"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

Kembali Pada Allah

"Kembali Pada Allah" tulisan saya kali ini di blog ilmair, bisa juga kita jabarkan dengan kalimat lebih lengkapnya bahwa "Semua berasal dari Allah dan akan kembali pada Allah". Inspirasi tulisan ini berasal dari banyak hal, termasuk dari dari kata wafatnya beberapa publik figur tanah air, seperti Alm Bob Sadino, Alm. Olga Syahputra, dan juga Almh. Mpok Nori pada awal tahun 2015 ini. Eeeh sudah berganti tahun ya... btw postingan blog ilmu air malah belum terupdate, terakhir saya posting di akhir tahun 2014.. dan baru sekarang saya sempat update blog.

Kembali pada tema.. Hummm Kembali pada Allah..^_^ Ya.. Kita semua yang ada di dunia ini adalah milik Allah tentu akan kembali pada Allah, manusia Allah ciptakan dan ada di dunia, pada akhirnya akan meninggalkan dunia ini, kembali pada Allah. Sebagai hambaNya kita memang harus menyadari bahwa hidup di dunia hanya sementara, diri ini akan kembali padaNya jika Dia menginginkannya kembali. Begitupun dengan semua hal yang kita punya di dunia ini, diberikan oleh Allah dan akan kembali pada Allah, maka ketika terkena musibah, atau kehilangan apapun yang kita punya, sudah selayaknya kesadaran harus selalu terpatri bahwa semua milikNya dan akan kembali padaNya. Karena itu pula jika ada musibah kita dianjurkan mengucap "Innalillahi wa Inna ilaihi Raji'un" yang artinya "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan akan kembali kepadaNya".



Kembali pada Allah.. Saya maknai juga untuk hal yang lebih luasnya lagi, dimana manusia sebagai hambaNya harus selalu ingat kepada Allah. Setelah berjalan di hiruk pikuknya kehidupan, dan bertemu dengan segala hal yang bisa melalaikan kita untuk mengingatNya, maka kita harus segera ingat dan kembali padaNya, membasuh jiwa dengan mengagungkan namaNya, bersujud dengan penuh cinta dan keikhlasan padaNya, menjernihkan mata, lisan, telinga, hati dan fikiran dengan membaca surat cinta dariNya (Al-Qur'an), ya.. kembali padaNya. Sama halnya dengan setiap perdebatan dan perselisihan yang ada di dunia ini, sudah selayaknya penyambung dari semua perbedaan itu adalah dengan kembali kepadaNya, mencari titik temu dengan berpegang pada Al-Qur'an dan Hadist.

Disaat masalah dalam hidup menderapun, jiwa yang meronta inginkan jalan keluar akan lebih tenang jika mengingat Allah, kembali padaNya.. Ya kembali sucikan hati.. berharap hanya padaNya.. setelah berikhtiar tentunya.. lalu berserah padaNya.. Karena hanya Allah sajalah tempat bergantung semua makhluk.. Hanya Allah yang mampu memberi ridho atas segala hal yang terjadi, termasuk ridho akan takdir buruk dan baik pada setiap hambaNya (Qada dan Qadar), ridho akan sampainya pencerahan pada manusia atau tidak karena memang hanya Dia yang mampu berikan pencerahan pada hati dan fikiran untuk melihat kebenaran serta solusi dari setiap masalah.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Yassin ayat 81-83

أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ بَلَى وَهُوَ الْخَلاقُ الْعَلِيمُ (٨١) إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (٨٢) فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (٨٣

"Dan tiadalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : "Jadilah! maka jadilah ia". Maha Suci Allah yang di tanganNya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan."


Dan dalam Al-Qur'an Surat Fatir ayat 1 dan 2:

الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١) مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٢)
"Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Allah maha kuasa atas segala sesuatu, ketika Dia katakan jadilah maka terjadilah, tiada satupun yang dapat menghalangi kehendakNya. Rahmat, hidayah, berkah atau apapun yang dikehendakiNya sampai pada makhlukNya ataupun terjadi maka akan sampai dan terjadi. Kita tentu menginginkan kebaikan selalu hadir dalam hidup kita, tapi hidup tak selamanya seperti yang kita harapkan tentu, namun jika kita telah melakukan yang terbaik dalam hidup ini, keburukkan apapun yang Allah izinkan terjadi pasti ada hikmahnya. Apalagi tak semua yang baik menurut manusia itu baik bagi Allah, karena seperti Firman Allah dalam Al -Qur'an surah Al-Baqarah ayat 216 yang artinya:

"....Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

Oleh karena itu dengan amat sangat minimnya tentu kita sebagai manusia mengetahui setiap hal, termasuk apa yang terbaik dalam hidup kita dimata Allah, maka kita seharusnya berserah diri kepadaNya (Tawakal). Tentu setelah ber-DUI (Doa, Usaha dan Ikhas), dan melengkapinya denga S2 (Sabar dan Syukur). Ya.. Kembali pada Allah.. karena kembali pada Allah dalam hidup bisa juga berarti berserah diri (tawakal) pada Allah, menyerahkan semuanya kepadaNya, tentu dengan penuh keikhlasan. Sebagai hambaNya tentu akan berserah padaNya, apalagi muslim, dalam arti kata saja muslim itu artinya berserah diri pada Allah .

Namun.. tentu tak mudah tuk luruskan hati selalu mencari Ridho Allah dan berserah diri dengan penuh keikhlasan pada Allah. Hati dengan segala keluh kesahnya, jiwa yang terkadang berharap banyak terutama pada selainNya, atau fikiran dengan segala prasangkanya, juga hingar bingar dunia yang sering melalaikan membuat terkikisnya iman kepadaNya. Hingga akhirnya membuat jalan hati yang ingin kembali kepada Allah menjadi terasa begitu berat, atau justru rasa inginnya yang kemudian pudar berganti menjadi kepesimisan (pudarnya iman).. Nauzubillahiminzalik.. Astagfirullah..

Ya Allah.. mampukan kami untuk selalu berserah diri padaMu, mencari RidhoMu dalam setiap hal yang kami lakukan, bahkan dalam setiap niat yang terbersit, dimana RidhoMulah yang menjadi tujuan kami, kembali padaMu dengan penuh keikhlasan, dan jadikan kami husnul khotimah saat Kau panggil kami tuk kembali padaMu meninggalkan dunia ini.... (jadikan tulisan ini menjadi muhasabah bagi diri ini Ya Allah..) aamiin

Share ilmu, inspirasi positifmu di blog ilmair...













0 sharing inspirasi :

Post a Comment

Silahkan share saran, kritik, ilmu, inspirasi positifmu di ilmair. Berkomentarlah dengan bijak. Spam akan saya hapus..
Terimakasih..

Translate