"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

Jangan sia-siakan Waktu, Sibukkan Diri dengan Kebaikkan

    Waktu terus berputar ya sahabat, ia nggak pernah berhenti sejenak atau istirahat dulu sebentar hingga detiknya terdiam. Ah ... nggak mungkin juga waktu menunggu gerak diri yang lagi melambat, atau menemani kemalasan, santai-santai dulu detiknya berjalan pelan menunggu yang lagi rebahan. 

    Humm ... memangnya waktu bisa diajak kompromi? Bisik-bisik aja kita bilang, "sssst ... aku membutuhkan kamu, jalannya pelan-pelan ya, jangan cepet-cepet, jangan tinggalin aku!"

    Ish ... nggak bisa begitu kan ya? Memangnya si waktu sama seperti orang spesial yang manjain kamu? "Uhuks," ya ... slow motion-an dulu gitu, memaklumi kamu yang masih suka asik nonton drakor atau main game? Ya nggak mungkin, si waktu kan sibuk bergerak terus, diteriakin supaya berhenti juga dia nggak akan mau.

    Lalu ... saat waktu terus berjalan dan berputar, kamu masih mau mager dan duduk diam saja atau rebahan lagi sambil bergelung di balik selimut? Eh ... atau kamu justru sibuk menangisi masa lalu dan takut menghadapi masa depan ya? Rugi banget kalau begitu, waktu jadi terbuang sia-sia kan.

    Padahal kita hidup saat ini untuk bergerak ke depan, move on-lah. Boleh saja melihat ke belakang sebentar, tapi hanya untuk mengambil pelajaran. Masa lalu itu bukan untuk disesali terus menerus, karena sudah menjadi takdir yang nggak bisa diubah lagi.

    Jadi ... ayoo semangat begerak lakukan yang terbaik saat ini! Pantaskan diri untuk mendapatkan yang terbaik juga di masa depan! Yakinlah kamu pasti bisa, karena apa yang dilalui saat ini sudah tepat sesuai perhitungan-Nya, takkan melebihi batas kemampuan. Sebegitu percayanya ya Allah sama kamu, jadi jangan sia-siakan kepercayaan itu juga dong.




    Kejar mimpimu! Tapi ingat jangan hanya sebatas dunia ya, luaskan lagi pandangamu ke depan, jadikan kebahagiaan di akhirat sebagai tujuan alias goals-mu. Rugi banget kalau hanya dunia yang dikejar, lelahnya sih dapat tapi suksesnya belum tentu. Kalau akhirnya kamu bisa meraih sukses, tetap saja rasa bahagianya nggak akan bertahan lama-lama, pasti ada batasnya. Ingat loh roda hidup akan selalu berputar! Dan hei! Dunia ini fana maka janganlah terperdaya! Jika kamu hanya sibuk mengejar dunia, sama saja dengan kamu membuang waktu sia-sia.

    Maka jika kamu ingin benar-benar merasakan bahagia, ya jangan sia-siakan waktu, sibukkan diri dengan kebaikkan! Isilah waktumu dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat dan akan membuatmu bahagia sampai ke akhirat.

    Tolak ukur kebaikkan itu nggak perlu kamu lihat terlalu jauh kok, cukup dengan mengingat bahwa tujuan kita hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah. Jadi setiap hal yang kita lakukan bisa juga bernilai ibadah dan baik dimata-Nya ya, ketika niat kita adalah untuk mencari ridho Allah semata. Ikhlas ya kuncinya.

    Tapi jangan lupa untuk cari ilmu dulu sebelum beramal pastinya ya, karena amal tanpa ilmu akan sia-sia juga pada akhirnya. Jadi lengkapi kesibukkanmu itu dengan belajar ilmu syar'i juga ya sahabat, semangat!

    Terus-terus ... saat kamu melangkah nanti, kamu juga harus sudah siap ya. Karena mungkin akan ada ragam hal yang mengganggumu di depan. Dari suara-suara yang melemahkan, pandangan menelisik yang membuatmu jadi nggak nyaman, bahkan mungkin kamu akan berhadapan juga dengan hal-hal yang tak menyenangkan, disamping masalah lainnya yang bisa datang kapan saja tanpa diundang. *Ups ini jangan dianggap bayangan negatif yang membuat kamu jadi takut ya. Setiap perjalanan mengejar mimpi pasti akan ada ujiannya, rasa sakit juga biasanya ada di saat kita didorong untuk tumbuh.

    Ah, tapi jangan biarkan semua itu menghentikan langkahmu ya. Jangan biarkan energimu habis karena sibuk memikirkan hal yang mengganggu itu, sia-sia juga waktumu terbuang kalau begitu. Lihat saja sisi positifnya sambil jadikan cermin untuk berbenah diri, hadapi semuanya dengan senyuman, berikan respon yang baik, lalu sibukkan diri lagi dengan kebaikkan tanpa lupa untuk pegangan sama Allah terus.

    Yakin sama Allah, minta penjagaan pada-Nya dengan penuh, serahkan seluruh urusanmu juga kepada-Nya. In syaa Allah kamu pasti bisa melewati semua masalahmu dengan baik, perjuanganmu pun nggak akan sia-sia, asal fokus ya pada tujuan utamamu, cari ridho Allah dan kejar bahagia di akhirat.

    Humm ... ilmair lagi ingin menulis itu aja kali ini, judulnya terkesan agak kaku ya, walau isi tulisannya justru santai banget, hehe ... Apapun pandangan pembaca terhadap tulisan ini, yang penting saya harap tulisan ini bisa bermanfaat dan menginsprasi ya.

    Selamat bersibuk-sibuk ria dengan kebaikkan ya sahabat semuanya ... semangat!!




Mimpi dan Waktu - Nasehat Untuk Diri

Peluh terasa membasahi kulit, sementara hati dipeluk gelisah juga sedari tadi. Tubuh ini memang masih sedikit lemas karena sisa sakit perut di siang tadi, tapi tangan dan pikiran ini masih bisa diajak bergerak, mengelana mencari kata yang harus kutuangkan di atas lembar elektrik ini.
Ada rasa sesal juga yang turut menemani hati, sesal karena telah membiarkan diri ini berkejaran dengan waktu. Ah seharusnya aku sudah menyetorkan link di chat room grup beberapa waktu yang lalu, mengikuti jejak teman-teman yang sudah lebih dulu hadir di sana.
Dan mengalunlah kini nasehat-nasehat dari diri untukku sendiri, kamu boleh membacanya sahabat, semoga bisa memberimu inspirasi ya, atau boleh juga kamu bantu aku untuk merentangkan cermin ini kembali, jika aku nanti lupa, terimakasih ya.
Ssstt ... dibisikan saja ya dan beginilah nasehat itu berbunyi ...
Hei diri! Janganlah kamu mengejar waktu, kamu akan letih jika terus melakukannya. Lalu ... ketika rasa letih itupun menyergap, apa kamu akan terdiam saja? Ah lengkaplah sudah ketertinggalanmu itu, sementara yang lainnya sudah sampai kemana, kamu masih berdiri di situ-situ saja.


Tunggu-tunggu kamu mau katakan apa? Tak punya waktu atau tak sempat? Jangan ya katakan itu, karena setiap orang diberikan waktu yang sama dalam satu hari, 24 jam tak lebih atau kurang. Iya, jika telah diberikan itu artinya kamu "punya" dan tak hilang juga waktu itu kemana-mana. Karena ia tak akan pernah sembunyi, kecuali kalau kamu sendiri yang membiarkannya berjalan tanpa gerakmu itu turut mengikuti, antara terduduk lemas di waktu luang atau justru asik dengan hal yang tak pasti.
Ah kamu mungkin lupa ya akan mimpi-mimpimu, membiarkannya melayang hingga hilang tertutup kabut, gelap tak sanggup nanti kamu mencarinya lagi.
Atau kamu mau bilang bahwa sudah cukup ya pintamu itu pada-Nya? Panjang kali lebar kali tinggi, sampai mungkin rayuan gaduhmu itu membahana di atas langit sana.
Terus kemana dorongan semangat bergerakmu itu kemudian? Sudah sampai dimana ikhtiar di bumi untuk membuat penghuni langit meng-aamiin-kan doamu, membuat Allah yang punya kuasa atas sepenuhnya kehidupan ini mengatakan kamu pantas untuk raih mimpimu itu?
Atau kamu mau membenamkan mimpimu itu kembali? Buang ke tong sampah, lalu tak punya mimpilah kamu sekarang!
Humm ... stok mimpimu masih banyak? Ya sama saja, takkan juga bisa mimpimu itu teraih, jika perilakumu terhadap waktu saja seperti itu. Sama seperti halnya kesehatanmu itu, keduanya bisa sama-sama menipumu, melenakan diri hingga lalai diri untuk mempergunakannya dengan baik.
Sudah ingatkan bunyi hadistnya?
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. [HR Bukhari, no. 5933].
Ah ayolah diri, bangun dan sadarlah segera, cepat bergerak lakukan bagianmu, berikan ikhtiar terbaikmu sementara untuk hasil tunggu kejutan dari-Nya nanti.
Eiya jangan lupa akan satu pesan dari-Nya tentang waktu juga ya, agar kamu tak akan merugi nantinya ...
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. [al-‘Ashr/103:1-3]."

Translate