"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software
Home » » pelajaran hidup...

pelajaran hidup...

Setiap langkah yang telah dilalui manusia pastikankan menjadi bagian yang erat dengan perjalanan hidup yang tidak akan terhapus. Ucap, gerak, bahkan 1 detiknyakan terekat utuh dalam lembaran hidup. Dan seperti yang telah tersirat dalam semua kitab, bahwa manusiakan menerima semua hal yang telah dilakukannya. Hasil bukanlah segalanya tetapi proses itulah yang Tuhan pandang dan nilai. Niat dan pikiran juga jadi penentu. Apakah pernah kau fikir bagaimana Tuhan mungkin memberikan semua hal jalan hidup yang kau lalui kini? Tidak, tentu saja tidak ada yang mampu pahami bagaimana rahasia Ilahi menentukan takdir perjalanan hidup manusia.
Tapi sedikitnya ada satu hal yang terfikir dibenak, yaitu bahwa apapun yang tuhan berikan dalam hidup di dunia adalah sebuah pelajaran, dan selalu pelajaran, bahkan saat kau menatap bagaimana orang lain menjalani hidupnyapun itu bisa jadi pelajaran bagi hidupmu sendiri, saat tuhan berikan kebahagiaanpun padamu, pelajaran terkecilnya adalah bagaimana kau mampu menghargai kebahagiaan itu, saat kau diberikan kesedihan mungkin juga Tuhan ingin kau belajar keluar dari masalah kesedihan yang sedang kau hadapi itu, dan belajar memahami kesedihan adalah bagian dari hidup, karena hidup tidaklah selamanya berona, ada kelam yang menganga… selalu…

Pernahkah kau tertawa disaat melihat orang lain tersungkur, bagaimana jika ternyata kau melewatkan sebuah pelajaran karena lebih memilih tertawa, sementara mungkin Tuhan suatu saat kan menempatkanmu pada posisi yang sama dengan orang yang kau tertawakan, dan lihatlah, apakah kau lebih baik darinya? Seharusnya jika kau menyadari untuk belajar, maka kau akan lebih memahami kenapa orang tadi sampai tersungkur jatuh, dan di saat itu kaukan belajar untuk tidak tersungkur bila kau berada di posisi yang sama. Begitupun dengan pelajaran bagi orang yang menghina, karena biasanya menghina seperti orang yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain, kemudian merendahkan, padahal di mata Tuhan siapa yang tahu derajat manusia. Dan suatu saat jika Tuhan berkata “kun faya kun”= “terjadi maka terjadilah” Tuhan tunjukkan yang dihina tak seburuk itu, dan mungkin yang menghina kan menatapi diri tak sebaik pikirnya…
Pernahkah kau katakan : ‘aku tidak mungkin begitu’, atau ‘aku tak mungkin menyukai hal itu’ atau ‘aku tidak mungkin mencintainya’ atau hal itu tidak akan mungkin’ dst…dimana kau mungkin menganggap buruk dan rendah, dan tahukah kau, bahwa di dunia ini tidak ada yang tak mungkin, terutama jika Tuhan telah berkehendak. Hatimu yang saat mengatakan kata tak mungkin, terutama bila ada unsur hina, sombong di dalamnya, seperti melupakan bahwa Tuhan mendengar hatimu dank kau melupakan bahwa yang menentukan kemungkinan di dunia hanya Tuhan, bahkan yang paling tahu dirimu sendiri adalah Tuhan. Maka mungkin saja bila Tuhan membuatmu di posisi tidak mungkin tadi, dan membuat dayamu lemah untuk ‘tidak begitu’ atau ‘tidak menyukai’ atau ‘tidak mencintai’ hal-hal yang semula kau pikir tidak mungkin. Atau justru hal yang kau anggap tidak mungkin dan buruk itu ternyata jauh lebih baik dari yang kau fikir. Contohnya adalah bagaimana benci bisa jadi cinta, atau bagaimana orang dapat turut serta membicarakan hal yang di hina, tapi kenyataanya ya dibicarakan dan dipenasari (tanpa sadar , mungkin kau juga menyukai, setidaknya menyukai untuk membicarakannya)..
Dan pelajarannya adalah ‘jangan pernah kau remehkan apapun di dunia ini...’ dan kalaupun kau tidak menyukai hal apapun itu, hanya doalah rasanya kata terbaik, bukan kesombongan bahwa dirimu tak mungkin begini dan begitu, bukan?
Kalau saya sendiri masih jauh dari orang yang dapat belajar dengan baik dalam hidup… Bagaimana denganmu dan menurutmu? share pendapatnya diblog ini..

3 sharing inspirasi :

  1. Keren postingnya...
    Pandai-pandailah membaca setiap kejadian yang ada merupakan salah satu pelajaran hidup di dunia ini,
    dengan selalu berfikir postif, akan membuat perjalanan hidup lebih ringan.

    ReplyDelete
  2. Manusia di lahirkan dengan dibekali potensi, tidak ada alasan untuk mengganggap remeh orang lain.

    ReplyDelete

Silahkan share saran, kritik, ilmu, inspirasi positifmu di ilmair. Berkomentarlah dengan bijak. Spam akan saya hapus..
Terimakasih..

Translate