Hari guru dan guru kehidupan
Berbicara tentang guru, guru itu adalah pengantar seseorang mendapatkan kesuksesan. Dari mulai balita (bahkan ada yang dari bayi --- baby school) hingga mahasiswa, setiap orang (yang mendapat kesempatan belajar formal) akan bertemu dengan guru, yang mengajarkan semua hal dari ilmu yang tidak diketahui, dari tidak bisa membaca, tidak bisa menulis, tidak bisa berhitung, hingga belajar berbagai jurusan di perguruan tinggi. Dan semua ilmu yang tertuang di bukupun sebagian besar diterjemahkan dan disampaikan sesuai batasannya oleh guru kepada anak didiknya.
Begitu besar jasa guru terhadap kehidupan ini, tapi mirisss banget mendengar berita tentang guru di televisi, koran dan media informasi lainnya. Bahwa pahlawan tanpa tanda jasa itu kurang dihargai, kesejahteraannya oleh Negara kurang diperhatikan, kualitas guru-pun terkadang tidak diasah dan kurang di fasilitasi dengan baik, serta kurang mendapat perhatian. Fuuh… padahal bukankah negara ini bisa punya presiden dan semua ahli profesi hidup dan pekerjaan dan ilmuan di berbagai bidang karena jasa-jasa guru. Ya khan? Entahlah.. saya sih hanya berharap semoga aja semua hal tersebut tidak berkelanjutan di masa datang yupz.. dan semoga masih banyak guru yang sepenuhnya berdedikasi dengan sepenuh keikhlasan hati, membangun dunia semakin baik dengan mengasilkan lulusan-lulusan ilmuan, insinyur, dokter dan semua profesi hidup yang cerdas, bermoral baik (seperti guru dalam kisah di novel dan film laskar pelangi ^_^). Amin…
Selain dalam pendidikan formal, dalam kehidupanpun sesugguhnya banyak hal yang dapat memberikan pelajaran, banyak hal yang dapat menjadi guru kehidupan. Guru kehidupan tersebut bisa dari orang lain (ekstern) atau bahkan dari dalam diri (intern) terdapat guru yang senantiasa dan secara otomatis mengajarkan kehidupan setiap waktu. Kalau dari orang lain, guru kehidupan tersebut seperti orang terdekat, orang tua, keluarga, sahabat, dan berdempetan dengan ajaran baik dalam kehidupan, nasehat, kritik, sharing pengalaman, dan lain-lain. Walau seseungguhnya guru ekstern itu bisa lebih dari itu, jika manusia dapat mengambil hikmah dari setiap hal maka setiap kehidupan manusia di dunia ini dapat menjadi guru kehidupan, memberi inspirasi-inspirasi positif, bahkan dari hal negatif sekalipun. Sementara guru dari dalam diri, adalah sikap diri yang selalu mengambil pelajaran positif dari setiap hal, termasuk juga belajar dari pengalaman diri, maupun apa yang ada dalam hidup (termasuk menerima pelaran hidup dari guru kehidupan ekstern tadi..). Dan yang menjadi guru besar kehidupan yang sempurnanya tentu Allah SWT dunk... ^_^
Apa pandanganmu tentang guru? share pendapat, dan inspirasi hidup positifmu tentang hari guru dan guru kehidupan di b log ilmu_air yupz… ^_^
Terima Kasih Guru, tanpamu tulisan ini tidak ada dan tak akan terbaca oleh siapapun! Dari sini saja jasamu begitu besar, kami terhindar dari buta huruf!
BalasHapus@nuansa pena, yupz bro.. tanpa guru tidak akan ada blog ilmu_air, dan blog-blog lainnya, tidak akan ada dunia maya dan internet, tidak akan ada kehidupan yang semakin baik, dan perkembangan hidup... jasa guru memank tiada taranya... terimakasih guru...
BalasHapusdan terimakasih untukmu bro, karena telah berkenan berkunjung ke blog ilmu_air
nah ini yang perlu di ingat, apa bila perlu mah kita mendoakan buat guru2 kita yang telah mendahului kita, di tunggu coment balek Mbak..
BalasHapus