"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

Hidup Itu Pilihan, Bebas Terbatas dengan Segala Konsekuensinya

     Hidup Itu Pilihan - Sahabat ilmair juga pasti setuju kan dengan hal itu? Karena memang dalam hidup ini kita semua diberikan begitu banyak pilihan ya oleh Allah, didampingi dengan apik oleh ketetapan-Nya dan menghasilkan dampak atau konsekuensi juga tentunya.

    Ya, bisa dibilang bebas terbataslah hidup kita di dunia ini. Di satu sisi ada hamparan kesempatan yang bebas untuk kita pilih dan kendalikan, sementara di sisi lainnya ada juga yang membatasinya, sesuatu yang bukanlah ranah kuasa kita. Iya, itu dia yang namanya si takdir alias ketetapan Allah untuk kita yang sudah tercatat di lauful mahfuz.

    Setelah bergulat bebas dengan pilihan, akan ada si konsekuensi juga yang menanti kita. Setia dia menunggu deh pokoknya, enggak akan bisa dihindari. Walau bentuk dan waktunya terkadang pada tiap orang bisa berbeda ya. Ada yang segera tuh si konsekuensi dirasakan langsung setelah kita mengambil sebuah keputusan (memilih), ada juga yang ditunda nanti, tergantung sama penilaian-Nya ya tentu. Adilah pastinya kalau itu.

    Seperti saat kita terbangun di pagi hari tadi misalnya, bebas kita memilih mau melakukan apa saat membuka mata. Mau membaca doa bangun tidur dahulu atau langsung asyik dengan si handphone? Bengong saja di atas kasur, membaca buku atau bangun dan melangkah ke kamar mandi? Sholat atau tertidur saja lagi? Ya, terserah kita deh bebas mau ngapain, tapi bermanfaat atau enggaknya waktu yang digunakan itu adalah bagian dari dampak yang harus diterima, plus ada pertanggung jawaban juga ya yang menanti kita di depan

    Terus ... kalau misalnya kepala ini tiba-tiba rasanya sakit cenut-cenut, atau pintu kamar macet enggak bisa dibuka, atau air di kamar mandi mati enggak mengalir. Nah, itu dia keadaan yang terjadi tanpa kita bisa memilih alias takdir ya.

     Walau terkadang, bisa juga si takdir ini merupakan dampak dari perbuatan kita sebelumnya atau justru perbuatan orang lain.

    Kalau ngomongin soal perbuatan orang lain, itu masuknya ke dalam ranah yang bukan kuasa kita juga ya. Enggak bisa bebas kita mengatur orang lain mau ngapain, termasuk ketika orang itu mau berpikir dan bersikap baik atau buruk sama kita, ya, terserah dan pilihannya orang itu ya. Sedangkan kita, masih bisa bebas memilih lagi, mau merespon setiap takdir yang datang itu seperti apa.

    Ya, sama juga seperti orang lain yang bebas mau bersikap dan berpikir apa, kita pun begitu. Lalu dampak dan konsekuensinya tentu harus masing-masing diri terima pada akhirnya.

     Apapun yang datang dan masuk ke dalam hidup, entah itu orang, masalah, kesempatan dan hal lainnya, merupakan bagian dari takdir, enggak bisa sesukanya ya kita atur, tapi bisa kita pilih bagaimana memaknainya dan bersikap dalam menghadapinya.

     Walau ada kalanya kita juga bisa memilih sebelumnya, akan menuju ke arah mana langkah ini. Sehingga nantinya akan dipertemukan dengan apa dan siapa. Walau bukan kita juga akhirnya yang menentukan, hanya berusaha memilih, hasilnya bukanlah ranah kita. 

    Ah, luas ya sebenarnya pembahasan soal pilihan di dalam hidup, karena di setiap sudut kehidupan ini pilihan akan selalu ada.

    Dalam urusan menjemput rezeki saja misalnya, kita bebas ya memilih mau berikhtiar seperti apa, walau takarannya pada tiap diri  sudah Allah tetapkan. Enggak pernah kita tahu itu besaran keseluruhannya berapa, karena ranah kita cuma pada usaha, bukan pada hasilnya. 

    Ya, usaha bisa saja kan ya menghianati hasil, enggak akan selalu sesuai semuanya, karena hidup juga merupakan ketikdakpastian. Rezeki tiap orang saja berbeda, maka sekalipun usaha yang dilakukan oleh dua orang itu sama, hasilnya bisa saja berbeda, tergantung takdir yang ditetapkan oleh Allah juga kan ya?

    Walau pastinya Allah itu adil, enggak akan terlewat dalam menilai setiap usaha kita. Pasti enggak akan meleset semua takdir yang Allah telah tetapkan. Pas sesuai sama apa yang seharusnya diterima oleh setiap orang. 

    Rencana Allah pasti lebih baik ya dari rencananya manusia. Dia yang paling tahu apa yang terbaik bagi setiap orang dan seluruh kehidupan di dunia. Setiap keadaan dan kejadian, seperti pertemuan dan perpisahan, masalah dan kebaikkan hidup, kesenangan dan kesedihan, semuanya sudah tepat diijinkan-Nya terjadi sesuai dengan yang seharusnya terjadi. 

    Walau ada bagian dari ketetapan-Nya yang merupakan dampak dari perbuatan (pilihan) manusia. Lalu manusia jugalah yang akan mendapatkan konsekuensinya (mempertanggung jawabkan pilihannya), terutama yang abadi nanti di akhirat. 

    Humm ... Jadi kalau kita mau mendapatkan hasil baik dalam setiap pilihan yang kita ambil di dalam hidup, ya, yang harus kita perhatikan adalah bukan sekedar kemauan kita saja ya suka-suka. Namun, harus berkaitan juga dengan maunya Allah, ridho-Nya. Hingga dampak (konsekuensi) yang baik pun kita dapatkan. 

     Setuju sahabat? Menurutmu gimana nih soal hidup adalah pilihan? Pernahkah kamu galau dalam memilih? Pilihan apa yang telah diambil dan berdampak besar dalam hidupmu? Sharing di kolom komentarnya boleh banget ya.  


*Ah, akhirnya saya pun memilih untuk update ilmair lagi nih setelah sekitar lima minggu ini sempat absen. Hihi tema "pilih" dari komunitas blogger 1minggu1cerita pun saya pilih.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menginspirasi sahabat semua aamiin

Tips Memilih Jasa Basmi Rayap Yang Tepat

    Semua orang pasti menginginkan rumah dan segala perabotan di dalamnya awet dan tahan lama. Jangan sampai ya rumah kita yang sebagiannya terbuat dari bahan kayu itu lapuk dan rusak gara-gara tak dirawat, menjadi lembab, hingga akhirnya ada rayap.

    Ada rayap di rumah? Tidak! Duh, kita tak mau tentu binatang kecil itu ikut-ikutan tinggal di rumah. Bukannya membuat hati senang, tapi justru bikin rumah kita jadi rusak. Dari plafon, kusen, lemari, meja dan kursi, sofa, buku, tempat tidur, kitchen set dan semua barang yang berbahan kayu dan gypsum bisa jadi sasaran si rayap untuk disantap loh!

    Ya, si rayapkan memang hama yang tergolong ke dalam serangga pemakan zat selulosa yang terdapat pada kayu, kardus, kertas, kain wol, bahkan gypsum. Rayap ini sukanya berkoloni atau berkelompok, walau begitu kita bisa tidak menyadari keberadaannya, tahu-tahu perabotan rumah sudah pada lapuk dan rumah kita pun jadi rusak.


    Oleh karena itu, untuk mengatasi serangan rayap di rumah, kita membutuhkan ahlinya, yaitu dengan mengunakan jasa basmi rayap yang sudah profesional, karena memang tidak sembarang orang bisa membasmi rayap dengan benar. Jadi memilih jasa basmi rayap yang tepat itu penting kan ya, dari segi biayanya saja bisa lebih hemat jika dibandingkan harus merenovasi rumah yang rusak karena rayap.

    Nah, kali ini ilmair ingin share tentang Tips Memilih Jasa Basmi Rayap Yang Tepat, semoga bermanfaat, terutama bagi sahabat yang baru pertama kali berurusan dengan rayap dan bingung mencari jasa pembasmi rayap.

Tips Memilih Jasa Basmi Rayap Yang Tepat

1. Cek Profil Perusahaan dan Pengalamannya

    Hal pertama yang harus diperhatikan dalam memilih jasa basmi rayap adalah mengetahui informasi tentang profil perusahaan dan pengalamannya. Lihat berapa lama perusahaan berdiri, terdaftar atau tidak perusahaan di asosiasi resmi pengendalian hama Indonesia, serta cek hal lainnya yang bisa jadi penguat keyakinan bahwa perusahaan tersebut bisa dipercaya dan diandalkan.

    Perusahaan yang sudah berpengalaman mengatasi pembasmian rayap dan memiliki tenaga ahli yang  terlatih tentu saja yang paling tepat untuk dipilih.
 

2. Cek Reputasi Perusahaan
    
    Mencari informasi tentang reputasi perusahaan adalah hal harus dilakukan selanjutnya, semakin baik reputasi perusahaan tentu saja semakin bisa dipercaya untuk digunakan jasanya. Tingkat keprofesionalan perusahaan jasa basmi rayap ini juga bisa dinilai dari reputasinya.

    Sahabat bisa mencari informasi reputasi ini dengan melihat review tentang perusahaan dan testimoni dari pelanggan yang pernah menggunakan jasanya. Apabila banyak orang yang puas, maka perusahaan jasa basmi rayap itulah yang tepat untuk dipilih.


3. Tanyakan Jaminan dan Garansi yang Diberikan

    Perusahaan jasa basmi rayap yang profesional pastinya akan memberikan jaminan dan garansi terbaik pada pelanggannya. Jangan lupa menanyakan tentang hal ini ketika sahabat akan memilih ya. Ini dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sehingga pelanggan bisa melakukan komplain ketika tidak merasa puas dengan pelayanannya dan perusahaan pun menanggung kerugian yang diterima pelanggannya. 

    Pastikan bahwa pengerjaan pembasmiannya tuntas dan tidak ada lagi rayap yang menyerang di kemudian hari. Ketika perusahaan memberikan garansi dan jaminan keamanan bahwa bangunan atau rumah pelanggan bisa dipastikan terbebas dari serangan rayap sesuai batas garansinya, tentu akan menjadi nilai plus. Dan perusahaan yang baik pun biasanya memberikan pelayanan quality control atau supervisi selama masa garansi berlaku.


4.  Pastikan Bahan yang Digunakan Ramah Lingkungan 

    Dalam pembasmian rayap penting juga mengetahui apakah bahan chemical yang digunakan berbahaya atau tidak, berdampak negatif pada lingkungan atau tidak. Perusahaan jasa basmi rayap yang baik tentu akan menggunakan bahan terbaik dan ramah lingkungan.


5. Pertimbangkan Masalah Biaya

    Tentu saja yang perlu dipertimbangkan juga adalah masalah biaya dalam memilih jasa basmi rayap. Jangan sampai biaya yang dikeluarkan untuk mengatasi rayap ini terlalu tinggi, apalagi jika hasilnya sampai tak memuaskan. Penting sekali teliti dan cermat dalam memilih jasa basmi rayap dengan kualitas terbaik dan harga yang terjangkau.


    Gimana nih sahabat, masih bingung dalam memilih jasa basmi rayap? Jangan bingung-bingung lagi ya sekarang, karena kini sudah ada Fumida, sebuah perusahaan pembasmi rayap profesional dan terpercaya yang sudah berpengalaman di bidangnya. Perusahaan ini merupakan pilihan yang tepat, karena mampu memberikan solusi dalam membasmi rayap secara tuntas dengan jaminan dan garansi terbaik. Silahkan sahabat cek saja profil dan reputasinya, lalu konsultasikan permasalahan rayap dengan para ahli hama di perusahaan ini.

    Nah itu dia tips memilih jasa basmi rayap yang bisa ilmair share, semoga bermanfaat dan menginspirasi. Sahabat boleh berbagi pengalaman juga ya di kolom komentar seputar dunia rayap dan rumahmu.



Musibah Sebagai Hukuman, Penghapus Dosa atau Pengangkat Derajat?

    Semua yang ada di dalam hidup memang tak ada yang abadi ya sahabat? Semuanya berputar selayaknya roda, silih berganti datang suka dan duka, senang dan sedih, mudah dan sulit. Begitupun dengan masalah hidup atau musibah, pasti akan selalu ada sela-sela kebaikkan hidup yang kita terima.

    Ada kalanya kita bertanya-tanya apakah masalah hidup atau musibah yang datang itu sebuah hukuman, penghapus dosa atau justru pengangkat derajat dari-Nya untuk kita? Humm ... gimana menurut sahabat? Pernah terlintas tentang hal itu dan menemukan jawabannya?

    Blog ilmair sendiri rasanya pernah menulis artikel yang hampir serupa dengan ini ya, di postingan yang berjudul "Apakah setiap masalah yang terjadi di dunia ini adalah suara Tuhan?" - Ish sekitar 12 tahun yang lalu ya itu? Tulisan saya saat itu rasanya masih berantakaan banget ya. Duhhh ...

    Kali ini blog ilmair ingin bahas lagi sedikit, selain karena pertanyaan itu sempat terlitas dibenak saya saat lagi menghadapi masalah hidup, saya juga sebenarnya terinspirasi dari tulisan seseorang di media sosial tentang pertanyaan ini. Apalagi awal tahun 2021 berentet juga musibah dan berita duka menghampiri tanah air kita ya. Dari jatuhnya pesawat SJ182, longsor di Sumedang, wafatnya beberapa ulama (diantaranya Syekh Ali Jaber dan Habib Ali Bin Abdurahman Assegaf), banjir bandang di Kalimantan Selatan, gempa di Mamuju Sulawesi Barat, sampai erupsinya Gunung Semeru di Jawa Timur. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nasir.



    Ya ... di saat pandemi covid masih belum juga usai, berentet musibah itu memang membuat hati kita seperti diketuk-ketuk ya sahabat? Entah itu disadarkan akan kematian, diingatkan untuk segera belajar ilmu syar'i sebelum Allah mengambilnya (dengan mewafatkan ulama), ditumbuhkan empati dalam hati untuk membantu sesama dan hal lainnya.

    Ah ya Allah ... carut marut di negeri ini juga masih kita lihat dan rasakan. Mungkin musibah yang terjadi adalah peringatan dari-Nya ya, agar kita semua berbenah diri, menjauhi maksiat dan bertaubat, lalu taat pada aturan-Nya secara kaffah.

    Lalu balik lagi ke pertanyaan semula, saat kita menghadapi masalah atau musibah, apakah itu sebuah hukuman, penghapus dosa atau pengangkat derajat? Ah, menilai dari kaca mata kita sendiri tentu nggak akan bisa ya, tapi ternyata katanya kita bisa loh melihat tanda-tandanya. Tapi tentu saja pandangan ini hanya untuk bercermin pada diri sendiri ya sahabat, bukan untuk menunjuk pada orang lain.

    Dan apa sih yang menjadi tanda-tanda itu? Perhatikanlah hadis berikut, Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ، وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ،فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ

    Sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Apabila Allah Ta’ala mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya. Barangsiapa yang rida, maka Allah akan meridainya. Dan barangsiapa yang murka (tidak menerimanya), maka Allah murka kepadanya” (HR. At-Tirmidzi).

    Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Rahimahullah berkata,

    Tanda bala (musibah) sebagai hukuman dan sebagai pembalasan adalah orang tersebut tidak bersabar, bahkan bersedih dan mengeluh kepada makhluk. Tanda bala (musibah) sebagai penebus dan penghapus kesalahan adalah kesabaran yang indah tanpa mengeluh, tidak bersedih dan tidak gelisah, serta tidak merasa berat ketika melaksanakan perintah dan ketaatan. Tanda bala  (musibah) sebagai pengangkat derajat adalah adanya rida, merasa cocok/sesuai (atas takdir Allah), dan merasa tenang jiwanya serta tunduk patuh terhadap takdir hingga hilangnya musibah tersebut” (At Tabaqatul Kubra As-Sya’rani, hal. 193).

    Ah ya Allah, jadi tanda masalah atau musibah sebagai hukuman, penghapus dosa atau pengangkat derajat adalah dengan melihat sikap kita dalam menghadapinya ya sahabat. Apakah kita ridho atau tidak atas qada yang Allah hantarkan, yang kemudian membuat Allah ridho ataupun murka kepada kita. Huhu ... untuk hal ini sayapun masih perlu berbenah diri.

    Walau kemudian timbul lagi pertanyaan dibenak saya, kalau begitu apakah saat terjadi masalah, kita nggak boleh ya bersedih dan bercerita pada siapapun? 

    Humm ... ternyata nggak secara mutlak seperti itu ya maksudnya. Katanya boleh saja kita menceritakan masalah selama tujuannya adalah untuk mencari solusi dan musyawarah. Jadi bukan untuk berkeluh kesah dan nggak ridho atas ketetapan-Nya ya, karena kita tetap harus berhusnuzon kepada Allah bahwa semua yang terjadi sudah menjadi takdir yang harus kita lewati dan pasti ada hikmah dibaliknya.

    Kita boleh saja bercerita dengan tetap menunjukkan ketegaran dan rasa syukur kepada Allah, tapi bukan kepada semua orang yang kita temui, hanya sebatas pada orang yang bagi kita bisa memberi solusi.

    Untuk bersedih ... juga bukan berarti kita nggak boleh menangis ya saat menghadapi masalah atau musibah, tapi kembali lagi pada bentuk keridhoan kita atas ketetapan-Nya tadi, menangisnya karena apa? Berlebihan atau tidak?

    Karena  Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pun menangis ketika anaknya, Ibrahim, meninggal, sesuai sabdanya,

Air mata berlinang dan hati bersedih, namun kami tidak mengatakan sesuatu kecuali yang diridhai Allah. Dengan kepergianmu ini wahai Ibrahim, kami sangat bersedih.” (HR. Al Bukhari - Muslim)

    Perasaan sedih juga bisa muncul dengan sendirinya di hati kita tanpa bisa dicegah ya, selama kesedihan kita bukan bentuk dari ketidakridhoan akan ketetapan-Nya tidak mengapa ya.
     
    Saat kita mengalami musibah pun hendaknya kita menjadikan Allah sebagai tempat pertama untuk mengadu ya, bukan pada manusia dulu kita curhat dan berkeluh kesah. Karena Allah-lah yang mengijinkan semua hal terjadi dalam hidup kita, pasti dengan tepat semuanya terbaik untuk kita.

    Lalu kesabaran dan keridhoanlah yang seharusnya tertanam di hati kita ya sahabat, agar musibah yang datang dalam hidup bisa menghapus dosa bahkan mengangkat derajat kita.

Dari Aisyah Radhiyallahu anha, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

 مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُشَاكُ شَوْكَةً فَمَا فَوْقَهَا، إِلَّا كُتِبَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ بِهَا خَطِيْئَةٌ 

"Tidaklah seorang Muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya." (HR. At Tirmidzi)


Dalam hadist lainnya disebutkan

 مَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِيْ نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ 

"Bencana akan senantiasa menimpa orang Mukmin dan Mukminah pada dirinya, anaknya, dan hartanya sehingga ia berjumpa dengan Allâh dalam keadaan tidak ada kesalahan pun pada dirinya." (HR. Muslim)


Allah Ta’ala juga berfirman:

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun“. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Qs. Al-Baqarah: 156-158).

    Kita pun harus berhusnuzon kepada Allah, bahwa musibah atau masalah hidup adalah ujian yang disegerakan di dunia sebagai tanda kebaikan dari Allah Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukuman di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang dia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak” (HR. Tirmidzi).

Renungkan pula perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berikut ini,

مصيبةٌ تُقبل بها على اللهِ، خيرٌ لكَ من نعمةٍ تُنسيك ذِكرَ الله

Musibah yang mendekatkanmu kepada Allah lebih baik dari nikmat yang membuatmu lupa kepada Allah” (Tasliyah Ahlil Mashaa-ib, hal. 227).


    Ah semoga postingan blog ilmair kali ini bermanfaat ya sahabat semua, semoga kita termasuk hamba-Nya yang bisa melewati setiap masalah dan musibah dengan baik, semoga Allah menghapus dosa kita dari musibah yang datang dalam hidup, bahkan mengangkat derajat kita. Mari berbenah, menjadi hamba yang diinginkan dan dicintai-Nya, ikuti mau-Nya secara kaffah. Semoga esok hidup kita semua menjadi lebih baik, husnul khotimah dan bahagia kita sampai ke akhirat, aamiin.

    Jangan lupa doakan saudara kita yang sedang mengalami musibah ya, bantu semampu kita bisa.



 Referensi hadist: muslim.or.id dan  almanhaj.com

Jadikan Sabar dan Sholat Sebagai Penolongmu

    Hai diri, kamu sedang apa saat ini? Sedih, susah, atau sakitkah? Atau justru tengah senang, bahagia dan semua dalam hidupmu terasa mudah? Apapun yang kamu rasa saat ini, selalulah untuk menetapkan kesabaran di hatimu ya.

    Iya ... sabar itu harus selalu ada di hatimu bukan saat kamu ditimpa kesulitan saja. Tapi bahkan ketika duniamu rasanya penuh rona, sabaaar itu harus selalu ada, dimana kamu harus sabar menjaga ketaatanmu pada-Nya, juga menjaga hati, pikiran dan sikapmu agar tak salah arah.

    Kamu yang sedang hijrah? Sabarlah dalam keistiqomahan. Kamu yang sedang melihat dunia yang penuh dengan kemilaunya? Sabarlah dengan mejaga imanmu selalu. Kamu yang sedang mendapatkan pujian? Sabarlah dengan selalu sadar bahwa yang layak mendapat pujian itu hanyalah Allah. Atau kamu yang sedang sedih, susah, kecewa, patah, bahkan merasa diri penuh kesalahan dan keburukkan?

    Sabarlah dengan semua yang kamu hadapi itu, lalu bersabar pula melangkah terus pada-Nya. Bersabar pula untuk selalu yakin pada Allah bahwa akan ada bahagia setelah sedihmu, mudah setelah sulitmu, kebaikkan setelah keburukkan, jika kamu benar-benar bersabar untuk terus mendekat pada-Nya.    Begitupun dengan sholat, jangan pernah tinggalkan ya, utamanya yang wajib, lebih baik lagi tambahkan dengan sunnahnya. Ah sungguh sholat itu bisa saja terasa begitu berat jika tak disertai dengan kekhusuan.

Diapun berkata itu dalam surat cinta-Nya.


    Sungguh sabar dan sholat itu akan menolongmu saat kamu berjalan meniti hidup ini. Karena kamu memang membutuhkannya untuk mendapat petunjuk dari-Nya, pengabulan doa yang kamu pinta pada-Nya, penyerahan dirimu setelah kamu berikhtiar, penjagaan imanmu, hingga pada titik menggapai ridho-Nya dengan sabar dan sholat itu.

    Yuk jadikan sabar dan sholat sebagai penolong, semoga Allah berikan kamu kebahagiaan dan manisnya hidup terutama di akhirat kelak ya aamiin.

Translate