"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

8 Cara Memulai Bisnis dan Bertumbuh Untuk Sukses

    Kali ini ilmair ingin sharing tulisan tentang "8 cara memulai bisnis dan bertumbuh untuk sukses", sebuah tips untuk sahabat semua yang baru ingin atau bahkan sudah mulai berbisnis di masa pandemi covid ini.

    Mulai melangkah di dunia bisnis tentu bukanlah hal yang mudah, biasanya ada saja hambatannya ketika kita ingin melakukan langkah pertama, baik itu dari diri sendiri yang masih suka ragu-ragu dan takut salah langkah, maupun hambatan dari luar diri, seperti tak ada dukungan dari orang terdekat atau sulitnya mencari yang kita inginkan untuk mewujudkan ide.

    Begitupun saat kita sudah menjalani bisnis dan berusaha bertumbuh untuk sukses, pasti akan ada ujian-ujian yang menghadang langkah ini, masalah yang datang menggoyahkan mental. Semua itu harus bisa kita hadapi dengan baik jika kita mau sukses dalam berbisnis.

    Admin ilmair sendiri sebenarnya bukanlah seorang pembisnis yang sudah sukses saat ini. Tapi hanya ingin berbagi pengalaman saja tentang bagaimana memulai bisnis, sambil terus belajar juga dari kesalahan-kesalahan yang pernah diri lakukan di dunia bisnis dan berharap bisa bertumbuh hingga mencapai sukses dalam berbisnis.

    Semoga tulisan ini jadi tempat belajar buat semuanya (terutama saya sendiri), menginspirasi dan selamat membaca ...

 8 Cara Memulai Bisnis dan Bertumbuh Untuk Sukses

1. Jangan Ragu-Ragu, Yakinlah!

    Ketika kita akan memulai bisnis, hal nomer satu yang harus diperhatikan adalah kita harus yakin dengan apa yang akan kita jalani. Ya ... jangan sampai ada keraguan, jangan kebanyakan galau, baik itu terhadap diri sendiri (pesimis dan merasa tak mampu) maupun dalam memutuskan produk apa yang ingin kita jual. Jangan hanya terus bertanya, "bisnis apa yang yang bagus untuk dijalani?" "produk apa yang paling laris di pasaran dan bisa bikin aku sukses?" "bisnis apa yang cocok denganku?" tapi kemudian hanya diam di tempat tak mulai-mulai untuk melangkah, hanya menghabiskan waktu.

    Bob Sadino Rahimahumullah saja pernah berpesan, ketika ada orang yang bertanya, "bisnis apa yang
BAGUS?" jawabannya, "bisnis yang DIBUKA bukan yang ditanyakan terus."

    Maka untuk memulai bisnis, kita harus yakin, segera putuskan apa yang mau kita jual, jangan terlalu banyak mikir tapi nggak jalan-jalan.

    Perkuat keyakinan itu juga dengan DUIT dan S2 (Doa, Usaha, Ikhlas dan Tawakal - Sabar dan Syukur), agar sukses bisnisnya

2. Pilih Produk Yang Dekat Dengan Diri

   Saat memustuskan untuk menjual produk, pilihlah produk yang dekat dengan diri. Maksudnya adalah produk yang kita jual itu sebaiknya produk yang kita sukai atau diri mau untuk memakainya, bahkan sudah terbiasa untuk menggunakannya. Tips kedua ini bisa juga dibilang "cintailah produk yang kita jual".

    Ya ... kalau kita menjual  produk yang kita pakai, sukai dan cintai, maka ikatan dengan produk akan terjalin lebih kuat, terasa lebih mudah juga kita untuk menawarkannya. Selain itu akan terdorong dari hati juga diri untuk berbagi manfaatnya, bahkan ada testimoni pribadi yang akan memperkuat dan meyakinkan hati pembeli.

    Jangan sampai kita menjual produk yang bertentangan dengan hati atau diri sendiri tak suka untuk memakainya. Karena hal itu akan menjadi beban dan hambatan nantinya saat kita menawarkan produk. Mental kita ketika ditolak pembeli pun akan jatuh ketika ikatan hati dengan produk tak kuat.

3. Jadilah Solusi dan Lihatlah Peluang

    Masih seputar memilih produk, saat akan memulai bisnis sebaiknya kita pintar-pintar melihat peluang. Ya ... jualah produk yang bisa menjadi solusi bagi orang lain, produk yang sedang dibutuhkan orang banyak, produk yang disukai pasar.

    Kalau kita mau sukses dalam berbisnis, ya ... kita harus bisa peka, buka mata, lihat ke sekeliling produk apa yang bisa kita jual untuk membantu kebutuhan orang lain, segera tarik ide lalu jalankan segera dan jangan menunda.

    Bisa juga kita jual produk yang sedang viral, asal jangan sekedar ikut-ikutan tanpa perencanaan yang matang. Karena produk viral itu tentu banyak pesaingnya dan terkadang hanya berlangsung sesaat kemudian tenggelam.

    Atau sering-seringlah bertemu dengan teman alias menjalin ukhuwah, karena bisa jadi kita mendapatkan kesempatan dan inspirasi dari pertemuan yang terjadi.

    Ya apapun yang penting satu, harus selalu jadikan niat di hati bahwa tujuan kita berjualan adalah untuk membantu orang lain, tentu saja karena Allah agar berkahnya sampai ke akhirat.

4. Belajar dan Jangan Banyak Alasan

    Jika mau bertumbuh dan sukses berbisnis kunci utamanya adalah kita harus mau belajar dan jangan banyak alasan.

    Misalnya jangan bilang tak ada modal saat kita baru mau mulai berbisnis, karena kalau kita mau belajar dan lihat kesekeliling, banyak juga orang yang awalnya jualan tanpa modal. Cukup jadi reseller produk teman aja dulu, modalnya hanya kuota internet untuk promosi, atau modal dengkul untuk jalan tawarin produk.

    Atau ketika ingin jualan secara online, lalu merasa diri gaptek, jangan terus mundur dan jadi malas-malasan melakukan promosi online karena merasa tak bisa. Tapi segeralah belajar! Bisa dimulai dengan memperhatikan bagaimana orang lain berjualan secara online, bertanya pada teman yang tahu ilmunya, atau bisa juga cari ilmunnya dengan browsing  di internet dan baca buku-buku bisnis, bahkan kalau mau lebih mantap lagi ya ikuti kelas-kelas belajar berbisnis dengan ahlinya (investasi leher ke atas).    

6. Harus Punya Mental Preparation dan Bermental Baja
    
    Dalam berjualan atau berbisnis itu kita harus punya persiapan mental (mental preparation), karena rintangan dan hambatan di depan itu pastilah akan ada,

    Salah satu pesan dari Kang Rendy Saputra tentang mental untuk para saudagar (pembisnis), juga bisa jadi pegangan untuk kita yang baru memulai bisnis ...
Mentalmu seperti apa Saudagar? Apakah mentalmu bisa membuat dunia berpihak padamu? Keruwetan pasti akan datang dalam perjalanan bisnis setiap saudagar, tapi saat ditengah keruwetan itu kita memutuskan untuk tidak berhenti, jalani terus, jalani terus, maju terus, akhirnya kita bisa menjadi luar biasa. Seperti orang-orang yang telah lebih dahulu menjadi luar biasa karena tidak mau berhenti dalam langkahnya. Hantu dan tantangannya pengusaha kecil adalah mental, maka dari itu seharusnya kita punya mental preparation (persiapan mental), yaitu mental yang siap ditolak, siap tidak laku, siap diremehkan, dan mental menerima sesuatu yang tidak diharapkan. Taapi dengan mental preparation kita juga akan siap untuk tak berhenti hingga sukses menghampiri."

    Humm ... saya pun teringat pesannya Coach DR. Imam Muhajirin El Fahmi tentang mental yang mengatakan bahwa “Jadilah baja, jangan jadi kayu yang mudah patah, jangan jadi kertas yang mudah sobek. Walau selalu ada rasa sakit, tapi itu tidak akan mematikan. Rasa sakit untuk belajar bertumbuh, rasa sakit yang tidak akan membuatmu menyesal, rasa sakit karena mengejar impianmu, memperjuangkan cita-cita yang besar dan layak untuk kamu perjuangkan." 

    Ya ... memang dalam perjalanannya, bertumbuh dalam berbisnis juga pasti akan banyak rintangan dan hambatannya, dari menerima penolakkan saat kita menawarkan produk, nyinyiran orang-orang yang tak suka, komplainan dari pembeli dan masalah-masalah lainnya. Semua hal itu harus bisa kita lalui dengan baik, jangan membuat diri menyerah dan berhenti melangkah.

    Kita harus punya persiapan mental yang kuat seperti baja yang takkan mudah patah seperti kayu, tak mudah sobek seperti kertas. Sehingga kita akan berjalan terus menekuni bisnis kita, menghadapi masalah dalam bisnis kita, bertumbuh dan sukses.
   
7. Fokus, Tekun dan Konsisten
    
    Saat menjalani bisnis kita harus bisa fokus, tekun dan konsisten menjalaninya, jangan setengah-setengah apalagi bermalas-malasan.  Ketika kita sudah memutuskan untuk menjual produk apa, jalani dan pelajari dengan baik agar bisa terus bertumbuh, fokus pada apa yang kita lakukan, buat target, lalu tekun dan konsisten dalam menjalaninya.

    Sekali lagi, jangan mudah menyerah dan harus punya mental preparation yang baik, mental baja dalam menggapai kesuksesan.

    Untuk masalah fokus, ada yang bilang bahwa saat menjadi penjual pemula sebaiknya fokus pada satu produk dulu aja, jangan menjual produk 'palugada' (apa lu minta gua ada, alias banyak produk yang kita jual). Fungsinya selain agar kita lebih mudah menjalaninya dan bisa menguasai produk dengan mantap, fokus pada satu produk pun bisa membuat pembeli lebih mudah mengingat kita. Sehingga kita bisa bangun personal branding melalui produk dan ketika ada orang yang butuh produknya bisa langsung ingat kita.

    Itu cocok sekali jika kita ingin membuat personal branding dari produk yang kita jual, dikenal sebagai si penjual produk A misalnya, jadi ahli yang sesuai dengan produk.

    Tapi tak salah juga nyatanya kalau kita jual produk 'palugada', asalkan kita bisa memegang semua produk itu dengan baik dan tetap fokus menjalankan bisnis yang kita jalani. Lalu buat seperti halnya warung  atau minimarket dan suermarket, lalu branding nya bisa dari toko atau dari keahlian kita dalam menjual seperti halnya dewa selling (Kang Dewa Eka Prayoga).

    Ya ... apapun itu tergantung bagaimana kita bisa menjalaninya, yang penting tetap fokus, tekun dan konsisten.


8 . Jangan Sombong, Jangan Merasa Sudah Di Atas dan Harus Mau Dikritik

    Dalam menjalankan bisnis kita harus menjalin hubungan dengan orang lain, masuk ke komunitas dan juga berukhuwah. Di sini kita harus bisa menjadi orang yang menyenangkan, rendah hati, tidak merasa diri di atas dan memandang rendah orang lain. Ya ... jangan sombong! Sikap kita terhadap orang lain akan berpengaruh pada proses perjalanan memulai bisnis, belajar pun akan lebih mudah dilakukan dengan sikap yang merasa bodoh, sebaliknya orang yang merasa sudah tahu dan sombong akan sulit menerima ilmu.

    Ketika sudah menjalankan bisnis pun jangan mudah puas dengan pencapaian yang kita, jangan merasa bahwa bisnis kita sudah cukup baik saat ini, lalu menutup mata dan telinga hingga tak mau mendengar masukkan yang datang, enggan melihat kesalahan karena merasa diri telah sempurna menjalaninya. Jangan meremehkan apapun! Jangan sombong! 

    Karena dalam bisnis itu pasti ada masa naik dan turunnya, takkan selalu kosisten perjalanan kita. Akan selalu ada kemungkinan yang tak bisa kita duga terjadi di depan. Seperti saat pandemi covid-19 ini misalnya, sebuah keadaan yang tiba-tiba saja datangnya, membuat banyak bisnis di negeri ini, bahkan dunia jatuh.

    Maka dari itu jangan terlena dengan pencapaian bisnis kita, harus punya pegangan, utamanya tentu saja berpegang kepada Allah.

    Begitu ada masalah dalam bisnis segera cari solusi, segera liat apa yang salah dan apa yang bisa dilakuakan. Selalu siap juga terima kritik dari siapapun, lalu segera berbenah untuk kembali bertumbuh. 

Hummm ... apalagi ya tips cara untuk memulai bisnis dan bertumbuh untuk sukses? Sahabat semua boleh tambahin inspirasinya di kolom komentar bawah ya buat sharing. Semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah aamiin. Selalu semangat!!

14 sharing inspirasi :

  1. Jadi pebisnis (baik ada pandemi ataupun kondisi normal) memang kudu punya mental tangguh dan kuat yaaa

    Salut utk para mentor bisnis yg luar biasa

    BalasHapus
  2. Makasih kak atas tips2 sukses bisnisnya...patut diterapkan nih. Oya saya mau tanya kalo pebisnis pemula supaya bisnisnya awet gimana ya kak? Soalnya kadang kalo sudah bangkrut mau bangkit agak susah lagi...hehe...

    BalasHapus
  3. Wah, 8 poin yang benar-benar dibutuhkan agar sukses dalam bisnis. Kalau saya sedikit sulit melihat eluang. Cenderung ingin menjual apa yang juga saya sukai. Jadi usaha yang saya lakukan pun kurang optimal.

    BalasHapus
  4. Nah ini, saya selalu ngalamin poin yang pertama. Mau mulai bisnis aja ragu-ragu mulu, ujung-ujungnya malah nggak mulai-mulai. Jadi saya perlu rumus DUIT dan S2 nih buat meningkatkan rasa optimistis ya.

    Kita juga harus punya modal cadangan bukan? Maklum masih newbie, hehehe...

    Makasih sudah berbagi tips kerennya Kak

    BalasHapus
  5. Sekarang ini semua hal bisa jadi peluang. Asal mau aja. Dan cukup ulet. Hal sederhana di rumah bisa diuangkan.
    Memang sih, beberapa karena memng bermental bisnis...

    BalasHapus
  6. Sepertinya mental baja itu yang harus dipunya kalau bagi saya. Soalnya pernah jualan online, pas ada komplain customer rasanya langsung ciut dan berasa gagal. huhuhu.

    BalasHapus
  7. Masa pandemi sprti ini, salah satu caraucara survive adalah dengan berbisnis. Delapan langkah yg sudah d tuliskan jdi modal mahal yg perlu d miliki jika ingin berbisnis.

    BalasHapus
  8. Pebisnis yang hebat memang mesti banyak belajar ya Mbak, pun kalau sudah banyak ilmu tetap merendah, ibarat padi yang semakin berisi semakin merunduk. Selain itu, perlu dikencangkan juga doa, karena rezeki adalah pemberian dari-Nya

    BalasHapus
  9. Bener banget Mbak Endah... pilih produk yang dekat dengan diri, nah kebetulan saya tuh pernah jualan buku juga hehe, berawal dari kecintaan pada buku. Tfs yaa

    BalasHapus
  10. No 6 dan 7 itu penting banget, seringkali pebisnis mental karena kurangnya tekad dan gak memiliki fokus utama

    BalasHapus
  11. Setuju banget sama semua rekomendasi cara memulai bisnisnya
    Mau bisnis itu memang harus punya tekad kuat dan gak mudah putus asa
    Gak ada bisnis yang instant dan langsung sukses
    Semua dimulai dari bawah utuk kemudian berkembang

    BalasHapus
  12. Sebenarnya berbisnis adalah pilihan paling bijaksana dalam pekerjaan apapun. Itu menurut saya. Soalnya selain mengurangi tingkat pengangguran, juga membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Jika sukses, penghasilan nya juga tak terbatas. Namun, lingkungan belum benar-benar mendukung orang yg membuka usaha. Orang masih mendewakan pekerjaan yang "ngantor" sampai saat ini.

    BalasHapus
  13. Jangan ragu-ragu..setuju banget nih soalnya kalau ragu2 gak akan pernah bisa mulai nih terlebih menjalani bisnis semangat ya kak

    BalasHapus
  14. Bener banget sih, rumus pertama dan utama adalah memulai, jangan ragu-ragu. Mau mulai kadang banyak banget kendalanya, ya dari pikiran sendiri. Ragu-ragu itu musuh yang nyata, dan bikin ga maju-maju. Kapan kita tau kalo kita ngga pernah mencoba?

    BalasHapus

Silahkan share saran, kritik, ilmu, inspirasi positifmu di ilmair. Berkomentarlah dengan bijak. Spam akan saya hapus..
Terimakasih..

Translate