"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

5 Cara Mengatasi Writer's Block - Sadari Penyebabnya!

     Blog ilmair jarang di update lagi nih! Ya Allah, diantara sedikit kesibukan diri dan banyaknya kesibukkan pikiran ini ternyata saya itu lagi mengalami yang namanya writer's block!

    Ah, sahabat pernah mengalami writer's block juga?

    Saat saya lagi mengalami writer block tuh mau nulis rasanya buntu, susah fokus dan semangat pun jadi menurun. Saat di depan laptop, lalu buka weblog atau aplikasi office enggak tahu apa yang mau ditulis, ide seperti menghilang, pikiran blank. Dan pas sudah ada ide di kepala, eh tapi kok ya enggak mengalir tulisannya ya? Duuuh ...

    Buat seorang saya yang merupakan penulis pemula ini, kalau lagi dihinggapi writer's block alias kebuntuan menulis pastinya enggak nyaman banget, membuat produktifitas menulis pun jadi tersendat.

Writer's Block alias Kebuntuan Menulis adalah sebuah keadaan ketika penulis merasa kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya - by wikipedia.

    Enggak mau berlama-lama bergumul dengan si writer's block, saya pun segera mencari cara untuk mengatasinya. Setelah membaca ke sana ke mari ditambah dengan beberapa lintasan nasehat yang muncul di kepala, akhirnya dapat juga saya tips untuk mengatasi writer's block ini. 

    Hummm ... bismillah saya coba sedikit-sedikit praktekkan dan mengalir juga tulisan di blog ini kan ya.

    Saya share di blog ilmiar ya, tentang Writer's Block untuk sahabat semua, semoga bermanfaat dan menginspirasi ya ...

Sadari penyebabnya

    Saat masalah datang, salah satu yang harus dilakukan tentu mencari tahu dan menyadari apa penyebabnya ya. Begitu pula ketika kita mengalami kebuntuan menulis, harus segera di cek nih apa yang menjadi penyebabnya.

    Hayoo segera sadar, kamu lagi kenapa ya diri? Sedetik kemudian tangan ini pun menampar pipi, 'plak'. Duuuh enggak begitu juga ya adegannya :)

     Ya, identifikasi diri pokonya, jadi dokter buat diri sendiri, periksa diri secara keseluruhan dari urusan pikiran, badan dan hati. Apa ada beberapa hal seperti di bawah ini yang jadi penyebabnya? 

  • Terlalu Perfeksionis

    Sifat ingin semuanya serba sempurna alias perfeksionis bisa dimiliki juga ya oleh seorang penulis. Humm ... biasanya orang yang perfeksionis itu standarnya tinggi, dorongan agar dirinya bisa melakukan yang terbaik juga kuat, jadi bisa dibilang sifat ini memiliki hal yang positif ya jika dimiliki seseorang. 

    Walau begitu sifat ini nyatanya juga bisa membuat susah orang yang dihinggapinya ya. Untuk seorang penulis misalnya, khususnya yang masih pemula, ketika ia terlalu perfeksionis, maka akan timbul banyak kekhawatiran dalam dirinya saat akan berkarya. Tulisannya harus sempurna dan tanpa cacat, padahal ia masih belajar. Ketakutan akan pandangan buruk orang terhadap karyanya juga bisa begitu mengganggu, padahal ia belum mulai menulis.

    Hingga akhirnya ide pun jadi enggak mudah untuk dikembangkan, karena rasa khawatir berlebihan akibat sifat terlalu perfeksionisnya itu, writer's block deh jadinya.

    Waduh, kalau diri punya sifat seperti itu, hayuu segera diubah, SADAR DIRI kalau masih belajar menulis dan enggak ada yang sempurna di dunia ini. Ingat juga kalau kesuksesan pasti butuh proses.

  • Insecure dan Tidak Percaya Diri
    Kalau diri lagi merasa insecure dan tidak percaya diri pun bisa ya membuat writer's block ini datang. Perasaan negatif ke diri sendiri itu membuat mood menulis jadinya menurun bahkan hilang.

    Ah melihat karya orang lain yang keren, terus baca tulisan sendiri kok jadi merasa jelek banget. Haduuuh, serupa dengan sifat perfeksionis, rasa khawatir pun berkumpul di dalam hati, ketakutan akan pandangan buruk orang lain terhadap karya juga menyergap, saat diri lagi dilanda insecure.

    Hayoo, segera sadar! Semua orang punya prosesnya masing-masing, orang yang tulisannya sudah bagus itu pasti juga melewati banyak kesalahan yang terus diperbaiki. 
  • Lelah dan Burnout

    Kelelahan fisik, pikiran, mental bahkan kombinasi ketiganya sekaligus alias burnout (stress berat), bisa jadi penyebab writer's block juga loh sahabat. Karena ketidaknyamanan yang berasal dari dalam diri pasti berdampak banget sama aktifitas kita ya, termasuk saat kita menulis.

    Ya, badan sudah lemas dan mengantuk, bagaimana bisa fokus untuk menulis? Begitu pun ketika pikiran dan mental kita sedang punya banyak beban, ya melayang jauhlah moodnya buat menulis.

    Ayo SADAR sama keadaan diri sendiri! Jangan terlalu memforsir tubuh, pikiran dan mental kita ya. Jangan sampai memaksakan diri sehingga drop kesehatannya, stress dan juga brain fog (otak berkabut alias ngeblank - sebuah gejala yang dapat memengaruhi kemampuan dalam berpikir, membuat diri jadi kebingungan, sulit fokus dan kacau ketika tidak dapat menyebutkan hal yang ingin diucapkan. Seperti kabut, kondisi ini hanya muncul sesaat lalu kemudian hilang).

  • Pikiran Terdistraksi (Fokus Terganggu)

    Pikiran yang terdistraksi tentu saja bisa membuat kita mengalami writer's block, ide yang sudah ada di kepala jadi enggak mudah untuk mengalir, karena fokus terpecah kemana-mana atau terganggu. Entah  itu terdistraksinya oleh gadget, beragam masalah, lingkungan yang enggak nyaman serta hal lainnya.

    Sadari, apa nih yang memuat pikiran terdistraksi.


    Kalau kita sudah tahu apa yang menyebabkan writer block, baru deh kita bisa mengambil langkah yang tepat untuk menghasilkan solusi. Ini dia 5 Cara Mengatasi Writer's Block

1. Istirahat Sejenak

    Beristirahat sejenak merupakan salah satu cara untuk mengatasi writer's block. Ya duduk dulu sebentar jangan berjalan terus kalau lagi terasa berat, buat diri merasa nyaman dahulu, kembalikan lagi moodnya untuk menulis.

    Istirahat sejenak ini bisa dilakukan dengan tidur, melakukan aktifitas yang diri sukai alias me time atau pun jalan-jalan dan refreshing.

    Pokoknya sadar diri deh, jangan terlalu memaksakan diri. Terima kondisi diri juga dan jangan menampik atau terlalu menyalahkan diri ketika misalnya dead line menulis jadinya tertunda atau tertinggal diri dengan orang-orang yang sudah berjalan cepat mengejar mimpi-mimpinya.

    Tapi sebentar saja ya istirahatnya, jangan biarkan rasa malas yang justru jadi mendera, lalu beragam alasan pun muncul untuk berdiam diri terlalu lama. Tetap saja kita harus bergerak kembali, meneruskan langkah untuk mengejar mimpi dan meraih goals.


2. Cari Inspirasi, Gali Ide dan Lengkapi Riset

    Setelah melepas lelah dengan beristirahat sejenak, segera cari inspirasi, gali ide dan lengkapi riset lagi agar kita bisa terlepas dari si writer's block, hingga menulis pun jadi lancar.

    Hal itu bisa kita lakukan dengan membaca buku dan artikel yang sesuai dengan tema tulisan kita, mendengarkan cerita teman dan menonton tv yang mungkin bisa jadi sumber inspirasi, atau datangi tempat-tempat yang memberikan inspirasi, mengalirkan ide dan melengkapi riset tulisan kita.

Ya, tetap kembalikan lagi ke diri, lakukan apa yang bisa dijadikan solusi.

3. Ingat Kembali Tujuan Kita Menulis (Goals)

    Masih belum bisa juga mengalir tulisannya? Hayo ingat-ingat kembali dengan tujuan kita menulis. SADAR akan goals kita dalam menulis bisa juga mendorong semangat kembali tumbuh ya. 

    Kemalasan yang sempat hinggap, bisa diberantas dengan adanya goals sebagai penguat untuk memotivasi diri bergerak. Perlahan coba kembali gerakan jemari di atas keyboard, setelah hilang atau berkurang rasa lelahnya, lebih lengkap sumber referensi tulisan kita (riset), biasanya akan berhamburan deh ide dan inspirasi di kepala kita, writer's block pun bisa diruntuhkan.


4. Ikuti Kelas Menulis

    Selain cara di atas, mendapatkan ilmu menulis dari ahlinya atau pun penulis profesional tentu bisa menjadi solusi untuk mengatasi writer's block. Ya, belajar bersama di kelas menulis itu selayaknya kita men-charge energi diri dengan ilmu dan motivasi.

    Materi kepenulisan yang didapat di kelas menulis itu bisa jadi pencerah ya bagi pikiran yang sedang buntu. Selain itu kepercayaan diri untuk menulis pun akan tumbuh setelah kita mendapatkan asupan ilmu. 

    Apalagi kalau di kelas menulisnya ada sesi pendampingan dan latihan ya, wah asyik tuh bisa praktek menulis langsung dan dapat masukan. Kita jadi tahu kesalahan dalam menulis dan memperbaikinya. Jadi bisa lebih kuat lagi dorongan diri untuk merubuhkan si writer's block, semangat menghasilkan karya pun turut mencuat.

    Eiya, pengalaman itu pernah saya dapatkan di Kelas Menulis Novel batch 9 dan juga Kelas Menulis Jago Bikin Artikel batch 4 KMO Indonesia loh! Iya, dapat ilmu menulis novel dari Bunda Asma Nadia dan ilmu menulis artikel dari Pak Irwan Kelana, Redaktur Senior Republika, serta bisa belajar bersama peserta lainnya itu menyenangkan banget. 

    Apalagi setelah materi, naskah faksi saya mendapatkan kurasi, wah senangnya bisa dapat masukan yang positif untuk meningkatkan kualitas tulisan saya. Di kelas jago bikin artikel pun peserta diberikan tugas untuk praktek langsung bikin artikel loh! Pokoknya mengikuti kelas menulis tuh bisa ikut membantu mengatasi masalah writer's block.

    Kalau sahabat ada yang mau ikut kelas menulis juga, kebetulan nih, ada kelas KMO Indonesia, info lengkapnya bisa dicek langsung ke:



5. Berdoa dan Minta Dimudahkan Sama Allah

    Poin ini saya taruh terakhir bukan berarti ini cara yang paling akhir ya pastinya. Karena mengingat Allah itu dilakukan bukan pada saat-saat terakhir kita sudah buntu banget, atau ketika sudah enggak ada solusi lagi ya. Justru sebaliknya, harus setiap saat ya.

    Apalagi kita itu memang selalu membutuhkan Allah ya dan cuma Allah juga yang bisa menyelesaikan semua masalah, termasuk jika kita mengalami writer's block.

    Jadi poin ini sebenarnya cara utama yang harus kita lakukan dibandingkan yang lainnya, dari awal kita mendapat masalah, saat kita bergerak cari penyebab dan juga solusi, hingga saat kita menghadapi masalah itu sendiri, full kita butuh Allah.

    Ah, pokonya berharap sama Allah takkan kecewa ya, yakin dengan iman bahwa setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan, semua penyakit ada obatnya, semua masalah ada solusinya, termasuk si writer's block tadi, in syaa Allah bisa dilewati.

    Alhamdulillah, postingan di ilmair pun ter-update kan sekarang, semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi ya sahabat.

Mari kita semangat menulis lagi, happy blogging 😊



5 Tips Jadi Penulis - Catatan Penulis Pemula

     Ilmair mau sharing "5 Tips Jadi Penulis" kali ini, siapa tahu bisa bermanfaat untuk para sahabat yang mau jadi penulis ya.

    Tulisan ini sebenernya merupakan catatan buat saya yang memang masih seorang penulis pemula. Biar jadi pengingat kalau saya mau melangkah terus di dunia kepenulisan dan jadi penulis profesional yang sukses

    Ah iya ... dalam hidup ini selalu ada proses ya yang harus kita lalui untuk mencapai kesuksesan. Sukses itu nggak bisa instan kaya mie yang tinggal direbus terus diaduk-aduk dengan bumbu lalu jadi dalam 15 menit. Kalaupun ada di dunia ini yang didapat secara instan, biasanya nggak akan sehat ya seperti mie tadi. Atau mungkin bisa saja kelihatannya seseorang itu mudah mendapatkan kesuksesan dan sepertinya instan, padahal perjalanannya di belakang mungkin panjang dan bisa jadi berdarah-darah dan banyak air mata yang tumpah juga.

    Jadi penulis yang sukses pun pasti begitu, untuk bisa menerbitkan banyak buku yang best seller, ya nggak bisa instanlah pastinya, lagi-lagi perlu proses yang harus dilalui.

    Diantara banyaknya proses, 5 langkah berikut ini mungkin bisa jadi catatan para penulis pemula yang mau bertumbuh, silahkan disimak - boleh banget kalau ada sahabat yang mau koreksi atau kasih tambahan saran ya, silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar ya.





5 Tips Jadi Penulis - Catatan Penulis Pemula

1. Baca buku

    Membaca buku adalah hal yang wajib dilakukan ya kalau kita mau jadi penulis, terutama buku-buku yang sesuai dengan tema yang mau kita tulis

    Dengan membaca buku, pengetahuan kita  akan bertambah, baik itu ilmu yang tertuang dari tulisan yang kita baca maupun kosa katanya.  Buku yang kita baca juga bisa jadi sumber referensi tulisan-tulisan kita ya nantinya.

    Humm .... buat saya sendiri, baca buku tuh termasuk PR banget untuk dilakukan secara konsisten sih. Hihihi ... dasar saya, punya hobi menulis tapi baca bukunya moodyan sekali.

    Iya, saya tuh kalau membaca buku seringnya suka-suka dari dulu, membaca apa yang ingin saya baca, suka loncat-loncat halaman bacanya (kecuali untuk buku novel ya, nggak bisa loncat-loncat karena ada alur ceritanya). Bahkan ada kalanya saya suka memilih cari bacaan di google saja daripada harus anteng baca 1 buku. Untuk yang satu ini jangan ditiru ya, karena cari ilmu di google tuh ya harus hati-hati banget, harus benar-benar memastikan kalau sumber tulisan yang dibaca itu jelas dan bukan hoax. Apalagi ilmu dari hasil browsing di internet itu setengah-setengah dan nggak utuh, berbeda dengan ilmu yang terdapat di dalam sebuah buku. 

    Ah pokoknya konsisten baca buku tuh tantangan banget buat saya. Ya mau nggak mau harus dipaksakan berubah juga kebiasaan ini, terutama kalau saya mau jadi penulis profesional yang sukses. Kalau sahabat gimana?


2. Konsisten Menulis

    Mau jadi penulis ya harus konsisten menulis juga dong, karena keahlian itu memang bisa terbentuk dari jam terbang ya, dari latihan yang terus menerus dilakukan.

    Hayooo jangan lupa kalau nggak ada yang instan ya di dunia ini! Baru menulis sekali dua kali terus mau langsung bagus tulisannya dan disukai banyak orang? Humm ... nggak ada yang begitu, semua penulis yang sudah jago menulisnya juga pasti melewati fase panjang latihan ini.

    Mengalami berkali-kali tulis hapus - tulis hapus, salah ketik dan typo, lalu bermetamorfosis juga tulisannya setiap waktu jadi semakin baik, justru asyik banget kan ya, daripada stuck saja di tempat dan kita nggak berkembang, duuuh ya nggak banget lah ...

    Konsisten menulis, berarti harus konsisten juga untuk cari ide yang kemudian dikembangin biar jadi tulisan yang bagus. Pokoknya nikmati saja prosesnya jangan dijadikan beban, kalau sudah terbiasa juga nanti kita bisa jadi ahli menulis kan ya. Bisa itu kan juga karena terbiasa ya. Mau jadi ahli menulis ya harus terbiasa konsisten menulis dong ya.

    Hummm ... tapi lagi-lagi buat saya si penulis pemula ini, konsisten menulis bisa dibilang tantangan juga nih. Ya harus saya dorong diri ini untuk rutin menulis, bahkan baiknya jadwalkan perhari berapa jam atau berapa lembar ya untuk menulis. Itu pesan dari beberapa coach menulis yang pernah saya dengar sih ... semoga saya bisa lakukan hal itu, begitupun dengan sahabat ya ...


3. Percaya Diri dan Pantang Menyerah

    Untuk jadi penulis yang karyanya dikenal dan disukai banyak orang, kita juga harus punya rasa percaya diri dan pantang menyerah ya. 

    Karena kita akan menunjukkan karya ke dunia, entah itu dengan sharing dan posting di banyak platform dunia maya ataupun mengirimnya ke media. Ya ... hal itu nggak akan bisa dilakukan kalau kitanya nggak PD dan mudah putus asa. 

    Proses bertumbuhnya seorang penulis pemula hingga menjadi penulis yang sukses itu pasti ada rintangannya dong, saat melewatinya tentu bukan hal yang mudah, tapi jangan dilihat sulit ya. 

    Hummm ... saya jadi inget tulisan di ilmair tentang tips berbisnis - 8 cara memulai bisnis dan bertumbuh untuk sukses ya, kita tuh harus punya mental preparation dan mental baja, hayooo itu berlaku juga ya di sini.

    Ikut tantangan menulis yang di pos di media sosial, lomba menulis atau kirim naskah ke penerbit ... ya harus percaya diri dan pantang menyerah dong! Kita harus punya mental yang siap untuk ditolak, diacuhkan dan dipandang sebelah mata. Harus punya mental baja yang nggak mudah patah seperti kayu dan nggak mudah sobek seperti kertas. Pokoknya apapun rintangannya, menulis saja terus sampai tulisannya bikin orang jatuh cinta. Eh jangan sih bikin orang jadi jatuh cinta sama tulisan kita, mending juga buat orang jatuh cinta sama Sang Maha Cinta, tulisan kita cukup jadi inspirasi dan motivasi saja, jadi perantara cinta-Nya.

    PD saja lagi tulis dan posting di media sosial, blog atau flatform menulis lainnya, walau mungkin awalnya "krik-krik" rasanya kok nggak ada ya yang baca tulisan kita ya? Eh, jangan pantang menyerah! Cek lagi kenapa ya bisa "krik-krik", kurang interaksikah kita di media sosial? Atau kurang dibagikan ya link tulisannya? Atau hayooo itu publishnya keprivat untuk dibaca sendiri kali ya? Ah jangan malu-malu menunjukan karya kita ya, selama isinya bermanfaat dan memang nggak malu-maluin aka menyalahi tuntunan-Nya.

    Eh tapi jangan lupa untuk dicatat, bahwa rasa percaya diri dan pantang menyerah ini harus tumbuh di jalan yang baik ya, jangan sampai tujuan kita menulis juga salah arah. Ya ... banyaklah contohnya jaman sekarang, dari berita hoax yang beredar, tulisan-tulisan yang menjelek-jelekan sesama hingga menghina agama, melecehkan ulama dan lain sebagainya. Dan mereka yang lakukan itu tuh tampil dengan begitu PD dan pantang menyerah ya, Astaghfirullah ... Nauzubillah.

    Ah tapi in syaa Allah ya kita semua dijauhkan dari rasa percaya diri dan pantang meyerah yang seperti itu, karena kita adalah para penulis positif yang mau berbagi kebaikkan dan bahagia sampai ke akhirat ya.


4. Gabung ke Komunitas

    Terbuhung dengan teman-teman satu frekuensi itu pastilah menyenangkan, bisa saling support dan memotivasi. Yup, begitu juga dengan penulis pemula, ayooo jangan sendirian saja dipojokkan, malu-malu dan nggak percaya diri, segeralah merapat dan gabung ke komunitas menulis yang sudah banyak ada di grup-grup medsos atau chat whatsapp dan telegram ya.

    Gabung ke komunitas menulis itu sebenernya asyik loh! Walau kalau introvertnya lagi keluar, saya lebih suka jadi silent reader saja, muncul sekali dua kali saja rasanya sudah paling bagus, komen irit sepatah - dua patah kata atau kalimat panjang sesekali tapi habis itu menghilang. Tapi kalau diajak temen grup japrian bisa ngobrol asyik juga kok, sambil curhat dan promo-promo dikitlah. Walau  saya tuh bisa ikutan rame juga loh kalau grupnya sudah bikin saya merasa nyaman.

    Pokoknya gabung komunitas menulis itu sebaiknya dilakukan seorang penulis pemula ya, menyambung ukhuwah, berbagi informasi tentang dunia menulis, sharing tulisan dan karya kita, ikutan tantangan menulis sekian hari yang di pos di media sosial, atau bareng-bareng bikin buku antologi.

Kalau sahabat semua suda pernah gabung komunitas menulis apa? Boleh di share dong di kolom komentar ...


5. Semangat Belajar

    Mau jadi penulis? Harus semangat belajar juga dong ya! Harus terus upgrade ilmu, baik itu dari baca buku-buku tentang ilmu menulis sampai ikut kelas-kelas menulis. 

    Lagi masa pandemi begini, nggak ada alasan loh buat berhenti menuntut ilmu, karena kelas menulis online juga sudah banyak berdedar ya di dunia maya.

    Dari pengalaman saya sendiri, masuk kelas menulis online zaman now itu banyak banget manfaatnya, kaya satu paket komplit gitu. Iya, ikut saja sebuah kelas menulis online, maka sahabat bisa didorong untuk konsisten menulis, ditumbuhkan rasa percaya diri dan dimotivasi mentalnya buat pantang menyerah, dapat teman dan masuk grup komunitas alumni juga, disamping dapat ilmu daging dari ahlinya.

    Masuk ke kelas menulis online, sahabat bisa ditantang menulis rutin selama 30 hari full bahkan lebih,  ada juga yang memberikan tugas setor tulisan ataupun naskah kemudian dilakukan pengakurasian tulisan kita oleh timnya. Oiya ada juga ya kelas menulis yang memberikan tenggat waktu 2x24 jam setor naskah untuk pembuatan buku antologi ya. Pokoknya beragam deh kelas menulis online sekarang ini, seru-seru sih kalau diikuti.

    Eiya ngomongin soal kelas menulis online, KMO Indonesia kan sekarang lagi buka kelas ya, ada 2 ya di bulan Januari ini. Sahabat sudah pada tahu informasinya?

Kelas Yuk Ngedit Naskah batch 6 KMO Indonesia
Di kelas ini katanya akan ada tugas permaterinya yang membuat pesertanya jadi bisa langsung praktek . Hayooo tertarik join kelas ini? Silahkan langsung cek informasi lengkapnya di


Pematerinya Pak Isa Alamsyah, Tokoh yang Melejitkan Banyak Penulis! - Penulis buku 101 Dosa Penulis Pemula. Di kelas ini katanya setelah selesai materi akan ada pendampingan naskah dengan tim (ada syarat dan ketentuannya)
Info lengkapnya bisa sahabat cek di




    Siip banget nggak tuh?

    Hayuuu ah semangat terus mengupgrade diri, biar kita bertumbuh dan bisa mencapai impian kita, semoga Allah mudahkan ya ...

    Sharing 5 Tips Jadi Penulis plus info kelas menulisnya dari ilmair juga sekian dulu saja ya, kalau sahabat mau tambahkan saran, kritik dan inspirasinya silahkan di kolom komentar ya ...

Semoga bermanfaat dan menginspirasi ...

Mengubah Ide Jadi Artikel Menarik dan Viral, Jago Bikin Artikel

    Ilmair di update lagi ... humm ... harus bisa bagi waktu lagi ini saya, biar lebih konsisten posting di sini ya. Walau terkadang saat lagi sempat-sempatnya menulis, pernah juga rasanya nge-blank kehilangan ide. Atau justru sebaliknya, kepala sudah dipenuhi dengan ide, eh pas mau ngetik, kata-katanya kok ya nggak mengalir seperti yang saya inginkan. Duhh ... BT kan jadinya.

    Ah pengalaman itu juga pernah terjadi saat saya mau mengerjakan projek konten. Gemes rasanya kalau ide yang sudah menumpuk di kepala ini nggak juga mengalir. Apalagi kalau hal itu sampai membuat saya melepaskan kesempatan yang sudah datang, humm ... menyesal kan akhirnya.


    Sahabat pernah mengalami hal itu juga? Kesel ya rasanya mencari ide yang tak kujung datang, seperti menanti seseorang di ujung jalan yang tak kunjung tiba, bikin lelah ("uhuks" jangan ada yang baper, masih sabar menanti jodoh pilihan-Nya datang ya yang masih jomblo). Atau jari tuh sampai pegel banget rasanya buat ketik-hapus-ketik-hapus,  ide kok nggak mudah ya buat dikembangin. Uggh ... bikin pingin nangis.

    Padahal maunya sih ya cepat-cepat posting artikel di blog ilmair, terus trafficnya jadi naiiiik wuuuz. Humm ... kan kualitas tulisan memang nyatanya mempengaruhi traffic banget ya? Iya apalagi kalau artikelnya SEO friendly makin mantap pastinya. Ah kapan ya saya bisa bikin artikel yang menarik dan viral sampai pengunjung blog ini jadi luber?

    Eh kalau ide saya mengalir deras dan jemari ini bisa lincah banget menari di atas keyboard, hingga artikel berkualitas pun banyak dihasilkan, tentu bukan hanya blog ilmair aja yang jadi tempat terbitnya. 

    Hummm ... asiknya ngebayangin bisa kirim banyak artikel ke media cetak besar dan portal media online atau bahkan dapat job-job menulis artikel dimana-mana. Wiih laris manis tulisannya, di baca banyak orang dan bermanfaat (aamiinin dulu aja ya, semoga Allah ijinin dan wujudkan aamiin).

    Terus, gimana caranya ya biar bisa jadi "Jago Bikin Artikel? Bisa dengan mudah Mengubah Ide Jadi Artikel Menarik dan Viral?" Ah kalau untuk yang satu ini, bukan kapasitas saya buat menjawabnya. Ya iyalah ... saya kan masih seorang newbie, masih perlu banyak belajar dalam dunia tulis menulis hehehe.

    Yup, jadi pertanyaan itu sebenarnya paling tepat kalau ditanyakan kepada ahlinya, ke Redaktur Senior media cetak nih bagusnya. Eh postingan saya kali ini bukan sekedar curhat ya, tapi beneran mau kasih solusi, gimana caranya agar kita bisa jadi Jago Bikin Artikel, mudahnya Mengubah Ide Jadi Artikel Menarik dan Viral.

    Solusinya? Ya beneran tanya langsung dong ya ke Redaktur Senior Republika, ke Pak Irwan Kelana yang akan mengisi materi di kelas Jago Bikin Artikel-nya KMO Indonesia.

    Hah dapat ilmu daging tentang "Menulis Artikel" dan bisa tanya-tanya langsung ke ahlinya? Wiih siip pakai banget pastinya.

    Dengan mengikuti Kelas Jago Bikin Artikel batch 5 (update Maret 2021) ini, kita bisa belajar tentang

1. Apa itu artikel?

2. Merancang artikel dari sebuah ide yang sederhana

3. Tips dan trik mencari referensi artikel

4. Rahasia artikel viral

5. Sesi latihan dan tanya-jawab

*Materi akan disampaikan dalam 2 kali pertemua, dan 2 kali pertemuan untuk latihan pembuatan artikel serta 1 kali pertemuan untuk tanya jawab.

    Ah nggak mau pakai tunggu lama, maunya langsung daftar aja ke "Nyaman Best - Kelas Jago Bikin Artikel batch 5 KMO Indonesia," atau klik banner berikut:


    Siip ... kalau sahabat mau ikut langsung aja ya ke linknya dan semoga beruntung bisa daftar di masa promonya.
    Udah ah cuma mau sharing itu aja, semoga bermanfaat dan menginspirasi aamiin.

Translate