"Bismillahirrahmanirrahim"

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software

Menangis Dalam Islam dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

     Apakah boleh menangis? - Setiap orang pasti pernah menangis, baik itu laki-laki atau perempuan, anak-anak atau pun orang dewasa. Menangis merupakan ungkapan perasaan seseorang saat merasakan sedih, terharu atau pun bahagia.

     Jadi enggak apa-apa juga ya sebenarnya kita menangis, karena air mata yang terjatuh itu memang alamiah terjadinya, bisa keluar begitu saja tanpa disengaja. 

    Apalagi menangis itu ternyata memang memilliki manfaat yang begitu banyak. Blog ilmair kali ini akan membahasnya ya - Menangis Dalam Islam dan Manfaatnya Bagi Kesehatan, semoga bermanfaat dan menginspirasi, aamiin.

Menangis Bukan Berarti Lemah dan Cengeng

    Saat kita menangis karena sedih di depan orang, terkadang ada saja ya yang suka bilang, "jangan cengeng, kamu udah dewasa kan?" atau "ih, berhenti nangisnya, dasar lemah!" atau "jangan nangis, kamu harus kuat!"

    Duh, kesannya kalau menangis itu salah ya, atau dianggap lemah dan cengeng. Padahal normal kok kalau kita menangis, namanya juga sedih, enggak selalu semua hal bisa ditahan. Apalagi kalau emosinya sampai dipendam terlalu lama, malah enggak baik ya bagi kesehatan mental.

    Asalkan kita tahu waktu dan tempat saja. Enggak mungkin juga kita menangis kencang-kencang di depan umum, malulah pastinya. Kecuali anak yang lagi tantrum ya - masalah para ibu sih ini biasanya, solusinya kalau ini harus dikasih pengertian ke anak ya Bun, agar saat meminta sesuatu itu enggak boleh pakai cara menangis dan enggak semua hal bisa diturutin - kebayang ya kalau anak jadi kebiasaan pakai cara menangis untuk bisa diturutin kemauannya. 

    Lalu, buat kita yang sudah dewasa ini, tempat yang paling nyaman untuk kita menangis, ujung-ujungnya juga ya di kamar. Menangis dan lepaskanlah semuanya, sambil sesegukan dan sendirian juga enggak apa-apa, kalau memang enggak ada bahu untuk bersandar.

    Beruntung kalau memang ada bahu yang mau disandarin untuk berbagi kesedihan, tapi itu juga pasti terbatas. Karena setiap bahu pasti punya bebannya masing-masing, enggak ada yang benar-benar kuat menahan beban banyak dan terlalu berat.

    Itu sebabnya juga mungkin ya, sebagian orang kalau kita curhatin sambil menangis, suka risih dan minta kita berhenti menangis. Sama seperti ibu-ibu yang kalau melihat anaknya menangis jerit-jerit, sampai guling-guling di lantai, suka jadi gemes, antara ingin teriak marah atau justru buru-buru menuruti apa yang anaknya mau. Pusing kan sebenarnya? Beban hidup sudah terlalu penuh di pikiran ya Bun?


Menangis Dalam Islam

    Dalam islam,  ada ayat Al Qur'an yang menyebutkan soal menangis,

وَأَنَّهُۥ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ

“dan bahwasanya Dialah Yang menjadikan orang tertawa dan menangis.” (QS. An-Najm : 43).

    Di ayat itu disebutkan bahwa yang membuat kita bisa menangis itu ya Allah, begitu pun dengan tertawa. Maka setiap keadaan apa pun yang datang dalam hidup kita, pasti atas kehendak dan ijin-Nya, hingga kita bisa menangis atau tertawa. Keadaan itu pun pastilah tepat dan terbaik untuk kita.

    Terus bolehkah menangis dalam islam? Ya, karena Allah juga yang membuat kita bisa menangis, berarti boleh-boleh saja ya. Manusiawi dan fitrahnya manusia bisa menangis, sebagai salah satu bentuk ekspresi emosi.  Apalagi dengan menangis itu bukti bahwa kita ini memang makhluk lemah yang pasti membutuhkan Allah. Walau bukan berarti kita lemah dibandingkan dengan manusia lainnya. 

    Di dalam islam, hal yang dinilai oleh Allah dari orang yang bersedih lalu menangis adalah hati dan lisannya. Apakah ada kesabaran atau justru keluhan saat air mata itu terjatuh? 

 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ اللَّهَ لَا يُؤَاخِذُ عَلَى دَمْعِ الْعَيْنِ وَلَا عَلَى حُزْنِ الْقَلْبِ وَلَكِنْ يُؤَاخِذُ عَلَى هَذَا أَوْ يَرْحَمُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ إلَى لِسَانِهِ

Sungguh Allah tidaklah menghukum seseorang karena tetesan air mata dan kesedihan hati. Akan tetapi, Allah hanyalah menyiksa atau mengasihi hamba karena sebab (sabar atau keluhan) lisan ini (sambil beliau berisyarat dengan lisannya)”.

    Jadi dalam islam, orang yang menangis enggak dihukum salah, tapi respon kita di balik tangisan itu yang akan dihisab. Lalu terbagi menjadi dua, ada menangis yang dianjurkan dan disukai oleh Allah Ta'ala, serta ada juga yang tercela. 

Waduh bagaimana itu? Berikut penjelasannya ...


- Menangis yang Dianjurkan dalam Islam

    Menangis yang dianjurkan dan disukai oleh Allah Ta'ala adalah ketika air mata kita terjatuh hanya karena-Nya semata. Baik itu saat kita bermesaan dengan Allah (menghayati ibadah),  bergetarnya hati ketika nama Allah disebutkan, serta terguncangnya jiwa ketika teringat akan dosa dan takut kepada-Nya. Itulah tangis keimanan, tangisan cinta dan kebahagiaan, serta tangisan hanifnya jiwa.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal.” (QS. Al-Anfal: 2)

Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يلج النار رجل بكى من خشية الله حتى يعود اللبن في الضرع

Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.”[HR. Thirmidzi]

Dalam hadist lain disebutkan,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إلا ظلُّهُ ….، ورَجُلٌ ذَكَرَ اللَّه خالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; …. dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).” [HR. Bukhari dan Muslim]

    Begitu pun ketika kita sedih karena melihat ada musibah yang menimpa agama, serta berempati melihat sesama muslim menderita dan dizalimi, hal itu juga baik ya dan termasuk ke dalam sedih yang terpuji.

    Terus bagaimana kalau kita menangis karena musibah yang datang? Seperti penjelasan di atas ya, enggak apa-apa karena itu manusiawi. Namun, jangan sampai keluar keluhan dan gerutuan dari mulut kita terhadap takdir yang Allah berikan ya. Sertailah tangisan itu dengan kesabaran dan menguatnya keimanan kita kepada-Nya, maka itu pun akan berbuah pahala.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَدْمَعُ الْعَيْنُ وَيَحْزَنُ الْقَلْبُ وَلَا نَقُولُ إلَّا مَا يُرْضِي الرَّبَّ

Tetesan air mata dan sedihnya hati, dan tidaklah kukatakan selain yang Allah ridhoi


- Menangis yang Tercela dalam Islam

    Lalu, menangis yang tercela itu yang bagaimana? Ya, termasuk yang mengeluh dan menggerutu pada takdir Allah tadi, atau menangis secara berlebihan karena dunia semata. Seperti merasa begitu sedih karena hilang atau perginya sesuatu atau seseorang yang pernah dimiliki, disertai adanya amarah karena keadaan enggak sesuai dengan keinginan kita atau berat untuk dijalani. Hal itu bisa berarti juga kalau kita enggak ridho sama apa yang Allah ijinkan terjadi dalam hidup kita.

    Padahal semua yang ada di dunia ini hanya titipan, bukan milik kita. Enggak layak kita marah atau enggak ridho sama apapun yang terjadi di dalamnya.

Allah Ta’ala berfirman,

لِكَيْ لَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu” (QS. Al Hadid: 23).

    Sedih lalu menangisnya kita, tentu enggak bisa mendatangkan manfaat atau pun menolak bahaya, alias enggak bisa merubah keadaan ya. Jadi terkadang enggak ada gunanya juga kita bersedih lalu menangis, terutama jika terlalu lama atau berlebihan. Melakukan sesuatu yang enggak berguna tentu enggak disukai oleh Allah.

    Apalagi kalau tangis kesedihan itu berlanjut pada lemahnya iman dan menjadikan diri lalai pada perintah Allah ta'ala dan Rasul-Nya, jelas itu termasuk ke dalam hal yang tercela dan berdosa jika dilakukan.

    Janganlah ya kalau tangisan kita termasuk yang tercela, menjauhlah dari hal-hal tersebut. Sedangkan kalau menangisnya masih dalam batas-batas yang diperbolehkan bahkan dianjurkan, ya engak apa-apa.


Menangis Dalam Sains dan Dunia Medis

    Para ilmuwan mengatakan bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang dapat meneteskan air mata karena dipicu oleh perasaannya. Sementara beberapa spesies lain meneteskan air mata secara refleks saja, sebagai akibat dari rasa sakit atau iritasi.

    Beberapa teori membuktikan bahwa air mata memicu ikatan sosial dan hubungan manusia. Beberapa bukti pun ditemukan oleh para ilmuwan, bahwa air mata emosional, secara kimiawi berbeda dengan air mata yang ditumpahkan orang saat memotong bawang—hal ini juga menjelaskan mengapa menangis mengirimkan sinyal emosional yang begitu kuat kepada orang lain.

    Selain enzim, lipid, metabolit, dan elektrolit yang membentuk air mata, air mata emosional ternyata mengandung lebih banyak protein. Salah satu hipotesis mengatakan bahwa kandungan protein yang lebih tinggi ini membuat air mata emosional lebih kental, sehingga mereka lebih kuat menempel di kulit dan mengalir ke wajah lebih lambat, membuatnya lebih mungkin terlihat oleh orang lain.

    Dari penelitian pun ditemukan bahwa keluarnya air mata (menangis) itu ternyata memiliki banyak manfaat, dan jika ditahan justru kita akan kehilangannya. 

    Lalu apa saja manfaatnya? Ini dia ...

Manfaat Menangis Bagi Kesehatan

1. Medetoksifikasi Tubuh

    Air mata terbagi menjadi tiga jenis, yaitu: air mata refleks, air mata basal, dan air mata emosional. 

    Air mata refleks dapat membersihkan kotoran, seperti asap dan debu dari mata kita. Sedangkan air mata basal (air mata yang dibuat terus menerus) dapat melumasi mata kita dan membantu melindunginya dari infeksi. Air mata emosional mungkin memiliki lebih banyak manfaat kesehatan karena melepaskan apa yang terpendam di dalam diri.

    Air mata basal mengandung 98 % air, sedangkan air mata emosional mengandung hormon stres dan racun lainnya. Para peneliti telah berteori bahwa dengan menangis kita dapat mengeluarkan hal-hal tersebut dari sistem tubuh kita, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan di bidang ini.

2. Membantu Menenangkan Diri

    Menangis mungkin salah satu cara terbaik kita untuk menenangkan diri. Sebuah studi tahun 2014 telah membuktikan bahwa menangis dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatis (Parasympathetic Nervous System - PNS). PNS ini membantu tubuh kita beristirahat dan mencerna. Namun, manfaatnya enggak langsung. Mungkin perlu beberapa menit untuk mengeluarkan air mata sebelum kita bisa merasakan efek menenangkan dari menangis.

3. Meredakan Rasa Sakit atau Mati Rasa

    Penelitian telah menemukan bahwa menangis untuk waktu yang lama dapat melepaskan oksitosin dan opioid endogen, atau dikenal sebagai endorfin. Bahan kimia yang membuat kita merasa baik ini dapat membantu meringankan rasa sakit fisik dan emosional.

    Setelah endorfin dilepaskan, tubuh kita mungkin mengalami tahap mati rasa. Oksitosin dapat memberi kita rasa tenang atau sejahtera. Ini juga termasuk penjelasan bagaimana menangis dapat dilakukan untuk menenangkan diri.

4. Mengembalikan Keseimbangan Emosi

    Menangis memang enggak hanya terjadi sebagai respons terhadap sesuatu yang menyedihkan. Terkadang kita mungkin menangis ketika merasa sangat bahagia, takut, atau pun stres. Para peneliti mengatakan bahwa menangis dengan berbagai keadaan emosi ini dapat membantu memulihkan keseimbangan emosional. Ketika kita merasa sangat bahagia atau takut akan sesuatu kemudian menangis, itu mungkin cara tubuh kita untuk pulih dari emosi yang begitu kuat.

5. Meningkatkan Mood (Suasana Hati)

    Menangis ternyata dapat membantu meningkatkan semangat dan membuat perasaan menjadi lebih baik, terutama saat kita terisak. Saat terisak, kita menghirup banyak udara sejuk dengan cepat. Menghirup udara yang lebih dingin dapat membantu mengatur dan bahkan menurunkan suhu otak kita. Otak yang dingin lebih menyenangkan bagi tubuh dan pikiran daripada otak yang hangat. Akibatnya, suasana hati kita mungkin membaik setelah episode terisak-isak.

    Pada saat menangis pun  endorfin yang dilepaskan dapat membuat mood jadi meningkat, itu sebabnya ia dikenal sebagai zat kimia yang dapat membuat kita 'merasa senang atau baik'.

6. Melepaskan Racun dan Menghilangkan Stress

    Ketika manusia menangis sebagai respons terhadap stres, air mata mereka mengandung sejumlah hormon stres dan bahan kimia lainnya. Para peneliti percaya bahwa menangis dapat mengurangi kadar bahan kimia ini dalam tubuh, yang pada gilirannya dapat mengurangi stres. Walau pun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hal ini.

7. Melawan Bakteri

    Menangis juga ternayta dapat membantu membunuh bakteri dan menjaga mata tetap bersih karena air mata mengandung cairan yang disebut lisozim.

    Sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa lisozim memiliki sifat antimikroba yang sangat kuat sehingga bahkan dapat membantu mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh agen bioteror, seperti antraks.

8. Meningkatkan Daya Penglihatan

    Air mata basal, yang dikeluarkan setiap kali seseorang berkedip dapat membantu menjaga mata tetap lembab dan mencegah selaput lendir mengering. Saat menangis, tentu air mata ini keluar juga.

   Sebuah Institut Mata Nasional menjelaskan bahwa efek pelumas dari air mata basal ini dapat membantu orang untuk melihat lebih jelas. Sedangkan saat selaput mata mengering, penglihatan bisa menjadi kabur.

9. Membantu Tidur

    Sebuah penelitian kecil pada tahun 2015 menemukan bahwa menangis dapat membantu bayi tidur lebih nyenyak. Apakah menangis memiliki efek yang sama dalam hal memudahkan tidur pada orang dewasa? Hal itu belum diteliti. Namun, efek menenangkan, meningkatkan suasana hati dan menghilangkan rasa sakit dari menangis di atas dapat membantu seseorang tertidur lebih mudah.

    Nah, itu dia penjelasan tentang menangis dalam islam dan manfaatnya bagi kesehatan. Jadi enggak apa-apa ya kita menangis, selama enggak berlebihan dan bukan karena enggak ridho sama apa yang Allah takdirkan. Menangis pun nyatanya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan menurut penelitian.

    Gimana menurut sahabat? Boleh share di kolom komentar ya pendapatnya ...


sumber referensi: muslim.or.id, rumaysho.com, medicalnewstoday.com, time.com, healthline.com.

Hidup Itu Indah, Bukan Akan Indah Pada Waktunya

   Hidup itu indah, bukan akan indah pada waktunya - setuju enggak sahabat ilmair dengan kalimat ini? Saya sendiri saat mendengar ini sebenarnya serasa ditampar, disadarkan karena diri terkadang sukanya mengeluh. 

    Ya, kalimat ini saya dengar dari seorang sahabat beberapa waktu yang lalu, dia bilang, "hidup itu bukan akan indah pada waktunya loh Teh ... "

    Sesaat saya sempat berpikir dan menebak-nebak kalimat lanjutannya, 'ah iya, ini kan hidup ya, enggak akan selalu indah.'

    Eh, tapi tebakan saya ternyata salah, karena ucapan dia selanjutnya bukan itu, tapi ..., "yang bener itu, setiap waktu itu indah Teh, apapun yang datang dalam hidup kita itu sudah semestinya disyukuri. Indah semua yang Allah kasih mah."

    'Jleb!' Kalimatnya itu langsung menancap ke dada ini.

    Saya pun jadi teringat dengan kalimat serupa yang pernah saya tulis di ilmair, yaitu: 'tanpa syukur, bermil-mil keindahan takkan terasa' pada artikel 'Tag Food for Soul'. Humm, jadi diingatkan lagi kan sama nasehat dari tulisan sendiri. 

    Ya, mendengar kalimat itu memang rasanya seperti ditampar, karena keluh yang seringkali mencuat di hadapan manusia, padahal kebaikkan dari Allah itu jauh lebih banyak dari masalah yang dikeluhkan.

    'Duh, malu ya sama Allah.'

    Apalagi pas saya dengar cerita tentang temennya sahabat saya ini, seorang wanita paruh baya yang sudah kehilangan banyak hal di dalam hidupnya. Beliau pernah terkena fitnah korupsi hingga dipenjara, jabatan dan perkerjaannya hilang, suaminya meninggalkan beliau dan pergi sama WIL plus membawa anaknya, serta ada beberapa ketidakadilan lainnya yang sempat dialaminya  juga.  

    'Buk-buk-buk,' bertubi-tubi masalah hidup menerpanya. Beliau pun sekarang bekerja menjaga warung sambil ikut tinggal di sana, sendirian, di usia beliau sekarang yang sudah seharusnya bisa menikmati hasil kerjanya selama bertahun-tahun. Orang tuanya berada jauh di seberang pulau dan beliau enggak mau merepotkan. Namun, setiap hari beliau masih bisa tersenyum, tenang saja menjalani hidupnya tanpa banyak mengeluh - walau entah ya, di saat beliau sedang sendirian, manusiawi juga kalau beliau menangis.

    Ketika beliau ditanya kenapa bisa kuat menjalani hidupnya, katanya beliau menjawab, "ah, ini mah cuma dunia Teh, enggak ada apa-apanya juga masalah saya mah (bagi Allah - alias ada Allah yang tahu saya dan akan menemani). Hidup mah gimana Allah aja lah da punya Allah, disyukuri aja semuanya."

    'Hiks,' semakin membuat saya malu mendengar cerita itu.

    Ya, si diri ini terkadang merasa punya masalah sebesar gunung, terus suka cengeng bertanya kenapa begini-begitu sama Allah. Padahal yang tahu kita dan apa yang terbaik buat kita, ya Allah. Mau kita tanya, "kenapa harus saya Allah yang ngalamin masalah ini?" Allah akan jawab, "ya kenapa enggak? Kenapa berpikir enggak seharusnya kamu mendapatkan masalah yang kamu alami itu? Saya atau kamu yang lebih tahu?"

    Hayoo mau jawab apa? 

    Lalu setelah mengeluh, kita berharap semua akan indah pada waktunya, begitu? Duuh, duhai diri, syukuri dahulu apa yang ada di hadapan, apapun itu. Pahami makna kasih sayang Allah, setiap waktu. Baru setelah itu yang namanya keindahan alias kebaikkan Allah bisa kita rasakan. Setiap waktu loh ya! Bukan sekedar indah pada waktunya alias nanti-nanti saja. Kecuali kalau kita mau merasakan yang abadi ya, itu nanti di syurga-Nya. Sekarang, syukuri dahulu hamparan yang diberikan-Nya di dunia, agar kita bisa berjalan meraih ridho-Nya dengan penuh keikhlasan.

    Walau roda hidup itu memang terus berputar ya. Ada kalanya hidup ini membawa kita ke bawah, masalah hidup dan musibah datang lalu menguras emosi. Humm, dalam menghadapi itu, boleh kok kita bersedih dan memiliki perasaan-perasaan enggak nyaman lainnya. Ya, enggak apa-apa, karena kita kan memang manusia yang punya ragam emosi. Namun, sedihnya jangan karena enggak rela ya sama apa yang sudah Allah ijinkan terjadi di dalam hidup, menolak takdir Allah dong itu namanya, nauzubillah min dzalik.

    Sedihnya sebentar saja, lalu sadari lagi, Allah ijinkan masalah itu datang pastinya sudah sesuai porsi ketahanan kita kok. Percaya bahwa semuanya sudah terukur dengan tepat dan pasti ada hikmah dibaliknya, ada keindahan kenapa sampai Allah pilih kita untuk menjalaninya, dan itu adalah wujud kasih sayang-Nya.

     Masalah juga kan memang selalu ada di dalam hidup, satu masalah selesai bisa datang yang lainnya. Kalau kita hanya berpikir akan indah pada waktunya, kapan kita mau bersyukur? Sekarang mengeluh, lalu saat masalah yang satu nanti selesai dan datang masalah lainnya, mau mengeluh lagi? Ah, ketika kebahagiaan hidup yang sesuai sama keinginan kita enggak datang-darang, terus tahu-tahu sudah dipanggil pulang. Hayoo, enggak mau sampai begitu kan ya. 

    Peka yuk sama kasih sayang Allah! Ikhlas, sabar dan bersyukur, lalu rasakan bahwa hidup itu indah, bukan akan indah pada waktunya ya.

    Semoga Allah mampukan kita semua ya sahabat, agar bisa merasakan setiap waktu kalau yang diberikan Allah itu indah, sambil menyadari kesalahan diri dan kita pun terus berbenah menjadi yang Allah mau, hingga keindahan abadi nanti di akhirat bisa kita rasakan juga, aamiin.


    Menurutmu bagaimana sahabat? Share yuk di kolom komentar inspirasimu ...

Temukanlah Impian Besarmu Yang Layak Untuk Diperjuangkan!

    Ilmair di update lagi, setelah beberapa lama tak posting karena si writer's block melanda lagi, kali ini saya mau share sebuah tulisan lama saya saja ya. Tentang semangat untuk berbisnis - berjualan - menjadi saudagar di negeri sendiri.

    Tulisan ini merupakan resume acara pemberdayaan UMKM tahun 2018 yang sempat saya post di facebook saya. Sudah 3 tahun yang lalu ya, tapi isi semangatnya masih bagus untuk di share, masih relate ya sama kondisi sekarang.

    Semoga tulisan ini menginspirasi ...



    Pagi itu kulangkahkan kaki memasuki gedung Audiotorium Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah dengan penuh energi. Ya ... tentu saja itu karena semangat yang mencuat dari dalam diri, menangkap sinyal getaran energi yang juga terasa muncul dari acara UIN Berwirausaha yang akan kuhadiri.

    Saat membuka pintu ruang audiotorium sudah banyak peserta yang duduk menempati kursi yang berderet-deret. Tadinya kukira sudah banyak materi seminar yang terlewati karena aku datang terlambat. Tapi alhamdulillah, ternyata Allah masih memberi kesempatan, karena pembicara utama acara hari itu belumlah berdiri untuk menularkan energi positifnya. 

    Alhamdulillah aku bersyukur sekali karena bisa duduk bersama teman-teman komunitas pemberdayaan UMKM (Tangerang Selatan Berdaya), mendengarkan seorang Coach Imam Muhajirin Elfahmi, bapaknya para coach bisnis berbicara di depan kami semua.

    Masih terekam dengan jelas kalimat-kalimat yang Coach Dr. Imam Muhajirin Elfahmi sampaikan saat itu, baik dalam catatanku maupun beberapa potong kalimat berenerginya yang juga sempat tertinggal di kepala ini.

    “Impian besar”, dua kata yang diucapkan oleh Coach Dr. Fahmi itu hingga kini masih mengusik diri, bukan yang mengganggu tapi yang menggugah diri untuk bangkit berdiri. Dan yang ditekankan oleh Coach Dr. Fahmi di sini adalah mimpi untuk menjadi pengusaha besar, bahwa kita semua harus memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi pengusaha, tak gentar menghadapi dunia, berdiri kokoh sebagai pengusaha atau saudagar.

    "Mengapa saudagar? Karena kita harus punya tekad yang kuat agar uang beredar diantara kita, di negeri kita, hasilkanlah produk dan kembalilah miliki aset! Jangan biarkan diri kita hanya menjadi market! Karena kita ini muslim, keturunan saudagar, keturunan Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam yang merupakan seorang saudagar. Islam pun disebarkan ke Nusantara oleh seorang saudagar."

    "Jangan takut kalau bisnismu saat ini masih kecil, kalau karyawanmu masih satu, omsetmu masih sedikit. Asal punya disiplin, mentalitas dan mimpi besar. Harus punya keyakinan bahwa suatu hari nanti bisnis kita akan besar."

    "Singkirkan rasa malu, tegak berdiri, songsong tantangan, belajar, punya impian, yakin dan optimis suatu saat pasti bisa menang. Jangan takut punya impian besar. Kita harus tangguh menyingkirkan tarikan gravitasi penolakan, kebangkrutan dan kemunduran. Jangan Pernah Menyerah!"

    "Kita harus punya mindset pertumbuhan yang menyukai tantangan, mampu menghadapi rintangan, tidak putus asa menghadapi penolakan seperti orang-orang sukses, serta belajarlah dari kesuksesan orang lain."

    "Jadilah baja, jangan jadi kayu yang mudah patah, jangan jadi kertas yang mudah sobek. Walau akan ada rasa sakit yang tidak mematikan, rasa sakit belajar bertumbuh, rasa sakit yang tidak membuatmu menyesal, rasa sakit karena kamu mengejar impianmu, memperjuangkan cita-citamu, cita-cita yang besar, cita-cita yang layak untuk diperjuangkan."

    "Anak muda harus punya destinasi besar yang layak diperjuangkan, harus punya tujuan-tujuan besar yang layak untuk dibeli dengan rasa sakitmu.

    Ingatlah Al Qur'an surat Al Insyiroh ayat 5 dan 6 yang artinya “Sesungguhnya dibalik kesusahan ada kemudahan,” 

    Tapi bagaimana kita akan menemukan kemudahan jika belum menempuh kesukaran?

    Lakukanlah yang mampu kita lakukan, temukalah Yerusalemmu, Konstatinopelmu, impian besarmu yang layak untuk diperjuangkan, berencana dan beroperasilah di skala besar."

    Setiap kata yang Coach Dr. Fahmi sampaikan saat itu memang begitu menggetarkan hati dan tanpa jeda. Hingga saat keluar dari ruangan itu pun membuatku merasa seperti sudah di-charge penuh energi.

    

    Wah, gimana sahabat, energinya sampai jugakah? Semoga getarannya mampu membuat kita semua semangat ya. Walaupun tujuannya harus kembali pada satu hal ya, ridho Allah saja.

    Ya, tulisan ini bisa ditarik inspirasi lebih luasnya lagi, seperti tentang mental baja yang harus kita punya dalam menghadapi masalah hidup apapun. 

    Impian besar dan kesuksesan yang kita miliki juga seharusnya tak sekedar untuk mengejar dunia yang fana ini ya, tapi untuk raih ridho-Nya. Jadi, dunianya cuma jadi wasilah dan jalan kita untuk mengejar kebahagiaan dan kesuksesan di akhirat saja ya, ikhtiar yang kita lakukan berpahala jika tujuannya ibadah, sedangkan hasilnya terserah Allah saja. 

    Yuk, yuk semangat! Ini masih Bulan Ramadan ya, semangat juga tingkatkan amal ibadah, ikhtiar kejar impian tentu boleh, tapi jadikan tujuannya tetap ibadah dan tak lalai juga kita dari dari ibadah wajib ya pastinya.

    Semoga Allah mampukan dan ridhoi aamiin

   

    

Cara Mengatasi Fokus yang Lagi Terpecah

    Pikiran tuh sukanya jalan-jalan ya kadang-kadang, seperti nggak bisa tertuju pada satu hal saja 'plek', malah terpecah kemana-mana. Ah, itu tandanya si pikiran lagi nggak bisa fokus ya, mengerjakan apapun jadinya terganggu, duuuh. Sahabat pastinya juga pernah ya mengalami hal itu?




    Gimana coba kalau mau mengerjakan sesuatu tapi nggak fokus? Mau tuntas menuangkan ide di kepala atau full menyelesaikan apa yang lagi dikerjakan. Tapi pas baru bergerak sedikit aja, eh pikiran malah jalan-jalan, teringat sama hal inilah, itulah, hummh. 

    Ya ... blog ilmair juga ini lagi agak jarang di update ya, huhu ... sayanya memang lagi nggak fokus buat menulis di sini, padahal sudah ada beberapa tulisan setengah jadi ada di dalam draft.

    Terus bagaimana rasanya saat fokus lagi terpecah? Cape juga sih ya kalau seperti itu, apalagi kalau masalah fokus itu udah bergenggaman erat sama si overthinking, sudah pecah fokusnya plus berlebihan lagi pikirannya. Hati rasanya jadi nggak nyaman ya, mood pun berubah dan akhirnya kesal juga sama diri sendiri.

    Hal seperti itu pasti perlu diatasi ya. Saya pun jadi mencari cara, bagaimana mengatasi pikiran yang lagi nggak bisa fokus itu.
    
    Ah, ternyata langkah pertama yang semestinya dilakukan itu mencari penyebab dari ketikdakfokusan itu ya sahabat. Tapi bukan sekedar bertanya kenapa dan kenapa ya, karena memang kita bukan sekedar memikirkan masalahnya saja tapi juga solusinya. 
    
    Ya ... kita mesti mengenali hal yang membuat fokus dan konsentrasi kita terganggu, setelah itu coba atasi masalahnya.

     Sadari diri kalau lagi overthinking, buang jauh-jauh hal yang nggak penting untuk dipikirkan, fokus sama ranah kita, kontrol pelan-pelan pikiran kita biar bisa fokus lagi. Oiya, atur juga prioritas biar kita nggak melakukan banyak hal dalam satu waktu, jadi kita bisa fokus sama satu hal sampai selesai.

     Eits, hati-hati juga nih sama ponsel yang mungkin membuat kita terdistraksi - jangan kebanyakkan scroling-scroling nggak penting, fokus dulu pada yang lagi kerjakan. 

    Humm ... kalau pikiran kita lagi lelah, bisa juga istirahat dulu. Me time-an sebentar, lakukan hal yang buat hati dan pikiran tenang, buat rileks saja dulu. Tapi jangan terbawa santai ya, kalau nggak mau waktunya jadi terbuang.

    Walau terkadang teori itu tampak lebih mudah ya diucapkan, seperti mengalirnya tulisan ini di ilmair sekarang, mudah-mudah nggak mudah sebenarnya. Tapi prakteknya? Nggak mudah juga sih. Tapi ya harus terus dicoba dan dilatih biar fokus nggak terpecah lagi dan bisa lakukan yang terbaik untuk meraih sukses.

    Nggak boleh ya kita terbiasa memanjakan diri dengan pemakluman, atau maunya dimengerti kalau lagi ingin jalan pelan-pelan bahkan berdiam diri. Humm ... waktukan nggak bisa diajak kompromi, nanti yang lainnya sudah jauh melangkah, diri masih jalan di tempat dan nggak maju-maju. Ah, rugi sih yang pasti.

    Harus bisa tegas juga ya sama diri sendiri, jangan sampai terbuai kita sama kenikmatan akan waktu luang, yang menurut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kebanyakan dari umatnya suka tertipu ...

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. [HR Bukhari].

Astaghfirullah, na'udzubillah ...

Semoga Allah mudahkan ya kita menjaga fokus, mengisi penuh waktu dengan hal yang bermanfaat dan diridhoi-Nya, agar kita bisa meraih impian, hingga mendapatkan kebahagiaan kelak.

Semoga tulisan ini pun menginspirasi aamiin


Jangan sia-siakan Waktu, Sibukkan Diri dengan Kebaikkan

    Waktu terus berputar ya sahabat, ia nggak pernah berhenti sejenak atau istirahat dulu sebentar hingga detiknya terdiam. Ah ... nggak mungkin juga waktu menunggu gerak diri yang lagi melambat, atau menemani kemalasan, santai-santai dulu detiknya berjalan pelan menunggu yang lagi rebahan. 

    Humm ... memangnya waktu bisa diajak kompromi? Bisik-bisik aja kita bilang, "sssst ... aku membutuhkan kamu, jalannya pelan-pelan ya, jangan cepet-cepet, jangan tinggalin aku!"

    Ish ... nggak bisa begitu kan ya? Memangnya si waktu sama seperti orang spesial yang manjain kamu? "Uhuks," ya ... slow motion-an dulu gitu, memaklumi kamu yang masih suka asik nonton drakor atau main game? Ya nggak mungkin, si waktu kan sibuk bergerak terus, diteriakin supaya berhenti juga dia nggak akan mau.

    Lalu ... saat waktu terus berjalan dan berputar, kamu masih mau mager dan duduk diam saja atau rebahan lagi sambil bergelung di balik selimut? Eh ... atau kamu justru sibuk menangisi masa lalu dan takut menghadapi masa depan ya? Rugi banget kalau begitu, waktu jadi terbuang sia-sia kan.

    Padahal kita hidup saat ini untuk bergerak ke depan, move on-lah. Boleh saja melihat ke belakang sebentar, tapi hanya untuk mengambil pelajaran. Masa lalu itu bukan untuk disesali terus menerus, karena sudah menjadi takdir yang nggak bisa diubah lagi.

    Jadi ... ayoo semangat begerak lakukan yang terbaik saat ini! Pantaskan diri untuk mendapatkan yang terbaik juga di masa depan! Yakinlah kamu pasti bisa, karena apa yang dilalui saat ini sudah tepat sesuai perhitungan-Nya, takkan melebihi batas kemampuan. Sebegitu percayanya ya Allah sama kamu, jadi jangan sia-siakan kepercayaan itu juga dong.




    Kejar mimpimu! Tapi ingat jangan hanya sebatas dunia ya, luaskan lagi pandangamu ke depan, jadikan kebahagiaan di akhirat sebagai tujuan alias goals-mu. Rugi banget kalau hanya dunia yang dikejar, lelahnya sih dapat tapi suksesnya belum tentu. Kalau akhirnya kamu bisa meraih sukses, tetap saja rasa bahagianya nggak akan bertahan lama-lama, pasti ada batasnya. Ingat loh roda hidup akan selalu berputar! Dan hei! Dunia ini fana maka janganlah terperdaya! Jika kamu hanya sibuk mengejar dunia, sama saja dengan kamu membuang waktu sia-sia.

    Maka jika kamu ingin benar-benar merasakan bahagia, ya jangan sia-siakan waktu, sibukkan diri dengan kebaikkan! Isilah waktumu dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat dan akan membuatmu bahagia sampai ke akhirat.

    Tolak ukur kebaikkan itu nggak perlu kamu lihat terlalu jauh kok, cukup dengan mengingat bahwa tujuan kita hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah. Jadi setiap hal yang kita lakukan bisa juga bernilai ibadah dan baik dimata-Nya ya, ketika niat kita adalah untuk mencari ridho Allah semata. Ikhlas ya kuncinya.

    Tapi jangan lupa untuk cari ilmu dulu sebelum beramal pastinya ya, karena amal tanpa ilmu akan sia-sia juga pada akhirnya. Jadi lengkapi kesibukkanmu itu dengan belajar ilmu syar'i juga ya sahabat, semangat!

    Terus-terus ... saat kamu melangkah nanti, kamu juga harus sudah siap ya. Karena mungkin akan ada ragam hal yang mengganggumu di depan. Dari suara-suara yang melemahkan, pandangan menelisik yang membuatmu jadi nggak nyaman, bahkan mungkin kamu akan berhadapan juga dengan hal-hal yang tak menyenangkan, disamping masalah lainnya yang bisa datang kapan saja tanpa diundang. *Ups ini jangan dianggap bayangan negatif yang membuat kamu jadi takut ya. Setiap perjalanan mengejar mimpi pasti akan ada ujiannya, rasa sakit juga biasanya ada di saat kita didorong untuk tumbuh.

    Ah, tapi jangan biarkan semua itu menghentikan langkahmu ya. Jangan biarkan energimu habis karena sibuk memikirkan hal yang mengganggu itu, sia-sia juga waktumu terbuang kalau begitu. Lihat saja sisi positifnya sambil jadikan cermin untuk berbenah diri, hadapi semuanya dengan senyuman, berikan respon yang baik, lalu sibukkan diri lagi dengan kebaikkan tanpa lupa untuk pegangan sama Allah terus.

    Yakin sama Allah, minta penjagaan pada-Nya dengan penuh, serahkan seluruh urusanmu juga kepada-Nya. In syaa Allah kamu pasti bisa melewati semua masalahmu dengan baik, perjuanganmu pun nggak akan sia-sia, asal fokus ya pada tujuan utamamu, cari ridho Allah dan kejar bahagia di akhirat.

    Humm ... ilmair lagi ingin menulis itu aja kali ini, judulnya terkesan agak kaku ya, walau isi tulisannya justru santai banget, hehe ... Apapun pandangan pembaca terhadap tulisan ini, yang penting saya harap tulisan ini bisa bermanfaat dan menginsprasi ya.

    Selamat bersibuk-sibuk ria dengan kebaikkan ya sahabat semuanya ... semangat!!




Amalan di Hari Tasyrik Perbanyak Doa Sapu Jagad

    Hari Idul Adha sudah berlalu tiga hari yang lalu ya, gimana sahabatfillah daging kurbannya sudah pada diolah jadi apa aja nih? Eiya hari ini masih masuk hari tasyrik ya berarti.

    Ilmair ingin bahas itu sekarang, tepatnya tentang amalan di hari tasyrik. Tapi sebelumnya saya mau ucapain Happy Eid Mubarak 1441H juga ya untuk semua ... Taqabbalallahu Minna Waminkum, Wa Ahalahullahu ‘Alaik - Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu, aamiin.


    Kembali lagi ke hari tasyrik, sebenarnya apa sih itu? Ah iya, hari tasyrik itu merupakan tiga hari setelah Idul Adha ya sahabat, kalau di tanah suci para jamaah haji sedang melempar jumrah, sedangkan di negeri lainnya umat muslim masih sibuk memotong kurban. Di hari tasyrik umat muslim dilarang berpuasa ya karena memang waktunya untuk makan, minum dan berdzikir kepada Allah.
    
    Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Hari tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha (yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah). Disebut tasyrik karena tasyrik itu berarti mendendeng atau menjemur daging qurban di terik matahari. Dalam hadits disebutkan, hari tasyrik adalah hari untuk memperbanyak dzikir yaitu takbir dan lainnya.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 18).


    Ada hadist juga yang mengatakan tentang mulianya hari tasyrik,

إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ 

 “Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari Tasyrik).” (HR. Abu Daud)


    Ya ... hari tasyrik memang memiliki keutamaan, lalu amalan apa saja yang bisa dilakukan di hari ini?
Berikut ilmair share "Amalan di Hari Tasyrik"

1. Berdzikir

    Dalam QS. Al Baqarah ayat 203 disebutkan,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ 

"Dan ber-dzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang."

    Dalam ayat tersebut yang dimaksud hari yang terbilang adalah hari-hari setelah Idul Adha (hari an-nahr) atau hari tasyrik.

    Berdzikir di sini baik itu dzikir pada saat setelah sholat Eid (takbir), dzikir pada saat menyembelih hewan kurban, mengucap "bismillah" saat akan makan dan minum serta "alhamdulillah" setelahnya, dzikir saat melempar jumrah bagi yang berhaji, maupun dzikir di setiap waktu dalam rangka mengingat Allah.

2. Doa Sapu Jagad

    Di hari tasyrik, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa sapu jagad, sesuai firman Allah dalam QS. Al Baqarah: 200-201

فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ, وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 

 “Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” [Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka].”

    Ikrimah (Murid Ibnu Abbas) berkata,

ﻛﺎﻥ ﻳﺴﺘﺤﺐ ﺃﻥ ﻳُﺪﻋﻰ ﻓﻲ ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﺘﺸﺮﻳﻖ : رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


Disunnahkan membaca doa pada hari tasyrik: Robbana atina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar ”[Wahai Allah, Rab kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka].”

    Doa pada hari tasyrik katanya termasuk yang takkan tertolak dan doa sapu jagad ini termasuk doa yang sudah lengkap karena meminta kebaikkan di dunia dan akhirat, semoga Allah ijabah ya sahabatfillah doa kita, aamiin.

    Diriwayatkan dari Al-Jashshosh, dari Kinanah Al-Qurosy, dia mendengar Abu Musa Al-Asy’ariy mengatakan pada saat berkhutbah di hari An-Nahr (Idul Adha), “Tiga hari setelah hari An-Nahr (yaitu hari-hari Tasyrik), itulah yang disebut oleh Allah dengan ayyam ma’dudat (hari yang terbilang). doa pada hari tersebut tidak akan tertolak (pasti terkabul), maka segeralah berdoa dengan berharap pada-Nya."

3. Bersyukur, Makan dan Minum Untuk Menambah Ketaatan

    Di Hari Tasyrik tentu saja kita harus banyak bersyukur atas rezeki dari-Nya, bisa berkumpul makan daging kurban bersama dan juga nikmat hati karena bisa berdzikir.
    
    Saat makan dan minum pun jadikan niat di hati agar bisa semakin taat kepada Allah. Kita bersyukur atas makanan yang kita dapatkan yang kemudian masuk ke dalam tubuh, membuat kita sehat serta mendapatkan energi untuk beraktifitas. Rasa syukur kita atas rezeki makanan itu adalah dengan meningkatkan iman dan takwa kepada-Nya.

Itu saja sharing ilmair dalam postingan kali ini, sudah agak terlambat ya sharingnya, tapi semoga tahun depan kita bertemu lagi dengan Idul Adha dan Hari Tasyrik ya sahabat, dimampukan-Nya juga kita mengamalkan keutamaan hari tasyrik ini aamiin

Sumber referensi: konsultasisyariah.com

Bersemangatlah Raih Ridho-Nya dan Peka pada-Nya - Nasehat Untuk Diri

    Bersemangatlah selalu, bersemangatlah untuk menjadi hamba-Nya yang lebih baik, lebih baik dari diri yang kemarin, setiap hari, setiap detiknya, mencari ridho-Nya, mengejar cinta-Nya.

    Dunia itu fana, roda hidup itu pasti akan berputar, takkan abadi apa yang dimiliki saat ini, baik itu kemudahan ataupun kesusahan. Ya ... susah atau senang hanya sementara. Selalu ada pelajaran syukur dan sabar dalam hidup kita.



    Ikhtiar dalam hidup itu harus, dan kamu .tentu saja boleh berikhtiar dengan sekuat tenaga meraih mimpimu. Itu bagus! Mendapatkan apa yang kamu mau, mencapai puncak dari pendakian ikhtiarmu. Tapi ... jangan jadikan itu sebatas tujuan untuk duniamu saja karena dunia itu fana, apapun yang kamu raih hanya titipan dari-Nya saja. Kapanpun Allah mau, semua yang kamu miliki bisa hilang, pergi atau diminta-Nya kembali, Entah itu karena kesalahanmu atau bukan, entah itu ujian atau teguran.

    Lalu takkan ada yang tersisa jika kemudian hanya dunia yang menjadi tujuanmu. Jadikan ridho Allah sebagai tujuan dan kebaikkan di akhirat menjadi arah yang kamu tuju. Maka ikhtiarmu itu takkan menjadi sia-sia dan bernilai dimata-Nya.

    Jangan berprasangka buruk pada-Nya, begitupun pada hamba-Nya. Berhati-hati pada hamba-Nya? Tentu saja boleh, tapi coba lihatlah dari setiap sudut, cari makna baiknya. Apa yang Allah pilihkan untukmu pasti baik bagimu, apa yang sampai kepadamu pasti atas ijin-Nya dan itu juga baik bagimu.

    Dan hei! Apa yang kamu lihatpun bisa jadi tak seperti begitu nyatanya, bisa jadi kamu menghadapi hal yang tak kamu sukai, merasakan yang tak seperti inginmu, tapi itu bisa jadi ada makna kebaikkan untukmu dibaliknya, sebagai bentuk kasih sayang-Nya.

Seperti firman-Nya dalam QS. Al Baqarah: 216
وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ 

    Artinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” 

    Kamu bisa saja patah, kecewa, atau semua rasanya tak seperti yang kamu inginkan. Tapi kamu tahu? Belum tentu apa yang kamu rasa itu benar, bisa jadi semua yang kamu rasa itu hanya karena kamu tidak peka, bukan pada siapa-siapa, tapi pada cinta dan kasih sayang-Nya. Pada apa yang Dia mau, pada kebaikkan-kebaikkan yang ingin disampaikan-Nya padamu.

    Ya ... Allah-lah yang begitu peduli padamu, bisa melalui hamba-Nya, tapi itu hanya sebagian kecil yang takkan bisa sempurna kecuali kamu melihat semuanya secara utuh. Semua itu pun takkan bisa sampai kepadamu juga, jika kamu tak peka. Maka pekalah pada-Nya, buka hatimu untuk merasakan kasih sayang-Nya

    Menulis lagi di blog ilmair, meneruskan kata yang pernah mengalir di kepala ke medsos tahun lalu, sebagai muhasabah untuk diri, semoga menginspirasi.

Roda Hidup

Hati ... bersabarlah jika semuanya sedang terasa sulit, bersyukurlah ketika kesenangan rasanya tumpah.

Karena semua hanya sementara... Roda hidup akan selalu berputar, takkan pernah sempurna setiap keadaan berlaku pada setiap diri. Akan selalu ada dua warna kontras yang bergantian datang dan pergi di dalam hidup, seperti suka dan duka, mudah dan sulit, cerah dan gelap, tawa dan air mata. Semuanya telah terukur dengan jelas terbaik dari Allah, tepat takkan melebihi batas kemampuan setiap hamba.


Setiap luka akan sembuh, setiap air mata akan terganti dengan senyum, setiap masalah ada solusinya , dibalik setiap kesulitan pun ada kemudahan ... Jika kamu percaya pada-Nya

 Jadilah seorang mukmin yang baik, mengagumkan di mata-Nya.



Allah menghantarkan setiap keadaan takkan melebihi batas kemampuan bukan? Dia percaya kita mampu melewati setiap keadaan dengan baik, bersabar ketika sulit dan bersyukur dalam kesenangan.

Belajar terus dan perbaiki diri lagi ... Semoga Allah mampukan aamiin.

Dari Shuhaib bin Sinan radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

 عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له .

“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Ada sedikit tulisan saya tentang Roda Hidup, berjudul Teruslah Melangkah Dan Tersenyum di buku Self Talk (sebuh buku antologi karya teman-teman penulis).


Jadikan Sabar dan Sholat Sebagai Penolongmu

    Hai diri, kamu sedang apa saat ini? Sedih, susah, atau sakitkah? Atau justru tengah senang, bahagia dan semua dalam hidupmu terasa mudah? Apapun yang kamu rasa saat ini, selalulah untuk menetapkan kesabaran di hatimu ya.

    Iya ... sabar itu harus selalu ada di hatimu bukan saat kamu ditimpa kesulitan saja. Tapi bahkan ketika duniamu rasanya penuh rona, sabaaar itu harus selalu ada, dimana kamu harus sabar menjaga ketaatanmu pada-Nya, juga menjaga hati, pikiran dan sikapmu agar tak salah arah.

    Kamu yang sedang hijrah? Sabarlah dalam keistiqomahan. Kamu yang sedang melihat dunia yang penuh dengan kemilaunya? Sabarlah dengan mejaga imanmu selalu. Kamu yang sedang mendapatkan pujian? Sabarlah dengan selalu sadar bahwa yang layak mendapat pujian itu hanyalah Allah. Atau kamu yang sedang sedih, susah, kecewa, patah, bahkan merasa diri penuh kesalahan dan keburukkan?

    Sabarlah dengan semua yang kamu hadapi itu, lalu bersabar pula melangkah terus pada-Nya. Bersabar pula untuk selalu yakin pada Allah bahwa akan ada bahagia setelah sedihmu, mudah setelah sulitmu, kebaikkan setelah keburukkan, jika kamu benar-benar bersabar untuk terus mendekat pada-Nya.    Begitupun dengan sholat, jangan pernah tinggalkan ya, utamanya yang wajib, lebih baik lagi tambahkan dengan sunnahnya. Ah sungguh sholat itu bisa saja terasa begitu berat jika tak disertai dengan kekhusuan.

Diapun berkata itu dalam surat cinta-Nya.


    Sungguh sabar dan sholat itu akan menolongmu saat kamu berjalan meniti hidup ini. Karena kamu memang membutuhkannya untuk mendapat petunjuk dari-Nya, pengabulan doa yang kamu pinta pada-Nya, penyerahan dirimu setelah kamu berikhtiar, penjagaan imanmu, hingga pada titik menggapai ridho-Nya dengan sabar dan sholat itu.

    Yuk jadikan sabar dan sholat sebagai penolong, semoga Allah berikan kamu kebahagiaan dan manisnya hidup terutama di akhirat kelak ya aamiin.

Mimpi dan Waktu - Nasehat Untuk Diri

Peluh terasa membasahi kulit, sementara hati dipeluk gelisah juga sedari tadi. Tubuh ini memang masih sedikit lemas karena sisa sakit perut di siang tadi, tapi tangan dan pikiran ini masih bisa diajak bergerak, mengelana mencari kata yang harus kutuangkan di atas lembar elektrik ini.
Ada rasa sesal juga yang turut menemani hati, sesal karena telah membiarkan diri ini berkejaran dengan waktu. Ah seharusnya aku sudah menyetorkan link di chat room grup beberapa waktu yang lalu, mengikuti jejak teman-teman yang sudah lebih dulu hadir di sana.
Dan mengalunlah kini nasehat-nasehat dari diri untukku sendiri, kamu boleh membacanya sahabat, semoga bisa memberimu inspirasi ya, atau boleh juga kamu bantu aku untuk merentangkan cermin ini kembali, jika aku nanti lupa, terimakasih ya.
Ssstt ... dibisikan saja ya dan beginilah nasehat itu berbunyi ...
Hei diri! Janganlah kamu mengejar waktu, kamu akan letih jika terus melakukannya. Lalu ... ketika rasa letih itupun menyergap, apa kamu akan terdiam saja? Ah lengkaplah sudah ketertinggalanmu itu, sementara yang lainnya sudah sampai kemana, kamu masih berdiri di situ-situ saja.


Tunggu-tunggu kamu mau katakan apa? Tak punya waktu atau tak sempat? Jangan ya katakan itu, karena setiap orang diberikan waktu yang sama dalam satu hari, 24 jam tak lebih atau kurang. Iya, jika telah diberikan itu artinya kamu "punya" dan tak hilang juga waktu itu kemana-mana. Karena ia tak akan pernah sembunyi, kecuali kalau kamu sendiri yang membiarkannya berjalan tanpa gerakmu itu turut mengikuti, antara terduduk lemas di waktu luang atau justru asik dengan hal yang tak pasti.
Ah kamu mungkin lupa ya akan mimpi-mimpimu, membiarkannya melayang hingga hilang tertutup kabut, gelap tak sanggup nanti kamu mencarinya lagi.
Atau kamu mau bilang bahwa sudah cukup ya pintamu itu pada-Nya? Panjang kali lebar kali tinggi, sampai mungkin rayuan gaduhmu itu membahana di atas langit sana.
Terus kemana dorongan semangat bergerakmu itu kemudian? Sudah sampai dimana ikhtiar di bumi untuk membuat penghuni langit meng-aamiin-kan doamu, membuat Allah yang punya kuasa atas sepenuhnya kehidupan ini mengatakan kamu pantas untuk raih mimpimu itu?
Atau kamu mau membenamkan mimpimu itu kembali? Buang ke tong sampah, lalu tak punya mimpilah kamu sekarang!
Humm ... stok mimpimu masih banyak? Ya sama saja, takkan juga bisa mimpimu itu teraih, jika perilakumu terhadap waktu saja seperti itu. Sama seperti halnya kesehatanmu itu, keduanya bisa sama-sama menipumu, melenakan diri hingga lalai diri untuk mempergunakannya dengan baik.
Sudah ingatkan bunyi hadistnya?
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. [HR Bukhari, no. 5933].
Ah ayolah diri, bangun dan sadarlah segera, cepat bergerak lakukan bagianmu, berikan ikhtiar terbaikmu sementara untuk hasil tunggu kejutan dari-Nya nanti.
Eiya jangan lupa akan satu pesan dari-Nya tentang waktu juga ya, agar kamu tak akan merugi nantinya ...
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. [al-‘Ashr/103:1-3]."

Rindu

Kadang bertanya pada diri sendiri, adakah rasa rindu untuk membaca surat cinta-Nya?

Apa rindu itu terasa ketika sudah berjarak dan lama tak membukanya? Ah kalau itu jangan sampai ya. Tapi rasakan rindu yang lebih dari itu, yang hadirnya di setiap waktu, rindu karena ingin membaca ayat-ayat indah itu, lagi dan lagi.




Jika mungkin ada yang sudah lekat di dalam kepala pun, tak ingin rasanya ada satu huruf pun yang terlupa. Namun justru diri tergerak terus untuk mempelajarinya, memahami isinya, menerapkannya dalam hidup secara utuh, menyeluruh, kaffah.

Ah sudahkah kamu mencintainya duhai hati? Karena cintalah yang akan menghadirkan rasa rindu. Terasa bahagia ketika setiap waktu mengingat ayat-ayatnya, hati bergetar ketika sadar dengan nasehat baik di dalamnya, air mata menetes ketika tersentuh dengan pesan cinta dari-Nya

Adakah cintamu pada Al Qur'an duhai hati? Cinta yang karena-Nya, karena mencintai-Nya.

Ah aku ingin merasakannya Allah, dan semoga kamu pun merasakannya sahabat.

Keutamaan Bulan Dzulhijjah - Raih Cinta Allah

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang istimewa ya sahabat, ia termasuk diantara 4 Bulan yang disebutkan dalam Al Quran surat At Taubah ayat 36 sebagai bulan haram (suci). Dan diantara hari di Bulan Dzuhijjah itu, ada 10 hari terbaik yang dipilihkan Allah untuk kita, dimana kita bisa meraih cinta-Nya dengan melakukan amalan yang bahkan nilainya bisa setara dengan jihad.


Sesuai sabda Rasulullah Shallallahi Alaihi Wa Salam

  ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر. قالوا ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ولم يرجع من ذالك بشيء. (رواه

“Tidak ada hari yang amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini (10 awal Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya: “Apakah lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah ?” Beliau bersabda, “Iya. Lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi (mati syahid).” (HR. Al Bukhari)

Diantara semua amal sholeh, puasa adalah amalan yang diutamakan untuk dilakukan di hari-hari awal bulan Dzulhijjah ini (tanggal 1-9 Dzulhijjah, utamanya adalah hari arafah yaitu tanggal 9 Dzulhijjah), karena dengan berpuasa akan terdorong diri untuk melakukan amal-amal sholeh lainnya.

Optimalkan waktu yuk untuk melakukan amal sholeh. Jangan kita sia-siakan waktu, sayang jika hari yang istimewa ini kita lewatkan. Raih cinta Allah, maka semua dosa kita akan dihapuskan. Dalam hadistpun disebutkan puasa arafah akan menghapuskan dosa 1 tahun yang lalu, dan 1 tahun kemudian (menjaga kita dari perbuatan dosa).

Lakukan amalan yang dicintai Allah yaitu semua amalan yang sesuai dengan tuntunan (yang dilakukan) Rasulullah. Bukan hanya ibadah tapi semua aktifitas kita dalam hidup, seperti menjaga pandangan, lisan, telinga, hati, pikiran dan semua perbuatan kita. Berusahalah untuk bertakwa secara kaffah. Ah Allah mampukan kami 😭😭.

Menulis masih dengan segala kerumitan diri, ada nasehat untuk diri, semoga bermanfaat.

Sumber: Video kajian Ustad Adi Hidayat dan situs muslim,id

Translate