Cara Mengatasi Anxiety, Kecemasan Berlebihan

    Setiap orang pasti pernah merasakan cemas (anxiety) dalam hidup. Ya, manusiawi memang jika  timbul perasaan cemas di hati kita, terutama saat kita sedang menghadapi situasi dan keadaan yang tak aman, tak nyaman, menakutkan, menegangkan, menantang, tidak pasti, atau baru. Hal itu merupakan reaksi alami tubuh yang muncul begitu saja tanpa bisa dicegah. Sahabat ilmair juga pasti pernah mengalaminya, kan, ya?

    Meskipun seringkali dianggap sebagai sesuatu yang negatif, sebenarnya rasa cemas memiliki peran penting dalam kehidupan kita, ya sahabat. Ketika seseorang merasa cemas, itu dapat menunjukkan bahwa mereka peduli dan memiliki kesadaran akan situasi di sekitar mereka. Misalnya, saat kita mau melakukan suatu hal yang penting, akan ada rasa cemas yang muncul di hati, hingga mendorong kita untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Ini menunjukkan bahwa rasa cemas bisa menjadi sumber motivasi untuk melakukan yang terbaik.

    Selain itu, rasa cemas (anxiety) juga merupakan cara tubuh untuk mempersiapkan diri menghadapi bahaya atau ancaman. Ini merupakan sinyal dari sistem peringatan internal diri yang bisa memberi tahu kita, bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan atau dipersiapkan. Dengan demikian, rasa cemas merupakan mekanisme perlindungan yang alami, ya sahabat.

    Jadi rasa cemas (anxiety) adalah emosi yang normal dan tidak perlu ditekan atau diabaikan. Walau di sisi lain, kita juga perlu ya mengontrol rasa cemas yang muncul di hati, agar jangan sampai berlebihan, hingga bisa mengganggu kesehatan mental dan kehidupan kita kemudian. Ya, jika telah menjadi sesuatu yang berlebihan, kecemasan bisa menjadi hambatan yang signifikan juga dalam mencapai kesejahteraan psikologis yang seimbang.

    Maka penting bagi kita untuk membangun kekuatan mental, sehingga kita pun dapat mengatasi kecemasan, dan meningkatkan kualitas hidup kita secara keseluruhan. Berikut blog ilmair mau share ya, beberapa cara untuk membangun kekuatan mental dan mengatasi kecemasan berlebihan.


Cara Mengatasi Anxiety, Kecemasan Berlebihan

1. Kesadaran Diri (Self-Awareness)

    Langkah pertama dalam membangun kekuatan mental adalah meningkatkan kesadaran diri. Sadar akan pikiran, perasaan, dan reaksi kita terhadap situasi tertentu adalah kunci untuk mengatasi kecemasan.  Sadar juga merupakan bagian dari muhasabah (intropeksi diri), ya, sahabat. Sebagai seorang muslim kita tentu harus sering-sering menerapkan kesadaran diri, bermuhasabah, melihat cermin diri, hingga bisa menemukan masalah-masalah di dalam diri yang mungkin harus kita atasi.

    Ya, dengan melakukan muhasabah alias intropeksi diri yang mendalam, membuat kita bisa memahami akar penyebab dari kecemasan, sehingga kita pun akhirnya dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya.

2. Berikan Jeda Sejenak, Praktikan Teknik Relaksasi

    Di saat kecemasan berlebihan menyerang, kita memang perlu memberikan diri waktu untuk jeda sejenak, melakukan proses healing. Mempraktikan teknik relaksasi, seperti menarik napas dalam-dalam agar tubuh lebih rileks, dan aktivitas saraf yang menjadi penyebab kecemasan di otak dapat berkurang.

    Selain itu, teknik relaksasi lainnya yang bisa dilakukan di saat cemas berlebihan melanda adalah menerapkan metode 5-4-3-2-1, sebuah langkah untuk mengalihkan perhatian dari kecemasan dengan fokus pada panca indera. Metode ini dilakukan denganmelihat 5 benda yang ada disekitar, menyentuh 4 benda berbeda, mendengarkan 3 suara yang sampai di telinga, mencium 2 aroma yang bisa dihirup, serta mengenali 1 rasa di lidah kita.

    Walau teknik relaksasi yang paling ampuh untuk mengatasi kecemasan tentunya dengan mengingat Allah Ta'ala, ya sahabat, dengan cara berdzikir dalam hati dan lisan, dan merasakan keberadaan-Nya bersama kasih sayang-Nya di setiap waktu, karena hanya dengan mengingat Allah sajalah hati akan menjadi tenang. Maka penting bagi kita untuk selalu menautkan hati pada-Nya, termasuk saat melakukan teknik relaksasi lainnya.

    Baca juga doa yang dianjurkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk mengatasi anxiety

اللَّÙ‡ُÙ…َّ Ø¥ِني Ø£َعُÙˆْØ°ُ بِÙƒَ Ù…ِÙ†َ الْÙ‡َÙ…َ ÙˆَالْØ­َزَÙ†ِ، Ùˆَالْعَجْزِ ÙˆَالْÙƒَسَÙ„ِ، ÙˆَالْجُبْÙ†ِ ÙˆَالْبُØ®ْÙ„ِ، ÙˆَضَÙ„َعِ الدَّÙŠْÙ†ِ، ÙˆَغَÙ„َبَØ©ِ الرَّجَالِ

Allaahumma inni a'udzuubika minal hammi wal hazan, wal 'ajzi wal kasal, wal jubni wal bukhl, wa dhola'id daini, wa gholabatir rijaal.

"Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan kekhawatiran, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan sifat pelit, dari lilitan hutang dan dari dikuasai orang-orang." (HR. Al-Bukhari no. 6369, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallaahu 'anhu)

3. Kelola Stres dan Tangani Emosi dengan Baik

        Stres adalah bagian alami dari kehidupan, tetapi jika tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan kecemasan yang berlebihan datang menyerang. Rangkul juga emosi kita, baik yang positif maupun negatif. Hal itu merupakan langkah penting dalam membangun kekuatan mental. Jangan menekan atau mengabaikan emosi negatif, tetapi pelajari cara untuk menghadapinya dengan bijaksana dan seimbang. 

    Beri waktu pada diri sendiri untuk beristirahat dan melepaskan ketegangan mental (stres), serta mengeluarkan dan menyalurkan emosi di dalam diri, tentu dengan cara yang baik. Diantaranya bisa dengan menangis, menulis, deep talk, self talk, olah raga, relaksasi, atau hal lainnya. Namun, cara terbaik diantara semua cara menurut saya adalah dengan mendekat pada Allah Ta'ala, termasuk curhat di atas sajadah, ya sahabatkarena memang hanya Dia yang paling memahami kita, dan mampu memberikan ketenangan di dalam hati kita.

    Selain itu, penting juga bagi kita memperhatikan pola makanan yang kita konsusmsi, karena itu juga termasuk bagian dari pengelolaan stres yang baik. Konsumsi makanan sehat, terutama makanan-makanan yang bisa meredakan stres, dan meningkatkan mood, menaikan hormon bahagia, sehingga kecemasan pun bisa berkurang.

    Dengan mengelola stres dan menangani emosi secara baik, serta mengkoneksikan hati kita selalu kepada-Nya, kita dapat mengurangi tingkat kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.

4.  Tetap Berpegang pada Pola Pikir Positif

    Pola pikir yang positif adalah kunci dalam membangun kekuatan mental. Dalam ajaran islam, kita kenal dengan istilah huznuzan.

    Cobalah untuk mengubah pola pikir negatif menjadi positif, dan bersyukur atas hal-hal baik dalam hidup. Melihat situasi dari sudut pandang yang optimis dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.

    Walau pola pikir positif di sini juga sampai sampai dipaksakan, ya sahabat, karena bisa mengarah pada toxic positivity.

5. Cari Makna dan Tujuan Hidup, Lalu Ingatkan Diri Kembali 

    Mencari makna dan tujuan hidup dapat membantu mengurangi kecemasan dan membangun kekuatan mental yang kuat. Penting bagi kita untuk memukan apa yang membuat hidup berarti, ya sahabat, dan menetapkan tujuan yang memotivasi dan mendorong diri untuk maju. Kecemasan pun bisa berkurang saat kita mengingat kembali tujuan apa yang ingin kita raih.

    Tujuan hidup utama kita sudah pasti sesuai dengan tujuan penciptaan kita sebagai manusia, ya sahabat, yaitu untuk beribadah kepada-Nya, meraih ridho-Nya. Tujuan hidup ini sebenarnya sudah cukup kuat jika kita jadikan sebagai pendorong semangat untuk menjalani hidup, hingga kecemasan dalam hati kita pun bisa berkurang. Ya, fokus pada ridho Allah Ta'ala akan membuat kita mudah untuk merasakan ketenangan, mengusir kecemasan.

    Walau disamping itu, boleh juga kita terapkan tujuan-tujuan lain disampingnya, yang tentu saja berjalan beringinan (tidak keluar dari aturan-Nya), dan tetap bertumpu pada tujuan utama, yaitu meraih ridho-Nya. 

6. Atur Prioritas dan Tetap Fokus

    Mengatur prioritas dan tetap fokus pada tujuan dapat membantu kita mengurangi kecemasan. Ketika kita memiliki tujuan yang jelas dan fokus pada pencapaian, bisa membuat kecemasan menjadi berkurang dan teralihkan, karena pikiran-pikiran tak penting yang merupakan salah satu penyebab kecemasan pun bisa terabaikan. 

    Buatlah jadwal yang teratur dan berusahalah untuk bisa komitmen pada apa yang telah kita rencakan akan dilakukan. Jangan lupa berdoa pada Allah Ta'ala agar dibimbing dan dimudahkan, lalu hasilnya serahkan juga pada-Nya.

7. Tetap Aktif secara Mental dan Fisik

    Aktivitas mental dan fisik yang teratur dapat membantu memperkuat kekuatan mental kita. Berusahalah agar tidak ada waktu kosong yang membuat kita jadi overthinking, berpikir kemana-mana, membandingkan diri dengan orang lain sampai menjadi insecure, atau mengingat hal-hal lainnya yang membuat cemas.

    Tetap gerakan tubuh dan aktifkan otak, agar tubuh tak selalu terbawa malas, hingga mengikuti keinginan untuk selalu rebahan, hingga kecemasan pun akhirnya bersemayam di hati.

   Ya, lakukan olahraga secara teratur, dan jaga pikiran agar tetap aktif, misalnya dengan belajar, membaca buku, mempelajari Al Qur'an atau sesekali bermain puzzle atau hal lainnya yang bisa mengasah otak. Kegiatan itu dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis kita dan mengurangi kecemasan.

8. Temukan Dukungan Sosial

    Dukungan sosial adalah bagian penting dalam mengatasi kecemasan dan membangun kekuatan mental. Ya, kita itu manusia, yang merupakan makhluk sosial, tak mungkin bisa hidup sendirian, pasti membutuhkan orang lain.

    Walau sering juga ya kita pendam semua masalah sendirian, kalau ada yang tanya bilangnya, 'baik-baik saja', atau 'enggak apa-apa'. Padahal sebenarnya kita juga butuh pelukan, diperhatikan, dipedulikan, dikuatkan, termasuk saat kita mengalami kecemasan.

    Maka temukanlah orang-orang yang peduli dan dapat dipercaya untuk berbagi perasaan dan pengalaman. Jangan pendam sendirian terus semua perasaan, karena bisa jadi solusi kecemasan yang Allah Ta'ala hantarkan itu diperantarakan dari lisan teman atau keluarga kita, bahkan mungkin juga dari seorang profesional atau orang berilmu, seperti psikolog, psikiater, atau ustadz/ah.

9. Bersabar dan Berikan Waktu untuk Perubahan

    Membangun kekuatan mental pastinya bukanlah proses yang instan, ya sahabat, tetapi memerlukan kesabaran dan komitmen. Berikan waktu bagi diri sendiri untuk tumbuh dan berkembang, dan ingatlah bahwa perubahan dan kesembuhan tidak terjadi dalam semalam. Kita pastinya butuh 'DUIT dan S2', dalam menjalani proses dalam mengatasi kecemasan berlebihan, yaitu berdoa, berusaha, ikhlas, tawakal, sabar dan syukur.


    Itu dia, tips dari blog ilmair untuk mengatasi kecemasan (anxiety) berlebihan. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara konsisten, insyaa Allah kita dapat membangun kekuatan mental yang kuat, hingga bisa mengatasi kecemasan (anxiety) berlebihan. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki perjalanan yang unik, dan penting untuk mendukung diri sendiri dalam proses ini. Dengan kesabaran, ketekunan, dan dukungan yang tepat, kita dapat mencapai kesejahteraan psikologis yang seimbang dan hidup yang lebih bahagia. 

    Tentu semua kecemasan itu bisa teratasi dengan ijinAllah Ta'ala, ya sahabat. Maka selalulah tautkan hati juga kepada-Nya. Awali semua dengan berdoa, libatkan Dia selalu, hingga akhirnya kita berserah pada-Nya, agar Allah Ta'ala berikan ketenangan di hati kita selalu.

    Sahabat sendiri bagaimana, pernah mengalami kecemasan secara berlebihan? Sudah teratasi atau belum? Sharing, yuk, di kolom komentar!

Previous article
Next article

Belum ada Komentar

Posting Komentar

Silahkan share saran, kritik, ilmu, inspirasi positifmu di ilmair. Berkomentarlah dengan bijak. Spam akan saya hapus.
Mohon di-setting publik profile blog-nya ya, agar tidak ada profile unknown yang bisa menjadi broken link di blog ini.
Terima kasih ....

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel