaan lama admin ilmair ini menarik inspirasi dari sebuah tulisan. Humm... lanjut ah menulisnya, buat yang baca semoga menginspirasi juga ya...



    Iya dalam hidup ini terkadang ada aja ya sesuatu yang bikin galau, buat hati gelisah dan jadi kepikiran terus, sampai rasanya nggak mudah buat move on. Padahal kalau hidup mau terus bertumbuh dan berkembang ya pastinya perlu move on dong, tentu aja dari hal-hal yang udah nggak seharusnya diri bertahan dan menetap di sana, kaya sesuatu yang udah nggak mungkin diulang seperti masa lalu misalnya atau keadaan yang nggak baik dan nggak diridhoi-Nya... Ya pasti diri mestinya move on dong, move on!

    Tapi galaunya hidup pada keadaan itu, nggak bisa ya kaya template yang tinggal di update aja, di utak atik biar yang jadul bisa jadi up to date lagi. Kaya nggak bisa ya kita kembali ke masa lalu gimana pun caranya, yang benar ya jalani teruslah kehidupan di hari ini untuk masa depan, harus bisa move on dari masa lalu dan itulah caranya mengupdate hidup yang sekarang.

    Begitupun dengan hal-hal yang nggak baik dan nggak diridhoi-Nya, jangan sampai hal itu diutak atik biar tampaknya jadi baik. Contohnya ngegosip gitu, dibuat jadi manis kata-katanya biar jadi nggak seperti ngegosip, atau bilangnya 'buat jadi pelajaran' padahal ya tetap aja yang dibahas aib yang nggak ada urusannya dengan yang ngegosip. Kalau nggak mau nanggung dosa besar yang seperti memakan bangkai ini ya harus move on dong dan menjauhlah dari bergosip, lalu fokus sama aib sendiri, nggak sibuk lagi sama aib orang lain.

    Berbeda ya kalau yang digalauinnya urusan akhirat, harus hati rasakan itu, biar kepikiran terus gimana caranya raih bahagia di akhirat, yang hanya bisa didapat dengan mencari ridhonya Allah aja. Dan benahi diri terus deh diri setiap waktu, update (lebih tepatnya upgrade) diri jadi hamba-Nya yang lebih baik, move on dari semua yang nggak baik dan nggak diridhoi-Nya, walau itupun nggak akan mudah, karena ujian keimanan itu pasti ada, seperti "angin kencang yang menerpa pohon" ya.  Ah iya, hidup ini gratis loh dari Allah, kita sebagai hamba-Nya cukup bayar pakai taat biar bisa bahagia dunia dan akhirat. 

Ah tulisan ini utamanya nasehat buat diri sendiri, semoga bisa memberi kebaikkan buat diri dan yang membacanya aamiin.

Translate