"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

teori dan praktek kehidupan

Saya ingin bahas tentang teori dan praktek kehidupan. Biasanya sering kita dengar bahwa praktek lebih penting dari teori. Kalau bagi saya kedua hal itu sama pentingnya, karena hidup ini tidak dijalani dengan reflek begitu saja. Atau hidup ini tidak bisa dijalani dengan gerakan pantomime tanpa bahasa, dimana bahasa ucap sendiri sebagiannya merupakan teori. Aturan hiduppun diatur dalam berbagai teori bukan? Kitab suci, undang-undang dll.. begitupun dengan ilmu pengetahuan, manusia mendapatkannyapun dari teori-teori, tidak bisa tiba-tiba mengetahui tata bahasa (negri sendiri maupun bahasa asing), atau suatu system management, atau bagaimana terjadinya gempa vulkanik, dll tanpa teori. Seorang dokter bisa memberi resep pada pasiennya karena teori ilmu kedokteran tentang cirri-ciri jenis penyakit dan obatnya dari ilmu pendidikan yang didapatnya, seorang insinyur dapat membangun gedungpun berawal dari teori-teori perhitungan dalam kertas yang direalisasikan ke bidang nyata, dll.

Semua hal dalam hiduppun sepertinya butuh teori bukan? Sebuah pertimbangan, pemikiranpun adalah sebuah teori, maka tidak mungkin kehidupan dijalani hanya meraba-raba naluri, atau seperti gerak reflek mulut berkata “auuu” saat kaki tertusuk duri. Rasa kasih sayang mungkin bisa menggunakan naluri, seperti kasih ibu kepada anaknya kemudian mengurusnya hingga dewasa, tapi butuh juga teori bagaimana mendidik anak dengan baik, butuh teori bagaimana bekomunikasi dengan anak sesuai umurnya dll..

Pengetahuan manusiapun terbatas, butuh share dari orang yang lebih berpengalaman, dari ahli, karena manusia bukan seperti Nabi atau Rasul, yang di beri ilmu langsung dalam bentuk anugerah dari Tuhan. Namun kemudian manusia itu sendiri harus merealisasikan teori itu dengan mempraktekannya dalam kehidupannya. Sebuah teori bisa sia-sia tanpa prakteknya, dan perbuatan tanpa pemikiranpun bisa berkhir dengan kesia-siaan.
Jadi jika ada kalimat lebih penting praktek daripada teori, bukan berarti bahwa manusia mengenyampingkan teori, tapi harus mengedepankan keduanya, yaitu praktek dan teori, jika teori itu telah ada kembangkan dengan perealisasian pada perbuatannya(praktek), dan jika ingin bertindak maka butuh pemikiran dan landasan yang benar dahulu (teori).
Saya sendiri masih jauh dari kemampuan diri menjalani pemikiran dan perbuatan yang seimbang dan baik dalam hidup saya, bagaimana dengan kamu? Share diblog ini, karena tulisan-tulisan diblog inipun masih jauh terealisasi dengan hidup saya, tapi saya berharap semoga menjadi inspirasi positif untuk siapapun dalam hidupnya masing-masing (semoga tidak tersia-sia karena hal-hal negatif, atau spekulasi), dan jika ada yang negatifpun dari tulisan saya silahkan share kritik positifnya… ^_^

Dan kalau membaca kembali blog saya ini, ingin kutulis beberapa kata: (baca juga "disini" )


pelajaran hidup...

Setiap langkah yang telah dilalui manusia pastikankan menjadi bagian yang erat dengan perjalanan hidup yang tidak akan terhapus. Ucap, gerak, bahkan 1 detiknyakan terekat utuh dalam lembaran hidup. Dan seperti yang telah tersirat dalam semua kitab, bahwa manusiakan menerima semua hal yang telah dilakukannya. Hasil bukanlah segalanya tetapi proses itulah yang Tuhan pandang dan nilai. Niat dan pikiran juga jadi penentu. Apakah pernah kau fikir bagaimana Tuhan mungkin memberikan semua hal jalan hidup yang kau lalui kini? Tidak, tentu saja tidak ada yang mampu pahami bagaimana rahasia Ilahi menentukan takdir perjalanan hidup manusia.
Tapi sedikitnya ada satu hal yang terfikir dibenak, yaitu bahwa apapun yang tuhan berikan dalam hidup di dunia adalah sebuah pelajaran, dan selalu pelajaran, bahkan saat kau menatap bagaimana orang lain menjalani hidupnyapun itu bisa jadi pelajaran bagi hidupmu sendiri, saat tuhan berikan kebahagiaanpun padamu, pelajaran terkecilnya adalah bagaimana kau mampu menghargai kebahagiaan itu, saat kau diberikan kesedihan mungkin juga Tuhan ingin kau belajar keluar dari masalah kesedihan yang sedang kau hadapi itu, dan belajar memahami kesedihan adalah bagian dari hidup, karena hidup tidaklah selamanya berona, ada kelam yang menganga… selalu…

Pernahkah kau tertawa disaat melihat orang lain tersungkur, bagaimana jika ternyata kau melewatkan sebuah pelajaran karena lebih memilih tertawa, sementara mungkin Tuhan suatu saat kan menempatkanmu pada posisi yang sama dengan orang yang kau tertawakan, dan lihatlah, apakah kau lebih baik darinya? Seharusnya jika kau menyadari untuk belajar, maka kau akan lebih memahami kenapa orang tadi sampai tersungkur jatuh, dan di saat itu kaukan belajar untuk tidak tersungkur bila kau berada di posisi yang sama. Begitupun dengan pelajaran bagi orang yang menghina, karena biasanya menghina seperti orang yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain, kemudian merendahkan, padahal di mata Tuhan siapa yang tahu derajat manusia. Dan suatu saat jika Tuhan berkata “kun faya kun”= “terjadi maka terjadilah” Tuhan tunjukkan yang dihina tak seburuk itu, dan mungkin yang menghina kan menatapi diri tak sebaik pikirnya…
Pernahkah kau katakan : ‘aku tidak mungkin begitu’, atau ‘aku tak mungkin menyukai hal itu’ atau ‘aku tidak mungkin mencintainya’ atau hal itu tidak akan mungkin’ dst…dimana kau mungkin menganggap buruk dan rendah, dan tahukah kau, bahwa di dunia ini tidak ada yang tak mungkin, terutama jika Tuhan telah berkehendak. Hatimu yang saat mengatakan kata tak mungkin, terutama bila ada unsur hina, sombong di dalamnya, seperti melupakan bahwa Tuhan mendengar hatimu dank kau melupakan bahwa yang menentukan kemungkinan di dunia hanya Tuhan, bahkan yang paling tahu dirimu sendiri adalah Tuhan. Maka mungkin saja bila Tuhan membuatmu di posisi tidak mungkin tadi, dan membuat dayamu lemah untuk ‘tidak begitu’ atau ‘tidak menyukai’ atau ‘tidak mencintai’ hal-hal yang semula kau pikir tidak mungkin. Atau justru hal yang kau anggap tidak mungkin dan buruk itu ternyata jauh lebih baik dari yang kau fikir. Contohnya adalah bagaimana benci bisa jadi cinta, atau bagaimana orang dapat turut serta membicarakan hal yang di hina, tapi kenyataanya ya dibicarakan dan dipenasari (tanpa sadar , mungkin kau juga menyukai, setidaknya menyukai untuk membicarakannya)..
Dan pelajarannya adalah ‘jangan pernah kau remehkan apapun di dunia ini...’ dan kalaupun kau tidak menyukai hal apapun itu, hanya doalah rasanya kata terbaik, bukan kesombongan bahwa dirimu tak mungkin begini dan begitu, bukan?
Kalau saya sendiri masih jauh dari orang yang dapat belajar dengan baik dalam hidup… Bagaimana denganmu dan menurutmu? share pendapatnya diblog ini..

Translate